SMK Negeri 1 Pangkalpiang

Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 10 Juni 2010

MODUL KEWIRAUSAHAAN 11

MODUL
KEWIRAUSAHAAN SMK
MENGANALISIS KEBUTUHAN DAN
LINGKUNGAN USAHA
Penanggung Jawab :
Prof. Dr. H. Mohammad Ali, M.A
Pengembang dan Penelaah Model :
Dr. H. Ahman, M.Pd.
Drs. Ikaputera Waspada, M.M
Dra. Neti Budiwati, M.Si
Drs. Endang Supardi, M.Si
Drs. Ani Pinayani, M.M
Penulis :
Drs. Ani Pinayani, MM.
Bekerjasama dengan :
LEMBAGA PENELITIAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2004
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUA N
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
11
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………. i
DAFTAR ISI ………………………………………………. ii
Peta Kedudukan Modul ………………………………………………. iii
Glosarium ………………………………………………. iv
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………. 1
A. Deskripsi ………………………………………………. 1
B. Prasyarat ………………………………………………. 1
C. Petunjuk Penggunaan Modul ………………………………………………. 1
D. Tujuan Akhir ……………………………………………….
E. Kompetensi ……………………………………………….
F. Cek Kemampuan ……………………………………………….
BAB II PEMBELAJARAN ……………………………………………….
A. Rencana Belajar Siswa ……………………………………………….
B. Kegiatan Belajar ……………………………………………….
1. Kegiatan Belajar 1 ……………………………………………….
2. Kegiatan Belajar 2 ……………………………………………….
3. Kegiatan Belajar 3 ……………………………………………….
BAB III EVALUASI ……………………………………………….
A. Instrumen Penilaian ……………………………………………….
B. Kunci Jawaban ……………………………………………….
BAB IV PENUTUP ……………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………….
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 1
MODUL
MENGANALISIS KEBUTUHAN
DAN LINGKUNGAN USAHA
ANI PINAYANI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Dalam modul 11 ini akan diuraikan beberapa hal yang berhubungan
dengan bagaimana merencanakan pengelolaan usaha kecil. Dalam
merencanakan pengelolaan usaha, seorang wirausaha harus
menganalisis peluang usaha berdasarkan kebutuhan dan lingkungan
usaha. Wirausaha harus dapat memanfaatkan peluang pasar secara
kreatif dan inovatif, mengetahui peluang dan risiko usaha, dapat
menganalisis kemungkinan keberhasilan dan kegagalan usaha, serta
memetakan peluang usaha.
B. Prasyarat
Sebelum mempelajari modul ini siswa atau peserta diklat telah
memahami beberapa karakteristik wirausaha dan menganalisis peluang
usaha atau potensi pasar berdasarkan jenis produk/jasa, minat dan
daya beli konsumen. Syarat lainnya, peserta diklat pernah
mempelajari tentang konsep pasar atau permintaan dan penawaran
dalam mata diklat ekonomi.
C. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Rambu-rambu belajar bagi siswa /peserta diklat, antara lain :
11
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 2
a) Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan modul ini sampai Anda
memahami betul apa, untuk apa, dan bagaimana mempelajari
modul ini.
b) Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci
serta kata-kata yang Anda anggap baru. Kemudian, cari dan baca
pengertian kata-kata kunci dalam dalam daftar kata-kata sulit
modul ini atau dalam kamus manajemen dan ekonomi yang ada.
c) Amati lingkungan sekitar Anda, produk/jasa apa yang sudah ada
dan produk/jasa yang masih langka, bagaimana keadaan minat dan
daya beli konsumen.
d) Untuk mendapat sertifikasi, Anda harus diuji tingkat kemampuan
menganalisis kebutuhan dan lingkungan usaha dengan alat tes
khusus.
e) Setelah mempelajari modul ini, siswa/peserta diklat dapat
memanfaatkan potensi pasar secara kreatif dan inovatif,
mengetahui dan menganalisis keberhasilan dan kegagalan usaha,
dan memetakan peluang usaha.
2. Peran guru dalam penggunaan modul ini, antara lain :
Modul ini dirancang untuk membantu siswa/ peserta diklat dalam
proses belajar dari mulai merancang, menjelaskan, mengorganisir,
membimbing, mengarahkan, membantu, sampai dengan mengevaluasi
hasil belajar siswa/ peserta diklat. Oleh karena itu, peran Saudara
sebagai guru adalah
a. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan modul ini, sampai
Anda memahami betul apa, untuk apa, dan bagaimana mempelajari
modul ini.
b. Membantu siswa/peserta diklat dalam merencanakan proses
belajar.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 3
c. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan
dalam tahap belajar modul ini.
d. Membantu siswa/peserta diklat dalam memahami konsep, praktik
baru kewirausahaan, dan menjawab pertanyaan/kendala proses
belajar siswa/ peserta diklat.
e. Membantu siswa/peserta diklat untuk menentukan dan mengakses
sumber informasi lain yang diperlukan untuk belajar.
f. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok untuk berdiskusi.
g. Merancang pendamping guru atau praktisi lain, jika diperlukan.
h. Mencatat pencapaian kemajuan belajar siswa/peserta diklat.
i. Melaksanakan penilaian/evaluasi.
j. Menjelaskan kepada siswa mengenai bagian yang perlu untuk
didiskusikan dengan teman-temannya dan merundingkan rencana
pembelajaran selanjutnya.
D. Tujuan Akhir
Setelah menyelesaikan kegiatan belajar dalam modul ini, siswa atau
peserta diklat diharapkan :
1. Siswa memiliki kinerja
a. Dapat menganalisis peluang usaha dengan memanfaatkan
peluang dan risiko usaha serta dapat mempraktekannya dalam
dunia usaha yang sebenarnya.
b. Memiliki kemampuan menganalisis kebutuhan dan lingkungan
usaha.
c. Memetakan peluang usaha dan menentukan bidang usaha
2. Kriteria kinerja
a. Pemanfaatan peluang dan risiko usaha diidentifikasi
berdasarkan pada sumber–sumber potensi peluang dan risiko.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 4
b. Menganalisis kebutuhan dan lingkungan usaha diidentifikasi
berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan
kegagalan usaha.
c. Pemetaan peluang usaha, diidentifikasi berdasarkan
kemampuan memulai usaha dan menentukan bidang usaha.
3. Kondisi/variabel yang diperlukan
a. Untuk mendukung siswa dalam menganalisis kebutuhan dan
lingkungan usaha. Siswa perlu diperkenalkan ke dunia usaha
dengan cara kunjungan lapangan kepada wirausaha yang
sukses atau yang gagal.
b. Amati kebutuhan dan lingkungan usaha sekitar Anda, faktor apa
yang mendukung, dan menghambat keberhasilan serta
kegagalan usaha.
E. Kompetensi
Kompetensi modul ini adalah merencanakan pengelolaan usaha kecil
dengan subkompetensi menganalisis peluang usaha. Kriteria kinerjanya
menganalisis peluang usaha yang diidentifikasi berdasarkan pada
sumber-sumber peluang dan risiko usaha, faktor-faktor keberhasilan
dan kegagalan usaha, serta pemetaan peluang usaha.
F. Cek Kemampuan
Untuk mengecek kemampuan Anda, Anda harus dapat menjawab
pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
a. Coba Anda jelaskan dan lakukan identifikasi apa yang menjadi sumbersumber
Potensi Peluang dan risiko usaha !
b. Apakah kebutuhan dan lingkungan usaha yang menjadi pendorong
dan penghambat wirausaha ?
c. Faktor-faktor apa yang menyebabkan Keberhasilan dan Kegagalan
Usaha ?
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 5
d. Bagaimana anda memulai dan menentukan bidang usaha yang akan
dipilih ?
Apabila siswa telah menguasai kompetensi dan subkompetensi di atas,
maka siswa dapat mengajukan tes kompetensi pada penilai.
G. Glosarium
1. Track record, yaitu catatan prestasi atau perjalanan hidup atau
karier seseorang (bisa positif atau negatif)
2. Risiko teknik, yaitu resiko yang berhubungan dengan proses
pengembangan produk yang cocok dengan yang diharapkan atau
menyangkut suatu objek penentu.
3. Risiko pesaing, yaitu resiko yang berhubungan dengan kemampuan
dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisinya di pasar.
4. Risiko finansial, yaitu risiko yang timbul sebagai akibat
ketidakcukupan finansial/dana.
5. Analisis SWOT yaitu analisis tentang Strength (kekuatan),
Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang), dan Threat
(ancaman) yang dimiliki oleh perusahaan.
6. Starting yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan
menggunakan modal, ide, organisasi, dan manajemen yang
dirancang sendiri.
7. Corporation, yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan
hukum dengan modal saham-saham.
8. Franchising, yaitu suatu kerja sama antara entrepreneur
(franchisee) dengan perusahaan besar yang memberikan lisensi
(franchisor/parent company)
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 6
BAB II
PEMBELAJARAN
A. Rencana Belajar Siswa
Dalam mempelajari modul ini dapat dilakukan dengan rincian kegiatan
sebagai berikut :
Jenis kegiatan Waktu/
Tanggal
Tempat
Kegiatan
Alasan perubahan Disetujui
guru
1. Mengkaji secara mandiri 2 x 45 mnt Sekolah
2. Berdiskusi dengan teman 2 x 45 mnt Sekolah
3. Latihan dan mengungkap
contoh
3 x 45 mnt Sekolah
dan
Lapangan
c. Pengamatan lapangan 3 x 45 mnt Lapangan
B. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Belajar 1
a. Tujuan Pembelajaran 1
1) Siswa atau peserta diklat dapat mengidentifikasi sumbersumber
potensi peluang dan risiko.
2) Siswa atau peserta diklat dapat mengidentifikasi kebutuhan dan
Lingkungan Usah
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 7
b. Uraian materi 1
PELUANG, KEBUTUHAN DAN LINGKUNGAN USAHA
1. Sumber-Sumber Potensial Peluang
Sebagai seorang wirausaha, Anda harus secara terus-menerus
melakukan evaluasi terhadap peluang-peluang usaha yang ada. Hal ini
dilakukan supaya ide-ide usaha yang masih potensial menjadi peluang
usaha yang riil. Melalui proses penyeleksian ide-ide usaha, maka Anda
diharapkan dapat mengubah ide usaha yang masih potensial menjadi
suatu produk atau jasa riil. Suryana (2003:58) mengemukakan langkahlangkah
yang dapat ditempuh untuk menyeleksi ide usaha adalah sebagai
berikut :
1) Menciptakan Produk Baru dan Berbeda
Pada saat ide usaha dimunculkan secara nyata dalam bentuk produk
atau jasa baru, jelas produk atau jasa tersebut harus berbeda dengan
produk atau jasa yang ada di pasar. Produk atau jasa tersebut harus
menciptakan nilai bagi pembeli, baik sebagai pelanggan maupun
konsumen potensial lainnya. Oleh karena itu, wirausaha harus benarbenar
mengetahui perilaku konsumen di pasar. Dalam mengamati
perilaku pasar, ada dua unsur pasar yang perlu diperhatikan. Pertama,
permintaan terhadap barang atau jasa yang dihasilkan. Kedua, waktu
penyerahan dan waktu permintaan barang atau jasa.
Seorang wirausaha yang sukses perlu menciptakan produk atau jasa
unggul yang memberikan nilai kepada konsumen. Misalnya, apakah
produk/jasa tersebut dapat meningkatkan efisien bagi pemakainya ?
Berapa besarnya ? Apakah perbaikan dalam efisiensi dapat diketahui
juga oleh pembeli potensial ? Berapa persen target yang ingin dicapai
dari segmentasi pasar tersebut ? pertanyaan-pertanyaan di atas
penting dalam menciptakan peluang.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 8
Apabila wirausaha baru memfokuskan pada suatu segmen pasar
tertentu, maka secara khusus peluang itu akan sangat bergantung
pada perilaku segmen pasar tersebut. Kemampuan untuk meperoleh
peluang itu sendiri sangat bergantung pada kemampuan wirausaha
untuk menganalisis pasar yang meliputi aspek-aspek :
a) Kemampuan untuk menganalisis demografi pasar
b) Kemampuan untuk menganalisis sifat serta tingkah laku pesaing
c) Kemampuan untuk menganalisis keunggulan bersaing pesaing dan
kevakuman pesaing yang dianggap dapat menciptakan peluang.
2) Mengamati Pintu Peluang
Seorang wirausaha harus selalu mengamati potensi-potensi yang
dimiliki pesaing, misalnya kemungkinan pesaing mengembangkan
produk baru, pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk
baru, dukungan keuangan dan keunggulan-keunggulan yang dimiliki
pesaing di pasar. Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi
pasar dapat dievaluasi dengan menggunakan kelemahan-kelemahan
dan risiko pesaing dalam menanamkan modal barunya. Pintu peluang
dapat diperoleh dengan cara seperti yang terlihat dalam Gambar 11.1
sebagai berikut :
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 9
+ +
+ +
.
Gambar 11.1. Pintu Peluang bagi Usaha Baru
Sumber : Zimmerer (1996) dalam Suryana (2003), Kewirausahaan : Pedoman
Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses, Edisi Revisi, Jakarta, Penerbit
Salemba Empat.
Untuk mengetahui kelemahan, kekuatan, dan peluang yang dimiliki
pesaing dan peluang yang dapat diperoleh, ada beberapa pertanyaan
penting yaitu
a) Pertanyaan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing
dalam pengembangan produk yang meliputi :
Bagaimana kemampuan teknik yang dimiliki pesaing dalam
pengembangan produk jika dibandingkan kemampuan teknik yang
kita miliki ?
Bagaimana track record pesaing untuk mencapai sukses dalam
pengembangan produk ?
b) Pertanyaan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan pesaing
tentang kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki, meliputi :
Sejauh mana kemampuan dan kesediaan pesaing untuk melakukan
investasi dalam pengembangan produk baru dan produk lama ?
Keunggulan pasar apa yang dimiliki oleh pesaing ?
Waktu pengembangan
untuk menghasilkan
produk yang siap
dipasarkan
Kapabilitas dan sumbersumber
untuk mencapai
target
Kapabilitas dan sumbersumber
yang dimiliki
pesaing untuk mencapai
pasar target secara efektif
Kemampuan dan sumbersumber
yang diperlukan untuk
mengantisifasi serangan
pesaing selama mengenalkan
produk di pasar
Keagresifan perilaku pesaing
sebelumnya dalam
mempertahankan pasar
yang mereka miliki
Pasar
yang
ditargetkan
VERSUS VERSUS VERSUS
Usaha pengembangan
yang dilakukan pesaing
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 10
c) Pertanyaan untuk menentukan apakah pintu peluang ada atau
tidak, meliputi :
Sejauh mana kecepatan perusahaan membawa produk ke pasar
dapat mendahului pesaing ?
Apakah kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan
cukup untuk membawa produk ke pasar yang sedang dikuasai
pesaing ?
Apakah perusahaan memiliki kekuatan yang cukup untuk
menguasai serangan pesaing ?
3) Menganalisis Produk dan Proses Produksi Secara Mendalam
Analisis ini sangat penting untuk menjamin apakah jumlah dan kualitas
produk yang dihasilkan memadai atau tidak. Berapa biaya yang
dikeluarkan untuk membuat produk tersebut ? Apakah biaya yang
dikeluarkan oleh kita lebih efisien daripada biaya yang dikeluarkan oleh
pesaing ?
4) Menaksir Biaya Awal.
Berapa besarnya biaya awal yang diperlukan oleh usaha baru ?
Darimana sumbernya dan untuk apa digunakan ? Berapa yang
diperlukan untuk operasi, untuk perluasan, dan untuk biaya lainnya ?
5) Memperhitungkan Risiko yang Mungkin Terjadi.
Beberapa risiko yang mungkin terjadi, misalnya risiko teknik, risiko
finansial, dan risiko pesaing.
Risiko teknik berhubungan dengan proses pengembangan produk
yang cocok dengan yang diharapkan atau menyangkut suatu objek
penentu, apakah ide secara aktual dapat ditransformasi menjadi
produk yang siap dipasarkan dengan kapabilitas dan karakteristiknya.
Risiko pesaing adalah kemampuan dan kesediaan pesaing untuk
mempertahankan posisinya di pasar. Risiko pesaing meliputi
pertanyaan sebagai berikut :
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 11
a) Kemungkinan kesamaan dan keunggulan produk apa yang
dikembangkan pesaing ?
b) Tingkat keberhasilan apa yang telah dicapai oleh pesaing dalam
pengembangan produknya ?
c) Seberapa besar dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan
produk baru dan produk yang diperkenalkannya ?
d) Apakah perusahaan baru cukup kuat untuk mengatasi seranganserangan
pesaing ?
Risiko finansial adalah risiko yang timbul sebagai akibat
ketidakcukupan finansial/dana baik dalam tahap mengembangankan
produk baru maupun dalam menciptakan dan mempertahankan
perusahaan untuk mendukung biaya produk baru.
Analisis SWOT yaitu analisis tentang Strength (kekuatan),
Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang), dan Threat
(ancaman) sangat penting dalam menciptakan keberhasilan
perusahaan baru. Usaha itu dapat diibaratkan “Seperti Perang”. Siapa
lambat mengambil keputusan akan menguntungkan posisi lawan. Oleh
karena itu, risiko usaha hanya ada dua kemungkinan, yaitu sukses
atau gagal. Jika kita tidak ingin gagal, maka segala keputusan harus
diperhitungkan secermat mungkin dengan memperhatikan istilah
dalam Bahasa Indonesia yaitu “Kekepan” (kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman).
? Kekuatan (strength) : - Pengetahuan tentang usaha
- Keterampilan mengelola usaha
- Permodalan
- Dukungan relasi dan keluarga
? Kelemahan : - Pengetahuan apa yang masih diperlukan
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 12
? Peluang : - Kekuatan pasar
- Kelangsungan pengadaan
- Produksi
? Ancaman : - Siapa pesaing anda
- Seberapa jauh kekuatan mereka dsbnya
Setelah Anda yakin bahwa anda memiliki kekuatan/kemampuan untuk
memanfaatkan peluang usaha yang ada, segera ambil keputusan
dengan cepat dan tepat, sehingga anda tidak menderita “risiko
kerugian”
2. Permasalahan Kebutuhan Usaha
Dalam struktur masyarakat kita, kehidupan berusaha sendiri/berbisnis
belum mendapat posisi terhormat. Sehingga, sebagian besar masyarakat
kita lebih bangga menjadi pekerja/buruh atau karyawan pada orang lain
dibandingkan dengan berusaha sendiri. Apabila ada orang bertanya,
setelah lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Anda mau bekerja apa ?
Jawabannya sudah dapat dipastikan, sebagian besar dari Anda akan
melamar pekerjaan ke perusahaan-peruasahaan swasta untuk menjadi
karyawan perusahaan tersebut atau melamar ke instansi pemerintah
untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mungkin hanya sebagian kecil
dari Anda yang bercita-cita untuk berusaha mandiri/berwirausaha,
mengapa ?
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan lingkungan usaha di
masyarakat, sebagian besar wirausaha kita tidak mau mengakui
kelemahan dan kegagalan usahanya. Meskipun pembangunan negara kita
sudah berjalan lama, tetapi nasib wirausaha khususnya pengusaha kecil
belum begitu baik dan hasilnya kurang memuaskan. Alasan tidak
berkembangnya usaha mereka adalah:
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 13
1. Kurangnya modal usaha.
2. Kurangnya bimbingan dari pemerintah.
3. Sebagai besar usaha didominasi orang Tionghoa.
4. Usaha adalah dominasi orang yang bermodal kuat.
5. Usaha didominasi modal orang asing.
Dari hasil penelitian ditemukan alasan utama kegagalan dan kelemahan
dalam bidang usaha adalah
1) latar belakang usaha yang kurang memadai.
2) kurangnya pengalaman dalam usaha.
3) struktur ekonomi yang belum cocok dengan kondisi ekonomi dunia
modern.
4) hambatan nilai-nilai usaha di dalam masyarakat.
5) latar belakang pendidikan wirausaha yang kurang memadai.
(Tedjasutisna, 2004:106)
Perkembangan usaha setiap tahun banyak yang lahir dan bangkrut
terutama pada perusahaan kecil. Setiap tahunnya banyak generasi muda
yang menjadi wirausaha baru, baik dalam skala usaha kecil maupun dalam
skala usaha besar. Tetapi, ada wirausaha yang tidak bertahan lama,
bahkan ada usaha gagal. Kurang mapannya kebutuhan dan lingkungan
usaha di dalam masyarakat akan terbukti ketika sang pelopor usaha sudah
tua, sehingga perusahaan ikut mengalami proses ketuaan dan
kebangkrutan. Kegagalan wirausaha disebabkan oleh kelemahan dalam
bidang organisasi, keuangan, administrasi, pembukuan, dan pemasaran.
Untuk mengatasi berbagai kelemahan tersebut di atas, pemerintah
melalui Dinas Perindustrian/ Perdagangan sejak lama telah membantu
sektor-sektor usaha kecil yang meliputi bantuan dana/kredit, bantuan
teknik, dan pelatihan manajerial.
Sektor pemerintah merupakan pembeli tunggal terbesar dalam suatu
negara, dapat mengatur agar usaha kecil diberi jatah dalam pesanan
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 14
pembelian produk tertentu. Cara lainnya adalah sekian persen dari
pembelian produk/jasa tertentu diberikan untuk pengusaha kecil.
Perusahaan-perusahaan kecil dapat bergabung untuk memperoleh
tender dari kontrak pemerintah. Pemerintah sadar bahwa perusahaan kecil
harus mampu bersaing dengan perusahaan besar. Perusahaan kecil harus
menunjukkan perhatiannya pada pemerintah, sebelum pemerintah dapat
memberikan simpati atas kebutuhan usaha mereka. Tetapi, pengusaha
kecil biasanya tidak mau untuk mengorganisasi dan mengemukakan
kebutuhan-kebutuhan usaha mereka kepada pemerintah.
Dalam suatu departemen, misalnya Departemen Perdagangan atau
Departemen Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM), dapat dibentuk
suatu badan yang bertugas memajukan kepentingan sektor usaha kecil.
Badan ini mungkin diberi kekuasaan untuk memberikan bantuan keuangan
dalam bentuk pinjaman atau jaminan atas pinjaman dari sumber-sumber
pinjaman yang lain. Pinjaman ini dapat digunakan untuk memulai usaha
atau mengembangkan usaha yang telah ada. Pemerintah telah banyak
membantu perusahaan kecil karena mereka yang banyak menyerap
tenaga kerja di luar sektor pertanian.
Pemerintah telah banyak mendorong tumbuhnya dunia usaha dengan
meningkatkan kebutuhan usaha mereka melalui cara-cara sebagai
berikut :
a. Memberi kemudahan dalam mendirikan perusahaan.
b. Memberi kemudahan dalam mendapatkan kredit.
c. Mendirikan fasilitas perdagangan berupa kios/tempat usaha yang
murah, ruko, dan fasilitas pendukung usaha lainnya.
d. Membuka atase perdagangan atau tempat promosi/pameran di pusatpusat
perdagangan dunia.
e. Mengeluarkan dan memberikan lisensi istimewa terhadap produk
tertentu.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 15
f. Mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
g. Mendirikan dan membuka sekolah kejuruan dan kursus usaha atau
sekolah bisnis, inkubator bisnis, pelatihan bisnis, dan wirausaha dll.
Dalam kenyataannya, tidak semua bidang usaha berhasil dengan baik.
Permasalahan usaha yang timbul disebabkan oleh :
a. masih kurangnya situasi dan kondisi politik, ekonomi, dan keamanan
yang tidak menguntungkan.
b. masih kurangnya pengalaman pemerintah dan masyarakat dalam
bidang usaha.
c. masih kurangnya kesadaran dan dukungan masyarakat dalam bidang
usaha.
3. Lingkungan Usaha
Lingkungan usaha tidak bisa diabaikan dengan begitu saja.
Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat
jalannya perusahaan. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya
usaha/perusahaan adalah lingkungan mikro dan lingkungan makro.
(Suryana, 2003:75)
a. Lingkungan Mikro
Lingkungan mikro adalah lingkungan yang berkaitan dengan
opersional perusahaan, seperti pemasok, karyawan, pemegang saham,
majikan, manajer, direksi, distributor, pelanggan/konsumen dan lainlain.
Jika hal ini sejalan dengan pergeseran strategi pemasaran, yaitu
dari laba perusahaan (shareholder) ke manfaat bagi stakeholder,
maka lingkungan internal baik perorangan maupun kelompok yang
mempunyai kepentingan pada perusahaan akan sangat berpengaruh.
Yang termasuk perorangan, kelompok perorangan, kelompok yang
berkepentingan terhadap perusahaan dan berharap kepuasan dari
perusahaan (stakeholder satisfaction) di antaranya :
a. Pemasok (supplier)
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 16
Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku kepada
perusahaan. Agar perusahaan dapat memuaskan pembeli/pelanggan,
maka perusahaan tersebut harus memproduksi barang dan jasa yang
bermutu tinggi. Hal ini bisa dicapai apabila bahan baku dari pemasok
berkualitas, tepat waktu, dan cukup jumlahnya.
b. Pembeli atau Pelanggan
Pembeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat
berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan.
Konsumen yang kecewa karena tidak memperoleh manfaat dari
perusahaan, misalnya akibat mutu, harga, dan waktu yang tidak
memadai akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada
perusahaan lain.
c. Karyawan
Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan.
Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik apabila tamemperoleh
manfaat dari perusahaan. Semangat kerja yang tinggi, pelayanan yang
baik, dan produktivitas yang tinggi akan terjadi apabila mereka
mendapat gaji yang cukup, masa depan yang terjamin dan kenaikan
jenjang kepangkatan yang teratur. Jika tidak terjadi, maka karyawan
akan bekerja kurang termotivasi, kurang produktif, kurang kreatif, dan
akan merugikan perusahaan.
d. Distributor
Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam
perusahaan karena dapat memperlancar penjualan. Distributor yang
kurang mendapat manfaat dari perusahaan akan menghambat
pengiriman barang sehingga barang akan terlambat datang ke
konsumen atau pasar.
Gambar 11.2 merupakan lingkungan mikro dan makro yang sangat
berpengaruh terhadap jalannya perusahaan.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 17
Sumber : Suryana, (2003), Kewirausahaan : Pedoman Praktis, Kiat dan Proses
Menuju Sukses, Edisi Revisi, Jakarta, Penerbit Salemba Empat.
b. Lingkungan Makro
Yang dimaksud dengan lingkungan makro adalah lingkungan di luar
perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara
keseluruhan, yang meliputi :
a. Lingkungan Ekonomi
Adanya kekuatan ekonomi lokal, regional, nasional, dan global akan
berpengaruh terhadap peluang usaha. Hasil penjualan dan biaya
perusahaan banyak dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi. Variabelvariabel
ekonomi, seperti tingkat inflasi, tingkat bunga, dan fluktuasi
mata uang asing baik langsung maupun tidak akan berpengaruh pada
perusahaan. Inflasi atau kenaikan harga-harga akan mempersulit para
pengusaha dalam memproyeksikan usahanya. Demikian juga, kenaikan
suku bunga dan fluktuasi mata uang asing akan menyulitkan
perusahaan dalam mengkalkulasi keuangannya.
Gambar 11.2 : Lingkungan Usaha
Pemasok Pelanggan
Karyawan
Penyalur
BISNIS
Inflasi Teknologi
Demografi &
Gaya Hidup
Sosiopolitik
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 18
b. Lingkungan Teknologi
Kekuatan teknologi dan kecenderungan perubahannya sangat
berpengaruh pada perusahaan. Perubahan teknologi yang secara
drastis dalam abad terakhir ini telah memperluas skala industri secara
keseluruhan. Teknologi baru telah menciptakan produk-produk baru
dan modifikasi produk lainnya. Demikian juga, bidang usaha jasa telah
banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi
dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi
kebutuhan dan permintaan pasar secara cepat. Oleh karena itu,
kemampuan pesaing untuk menciptakan nilai tambah secara cepat
melalui perubahan teknologi harus diperhatikan oleh perusahaan
tersebut.
c. Lingkungan Sosiopolitik
Besarnya kekuatan sosial dan politik, serta kecenderungannya perlu
diperhatikan untuk menentukan seberapa jauh perubahan tersebut
berpengaruh pada tingkah laku masyarakat. Perubahan kekuatan
politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan dan secara
tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi. Misalnya, adanya
kekacauan politik dan kerusuhan yang terjadi selalu membawa
sentimen pasar. Perubahan investasi pemerintah dalam bidang
teknologi juga sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi. Namun,
lingkungan ini akan sangat bermanfaat apabila wirausaha pandai
memanfaatkan peluang dari lingkungan tersebut.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 19
Kebijakan pemerintah (misalnya pelarangan menerima parcel bagi para
pejabat) turut mempenagruhi perkembangan usaha
d. Lingkungan Demografi dan gaya Hidup
Banyaknya produk dan jasa yang dihasilkan oleh wirausaha
seringkali dipengaruhi oleh perubahan demografi dan gaya hidup.
Kelompok-kelompok masyarakat, gaya hidup, kebiasaan, pendapatan,
dan struktur masyarakat bisa menjadi peluang. Pada prinsipnya,
semua lingkungan di atas bisa menciptakan peluang bagi wirausaha.
c. Rangkuman 1
1. Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menyeleksi ide usaha
adalah
a. Menciptakan Produk Baru dan berbeda
b. Mengamati Pintu Peluang
c. Menganalisis produk dan proses produksi secara mendalam
d. Menaksir biaya awal
e. Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 20
2. Kemampuan untuk memperoleh peluang sangat bergantung pada
kemampuan wirausaha untuk menganalisis pasar yang meliputi aspekaspek
:
a. Kemampuan untuk menganalisis demografi pasar
b. Kemampuan untuk menganalisis sifat serta tingkah laku pesaing
c. Kemampuan untuk menganalisis keunggulan bersaing pesaing dan
kevakuman pesaing yang dianggap dapat menciptakan peluang.
3. Beberapa risiko usaha yang mungkin terjadi, misalnya risiko teknik,
risiko finansial, dan risiko pesaing. Risiko teknik berkaitan dengan
proses pengembangan produk yang cocok dengan yang diharapkan
atau menyangkut suatu objek penentu apakah ide secara aktual dapat
ditransformasi menjadi produk yang siap dipasarkan dengan
kapabilitas dan karakteristiknya. Risiko pesaing adalah kemampuan
dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisinya di pasar.
Risiko pesaing meliputi pertanyaan sebagai berikut :
a) Kemungkinan kesamaan dan keunggulan produk apa yang
dikembangkan pesaing ?
b) Tingkat keberhasilan apa yang telah dicapai oleh pesaing
dalam pengembangan produknya ?
c) Seberapa besar dukungan keuangan pesaing bagi
pengembangan produk baru dan produk yang
diperkenalkannya ?
d) Apakah perusahaan baru cukup kuat untuk mengatasi
serangan-serangan pesaing ?
Risiko finansial adalah risiko yang timbul sebagai akibat
ketidakcukupan finansial/dana baik dalam tahap mengembangankan
produk baru maupun dalam menciptakan dan mempertahankan
perusahaan untuk mendukung biaya produk baru.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 21
4. Sebagian besar wirausaha kita tidak mau mengakui kelemahan dan
kegagalan usahanya. Alasan tidak berkembangnya usaha mereka
adalah
a. Kurangnya modal usaha.
b. Kurangnya bimbingan dari pemerintah.
c. Usaha didominasi orang Tionghoa.
d. Usaha didominasi orang yang bermodal kuat.
e. Usaha didominasi orang asing yang bermodal.
5. Pemerintah telah banyak mendorong tumbuhnya dunia usaha dengan
meningkatkan kebutuhan usaha mereka melalui cara-cara sebagai
berikut :
a. Memberi kemudahan dalam mendirikan perusahaan.
b. Memberi kemudahan dalam mendapatkan kredit.
c. Mendirikan fasilitas perdagangan berupa kios/tempat usaha yang
murah, ruko dan fasilitas pendukung usaha lainnya.
d. Membuka atase perdagangan atau tempat promosi/pameran di
pusat-pusat perdagangan dunia.
e. Mengeluarkan dan memberikan lisensi istimewa terhadap produk
tertentu.
f. Mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
g. Mendirikan dan membuka sekolah kejuruan dan kursus usaha atau
sekolah bisnis, inkubator bisnis, pelatihan bisnis, dan wirausaha dll.
6. Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat
jalannya perusahaan. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya
usaha atau perusahaan adalah lingkungan mikro dan lingkungan
makro.
7. Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitannya dengan
opersional perusahaan, seperti pemasok, karyawan, pemegang saham,
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 22
majikan, manajer, direksi, distributor, pelanggan/konsumen, dan lainlain.
8. Yang dimaksud dengan lingkungan makro adalah lingkungan di luar
perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara
keseluruhan, yang meliputi :
a) Lingkungan Ekonomi
b) Lingkungan Teknologi
c) Lingkungan Sosiopolitik
d) Lingkungan Demografi dan gaya Hidup
d. Tugas
1. Lakukan suatu pengamatan/observasi pada suatu lingkungan
usaha (misalnya perusahaan atau pasar), lakukan sedikit
wawancara dengan para usaha. Tanyakan pada mereka tentang
perkembangan usahanya, apa faktor kendala dan pendukung
perkembangan usahanya ? Apakah kebijakan pemerintah turut
mempengaruhi perkembangan usahanya ?
2. Buat laporan dari hasil pengamatan dan wawancara Anda
tersebut.
e. Evaluasi
1)Instrumen Penilaian
1. Sebutkan langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menyeleksi ide
usaha ? (15)
2. Sebutkan aspek-aspek yang diperlukan wirausaha untuk menganalisis
pasar ? (10)
3. Jelaskan beberapa risiko usaha yang mungkin dihadapi oleh seorang
wirausaha ? (10)
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 23
4. Mengapa nasib wirausaha, khususnya pengusaha kecil belum begitu
baik dan usahanya tidak berkembang ? (15)
5. Bagaimana cara yang dilakukan pemerintah untuk mendorong
tumbuhnya dunia usaha dan meningkatkan kebutuhan usaha ? (15)
6. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/perusahaan
adalah lingkungan mikro dan lingkungan makro. Coba anda jelaskan,
apa yang dimaksud dengan lingkungan mikro dan lingkungan makro ?
(20)
7. Seorang wirausaha harus dapat berpikir positif dan kreatif agar dapat
menggali peluang usaha. Sebutkan sikap-sikap kreatif dan berpikir
positif tersebut ? (15)
2) Kunci Jawaban
1. Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menyeleksi ide usaha
adalah
a. Menciptakan Produk Baru dan berbeda
b. Mengamati Pintu Peluang
c. Menganalisis produk dan proses produksi secara mendalam
d. Menaksir biaya awal
e. Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi.
2. Kemampuan untuk meperoleh peluang itu sendiri sangat
tergantung kepada kemampuan wirausaha untuk menganalisis
pasar yang meliputi aspek-aspek :
a. Kemampuan untuk menganalisis demografi pasarKemampuan
untuk menganalisis sifat serta tingkah laku pesaing
b. Kemampuan untuk menganalisis keunggulan bersaing pesaing
dan kefakuman pesaing yang dianggap dapat menciptakan
peluang.
3. Risiko usaha yang mungkin terjadi, misalnya risiko teknik, risiko
finansial dan risiko pesaing. Risiko teknik berkaitan dengan
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 24
proses pengembangan produk yang cocok dengan yang diharapkan
atau menyangkut suatu objek penentu apakah ide secara aktual
dapat ditransformasi menjadi produk yang siap dipasarkan dengan
kapabilitas dan karakteristiknya. Risiko pesaing adalah
kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan
posisinya di pasar. Sedangkan Risiko finansial adalah risiko yang
timbul sebagai akibat ketidakcukupan finansial/dana baik dalam
tahap pengembangan produk baru maupun dalam menciptakan dan
mempertahankan perusahaan untuk mendukung biaya produk
baru.
4. Alasan tidak berkembangnya usaha wirausaha, khususnya
pengusaha kecil adalah:
a. Kurangnya modal usaha.
b. Kurangnya bimbingan dari pemerintah.
c. Sebagai besar usaha didominasi orang Tionghoa.
d. Usaha adalah dominasi orang yang bermodal kuat.
e. Usaha didominasi modal orang asing.
5. Cara-cara Pemerintah mendorong tumbuhnya dunia usaha dengan
meningkatkan kebutuhan usaha adalah
a. Memberi kemudahan dalam mendirikan perusahaan.
b. Memberi kemudahan dalam mendapatkan kredit.
c. Mendirikan fasilitas perdagangan berupa kios/tempat usaha
yang murah, ruko dan fasilitas pendukung usaha lainnya.
d. Mendirikan dan membuka sekolah kejuruan dan kursus usaha
atau sekolah bisnis, inkubator bisnis, pelatihan bisnis dan
wirausaha dll.
6. Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitannya dengan
opersional perusahaan, seperti pemasok, karyawan, pemegang
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 25
saham, majikan, manajer, direksi, distributor, pelanggan/konsumen
dan lainnya.
Sedangkan lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan
yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara
keseluruhan, yang meliputi :
a. Lingkungan Ekonomi
b. Lingkungan Teknologi
c. Lingkungan Sosiopolitik
d. Lingkungan Demografi dan gaya Hidup
7. Untuk menggali peluang usaha, seorang wirausaha harus berpikir
secara positif dan kreatif diantaranya :
a. harus percaya dan yakin bahwa usaha bisa dilaksanakan
b. harus menerima gagasan-gagasan baru di dalam dunia usaha
c. harus bertanya kepada diri sendiri
d. harus mendengarkan saran-saran orang lain
e. harus bersemangat dan bergaul
3) Kriteria Penilaian
Cocokan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban modul ini. Hitunglah
jawaban Anda yang benar, tiap nomor jawaban diberi skor
sebagaimana angka yang ada dibelakang nomor tersebut, sehingga
jumlah skor keseluruhan 100. Kemudian gunakan rumus di bawah ini
untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan
belajar pada modul ini.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 26
Jumlah Skor Jawaban Anda
Tingkat Penguasaan = x 100 %
100
Arti tingkat pemahaman Anda
90 % - 100 % = Amat Baik dan Sangat Berhasil
80 % - 89 % = Baik dan Berhasil
70 % - 79 % = Kurang Berhasil
< 69% = Tidak Berhasil
Tingkat kelulusan bisa dicapai bila Anda bisa menjawab 80% dari
soal-saol di atas. Apabila kurang dari standar di atas, Anda
dianggap tidak lulus.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 27
2. Kegiatan Belajar 2
a. Tujuan Pembelajaran 2
1. Siswa atau peserta diklat dapat mengidentifikasi faktor-faktor
keberhasilan dan kegagalan usaha.
2. Siswa atau peserta diklat dapat menentukan bidang usaha dan
memulai usaha.
b. Uraian Materi 2
KEBERHASILAN USAHA, MENENTUKAN BIDANG USAHA
DAN MEMULAI USAHA
1. Keberhasilan Usaha
Pada dasarnya setiap wirausaha mempunyai peluang untuk maju.
Tetapi, kenyataannya peluang usaha tersebut tidak membuahkan hasil
yang memuaskan. Pada dasarnya wirausaha tidak berusaha menggali
peluang yang ada. Untuk menggali peluang usaha, seorang wirausaha
harus berpikir secara positif dan kreatif di antaranya :
a. harus mempunyai pilihan dan yakin bahwa usaha bisa dilaksanakan
b. harus menerima gagasan-gagasan baru di dalam dunia usaha
c. harus menalukan diri sendiri
d. harus mendengarkan saran-saran orang lain
e. harus menyemangati dan mengauli
Peluang usaha bukanlah suatu peluang, jika Anda tidak sanggup
menemukan tindakan yang mungkin untuk mewujudkannya. Peluang
usaha dapat dicari pada semua jenis usaha yang Anda inginkan dan yang
menguntungkan. Pembangunan Indonesia terus berjalan dan berkembang
dengan pesat. Meningkatnya jumlah kota-kota besar, dapat menyebabkan
terjadinya perubahan dan perkembangan dalam bidang usaha. Dengan
mempelajari dinamika kehidupan masyarakat yang sudah maju, Anda
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 28
harus mencari kesempatan, kira-kira usaha apa yang baik dan cocok serta
memberi peluang yang menguntungkan.
Usaha yang memberi peluang untuk memajukan dan menguntungkan
adalah usaha yang mampu meraih keuntungan dengan cara menciptakan
produk-produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan
konsumen. Peluang dan kesempatan yang ada dalam usaha, banyak
sekali dan akan memberikan suatu keuntungan. Adapun yang menjadi
modal utama untuk meraih keberhasilan, di antaranya :
a. pola pikir yang mengarah pada sikap dan kemauan untuk sukses
b. kepribadian yang kuat untuk sukses
c. kecakapan dalam mengelola usaha untuk sukses
d. menerapkan menajemen usaha yang baik
e. berani memikul segala resiko dalam usaha
Secara lebih terperinci, keberhasilan usaha yang dikelola seorang
wirausahawan dapat diidentifikasi sebagai berikut :
a. keyakinan dalam berusaha
b. sikap mental yang positif dalam berusaha
c. Keyakinan penuh terhadap diri sendiri
d. Tingkah laku yang bertanggung jawab
e. Kreatifitas dan inovatif
f. Sasaran besar yang menantang dalam berusaha
g. Keunggulan dalam berusaha
h. Pengembangan diri
i. Pengelolaan waktu yang efektif dan efisien
j. Kemampuan berusaha
Keberhasilan seorang wirausaha dalam menjalankan usahanya, tidak
hanya tergantung pada tingkat pendidikan yang mereka miliki. Pada
kenyataannya tidak sedikit wirausaha yang berhasil dalam mengelola
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 29
usaha berasal dari golongan orang-orang yang berpendidikan SD, SLTP
dan SLTA.
Di bawah ini akan diuraikan cara mengidentifikasi berbagai situasi dan
perkembangan usaha yang berkaitan dengan keberhasilan para
wirausaha :
a. Mengidentifikasi Profil Wirausaha yang Berhasil dalam Usaha
No Karakteristik Profil Ciri Wirausahawan sukses yang menonjol
1 Percaya diri Mengandalkan tingkat percaya dirinya yang
tinggi dalam mencapai sukses
2 Pemecahan masalah Cepat mengenali dan memecahkan masalah yang
dapat menghalangi kemampuannya mencapai
tujuan sukses
3 Berprestasi tinggi Bekerja keras dan bekerja sama dengan para ahli
untuk memperoleh prestasi
4 Pengambil risiko Tidak takut mengambil risiko, tetapi akan
menghindari risiko tinggi bilamana
dimungkinkan
5 Ikatan emosi Tidak akan memperbolehkan hubungan
emosional yang mengganggu sukses
usahanya
6 Pencari status Tidak akan memperbolehkan hubungan
emosional yang mengganggu misi usahanya
7 Tingkat energi tinggi Berdedikasi tinggi dan bersedia bekerja
dengan jam kerja yang panjang untuk
membangun usahanya
Sumber: Ating Tedjasutisna, 2004, Memahami Kewirausahaan, SMK Tingkat 1,
Berdasarkan Kurikulum 2004, Bandung, CV. Armico.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 30
b. Mengidentifikasi wirausaha yang berhasil dalam usaha
No Karakteristik sukses Ciri wirausaha sukses yang menonjol
1 Pengendalian pribadi Mengenali arti penting pribadinya bagi
kegiatan usahanya
2 Pemikiran kreatif Akan selalu mencari suatu cara yang
lebih baik dalam melakukan sesuatu di
dalam usaha
3 Pengendalian diri mengendalikan semua yang mereka
lakukan
4 Pengusahaan
diselesaikannya urusan
Menyukai aktivitas yang menunjukkan
kemajuan-kemajuan yang berorientasi
pada tujuan
5 Pemilik obyektif Mengakui jika terjadi keliru
6 Pemecahan masalah Melihat ke pilihan-pilihan untuk
memecahkan setiap masalah
7 Pengarahan diri sendiri Memotivasi diri sendiri dengan suatu
hasrat yang tinggi untuk berhasil di
dalam usaha
8 Pengelolaan usaha
dengan sasaran
Cepat memahami tugas rinci yang harus
diselesaikan untuk mencapai sasaran
usaha
Jadi, keberhasilan seorang wirausaha di dalam mengelola usahanya
dapat diidentifikasi berdasarkan pada :
a. kemauan serta tindakan-tindakan yang nyata
b. keberanian untuk berinisiatif
c. kecakapan atau keahlian
d. keaktifitasan dan percaya diri
e. kependidikan dan pengalaman
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 31
2. Kegagalan usaha
Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat bergantung pada
kemampuan pribadi wirausaha. Zimmerer (1996) dalam Suryana
(2003:44) mengemukan beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha
gagal dalam menjalankan usaha barunya sebagai berikut.
1. Tidak kompeten dalam manajerial.
Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan
mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat
perusahaan kurang berhasil.
2. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik, kemampuan
memvisualisasikan usaha, kemampuan mengkoordinasikan,
keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan
mengintegrasikan operasi perusahaan.
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan.
Agar suatu usaha berhasil dengan baik, maka faktor yang paling
utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur
pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam
memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan
mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
4. Gagal dalam perencanaan.
Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan. Jika kita
mengalami sekali kegagalan dalam perencanaan maka akan
mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
“Bila kita takut terhadap risiko, maka tindakan tidak mau mengambil
risiko akan menjadi tindakan yang justru akan penuh resiko”
Peter F. Drucker
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 32
5. Lokasi yang kurang memadai.
Letak lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan
keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan
perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
6. Kurangnya pengawasan peralatan.
Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang
pengawasan dapat mengakibatkan pengunaan alat tidak efisien dan
tidak efektif.
7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha! Sikap yang
setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang
dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati,
kemungkinan gagal menjadi besar.
8. Ketidak mampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan,
tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam
berwirausaha hanya bisa diperoleh dengan berani mengadakan
perubahan dan membuat peralihan setiap waktu.
Selain faktor yang membuat kegagalan wirausaha, Zimmerer (1996)
dalam Suryana (2003:45) mengemukakan beberapa potensi yang
membuat seseorang mundur dari usahanya, yaitu :
1. Pendapatan yang tidak menentu, baik tahap awal maupun tahap
pertumbuhan, berbisnis tidak ada jaminan untuk terus memperoleh
pendapatan yang berkesinambungan. Dalam kewirausahaan, sewaktuwaktu
bisa rugi dan sewaktu-waktu bisa untung. Kondisi yang tidak
menentu dapat membuat seseorang mundur dari kegiatan
berwirausaha.
2. Kerugian akibat hilangnya modal investasi. Tingkat kegagalan bagi
usaha baru sangatlah tinggi. Menurut Yuyun Wirasasmita (1998),
tingkat mortalitas/kegagalan usaha kecil di Indonesia mencapai 78 % .
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 33
Kegagalan investasi mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan
berwirausaha. Bagi seorang wirausaha, kegagalan sebaiknya
dipandang sebagai pelajaran berharga.
3. Perlu kerja keras dan waktu yang lama. Wirausaha biasanya bekerja
sendiri mulai dari pembelian, pengolahan, penjualan, dan pembukuan.
Waktu yang lama dan keharusan bekerja keras dalam berwirausaha
mengakibatkan orang yang ingin menjadi wirausaha menjadi mundur.
Ia kurang terbiasa dalam menghadapi tantangan. Wirausaha yang
berhasil pada umumnya menjadikan tantangan sebagai peluang yang
harus dihadapi dan ditekuni.
4. Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya mantap.
Kualitas kehidupan yang tidak segera meningkat dalam usaha, akan
mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha.
Misalnya, pedagang yang kualitas kehidupannya tidak meningkat, ia
akan mundur dari usaha dagangnya dan masuk ke usaha lain.
Berdasarkan analisis lingkungan usaha, sebenarnya wirausaha tidak
perlu mengalami kegagalan dalam usahanya, apabila sejak mulai
usahanya dapat menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan
ancaman (SWOT) atau Kekepan. Meskipun risiko kegagalan dalam usaha
selalu ada, tetapi para wirausaha mengambil risiko itu dengan jalan
menerima tanggung jawab dan tindakannya.
“Apa yang orang lihat dari kesuksesan saya cuma 1%, tapi
99% yang tidak terlihat adalah kegagalan saya.” (Soichiro Honda)
“Setiap orang harus minimal pernah gagal sekali, paling tidak
sebelum berusia 40 tahun…. Semakin parah kegagalan Anda,
semakin besar peluang meraih sukses di kemudian hari …
Sebagian orang tua hawatir anaknya gagal. Saya cemas justru
karena anak saya sudah berumur lebih dari 30 tahun, tetapi
belum pernah gagal.” (Al Neutharth, pendiri USA Today)
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 34
Dalam menghadapi era globalisasi dan liberalisasi perdagangan dunia,
wirausaha harus terus meningkatkan kualitas kinerja di dalam usahanya.
Menurut Korakaya dan Kobu dalam Ating Tedjasutisna (2004:109)
mengidentifikasi tiga kelompok permasalahan yang menyebabkan
kegagalan usaha, yaitu
1. Kelompok pertama berkaitan dengan produk dan pasar, antara lain :
a. waktu peluncuran produk yang kurang tepat;
b. desain produk yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen;
c. strategi distribusi produk yang tidak tepat;
d. tidak mampu mendefinisikan usaha yang sedang dijalankan;
2. Kelompok kedua berkaitan dengan masalah finansial yang meliputi :
a. terlalu rendah dalam memperhitungkan dana;
b. terlalu dini berutang dalam jumlah besar;
3. Kelompok ketiga berkaitan dengan masalah manajemen, yaitu
a. terlalu bersikap nepotisme;
b. sumber daya manusia yang rendah;
c. tidak menggunakan konsep tim.
Menangani ketidakpastian dan keraguan merupakan ciri-ciri penting
dari seorang wirausaha. Anda haruslah mempunyai sikap positif
terhadap pengambilan keputusan. Sikap positif ini akan membantu
anda menggunakan pengambilan keputusan sebagai suatu kekuatan
positif dalam mencapai tujuan, dan cita-cita organisasi anda. (Meredith
et al., 2000:61)
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 35
3. Menentukan Bidang Usaha
Mengambil keputusan untuk memulai usaha dan menjalankan usaha
merupakan sesuatu yang mudah. Kapan pun Anda mau, Anda dapat
segera memulai membuka usaha. Justru yang sulit adalah menentukan
usaha apa yang akan Anda geluti. Oleh karena itu para wirausaha
biasanya harus berpikir sendiri tentang ide usaha yang paling cocok untuk
mereka sendiri. Ide usaha barang kali dapat muncul dari dua jalur, yaitu
inspirasi dan hasil analisis. Dari inspirasi meliputi, antara lain :
1. Ada kebutuhan pasar yang tidak dapat dipenuhi oleh pemasok
(supplier) yang sudah ada.
2. Sebuah jalan keluar baru dari masalah yang ada, penemuan baru, dan
sebuah proses atau metode baru.
Sedangkan, hasil analisis adalah dengan menganalisis minat dan
kemampuan (kompetensi) usaha yang Anda miliki.
Untuk menentukan bidang usaha yang berpotensi sukses sekaligus
sesuai dengan minat Anda, cara terbaik adalah melakukan Evaluasi
Pribadi. Dalam hal ini terdapat banyak variabel atau ciri pribadi yang perlu
Anda pertimbangkan sebelum menetapkan usaha yang akan anda geluti.
Berikut ini adalah 15 variabel yang perlu Anda pertimbangkan dalam
menentukan bidang usaha, yaitu :
1) Pendapatan
Dari bidang usaha yang Anda tentukan nanti, berapa besarnya
pendapatan yang Anda inginkan ? Berdasarkan besarnya pendapatan
yang Anda inginkan, mulailah Anda menyeleksi pilihan bidang usaha
yang terpikirkan. Satu bidang usaha itu Anda perhitungkan. Sebuah
cara adalah dengan menyelidiki orang-orang lain yang telah menekuni
bidang usaha tersebut. Berapa pendapatanya ? Jika masih di bawah
pendapatan yang Anda inginkan, maka Anda jangan memilih bidang
usaha tersebut.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 36
2) Jual Beli
Apakah Anda menyukai kegiatan jual beli ? jika tidak, maka Anda
jangan pilih bidang usaha yang mengharuskan Anda melakukan
kegiatan jual beli.
3) Manusia pagi atau manusia malam
Apakah Anda termasuk manusia malam atau manusia pagi ? Jika Anda
senang bangun pagi hari, maka pilihlah usaha yang mengharuskan
Anda bangun pagi, misalnya membuka usaha restoran atau warung
nasi. Sebaliknya, jika Anda merupakan manusia malam, maka pilihlah
usaha bus malam, café atau hiburan malam.
4)) Perjalanan
Apakah Anda termasuk orang yang suka melakukan perjalanan atau
orang yang betah tinggal di rumah ? Hal ini perlu diperhatikan sebab
usaha yang memerlukan perjalanan jauh, tidak akan berhasil dikelola
oleh orang yang lebih senang tinggal di rumah atau sebaliknya.
5) Karyawan
Senangkah Anda memimpin orang ? Sebelum Anda menentukan
pilihan terhadap suatu usaha, perhitungkan dengan matang apakah
usaha ini nantinya akan memerlukan kepemimpinan Anda ? Jika ya,
maka kiranya Anda menyukai tugas memimpin orang banyak ?
6) Hari libur
Jika Anda termasuk orang yang biasa menghabiskan hari-hari libur
bersama keluarga atau kawan-kawan, barang kali Anda tidak cocok
untuk memilih bidang usaha yang akan menyita waktu libur Anda.
7) Status
Pilihlah dan tentukan bidang usaha yang dapat menopang usaha Anda.
Jika Anda menganggap usaha tersebut akan menjatuhkan gengsi maka
janganlah Anda paksakan diri.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 37
8) Bekerja bersama keluarga
Sebelum menentukan usaha, Anda perlu memikirkan apakah Anda
merencanakan untuk mengajak anggota keluarga Anda ikut menangani
usaha ? Perlukah mereka dilibatkan agar usaha Anda nanti sukses ?
Apakah mereka mendukung gagasan Anda untuk membuka sebuah
usaha ?
9) Latihan khusus
Untuk menggarap usaha yang sedang Anda pertimbangkan, perlukah
Anda menambah pengetahuan khusus ? Bersediakah Anda
mempelajari pengetahuan atau keterampilan baru itu seandainya
memang benar-benar dibutuhkan ? Jika ya, maka biaya untuk itu
masih memadai ditinjau dari sudut keuntungan yang akan didapat ?
10.Waktu kerja lebih panjang
Banyak pilihan bidang usaha yang menuntut jam kerja lebih panjang
dibandingkan kumidian jam kerja Anda sekarang. Mampukan Anda
mengatasi perubahan gaya hidup akibat bertambahnya jam kerja itu ?
Mampukah fisik Anda menangani beban kerja yang lebih besar
dibandingkan sekarang ? atau jika Anda hendak mengerjakan usaha
itu sebagai penambah usaha yang telah ada, dapatkah Anda
menyediakan waktu yang dituntut oleh bidang usaha baru tersebut ?
Bila ya, maka Anda masih mampukah secara fisik, mental, dan sosial
menangani kedua-duanya ?
11.Potensi di masa depan
Sudahkah Anda mempelajari potensi usaha yang dipertimbangkan itu ?
Bagaimana kemungkinan pasarnya ? Akan Meluaskah atau ada
mandeg, akan menyempit ? Jika Anda menghendaki usaha yang
sedang – sedang saja, maka Anda tidak usah berkembang dengan
pesat, maka analisis terhadap potensi usaha di masa depan itu
memang begitu tidak perlu. Tetapi, jika anda menghendaki usaha yang
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 38
berkembang pesat, tumbuh menjadi bidang usaha besar, maka potensi
usaha itu sangat perlu Anda perlu mempertimbangkan.
12.Stamina fisik
Akankah bidang usaha yang sedang Anda mempertimbangkan
hasilusaha yang menuntut ketahanan (stamina) fisik yang tinggi ? Bila
ya, maka mampukah Anda memenuhinya ?
13.Berhubungan dengan orang
Jika Anda tidak menyukai berhubungan dengan segala macam orangorang
lain, maka Anda tidak cocok membuka usaha di bidang
penjualan eceran.
14.Mengatur Jam Kerja Anda Sendiri
Jika Anda termasuk orang yang ingin bebas mengatur jam kerja, maka
Anda tak cocok membuka usaha toko yang harus buka pada jam-jam
tertentu.
15. Campur Tangan Pemilik
Anda akan ikut campur tangan dalam pengelolaan usaha yang sedang
Anda pertimbangkan ? Bila ya, maka persoalan manajemen harus
dipertimbangkan. Tetapi, bila tidak, maka apakah usaha
mempertimbangkan itu menghasilkan cukup banyak uang untuk
menyewa seorang manajer sebagai pengelola usaha bagi anda ?
Mampukah anda membayar seorang manajer secara wajar dan anda
sendiri masih memperoleh pendapatan yang anda inginkan ?
Beberapa bidang usaha yang dapat Anda pilih, antara lain :
1. Bidang usaha pertanian, yang meliputi usaha pertanian, kehutanan,
perikanan, dan perkebunan.
2. Bidang usaha pertambangan, meliputi usaha galian pasir, galian
anah, batu, bata, dan lain-lain.
3. Bidang usaha pabrikasi meliputi usaha industri, perakitan, dan
sintetis.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 39
4. Bidang usaha konstruksi meliputi usaha konstruksi bangunan,
jembatan, pangairan, dan jalan raya.
5. Bidang usaha perdagangan meliputi usaha perdagangan kecil,
grosir, agen, dan ekspor-impor.
6. Bidang usaha jasa keuangan, meliputi usaha perbankan, asuransi,
dan koperasi.
7. Bidang usaha jasa perorangan, meliputi usaha potong rambut,
salon, loundry dan catering.
8. Bidang usaha jasa-jasa umum, meliputi usaha pengangkutan,
pergudangan, wartel, dan distribusi.
9. Bidang jasa wisata, meliputi tiga kelompok usaha wisata, yaitu
a. Kelompok usaha jasa pariwisata, meliputi :
- Jasa biro perjalanan wisata
- Jasa agen perjalanan wisata
- Jasa pramuwisata
- Jasa konsultan pariwisata
- Jasa informasi pariwisata
b. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata, meliputi :
- Pengusahaan objek dan daya tarik wisata alam
- Pengusahaan objek dan daya tarik wisata budaya
- Pengusahaan objek dan daya tarik wisata minat khusus
c. Usaha sarana wisata, meliputi :
- Penyediaan akomodasi
- Penyediaan makanan dan minuman
- Penyediaan angkutan wisata
- Penyediaan sarana wisata dan sebagainya
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 40
4. Memulai Usaha
Ada beberapa cara untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia
usaha, yaitu :
1. Membeli bisnis yang sudah ada
2. Membeli aset usaha yang gagal
3. Mendirikan usaha baru
a. Sangat mirip dengan apa yang telah ada
b. Produk/jasa yang unik atau khusus
4. Membeli hak kelola (francise)
5. Memulai sebuah kerjasama
Menurut Suryana (2003:69), ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk
memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha, yaitu :
a. Merintis usaha baru (starting), yaitu membentuk dan mendirikan usaha
baru dengan menggunakan modal, ide, organisasi, dan manajemen
yang dirancang sendiri. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat
dirintis :
1) Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), yaitu bentuk usaha
yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang;
2) Persekutuan (partnership), yaitu suatu kerjasama (asosiasi) dua
orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha
bersama.
3) Perusahaan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang
didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham.
Untuk memulai usaha, seorang calon wirausaha harus memiliki
kompetensi usaha yang diperlukan meliputi :
1) Kemampuan teknik, yaitu kemampuan tentang bagaimana
memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya.
2) Kemampuan pemasaran, yaitu kemampuan tentang bagaimana
menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 41
3) Kemampuan finansial, yaitu kemampuan tentang bagaimana
memperoleh sumber dana dan cara menggunakannya.
4) Kemampuan hubungan, yaitu kemampuan tentang bagaimana cara
mencari, memelihara, mengembangkan relasi, dan kemampuan
komunikasi serta negosiasi.
b. Membeli perusahaan orang lain (buying), yaitu membeli perusahaan
yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisasikan oleh orang lain
dengan nama (goodwill) dan organisasi usaha yang sudah ada.
Memang wirausaha tidak mudah untuk membeli perusahaan yang
sudah ada. Wirausaha yang akan membeli perusahaan selain harus
mepertimbangkan berbagai keterampilan, kemampuan, dan
kepentingan pembelian perusahaan tersebut, pembeli juga harus
memperhatikan sumber-sumber potensial perusahaan yang akan
dibeli, di antaranya :
1) Pedagang perantara penjual perusahaan yang akan dibeli.
2) Bank investor yang melayani perusahaan
3) Kontak-kontak perusahaan seperti pemasok, distributor, pelanggan
dan hal lainnya yang berkaitan erat dengan kepentingan
perusahaan yang akan dibeli.
4) Jaringan kerja sama usaha dan sosial perusahaan yang akan dibeli
5) Daftar majalah dan jurnal perdagangan yang digunakan oleh
perusahaan yang akan dibeli.
c. Kerja sama manajemen (franchising), yaitu suatu kerja sama antara
entrepreneur (franchisee) dengan perusahaan besar yang memberikan
lisensi (franchisor/parent company) dalam mengadakan persetujuan
jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba).
Dalam franchising, perusahaan yang diberi hak monopoli untuk
menyelenggarakan perusahaan seolah-olah merupakan bagian dari
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 42
perusahaan pemberi lisensi yang dilengkapi dengan nama produk,
merek dagang, dan prosedur penyelenggaraan secara standar.
Perusahaan induk (franchisor) mengizinkan franchisee untuk
menggunakan nama, tempat/daerah, bimbingan, latihan karyawan,
periklanan, dan perbekalan material yang berlanjut.
Kerja sama ini biasanya dengan dukungan awal, meliputi salah satu
atau keseluruhan dari aspek-aspek sebagai berikut :
a. pemilihan tempat.
b. rencana bangunan.
c. pembelian peralatan.
d. pola arus kerja.
e. pemilihan karyawan.
f. Periklanan.
g. Grafik
h. Bantuan pada acara pembukaan.
Selain dukungan awal, bantuan lain yang berlanjut dapat pula, meliputi
faktor-faktor sebagai berikut :
1) pencatatan dan akuntansi.
2) Konsultasi.
3) Pemeriksaan dan standar.
4) Promosi.
5) pengendalian kualitas.
6) Riset.
7) nasihat hukum.
8) material lainnya.
Dalam kerjasama franchising, perusahaan induk memberikan bantuan
manajemen secara berkesinambungan. Keseluruhan citra (goodwill),
pembuatan, dan teknik pemasaran diberikan kepada perusahaan
franchisee. Tidak sedikit bentuk franchising yang dilakukan antar
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 43
negara. Contohnya McDonald’s, Kentucky Fried Chicken (KFC), Fizza
Hut dll.
Di Indonesia bentuk kerjasama yang mirip franchising berbeda adalah
sistem bapak angkat atau kemitraan. Dalam sistem bapak angkat atau
kemitraan ini, kebanyakan hanya diberikan bantuan modal,
pemasaran, dan bimbingan usaha.
c. Rangkuman 2
1) Untuk menggali peluang usaha, seorang wirausaha harus berpikir
secara positif dan kreatif diantaranya :
a. harus mempercayai dan meyakini bahwa usaha bisa dilaksanakan
b. harus menerima gagasan-gagasan baru di dalam dunia usaha
c. harus menanyakan pada diri sendiri
d. harus mendengarkan saran-saran orang lain
e. harus menyemangati dan menggauli
2) Keberhasilan seorang wirausaha di dalam mengelola usahanya dapat
diidentifikasi berdasarkan pada :
a. sikap dan kemauan serta tindakan-tindakan yang nyata
b. keberanian untuk berinisiatif
c. kecakapan atau keahlian
d. kreatifitas dan percaya diri
e. pengalaman dan pendidikan
3) Faktor-faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan
usaha barunya :
a. Tidak kompeten dalam manajerial.
b. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik.
c. Kurang dapat mengendalikan keuangan.
d. Gagal dalam perencanaan.
e. Lokasi yang kurang memadai.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 44
f. Kurangnya pengawasan peralatan.
g. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.
h. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi
kewirausahaan.
4) 15 variabel karakteristik pribadi yang perlu Anda pertimbangkan dalam
menentukan bidang usaha, yaitu :
a. Pendapatan
b. Jual Beli
c. Manusia pagi atau manusia malam
d. Perjalanan
e. Karyawan
f. Hari libur
g. Status
h. Bekerja bersama keluarga
i. Latihan khusus
j. Waktu kerja lebih panjang
k. Potensi di masa depan
l. Stamina fisik
m. Berhubungan dengan orang
n. Mengatur jam kerja Anda sendiri
o. Campur tangan pemilik
5) Beberapa bidang usaha yang dapat Anda pilih, antara lain :
a. Bidang usaha pertanian
b. Bidang usaha pertambangan
c. Bidang usaha pabrikasi.
d. Bidang usaha konstruksi.
e. Bidang usaha perdagangan.
f. Bidang usaha jasa keuangan.
g. Bidang usaha jasa perorangan.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 45
h. Bidang usaha jasa-jasa umum.
i. Bidang jasa wisata.
6) ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau
memasuki dunia usaha, yaitu :
- Merintis usaha baru (starting),
- Membeli perusahaan orang lain (buying),
- Melanjutkan kerja sama manajemen (franchising),
7) Untuk memulai usaha, seorang calon wirausaha harus memiliki
kompetensi usaha yang diperlukan, meliputi :
1) Kemampuan teknik.
2) Kemampuan pemasaran.
3) Kemampuan finansial.
4) Kemampuan hubungan.
8) Kerja sama manajemen (franchising), yaitu suatu kerja sama antara
entrepreneur (franchisee) dengan perusahaan besar yang memberikan
lisensi (franchisor/parent company) dalam mengadakan persetujuan
jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba).
9) Dalam kerjasama franchising, perusahaan induk memberikan bantuan
manajemen secara berkesinambungan. Keseluruhan citra (goodwill),
pembuatan dan teknik pemsaran diberikan kepada perusahaan
franchisee. Tidak sedikit bentuk franchising yang dilakukan antar
negara. Contohnya McDonald’s, Kentucky Fried Chicken (KFC), Fizza
Hut dll. Di Indonesia, bentuk kerjasama yang mirip dengan franchising
namun berbeda adalah sistem bapak angkat atau kemitraan. Dalam
sistem bapak angkat atau kemitraan ini kebanyakan hanya diberikan
bantuan modal, pemasaran dan bimbingan usaha.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 46
d. Tugas
Buat suatu rencana usaha, bentuk usaha apakah yang akan Anda
jalankan ? Perhatikan lingkungan yang ada disekitar lingkungan
dimana usaha Anda akan didirikan.
e. Evaluasi
1) Instrumen Penilaian
1. Apakah yang dapat dijadikan dasar untuk mengidentifikasi
keberhasilan seorang wirausaha di dalam mengelola usahanya ?
(15)
2. Sebutkan minimal lima faktor yang menyebabkan wirausaha gagal
dalam menjalankan usaha barunya ? (10)
3. Sebutkan minimal lima variabel karakteristik pribadi yang perlu
Anda pertimbangkan dalam menentukan bidang usaha ? (15)
4. Sebutkan minimal lima bidang usaha yang dapat Anda pilih untuk
berwirausaha ? (15)
5. Sebutkan tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu
usaha atau memasuki dunia usaha ? (15)
6. Kompetensi usaha apa yang diperlukan untuk memulai usaha ?
(15)
7. Apakah yang dimaksud dengan kerjasama manajemen
(franchising) ? (15)
8. Apakah bentuk kerjasama yang mirip franchising ada di Indonesia
? Berikan contoh perusahaan franchising luar negeri yang ada di
Indonesia !
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 47
2) Kunci Jawaban
1. Keberhasilan seorang wirausaha di dalam mengelola usahanya dapat
diidentifikasi berdasarkan pada :
a. sikap dan kemauan serta tindakan-tindakan yang nyata
b. keberanian untuk berinisiatif
c. kecakapan atau keahlian
d. kreatifitas dan percaya diri
e. pengalaman dan pendidikan
2. Faktor-faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan
usaha barunya :
a. Tidak kompeten dalam manajerial.
b. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik.
c. Kurang dapat mengendalikan keuangan.
d. Gagal dalam perencanaan.
e. Lokasi yang kurang memadai.
f. Kurangnya pengawasan peralatan.
g. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.
h. Ketidak mampuan dalam melakukan peralihan/transisi
kewirausahaan
3. Lima variabel karakteristik pribadi yang perlu Anda pertimbangkan
dalam menentukan bidang usaha, diantaranya adalah
a. Pendapatan
b. Jual Beli
c. Manusia pagi atau manusia malam
d. Perjalanan
e. Karyawan
4. Beberapa bidang usaha yang dapat Anda pilih antara lain :
a) Bidang usaha pertanian
b) Bidang usaha pertambangan
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 48
c) Bidang usaha pabrikasi
d) Bidang usaha konstruksi.
e) Bidang usaha perdagangan.
f) Bidang usaha jasa keuangan.
g) Bidang usaha jasa perorangan.
h) Bidang usaha jasa-jasa umum.
i) Bidang jasa wisata.
5. ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau
memasuki dunia usaha, yaitu :
a. Merintis usaha baru (starting).
b. Membeli perusahaan orang lain (buying),
c. Kerjasama manajemen (franchising),
6.Untuk memulai usaha, seorang calon wirausaha harus memiliki
kompetensi usaha yang diperlukan meliputi :
a. Kemampuan teknik.
b. Kemampuan pemasaran.
c. Kemampuan finansial.
d. Kemampuan hubungan.
7. Kerjasama manajemen (franchising), yaitu suatu kerjasama antara
entrepreneur (franchisee) dengan perusahaan besar yang memberikan
lisensi (franchisor/parent company) dalam mengadakan persetujuan
jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba).
9. Dalam kerjasama franchising, perusahaan induk memberikan
bantuan manajemen secara berkesinambungan. Keseluruhan citra
(goodwill), pembuatan dan teknik pemsaran diberikan kepada
perusahaan franchisee. Contohnya franchising yang dilakukan antar
negara: McDonald’s, Kentucky Fried Chicken (KFC), Fizza Hut dll. Di
Indonesia, bentuk kerjasama yang mirip dengan franchising namun
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 49
berbeda adalah sistem bapak angkat atau kemitraan. Contoh
franchising milik orang Indonesia adalah Es Teler 77.
3) Kriteria Penilaian
Cocokan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban modul ini. Hitunglah
jawaban Anda yang benar, angka yang ada dibalik nomor soal
merupakan skor nilai dari nomor tersebut. Kemudian gunakan rumus
di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap
materi kegiatan belajar pada modul ini.
Jumlah Skor Jawaban Anda
Tingkat Penguasaan = x 100 %
100
Arti tingkat pemahaman Anda
90 % - 100 % = Amat Baik dan Sangat Berhasil
80 % - 89 % = Baik dan Berhasil
70 % - 79 % = Kurang Berhasil
< 69% = Tidak Berhasil
Tingkat kelulusan bisa dicapai bila Anda bisa menjawab 80% dari soalsaol
di atas. Apabila kurang dari standar di atas, Anda dianggap tidak
lulus.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 50
BAB III
PENUTUP
Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% ke atas, baik dan
berhasil. Anda boleh mengajukan ujian sertifikasi ! Tetapi bila tingkat
penguasaan Anda masih di bawah 80% Anda belum berhasil dan Anda
harus mengulangi mempelajari kegiatan belajar dalam modul ini, terutama
bagian yang belum Anda kuasai untuk mengajukan uji sertifikasi.
Modul 11 : Menganalisis Kebutuhan dan Lingkungan Usaha (B1.11.KWU) 51
Daftar Pustaka
Ating Tedjasutisna, 2004, Memahami Kewirausahaan SMK Tingkat 1,
Berdasarkan Kurikulum 2004, Bandung, CV. Armico.
Bernt Adelstat dan Nurhayat Indra (Ed), 1993, Pengembangan Bisnis
Koperasi, Manual Pelatih, Jakarta, Kerjasama PUSLATKOP & PK
Depkop dan PPK Ri dengan ILO CO- OPERATIVE PROJECT.
Buchari Alma, 2004, Kewirausahaan, Bandung, Penerbit Alfabeta.
Hisrich Robert D., Michael P. Peters, 1998, Entrepreneurship, New
York, Irwin Mc Graw-Hill.
Meredith, Geoffrey G. et al, 2000, Kewirausahaan : Teori dan
Praktek, penerjemah : Andre Asparsayogi, Jakarta, Lembaga
Manajemen PPM dan PT Pustaka Binaman Pressindo.
----------------, 1996, Berani Ambil Resiko, Seri Panduan Kewirausahaan
TKMT Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Departemen
Tenaga Kerja RI
Suryana, 2003, Kewirausahaan : Pedoman Praktis, Kiat dan Proses
Menuju Sukses, Edisi Revisi, Jakarta, Penerbit Salemba Empat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar