SMK Negeri 1 Pangkalpiang

Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 08 Oktober 2010

Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
1
`HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR
PROGRAM DIKLAT KEWIRAUSAHAAN
DENGAN MINAT BERWIRASWASTA
SISWA KELAS III SMK NEGERI 1 SAMARINDA
Oleh :
AHMAD MUN’IM R
*) Ahmad Mun’im R adalah seorang guru SMP Negeri 1 Samboja, praktisi bisnis dan seorang da’i
ABSTRAK
AHMAD MUN’IM R, Hubungan Prestasi Belajar Program Diklat Kewirausahaan Dengan
Minat Berwiraswasta Siswa Kelas III SMK Negeri 1 Samarinda
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan antara prestasi belajar
program diklat kewirausahaan dengan minat berwiraswasta siswa kelas III SMK Negeri I
Samarinda ?. Sedang tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prestasi belajar
program diklat kewirausahaan siswa, untuk mengetahui minat wiraswasta dan untuk
mengetahui hubungan antara prestasi belajar program diklat kewirausahaan dengan minat
wiraswasta siswa kelas III SMK Negeri 1 Samarinda.
Populasi dalam peneliitian ini adalah siswa kelas III sebanyak 400 anak sedang
sebagai sampel adalah 80 anak yang diambil secara random. Teknik pengumpulan data
adalah dokumentasi dan angket. Untuk analisis data dalam menguji hipotesa digunakan
korelasi Product Moment.
Dari hasil analisis data diketahui diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar 0,479, setelah
dikonsultasikan dengan r tabel pada db= 80 dengan kesalahan 5% (taraf signifikansi 95%)
ternyata r hitung lebih besar dar r tabel yaitu 0,479 > 0,220. Jadi terdapat hubungan yang
positif dan signifikan sebesar 0,479 antara prestasi belajar program diklat kewirausahaan
dengan minat wiraswasta siswa kelas III SMK Negeri 1 Samarinda, . Tingkat keeratan
hubungan adalah “sedang “. Ini diperkuat dengan hasil uji t untuk db=N-2=78 dengan
kesalahan 5% (taraf signifikansi 95%) terbukti bahwa t hitung lebih besar dari t tabel atau
4,819 > 2,000, maka hipotesis alternatif (Ha) diterima dimana hasil penelitian sampel berlaku
pula untuk seluruh populasi.
Jadi hipotesis dalam penelitian ini : “Ada hubungan yang positif antara prestasi belajar
program diklat kewirausahaan dengan minat berwiraswasta siswa kelas III SMK Negeri 1
Samarinda ”, dinyatakan terbukti dan diterima.
Disarankan guru dalam pengajaran kewirausahaan agar lebih membangkitkan minat
kewiraswastaan menggunakan pendekatan praktik, mendatangkan nara sumber, studi banding
dan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Departemen Perdagangan dan Perindustrian,
Departemen Koperasi dan UKM, dan KADIN dengan demikian pengajaran tidak hanya guru
mentransfer ilmu pengetahuan tapi guru menggugah minat siswa berwiraswasta semakin
besar.
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah menyiapkan tamatan untuk (a)
memasuki lapangan kerja serta dapat mengembangkan sikap profesional dalam lingkup
keahlian bisnis dan manajemen, (b) mampu memilih karir, mampu berkompetisi dan mampu
mengembangkan diri dalam lingkup bisnis dan manajemen, (c) menjadi tenaga kerja tingkat
menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri pada saat ini maupun masa yang
akan datang dalam lingkup Bisnis dan manajemen, (d) menjadi warga negara yang produktif,
adaptif dan kreatif.
Berdasarkan konteks di atas maka siswa SMK sengaja dipersiapkan kelak untuk
memasuki lapangan pekerjaan baik melalui jenjang karier menjadi tenaga kerja di tingkat
menengah maupun menjadi mandiri, berusaha sendiri atau kewiraswastaan.. Untuk itu siswa
SMK perlu dibekali dengan ketrampilan-ketrampilan yang mengarah pada ketrampilan kerja
dan mandiri (berwiraswasta).
Jika kita melacak kurikulum SMK edisi 99 terutama untuk SMK Kelompok Bisnis dan
Manajemen, maka disana kita dapat menemukan program pendidikan dan latihan yang
berorientasi membekali siswa untuk kelak mandiri/berwiraswasta disamping program diklat
yang berfungsi membekali siswa memasuki profesi tertentu di dunia kerja/usaha, program
diklat tersebut seperti program diklat kewirausahaan yang diberikan mulai kelas I sampai
kelas III, program diklat Pelayanan Prima, program diklat membuka Usaha Kecil serta
program diklat Siklus Akuntasi. Sedang program-program diklat yang berorientasi membekali
siswa memasuki dunia kerja di tingkat menengah sesui dengan kompetensi yang ada di dunia
usaha dalam dunia bisnis dan manajemen yaitu kompetensi keuangan, sekretaris, usaha jasa
pariwisata dan penjualan.
Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa ada beberapa program diklat yang
memang diberikan kepada siswa untuk membekali lulusan SMK agar menjadi mandiri atau
berusaha sendiri (berwiraswasta). Dalam kaitan penelitian ini penulis mencermati tentang
program diklat kewirausahaan. Program diklat ini berdasarkan silabus Garis-Garis Besar
Program Pendidikan dan Pelatihan SMK ternyata penuh dengan teori dan ketrampilan untuk
mengarahkan siswa memahami tentang arti, peranan, fungsi, dan jurus-jurus untuk melakukan
kewirausahaan. Program diklat ini jika diberikan dengan teknik yang baik dan tidak sematamata
hanya mentransfer ilmu pengetahuan, guru terampil dalam memberikan motivasi siswa
maka program diklat ini akan menggugah minat siswa dalam mengembangkan jiwa
kewiraswastaannya. Siswa akan terdorong minatnya untuk menekuni materi program diklat
ini dan terbuka dirinya untuk memperoleh rangsangan-rangsangan untuk mempunyai jiwa
kewiraswastaan. Dengan demikian kelak siswa telah berbekal ilmu dan minat serta jiwa
kewiraswastaan. Inti dari kewisawastaan di sini adalah siswa tergugah untuk melakukan
kemandirian dalam berusaha, siswa berubah sikap dari ketergantungan kepada orang lain
menjadi mandiri, siswa sudah mempunyai cita-cita untuk berusaha sendiri dengan
menciptakan lapangan kerja sendiri. Siswa mampu mengikis kebiasaan meminta, rendah diri
dan berusaha bekerja berdasar atas kualitas, seta mempunyai kepercayaan diri yang tinggi.
Minat siswa terhadap kewiraswastaan perlu diketahui oleh guru maupun siswa iru
sendiri mengingat minat ini dapat mengarahkan siswa untuk melakukan pilihan dalam
menentukan cita-citanya. Cita-cita merupakan perwujudan dari minat dalam hubungan dengan
proses/jangkauan masa depan bagi siswa untuk merencanakan dan menentukan pilihan
terhadap pendidikan, jabatan atau pekerjaan yang diinginkan. Siswa yang berminat dalam
berwirasawasta cenderung memilih karir ke sektor swasta dan berwiraswasta.
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
3
Dalam kaitan ilmu pengetahuan, siswa yang berminat dalam wiraswasta akan tertarik
dengan pengetahuan/ilmu yang berhubungan dengan minatnya tersebut. Sebagaimana yang
terjadi dengan pilihan siswa masuk ke SMK karena ingin bekerja setelah lulus maka ia
berminat mempelajari ilmu yang bisa membekali dirinya untuk memasuki lapangan kerja,
sedang siswa yang ingin kuliah setelah lulus lebih cenderung masuk SMU dan mempelajari
ilmu untuk bekal melanjutkan ke perguruan tuinggi. Semakin besar minat siswa untuk tertarik
kepada bidang wiraswasta, akan besar pula usaha dan keinginan siswa untuk mewujudkannya.
Untuk itu siswa akan mempelajari pengetahuan yang berkaitan dengan kewiraswastaan lebih
serius.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, maka penulis tertarik untuk
mengadakan penelitian dengan judul "Hubungan Prestasi Belajar Program Diklat
kewirausahaan dengan minat berwiraswasta siswa kelas III SMK Negeri 1 Samarinda .
B. Rumusan Masalah
Masalah adalah sesuatu yang harus dipecahkan dan dicari jalan keluarnya serta
diselesaikan, masalah juga disebut kejadian yang mengharuskan kita bertanya dan selanjutnya
diperlukan jawabannya melalui penelitian serta pemikiran agar dapat mempelajari jalan
keluarnya.
Berdasarkan latar belakang dan uraian tersebut di atas, maka masalah yang diteliti
adalah : Bagaimana hubungan antara prestasi belajar program diklat kewirausahaan dengan
minat berwiraswasta siswa kelas III SMK Negeri 1 Samarinda ?.
C.Tujuan Penelitian
Adapun mengenai tujuan penelitian dapat penulis kemukakan sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui prestasi belajar program diklat kewirausahaan siswa kelas III SMK
Negeri 1 Samarinda.
2. Untuk mengetahui minat berwiraswasta siswa kelas III SMK Negeri 1 Samarinda .
3. Untuk mengetahui hubungan antara prestasi belajar program diklat kewirausahaan dengan
minat berwiraswasta siswa kelas III SMK Negeri 1 Samarinda.
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
4
BAB II
DASAR TEORI
A. Pengertian Prestasi Belajar Kewirauasahaan
Dalam proses belajar mengajar, siswa mengalami suatu perubahan dalam bidang
pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap. Adanya perubahan ini dapat dilihat dari
prestasi belajar siswa yang dihasilkan oleh siswa dari kegiatan mengerjakan soal ulangan dan
mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.
Kata prestasi belajar mengandung dua kata yakni “prestasi “ dan “belajar” yang
mempunyai arti berbeda. Oleh karena iru sebelum pengertian “prestasi belajar”
dibicarakan ada baiknya kedua kata itu dijelaskan artinya satu persatu.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (1994:21), menyatakan bahwa prestasi adalah penilaian
pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid yang berkenaan dengan
penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada mereka dan nilai-nilai yang terdapat di
dalam kurikulum.
Belajar adalah merupakan perubahan tingkah laku untuk mencapai tujuan dari tidak tahu
menjadi tahu atau dapat dikatakan sebagai proses yang menyebabkan terjadinya perubahan
tingkah laku dan kecakapan seseorang .
Sardiman AM sebagaimana yang dikutip oleh Syaiful Bahri Djamarah (1994:21) menyatakan
bahwa belajar adalah rangkaian kegiatan jiwa raga yang menuju perkembangan pribadi
manusia seutuhnya, yang menyangkut unsur cipta, rasa, dan karsa, ranah kognitif, afektif dan
psikomotorik.
Bertolak dari pendapat di atas jelas menyatakan bahwa belajar itu bertujuan untuk
mengembangkan pribadi manusia bukan hanya sekedar mencerdaskan manusia belaka namun
menjadi manusia yang berkepribadian yang luhur itulah hakekat sebuah belajar. Dalam
mengembangkan kepribadian manusia seutuhnya itu melibatkan unsur-unsur cipta atau
membuat sesuatu, rasa/perasaan, karsa/keinginan, kognitif, afektif dan psikomotorik.
Jadi belajar merupakan suatu aktifitas yang sadar akan tujuan. Tujuannya adalah terjadinya
suatu perubahan dalam diri individu. Perubahan yang dimaksudkan tentu saja menyangkut
semua unsur yang ada pada diri individu.
Dari pendapat tersebut di atas, maka seseorang dinyatakan melakukan kegiatan belajar,
setelah ia memperoleh hasil, yakni terjadinya perubahan tingkah laku, misalnya dari tidak
tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti dan sebagainya.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian belajar adalah suatu proses untuk
mencapai suatu kecakapan, kebiasaan, sikap dan pengertian suatu pengetahuan dalam usaha
merubah diri menjadi semakin baik dan mampu.
Selanjutnya Abdurrachman Saleh (1981 : 92) memberikan prestasi belajar atau hasil
belajar adalah hasil yang dicapai siswa dari mempelajari tingkat penguasaan ilmu
pengetahuan tertentu dengan alat ukur berupa evaluasi yang dinyatakan dalam bentuk angkah
huruf atau kata atau simbol, dengan istilah lain yakni prestasi.
Salah satu program diklat (mata pelajaran) yang diajarkan di Sekolah Menengah
Kejuruaan (SMK) adalah program diklat (mata pelajaran) kewirausahaan. Pelajaran yang
tidak pernah diajarkan pada sekolah-sekolah umum. Kewirausahaan sengaja diajarkan kepada
siswa SMK mengingat tujuan utama SMK adalah menghasilkan lulusan yang akan menempati
lapangan pekerjaan maupun berwiraswasta.
Pengertian prestasi belajar adalah sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang
dikuasai anak didik dalam memahami mata pelajaran di sekolah. Sehingga dari pengertian di
atas dapat diketahui yang dimaksud dengan prestasi belajar kewirausahaan adalah bukti
keberhasilan siswa dalam penguasaan terhadap program diklat kewirausahaan melalui tahapCopyright
© www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
5
tahap evaluasi belajar yang dinyatakan dengan nilai. Untuk mengukur prestasi belajar
program diklat kewirausahaan, guru harus memberikan penilaian kepada siswa dalam bentuk
angka dan ditulis sebagai laporan pendidikan yang biasanya tercantum dalam raport.
B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Prestasi belajar siswa bukan semata-mata karena faktor kecerdasan (intelegensia)
siswa saja, tetapi ada faktor lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa tersebut,
scara garis besar faktor-faktor terebut dibagi menjadi dua yakni faktor intern dan faktor
ekstern. Faktor-faktor yang dimaksud adalah seperti yang dikemukakan oleh Nana Sudjana
(1989:18) sebagai berikut:
1. Faktor interen, yaitu faktor yang terdapat dalam diri individu itu sendiri, antara lain
ialah kemampuan yang dimilikinya, minat dan motivasi serta faktor-faktor lainnya.
2. Faktor ekstern, yaitu faktor yang berada di luar individu di antaranya lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.
Sementara itu Winkel (1987:43), merinci faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi
belajar adalah:
1. Faktor pada pihak siswa, terdiri dari:
a. Faktor-faktor psikis intelektual, yang meliputi taraf intelegensi, meliputi
motivasi belajar, sikap perasaan, minat, kondisi akibat keadaan sosio kultural
atau ekonomis.
b. Faktor-faktor fisik yang meliputi keadaan fisik.
2. Faktor dari luar siswa yang terdiri dari:
a. Faktor-faktor pengatur proses belajar di sekolah, yang meliputi kurikulum
pengajaran, disiplin sekolah, teacher efectiveness, fasilitas belajar dan
pengelompokkan siswa.
b. Faktor-faktor sosial di sekolah yang meliputi sistem sosial, status sosial, dan
interaksi guru dan siswa.
c. Faktor situasional, yang meliputi keadaan politik ekonomis, keadaan waktu dan
tempat serta musim iklim.
d. Bakat
e. Minat
f. Emosi
g. Kepribadian
h. Gangguan kejiwaan atau gangguan kepribadian lainnya.
Singgih D. Gunarsa (1983:14), menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi
prestasi belajar adalah:
A. Faktor endogen
1. fisik
2. psikis
a. Intelegensi
b. Perhatian
B. Faktor eksogen
1. Faktor keluarga
a. Cara mendidik anak
b. Hubungan orang tua dan anak
c. Sikap orang tua
d. Ekonomi keluarga
e. Suasana dalam keluarga
C. Faktor sekolah
D. Faktor masyarakat
1. Faktor media massa
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
6
2. Faktor teman bergaul dalam masyarakat
3. Faktor tipe dari keluarga
E. Cara belajar anak
1. Waktu istirahat
2. Tugas di rumah
3. Cara pembagian waktu belajar
4. Cara belajar salah
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, agar siswa dapat memperoleh prestasi
belajar yang seoptimal mungkin, maka siswa perlu meningkatkan kemampuan, minat dan
motivasi yang ada dalam dirinya. Demikian pula halnya dengan faktor yang ada di luar
diri siswa. Faktor ini dapat mendorong dan menghambat siswa dalam proses belajar.
Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat dapat memberi dukungan siswa di dalam
belajar. Di antara ketiga lingkungan tersebut, lingkungan sekolah merupakan lingkungan
yang terpenting yang berfungsi sebagai lingkungan kedua yang sangat mendukung dalam
mendidik anak atau siswa, setelah lingkungan utama yaitu lingkungan keluarga.
Minat siswa terhadap suatu pelajaran (program diklat) bisa menjadi salah satu faktor
yang menyebabkan peningkatan prestasi belajar siswa. Minat siswa menurut Winkel termasuk
faktor yang berpengaruh pada prestasi belajar yang termasuk faktor ekstern.
C. Program Diklat Kewirausahaan
Program diklat Kewirausahaan merupakan program diklat yang diajarkan kepada
semua siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Secara umum program diklat ini membekali siswa
untuk menjadi wirausahawan yang berarti orang yang pandai atau berbakat mengenali produk
baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru
memasarkannya serta mengatur permodalan. Namun demikian perlu bagi kita untuk
mengetahui lebih mendalam mengenai apa itu kewirausahaan.
Suparman Sumahamidjaya (1981 : 157). Memberi batasan kewirausahaan adalah
orang yang melakukan kegiatan mengorganisasikan faktor-faktor produksi dan memberikan
hasil yang produktif.
Dari kedua pengertian tersebut diatas maka ada kalimat yang perlu digaris bawahi
yakni kalimat mengorganisasikan faktor-faktor produksi dan memberikan hasil yang produktif
kalimat tersebut diartikan bahwa seorang wirausahawan adalah orang yang mampu
memadukan alam, tenaga kerja, modal serta keahlian, sehingga dapat menghasilkan sesuatu
yang berguna bagi kepentingan orang banyak
Hal tersebut nampaknya sama dengan pendapat Shumpeter, yang dikutip oleh Buchari
Alma (1999 : 12) bahwa Kewirausahaan adalah orang yang unik berpembawaan, pengambil
resiko, memperkenalkan produk produk inovative dan tehnologi baru kedalam perekonomian.
Pendapat tersebut di atas disamping menekankan pada produktivitas Shumpeter menambah
unsur lain yakni unsur pengambil resiko, hal tersebut sejalan dengan pendapat Savary (1973)
yang dikutip oleh Soehardi Sigit (1980 : 1) Kewirausahaan adalah membeli barang dengan
harga pasti, meskipun orang itu belum tahu dengan harga berapakah barang (atau guna
ekonomi) itu akan dijual kemudian.
Ada baiknya kita simak pendapat Yean Baptist Say yang dikutip oleh Buchari Alma
(1999 : 13) yang pada dasarnya kewirausahaan mengarah kepada keberhasilan dalam
menggabungkan antara produksi, perlengkapan manajemen yang kontinyu dan selain itu juga
sebagai penanggung resiko.
Mengingat bahwa kewirausahaan yang mempunyai arah kepada keberhasilan dan atas
dasar teori keberhasilan yang dikemukakan oleh Mc. Chelland dalam bukunya The Achieving
Society (1961) yang dikutip oleh Buchari Alma (1999 : 13) diantaranya mengatakan bahwa
dorongan untuk mencapai keberhasilan motif yang penting sekali, bukan saja untuk
menentukan keberhasilan seseorang, namun juga keberhasilan suatu bangsa dalam
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
7
melakukan pembangunan, bahkan dalam penelitiannya. Berhasil tidaknya suatu bangsa dalam
melaksanakan pembangunan tergantung kepada jumlah penduduknya yang mempunyai motif
untuk berhasil.
Demikian juga berdasarkan pendapat David Osbourne dan Ted Gaebble (1992) dalam
bukunya yang berjudul "Rainvanting Goverment" yang berarti mewirausahakan birokrasi
yang dikutip oleh Buchari Alma (1999 : 15) kaitannya dengan keberhasilan merupakan
kebutuhan yang baku yang ada di dalam diri setiap manusia (need of achievement) maka
kewirausahaan mempunyai arti yang luas tidak hanya pada sektor produksi resiko namun
kewirausahaan sangat berhubungan dengan keberhasilan sebab kewirausahaan juga sangat
diperlukan oleh setiap individu jika kita lihat bagaimana arti dan definisi semulanya, lebihlebih
jika kewirausahaan dilihat dari fungsinya bagi kehidupan manusia.
Berdasar Silabus garis-Garis Besar Program Pendidikan dan Latihan SMK untuk
program diklat (pelajaran) kewirausahaan dibagi topik sebagai berikut :
1. Kewirausahaan Tingkat I, Alokasi jam 40 dengan topik/sub topik :
a. Hakekat Kewirausahaan (pengertian dan peran kewirausahaan)
b. Karakteristik kewirausahaan
c. Kecerdasan Emosional
d. Prinsip-prinsip Pemotivasian
2. Kewirausahaan Tingkat II, Alokasi jam 40 dengan topik/sub topik :
e. Wawasan Bisnis
f. Analisa Kebutuhan Konsumen
g. Menganalisis Usaha skala kecil
h. Permodalam Usaha
i. Manajemen Pergudangan
j. Harga Pokok
k. Perpajakan
l. Promosi
3. Kewirausahaan Tingkat III, Alokasi jam 40 dengan topik :
m. Proposal Usaha
n. Perijinan Usaha
o. Menyusun laporan keuangan
p. Studi Banding
q. Praktik Membuka Usaha
D. Minat Berwiraswasta
Slameto (1995:180) memberi definisi minat, adalah suatu rasa lebih suka dan rasa
keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Tampubolon (2000 : 41),
mendefiniskan minat adalah perpaduan keinginan dan kemauan yang dapat berkembang jika
ada motivasi. Sementara itu Asep Priyatna Abdillah (1990:24) mendefinisikan minat adalah
suatu perangkat mental yang meliputi perasaan, harapan, pendirian, prasangka yang
cenderung mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu.
Dari pendapat tersebut diatas jika disimak maka motivasi mempunyai kaitan yang erat
dengan minat contoh siswa yang memiliki minat terhadap program diklat kewirausahaan
cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk mempelajari
kewirausahaan demikian juga sebaliknya yakni jika tidak ada motivasi maka minatnya tidak
ada.
Pendapat mengenai arti minat juga dikemukakan oleh Yul Iskandar (2001:9) dengan
mendefinisikan minat adalah usaha dan kemauan untuk mempelajari (learning) dan mencari,
sesuatu. Contoh minat seniman, maka individu itu mempunyai atau tidak mempunyai bakat
itu, tetapi telah ada usaha aktif untuk mempelajarainya.
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
8
Dalam variabel penelitian ini minat yang dimaksud adalah minat berwiraswasta, yang
sesuai dengan pendapat GF Kuder (1968) yang dikutip oleh Dewa Ketut Suhardi (1984 :
176) termasuk Compertational yakni kelompok terhadap pekerjaan atau jabatan hitung
menghitung misalnya : pedagang, akuntan, pemegang buku hal tersebut oleh GF Kuder
(1963) yang dikutip oleh Dewa Ketut Sukardi (1988 : 105) sebelumnya telah digunakan
untuk minat yang diinventarisasikan, biasanya ini ditetapkan dengan angket yang telah
tersedia atau dikomparasikan, yakni angket dengan jawaban : sangat senang, senang, tidak
senang.
Dari beberapa definisi para ahli tersebut ada nampak gambaran bahwa minat adalah
termasuk bagian dari faktor yang mempengaruhi suatu keberhasilan. Pengertian istilah
berwiraswasta sering dipakai tumpang tindih dengan istilah berwirausaha, padahal antara
wiraswasta dan wirausaha ada perbedaan sedikit, jika wiraswasta tekanannya di bidang swasta
namun wirausaha tidak hanya di bidang usaha, bahkan di bidang pemerintahan pun harus
dikelola berdasarkan efesien yang merupakan dasar dari wiraswasta.
Istilah wiraswasta ada yang menghubungkan dengan istilah saudagar walaupun sama
artinya dalam bahasa Sansekerta, akan tetapi maknanya berlainan.
Wiraswasta terdiri atas tiga kata : Wira, Swa dan Sta masing-masing berarti wira berarti
manusia unggul, teladan berbudi luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan/pendekar, kemajuan
dan memiliki keagungan watak : swa artinya sendiri dan sta artinya berdiri. Sedangkan
saudagar terdiri dari dua suku kata sau berarti seribu dan dagar artinya akal jadi saudagar
berarti seribu akal (Taufik Rasyid, 1981 : 4).
Bertolak dari pengertian etimologis di atas maka wiraswasta berarti keberanian,
keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan
hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri (Wasty Soemanto, 1984 : 43) yang berarti
Wira Swasta mempunyai kekuatan mental yang tinggi sehingga memungkinkan ia melompat
dan meluncur maju kedepan diluar kemampuan rata-rata, bahkan ada kalanya wiraswastawan
tidak harus berpendidikan tinggi, namun akan lebih baik mutu wiraswastawan jka ia
berpendidikan tinggi.
Sedangkan menurut Daoed Yoesoef sebagaimana dikutif oleh Buchari Alma, (1999 :
5) wiraswasta adalah orang yang memimpin usaha baik secara tehnis dan atau ekonomis
dengan berbagai aspek fungsinya dan memburu keuntungan/manfaat secara maksimal serta
membawa usaha kearah kemajuan, perluasan perkembangan melalui jalan kepemimpinan
ekonomi demi berbagai kepentingan.
Pendapat tersebut diatas nampaknya tidak jauh berbeda alias mirip dengan pendapat
Haryati Subadio, yang dikutip oleh Buchari Alma (1999 : 8) menyatakan bahwa wira swasta
adalah manusia teladan, berbudi luhur dalam arti manusia yang mampu berdiri atas
kemampuan sendiri, tidak saja di sektor swasta tapi juga dalam sektor negara.
Pendapat tersebut di atas diperkuat oleh Sudjoko yang dikutip oleh Buchari Alma
(1999 : 8) menyatakan bahwa wiraswasta adalah mereka yang memiliki nilai-nilai manusia
perintis pelopor, pejuang kemerdekaan, kemajuan dan nilai-nilai kepribadian wiraswasta, jiwa
semangat serta keterampilan wiraswasta.
Selanjutnya Soesarsono Wijandi (1988 : 24) memberi batasan bahwa :Wiraswasta
bukan hanya teladan dalam usaha swasta, melainkan wiraswasta adalah sifat-sifat keberanian,
keutamaan, keteladanan dan semangat yang bersumber dari kekuatan sendiri dari seorang
pendekar kemajuan, baik dalam kekaryaan pemerintah maupun dalam kegiatan apa saja diluar
pemerintah, dalam arti yang menjadi pangkal keberhasilan seseorang.
Pengertian tersebut di atas berarti bahwa seseorang wiraswastawan modal utamanya
adalah ketekunan yang dilandasi sikap optimis, kreatif dan melakukan usaha sebagai pendiri
pertama disertai pula dengan keberanian menanggung resiko berdasarkan suatu perhitungan
dan perencanaan yang tepat, adanya perhitungan dan perencanaan yang tepat sebetulnya
wiraswastawan bukanlah pengambil resiko melainkan penentu resiko.
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
9
Dari beberapa pendapat tersebut ternyata wiraswasta pengertiannya luas sekali oleh
karena sangat luasnya, maka pernah sebagian orang menyarankan istilah wiraswasta khusus
diperuntukkan bagi lingkup swasta, sedangkan di lingkup pemerintahan sebaiknya digunakan
istilah wira karya. Namun apapun istilah yang digunakan aspek kemandirian, dengan
keberanian, otonom berdaulat, merdeka lahir dan batin merupakan aspek yang khas dan
penting dalam berwiraswasta.
Dari uraian di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan minat
berwiraswasta pada siswa adalah usaha dan kemauan karena adanya motivasi siswa untuk
mempelajari, mencari dan berkeinginan menjadi tenaga wiraswasta.
Minat berwiraswasta dalam konteks penelitian ini adalah minat wiraswasta sebagai
usahawan adalah suatu rasa lebih suka, rasa keterikatan siswa yang diikuti usaha aktif untuk
mempelajari dan berkeinginan menjadi tenaga wiraswasta. Pada umumnya siswa-siswa ini
cenderung untuk berusaha sendiri (mandiri) baik dalam kehidupan sehari-hari, hal ini
merupakan perwujudan sikap akibat dari minat berwirasawasta, sebab dalam berwiraswasta
tersirat makna usaha sendiri, kemandirian. Demikian juga dalam penentuan karir setelah lulus
dari sekolah, karena minat siswa pada kewiraswastaan maka siswa akan tertarik terjun
menjadi tenaga wiraswasta.
Menurut Nur Syam (1982: 17), Tenaga wiraswasata dalam melaksanakan
pembangunan nasional Indonesia dapat diperlukan dan dinantikan oleh Pemerintah. Beberapa
lapangan kerja yang perlu kita isi dengan tenaga wirsawasta antara lain sebagai berikut :
1. Lapangan Industri dan kerajinan : a) Industri besar, industri menengah, industri kecil,
dan pengrajin
2. Lapangan pertambangan dan energi
3. Lapangan pemberian jasa : a) perbankan, b) asuransi, c) transport laut, udara, sungai
dan danau
4. Lapangan perdagangan : a) perdagangan besar, b) perdagangan menengah, c)
perdagangan kecil
5. Lapangan agraria : a) pertanian, b) perkebunan, c) kehutanan, d) perikanan, e)
peternakan
6. Transmigrasi dan pembangunan daerah
7. Pariwisata dan perhotelan
8. Koperasi
Nur Syam (1982:21) menyebutkan ciri-ciri sikap mental para wiraswastawan yaitu :
1. Memiliki kepribadian yang unggul, yaitu:
a. berdaya pikir positif
b. mampu merumuskan tentang apa yang dicita-citakan (tujuan hidup)
c. dapat serta mampu menempatkan: waktu pencapaian dan kesempatan, serta
melakukannya
2. Mengenal diri sendiri, yang berarti :
d. dapat memilih dan menentukan kegiatan yang sesuai, serasi dengan kemampuan
diri sendiri
e. mengetahui kesempatan, kecakapan dan kemampuan diri sendiri
f. mengakui, mengetahui dan menyadari kekurangan diri sendiri
g. dapat menilai, menghargai dan memanfaatkan modal atau kekayaan dan kekuatan
yang dimiliki diri sendiri
3. Mempunyai keahlian khusus atau fak tertentu
4. Kemauan dan kesediaan untuk : belajar terus dan bekerja keras
5. Memiliki kekayaan berupa kekayaan mental, spiritual serta kekayaan material
6. Mengetahui dan memperhatikan hambatan-hambatan yang ada dan kemungkinankemungkinan
hambatan yang mungkin terjadi.
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
10
Sebagaimana kita ketahui bahwa sebagain besar dari tamatan SMK kurang sekali
melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, serta berdasar tujuan diadakannya SMK
memang untuk menghasilkan tenaga kerja tingkat menengah. Sejalan dengan itu, maka
diharapkan siswa akan mampu berdiri sendiri dalam arti wirswasta dalam menjalankan
pekerjaan sebagai pengusaha, pedagang, karyawan atau pekerja. Untuk itu anak-anak perlu
diberi materi, ketrampilan dan motivasi dan membangkitkan minat berwiraswasta. Minat
siswa terhadap berwiraswasta perlu dikembangkan oleh para pendidik di sekolah kejuruan.
Sebab sekolah kejuruan merupakan sekolah yang berkompeten untuk menghasilkan tenagatenaga
kerja tingkat menengah baik disektor swasta maupun negeri, serta berkompeten untuk
mencetak tenaga kerja mandiri yaitu lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja sendiri
(wiraswasta) yang dapat mengatasi dirinya sendiri dalam masalah pekerjaan dan dapat
membantu orang lain dalam mendapatkan pekerjaan.
E.Hipotesis
Berdasarkan atas landasan teori tersebut maka dugaan sementara atau hipotesis dalam
penelitian ini :
Ada hubungan yang positif antara prestasi belajar program diklat kewirausahaan dengan
minat berwiraswasta siswa kelas III SMK Negeri 1 Samarinda.
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
11
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Definisi Konsepsional
1. Prestasi Belajar Program Diklat Kewirausahaan (variabel X) adalah bukti keberhasilan
siswa dalam penguasaan terhadap program diklat kewirausahaan melalui tahap-tahap
evaluasi belajar yang dinyatakan dengan nilai.
2. Minat Berwiraswasta (Variabel Y) adalah usaha dan kemauan karena adanya motivasi
siswa untuk tertarik mempelajari, dan menjadi tenaga wiraswasta.
B. Definisi Operasional
1. Prestasi belajar program diklat Kewirausahaan (variabel X) adalah hasil yang diperoleh
siswa dari kegiatan menyelesaikan soal kewirausahaan melalui tahap evaluasi pada
semester 5 (lima) dibangku kelas III. Yang dijadikan indikator dalam nilai harian dan nilai
raport mid semester yang dinyatakan dengan angka.
2. Minat Berwiraswasta (varibel Y) adalah suatu rasa lebih suka, rasa keterikatan siswa yang
diikuti dengan usaha aktif untuk mempelajari dan mendapatkan pengalaman untuk
berwiraswasta. Adapun indikator bahwa siswa mempunyai minat berwiraswasta adalah :
a. Pernah dan berpengalaman pada kegiatan penjualan
b. Pernah dan berpengalaman pada kegiatan pembelian
c. Pernah dan berpengalaman dalam memroduksi barang untuk di pasarkan
d. Tertarik pada program diklat kewirausahaan dan akuntansi
e. Tertarik pada pekerjaan dibidang wiraswasta seperti berdagang dan menjadi
pengrajin
f. Berusaha mencoba untuk mendapat penghasilan sendiri
g. Tertarik dan menyukai pada pekerjaan yang penuh tantangan
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Menurut Sutrino Hadi (1997:7), populasi adalah semua individu untuk siapa kenyataan
diperoleh dari sample itu hendaknya digeneralisasi. Sementara Suharsimi Arikunto (1999: 115
– 116) menyebutkan bahwa, populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Apabila
seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka
penelitiannya merupakan penelitian populasi, studi atau penelitiannya juga disebut studi
populasi. Berdasarkan pendapat tersebut maka penulis mencoba meneliti semua siswa kelas
III SMK Negeri 1 Samarinda yang terdiri 10 kelas dengan jumlah siswa 400 anak.
Tabel 1. Jumlah Populasi
Kelas Populasi
III Akuntansi 1
III Akuntansi 2
III Akuntansi 3
III Penjualan 1
III Penjualan 2
III Sekretaris 1
III Sekretaris 2
III Sekretaris 3
III Pariwisata 1
III Pariwisata 2
40
42
40
43
40
39
40
40
38
38
Jumlah 400
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
12
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari polulasi atau sampel adalah wakil dari populasi. Untuk
mengambil besarnya sampel dari populasi 400 anak penulis menggunakan teknik acak
(random sampling) dengan cara mengundi pada masing-masing anak.
Sutrinso Hadi (1979 : 63) menjelaskan maksud pengambilan sample sebagai berikut
dalam banyak hal seorang penyelidik tidak mampu atau merasa tidak perlu menyelidiki semua
peristiwa atau kasus, melainkan sebagian saja, penyelidikan semacam inilah yang kita kenal
dengan penyelidikan sample atau sampling studi lapangan. Sudah menjadi kebiasaan bahwa
jika dipandang tidak mungkin atau tidak praktis menyelidiki objek atau kasus (populasi) maka
diambil contoh sample secukupnya dan Representatif dari seluruh populasi dan kasus.
Adapun pengambilan sampel yaitu 20% dari jumlah populasi berdasarkan anjuran
Suharsimi Arikunto (1986:107) bahwa untuk sekedar ancar-ancar maka apabila subyeknya
kurang dari 100, lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian
populasi, selanjutnya apabila jumlah subyeknya besar, dapat diambil antara 10 – 20% atau 20
– 25% atau lebih dari itu.
Tabel 2. Jumlah Sampel
Kelas Jumlah
Sampel
III Akuntansi 1
III Akuntansi 2
III Akuntansi 3
III Penjualan 1
III Penjualan 2
III Sekretaris 1
III Sekretaris 2
III Sekretaris 3
III Pariwisata 1
III Pariwisata 2
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
Jumlah 80
D. Tempat dan waktu Penelitian
1. Tempat
Tempat penelitian adalah SMK Negeri 1 Samarinda, Jl. Pahlawan No. 4, Telp. 741995,
Samarinda
2. Waktu
Waktu penelitian dimulai darai bulan September 2002 sampai bulan Januari 2003.
E. Perincian Data Penelitian
Sesuai dengan pokok persoalan atau permasalahan yang dihadapi dalam penelitian
terutama agar dapat melakukan analisis dalam pembahasan dalam rangka pengujian hipotesis
yang merupakan jawaban sementara terhadap pemecahan masalah yang dihadapi maka yang
diperlukan dalam penelitian ini adalah :
1. Gambaran umum SMK Negeri 1 Samarinda
2. Jumlah guru dan staf tata usaha SMKN I Samarinda
3. Jumlah siswa SMK Negeri 1 Samarinda kelas III
4. Data prestasi belajar kewirausahaan kelas III .
5. Data minat berwiraswasta siswa kelas III SMK Negeri 1 Samarinda.
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
13
F. Tehnik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini data yang penulis kumpulkan adalah data yang berhubungan
dengan variabel yang diteliti untuk keperluan di atas maka penelitian ini menggunakan
berbagai metode meliputi :
1. Angket yaitu teknik pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan kepada
siswa yang berkaitan dengan masalah minat berwiraswasta.
2. Dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data berupa menghimpun nilai ulangan harian
dan nilai raport ulangan mid semester untuk program diklat kewirausahaan semester 5
kelas III.
G. Tehnik Analisa Data
Untuk mengetahui hubungan variabel bebas (X) yaitu mengenai prestasi belajar
program diklat kewirausahaan dengan variabel terikat (Y) yaitu mengenai minat
berwiraswasta, penulis akan menganalisa data menggunakan tehnik analisis statistik.
Statistik parametris yang digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif (hubungan antar
variabel) yaitu Korelasi Product Moment. Menurut Sugiyono (2000:212) teknik korelasi ini
digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan antara dua variabel
bila data kedua variabel berbetuk interval atau ratio, dan sumber data dari dua variabel atau
lebih adalah sama.
Berikut ini dikemukan rumus menurut Sugiyono (2000:213) sebagai berikut :
{n x2 ( x)2}{n y2 ( y)2}
r n xy ( x)( y)
Σ − Σ Σ − Σ
= Σ − Σ Σ
dimana :
rxy = Koefisien korelasi antara gejala x dan gejala y
x = Prestasi belajar program diklat kewirausahaan
y = Nilai minat berwiraswasta
n = Jumlah responden.
Untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan
tersebut besar atau kecil, maka dapat berpedoman pada ketentuan yang tertera pada tabel 3
sebagai berikut.
Tabel 3. Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199
0,20 – 0,399
0,40 – 0,599
0,60 – 0,799
0,80 – 1,000
Sangat Rendah
Rendah
Sedang
Kuat
Sangat Kuat
Sumber : Sugijono, 2000:216
Sudah diketahui harga r dengan rumus korelasi, maka untuk membuktikan
kebenarannya hipotesis untuk sampel penelitian maka dilakukan pengujian dengan rumus uji t
(t – tes) menurut Sudjana (1983:48) yaitu :
1 2
t r n - 2
− r
=
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
14
Hasil uji t di atas akan terlihat apabila t hitung lebih besar dari t tabel maka hipotesis
alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Begitu pula sebaliknya apabila t
hitung lebih kecil dari t tabel maka hipotesis alternatif (Ha) ditolak dan hipotesis nihil (Ho)
diterima yang berarti hubungan kedua variabel tidak signifikan (tidak mempunyai
keberartian).
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
15
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Prestasi Belajar Program Diklat Kewirausahaan
Prestasi belajar program diklat kewirausahaan penulis kutip dari buku nilai dan bsensi
yang dimiliki oleh guru pengajar. Sampai saat penulis melakukan penelitian guru yang
bersangkutan telah melaksanakan ulangan harian ke 1, ulangan harian ke 2, tugas kokurikuler,
dan ulangan mid semester. Adapun jumlah prestasi belajar siswa kelas III dapat di lihat pada
Tabel 5 :
Tabel 5. Prestasi Belajar Program Diklat Kewirausahaan 80 Responden Siswa Kelas III
SMK Negeri 1 Samarinda,
Prestasi Belajar Total
No. Resp. NH1 NH1 Tugas Mid S Nilai
1 AK. 10 10 9,2 8 37,2
2 AK. 9 9 7 8 33
3 AK. 8 9 9 7.5 26
4 AK. 8 9 8 8 33
5 AK. 8 8 7 7 30
6 AK. 7 6 6 6 25
7 AK. 10 10 8 9 37
8 AK. 9 7 6 6 28
9 AK. 9 7 6 7 29
10 AK. 10 10 8 9 37
11 AK. 7,5 8 7 7 29,5
12 AK. 7,3 7 7 7 28,3
13 AK. 7 7,5 6 8 28,5
14 AK. 7 7 6 8 28
15 AK. 8 7 7 7,3 29,3
16 AK. 9 7 6 7,4 29,4
17 AK. 9 7 6 5 27
18 AK. 7,5 8 8 6 29,5
19 AK. 6 9 9 9 33
20 AK. 5 9 7 6 27
21 AK. 6 8 8 7 29
22 AK. 7 7,4 8 7 29,4
23 AK. 7 7 9 8 31
24 AK. 10 10 10 8 38
25 PJ. 7 8 10 9 34
26 PJ. 8 9 7,3 10 34,3
27 PJ. 8,6 9 7,4 10 35
28 PJ. 7,4 10 7 7,2 31,6
29 PJ. 6 7 7 6 26
30 PJ. 5 7 9 7 28
31 PJ. 7 7 8 7 29
32 PJ. 6 6 6 7 25
33 PJ. 6 5,9 8 8 27,9
34 PJ. 7 6,6 6 8,6 28,2
35 PJ. 7 7 7 7,2 28,2
36 PJ. 8 10 9 8 35
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
16
37 PJ. 8 8,3 7 8 31,3
38 PJ. 9 6,5 7 8.6 22,5
39 PJ. 10 7 8 7 32
40 PJ. 7 7 7 6 27
41 Sek 8 8 8 8 32
42 Sek 7,8 7,7 7,4 7 35
43 Sek 7 6,5 7 6.6 20,5
44 Sek 7 7 7 7 28
45 Sek 7 7 7 7 28
46 Sek 8 6,7 7 8.2 21,7
47 Sek 8,3 6,8 7 6.3 22,1
48 Sek 7 9 9 7 32
49 Sek 8 9 8 7 32
50 Sek 8 7 7,4 6 28,4
51 Sek 8,4 7 7 6 28,4
52 Sek 7 6 7 6.2 20
53 Sek 6 6 8 6.2 20
54 Sek 6 6,4 9 7 28,4
55 Sek 5,9 6,3 9 7 28,2
56 Sek 6,6 7 10 6 29,6
57 Sek 7 7 5 6 25
58 Sek 7 6,4 6 6 25,4
59 Sek 8,3 6 6 7.5 20,3
60 Sek 6,3 6 6 7 25,3
61 Sek 7 6 7 7 27
62 Sek 7 7,3 7 9 30,3
63 Sek 7 7 8 6 28
64 Sek 8 7 8 8,5 31,5
65 Par 8 10 9 7,4 34,4
66 Par 8 10 10 7,4 35,4
67 Par 6 6 7 7 26
68 Par 6 6 7,5 7 26,5
69 Par 7 6 7,8 7 27,8
70 Par 7 7 7 7 28
71 Par 7 7 7 7 28
72 Par 10 9 9 9 37
73 Par 6 7 8 8 29
74 Par 10 10 9 7.6 29
5 Par 7 6 7 7 27
76 Par 5,9 6 8 7 26,9
77 Par 7 7,5 8 10 32,5
78 Par 8 9 9 9 35
79 Par 10 9 7,8 9 35,8
80 Par 6 6 6 6 24
Jumlah 246,3 256,9 239,9 231,9 2336,5
Sumber : Dokumentasi nilai dari guru
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
17
B. Minat Wiraswasta
Penulis menyebarkan kuesioner kepada siswa kelas III Bidang Keahlian Akuntansi,
Penjualan, Sekretaris, dan Pariwisata di SMK Negeri 1 Samarinda , berisi pertanyaanpertanyaan
menyangkut minat berwiraswasta. Kuesioner terdiri atas 18 pertanyaan dengan
opsi jawaban tertutup 5 (lima) option . Jawaban a dengan skor 5, jawaban b dengan skor 4,
jawaban c dengan skor 3, jawaban d dengan skor 2 dan jawaban e dengan skor 1.
Tabel 6. Tabulasi Data Minat Wiraswasta 80 Responden
Siswa Kelas III SMK Negeri 1 Samarinda
Jawaban responden untuk item nomor : Total
No.
Resp. 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Skor
1 AK. 3 3 4 4 3 2 4 5 3 5 4 3 3 4 4 3 3 3 63
2 AK. 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 2 3 3 2 3 4 3 4 58
3 AK. 3 1 3 4 3 4 3 3 3 3 5 3 3 3 3 4 3 4 58
4 AK. 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 4 3 5 58
5 AK. 3 3 4 4 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 58
6 AK. 3 3 3 3 1 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 54
7 AK. 3 4 5 5 3 3 3 5 4 3 5 2 3 5 1 4 2 5 65
8 AK. 2 2 4 4 1 1 3 4 3 3 4 3 3 4 2 5 1 5 54
9 AK. 1 4 5 4 3 4 4 5 3 5 5 3 2 5 4 4 3 5 69
10 AK. 3 3 3 4 3 3 3 3 3 5 3 4 3 3 3 4 4 4 61
11 AK. 4 4 5 3 3 4 4 5 5 4 5 4 4 3 3 5 3 5 73
12 AK. 1 3 4 2 1 1 4 4 4 5 3 4 3 3 4 4 3 5 58
13 AK. 1 3 2 2 2 4 5 5 4 4 5 4 3 5 3 5 3 5 65
14 AK. 3 3 4 3 3 2 4 4 5 3 5 4 4 4 3 5 3 5 67
15 AK. 3 3 4 4 1 1 2 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 54
16 AK. 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 5 3 4 3 5 60
17 AK. 3 3 4 4 1 1 4 4 3 3 5 5 3 3 3 4 3 4 60
18 AK. 4 1 4 3 1 3 4 4 3 5 1 3 3 4 3 5 3 5 59
19 AK. 4 3 3 4 1 3 3 3 4 2 4 1 1 3 3 4 4 3 53
20 AK. 3 3 4 4 3 3 3 4 5 3 4 2 4 5 1 5 2 3 61
21 AK. 1 1 4 2 1 1 4 5 4 3 5 3 1 5 3 5 1 5 54
22 AK. 3 3 5 4 1 1 4 5 5 3 5 3 3 3 3 4 4 5 64
23 AK. 3 3 4 4 1 1 4 4 4 3 5 3 3 3 3 4 3 5 60
24 AK. 5 4 5 5 1 1 5 5 5 5 5 2 3 3 3 4 4 3 68
25 PJ. 4 3 4 2 3 3 3 4 5 1 3 2 4 5 3 4 1 5 59
26 PJ. 3 3 5 4 3 3 3 5 3 2 5 4 3 5 3 3 3 3 63
27 PJ. 3 3 4 4 3 3 3 5 4 4 5 4 3 5 3 3 3 2 64
28 PJ. 1 3 4 4 1 1 4 4 3 4 4 1 1 5 3 5 1 3 52
29 PJ. 2 2 4 5 1 1 4 4 3 2 5 2 4 3 2 5 5 4 58
30 PJ. 4 3 5 4 2 2 3 3 4 1 3 3 3 5 3 5 3 3 59
31 PJ. 3 3 5 4 2 2 3 4 1 3 3 3 5 3 5 3 3 3 58
32 PJ. 3 1 4 3 2 4 4 4 4 4 4 3 2 3 5 2 3 3 58
33 PJ. 3 1 4 5 1 4 4 5 3 2 5 3 2 5 2 4 1 4 58
34 PJ. 5 4 5 4 1 1 5 5 4 2 5 1 3 3 2 5 5 5 65
35 PJ. 1 3 3 3 3 4 4 4 5 3 4 5 3 4 3 3 1 1 57
36 PJ. 3 3 4 4 4 5 4 3 4 3 3 3 4 3 5 4 3 3 65
37 PJ. 4 3 3 3 1 4 4 4 2 4 2 4 4 3 4 3 3 3 58
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
18
38 PJ. 4 3 4 4 3 4 4 5 3 3 5 3 2 2 5 4 4 5 67
39 PJ. 5 4 5 5 4 3 5 3 2 4 4 4 4 3 3 3 3 3 67
40 PJ. 1 3 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 2 2 1 3 1 1 44
41 Sek 2 2 4 3 1 1 7 4 3 3 3 1 3 4 2 5 1 5 54
42 Sek 4 3 3 2 1 1 3 3 4 1 4 1 1 3 3 4 4 3 48
43 Sek 4 3 4 2 3 3 3 4 5 1 3 2 4 5 3 4 1 5 59
44 Sek 3 3 4 4 3 3 3 5 4 2 5 4 3 5 3 3 3 2 62
45 Sek 1 3 3 3 1 1 2 4 5 3 4 5 4 3 3 4 1 1 51
46 Sek 1 3 3 3 1 1 3 3 4 1 4 1 1 3 3 4 4 3 46
47 Sek 2 3 4 2 3 3 3 4 2 1 3 2 4 5 3 4 1 1 50
48 Sek 3 3 4 4 3 3 3 5 4 2 5 4 3 5 3 3 2 2 61
49 Sek 1 3 3 3 3 4 2 2 3 3 4 3 4 3 3 4 1 1 50
50 Sek 2 2 4 4 1 1 2 4 3 3 3 3 3 4 2 5 1 5 52
51 Sek 3 3 3 4 1 3 3 3 4 1 4 1 1 3 3 4 2 3 49
52 Sek 3 3 2 2 3 3 3 4 3 1 3 2 4 5 3 4 1 5 54
53 Sek 3 3 4 4 3 3 3 2 3 1 5 4 3 5 3 3 2 2 56
54 Sek 2 3 3 3 1 1 2 4 2 1 2 4 4 3 4 3 3 3 48
55 Sek 1 1 2 4 3 4 2 5 3 3 5 3 2 2 5 4 4 5 58
56 Sek 1 1 3 3 2 3 2 1 2 1 4 4 4 3 3 3 3 3 46
57 Sek 1 1 3 4 1 1 4 3 3 2 3 2 2 2 1 3 1 1 38
58 Sek 2 1 2 3 1 1 2 4 3 3 3 2 3 4 2 5 1 5 47
59 Sek 2 1 3 4 1 1 3 1 2 1 4 1 1 3 3 4 1 3 39
60 Sek 4 3 4 2 3 3 3 4 5 1 3 2 4 5 3 4 1 5 59
61 Sek 3 3 4 4 3 3 3 5 4 2 5 4 3 5 3 3 3 2 62
62 Sek 1 3 3 3 1 1 2 4 5 3 3 5 4 3 3 4 1 1 50
63 Sek 1 3 3 3 1 1 3 3 4 1 3 1 1 3 3 4 4 3 45
64 Sek 5 4 5 4 1 1 5 5 4 2 5 1 3 3 2 5 5 5 65
65 Par 4 3 4 4 3 4 4 5 3 3 5 3 2 2 5 4 4 5 67
66 Par 5 4 5 5 4 3 5 3 2 4 4 4 4 3 3 3 3 3 67
67 Par 1 3 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 2 2 1 3 1 1 44
68 Par 2 2 4 3 1 1 7 4 3 3 3 1 3 4 2 5 1 5 54
69 Par 4 3 3 2 1 1 3 3 3 1 4 1 1 3 3 4 4 3 47
70 Par 4 3 4 2 3 3 3 4 2 1 3 2 4 5 3 4 1 5 56
71 Par 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 4 4 4 58
72 Par 4 4 5 3 3 4 4 5 4 4 5 4 4 3 3 5 3 5 72
73 Par 1 3 4 2 1 1 4 4 2 3 3 4 3 3 4 4 3 5 54
74 Par 1 3 2 2 2 4 5 5 4 4 5 4 3 5 3 5 3 5 65
75 Par 1 3 3 3 1 1 2 4 5 3 4 5 4 3 3 4 1 1 51
76 Par 1 3 3 3 1 1 3 3 4 1 4 1 1 3 3 2 1 1 39
77 Par 5 4 5 4 1 1 5 5 4 2 5 1 3 3 2 5 3 5 63
78 Par 4 3 4 4 3 4 4 5 3 3 5 3 2 2 5 4 4 5 67
79 Par 5 4 5 5 4 3 5 3 2 4 4 4 4 3 3 3 3 3 67
80 Par 1 3 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 2 2 1 2 1 1 43
Jumlah 93 90 128 115 66 79 112 129 117 106 129 95 95 122 97 131 92 129 4569
Sumber : Hasil Penelitian
Berdasarkan kurikulum SMK rata-rata nilai siswa dibagi dalam 4 kategori yakni :
Copyright © www.guruvalah.20m.com prestasi belajar kewirausahaan dengan minat berwiraswasta
19
9,0 – 10 : Istimewa
7,5 – 8,9 : Amat Baik
6,0 – 7,4 : Baik
≤ 5,9 : Kurang
Sehingga dapat diketahui frekwensi prestasi belajar program diklat kewirausahaan siswa
sebagai berikut :
Tabel 5. Frekwensi Rata-Rata Prestasi Belajar Program Diklat Kewirausahaan Siswa
kelas III SMK Negeri 1 Samarinda, .
No. Kategori Frekwensi Persentase
1
2
3
4
Istimewa
Amat baik
Baik
Kurang
7
22
44
7
8,8%
27,4%
55%
8,8%
Jadi rata-rata prestasi belajar kewirausahaan siswa terdapat 55% dengan kategori
prestasi belajar baik, 27,4% kategori prestasi belajar amat baik, 8,8% kategori prestasi belajar
istimewa, dan 8,8% kategori prestasi belajar kurang.
Adapun skor dari minat wiraswasta siswa dapat penulis tentukan ke dalam 4 empat
interval, dengan cara pengaturan menurut Anas Sudijono (1992:50) :
Rumus Total Range ( R ) = H – L + 1
R = Total Range
H = Skor Maksimum
L = Skor Minimum
T = Bilangan Konstan
Jadi R = 90 – 18 + 1 = 73
Menetapkan banyaknya interval =
i
R
=
5
73 = 14,6 dibulatkan 15
Dengan demikian skor digolongkan menjadi :
78 – 90 : minat siswa untuk berwiraswasta sangat besar
63 - 77 : minat siswa untuk berwirasawasta besar
48 - 62 : minat siswa untuk berwiraswasta cukup
33 - 47 : minat siswa untuk berwiraswasta kurang
18 – 32 : Siswa tidak berminat berwiraswasta
Sehingga dapat diketahui frekwensi minat berwiraswasta siswa sebagai berikut :
Tabel 6. Frekwensi Minat Siswa Minat Berwiraswasta Siswa kelas III
SMK Negeri 1 Samarinda, .
No. Kategori Frekwensi Persentase
1
2
3
4
5
Minat siswa untuk berwiraswasta sangat besar
Minat siswa untuk berwiraswasta besar
Minat siswa untuk berwiraswasta cukup
Minat siswa untuk berwiraswasta kurang
Siswa tidak berminat berwiraswasta
-
21
48
11
-
-
26,3%
60%
13,7%
-
Jadi dari paparan data di atas 60% dari siswa kelas mempunyai minat berwiraswasta kategori
cukup, 26,3% minat berwiraswasta kategori besar dan 13,7% minta untuk berwiraswasta
kategori kurang.
Kembali I Berikutnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar