SMK Negeri 1 Pangkalpiang

Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 10 Juni 2010

tehnik menjual

1. Teknik Menjual
Meyakinkan calon pelanggan atau calon pembeli supaya mau membeli tidak dapat dipisahkan dari cara menawarkan. Penjual harus berusaha memperkecilkan kekurangan yang terdapat pada barang dagangan dengan menunjukkan kelebihan yang terdapat dalam barang, semua informasi tentang barang harus dibuktikan sehingga calon pemebeli tidak kecewa. Dalam proses penjualan, klimaksnya adalah saat pembeli mengambil keputusan untuk membeli.
Dalam dunia penjualan terdapat bermacam teori yang berkaitan dengan teknik-teknik menjual. Salah satunya adalah teori AIDAS. Didalam teori AIDAS terdapat tahapan-tahapan, sebagai berikut:
1. Attention (perhatian)
Tahap dimana penjual harus memperhatikan penawaran yang dilakukan calon pembeli dengan memperhatikan sikap, tindak tanduk, bahasa, cara berbicara, dan cara berpakaian calon pembeli. Kesan pertama yang baik akan berpengaruh positif pada terjadinya penjualan.
2. Interest (minat)
Tahap dimana penjual harus dapat mengubah perhatiaon calon pembeli menjadi minat yang semakin kuat dengan cara menciptakan suasana yang menyenangkan, menanamkan kepercayaan kepada calon pembeli agar merasa dirinya seperti orang penting, memberikan jalan untuk mempermudahkan pembeli membuat keputusan serta melakukan pendekatan kepada calon pembeli.
3. Desire (Keinginan)
Tahap dimana penjual harus dapat meyakinkan pembeli untuk mengambil keputusan untuk membeli atau tidak. Karena kebiasaan calon pembeli dalam mengambil keputusan tidaklah sama, hal ini disebabkan faktor pendapatan, jenis kelamin, status sosial, pendidikan dan lain-lain. Oleh sebab itu pada tahap ini penjual harus dapat meyakinkan pembeli dengan menjelaskan keuntungan yang akan didapatkan calon pembeli bila membeli barang serta kerugian yang dialami bila tidak membeli.
4. Action (tindakan)
Tahap dimana penjual meyakinkan penjual bahwa keputusan untuk membeli produk yang ditawarkan adalah keputusan yang tepat.
5. Satifaction (kepuasan)
Tahap dimana penjual dapat memastikan bahwa kulitas produk yang ditawarkan sesuai dengan yang dijelaskan. Yakinkan pembeli menjadi puas, arahkan dan bimbingkan serta beri petunjuk sehingga pembeli menjadi pelanggan kita.

a. Keterampilan Penjual
Profesi penjual adalah profesi yang cukup terhormat saat ini, bukan lagi profesi yang dianggap rendah seperti pandangan masyarakat tradisional. Banyak orang sukses dengan profesi ini dan profesi ini bukan profesi sambilan atau pekerjaan sampingan lagi. Saat ini industri telah banyak memberikan penghargaan baik berupa bonus, komisi maupun hadiah kepada penjual.

 Ciri-ciri seorang penjual yang terampil dan professional dalam menjual adalah:
1. memiliki kemampuan menjual yang memuaskan pembeli,
2. memiliki suatu kebanggan terhadap profesinya,
3. mau belajar untuk menambah pengetahuan dalam menjual,
4. memiliki standar ekstra yang tinggi dalam menjual,
5. tidak menyalahi janji jika menjual,
6. memahami bahwa pekerjaan menjual berarti melayani,
7. menjaga keutuhan pribadinya dan kemerdekaannya dalam menjual.

 Beberapa sifat yang harus dimiliki oleh seorang penjual yang baik, antara lain:
1. mampu berkomunikasi,
2. penuh inisiatif,
3. berpikir kreatif,
4. penuh perhatian,
5. tidak mudah putus asa,
6. menarik, mudah bergaul dan selalu bergembira,
7. sopan santun, lurus hati dan disiplin,
8. bijaksana.

b. Seni Menjual
Dunia perdagangan yang penuh dengan persaingan menciptakan satu kondisi yang berakibat munculnya kebingungan konsumen terhadap macam-macam produk yang tawarkan, karena kemiripan baik dalam hal merk, kegunaan, kualitas maupun harganya. Disinilah penjual dituntut lebih kreatif dalam menarik minat konsumen sebanyak-banyaknya dan akhirnya memenangkan persaingan yang sehat.
Agar dapat menjadi penjual yang sukses dan mampu memenangkan persaingan, maka seorang penjual harus mempersiapkan dirinya, mempelajari seluk beluk penjualn, baik teori maupun praktik.

1. Sejarah singkat seni menjual (salesmanship)
Kegiatan jual beli sebenarnya sudah dilakukan sejak dulu. Hanya saja dahulu dilakukan dengan cara sederhana yaitu melalui tukar menukar barang (barter), karena pada saat itu belum ada uang. Barter akan terjadi apabila:
o kedua belah pihak saling membutuhkan
o kedua belah pihak saling menyetujui
o kedua belah pihak saling mendapat keuntungan

Berkembangnya peradaban manusia, teknologi dan perkembangan jaman membuat kegiatan penjualan harus dilakukan dengan suatu seni, yaitu menjual (salesmanship) yang merupakan tuntutan dari dunia bisnis, mengingat persaingan antara produk atau jasa dari perusahaan harus disiasati dengan keahlian para penjualnya dengan menggunakan seni menjual yang positif.
Tanpa penjual yang handal, perusahaan akan berhenti berputar, sebab tanpa keahlian penjual barang tidak akan lancer sampai ke tangan pembeli.

2. Pengertian salesmanship (seni menjual)
Adalah Suatu ilmu yang dapat digunakan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu seni untuk mempengaruhi orang lain supaya bersedia membeli barang atau jasa yang ditawarkan.
Menurut Kho Hwat Yoe, ilmu menjual adalah suatu seni dalam dagang dan gaya hidup untuk dapat mempengaruhi orang-orang supaya berpikir, merasakan dan melakukan kehendak kita, sehingga mereka mendapat keuntungan bila memiliki atau membeli barang yang kita tawarkan.

3. Seluk beluk ilmu menjual
a. Manfaat ilmu menjual
Menjual adalah suatu masalah perorangan yang sifatnya kreatif yang memrlukan keahlian yang tidak mungkin diganti dengan mesin. Adapun manfaat ilmu menjual, antara lain:
o memperlancar tugas penjual dalam melakukan kegiatan dagang,
o penjual dapat mengatasi segala macam tantangan atau hambatan yang kadang timbul ditengah kegiatan menjual,
o membantu penjual dalam mengatasi persaingan yang semakain ketat, baik dalam negeri maupun luar negeri,
o meningkatkan omzet penjualan.

b. Objek ilmu menjual
o Penjual, sebelum melakukan penjualan barang/jasa, seseorang penjual harus mengenali dan mengetahui keadaan dirinya sendiri terlebih dahulu, yaitu menyangkut keadaan fisi, seperti penglihatan, pendengaran, nada suara, gaya bicara serta penampilan yang kesemuanya akan memperlancar dan mempermudah penjual dalam menghadapi pelanggannya.
o Barang atau jasa yang dijual, sebelum melakukan penjualan, penjual harus mengenali dan mengetahui seluk-beluk barang/jasa yang akan dijual, yaitu: sifat, guna dan spesifikasi dari barang/jasa yang ditawarkan sehingga penjual siap ketika suatu saat dihujani pertanyaan calon pembeli mengenai barang/jasa yang ditawarkan.
c. Cara Mengadakan Kontak dengan Penjual
1. datang sendiri memperkenalkan diri
2. dengan perantara orang lain
3. dengan perantara surat
4. dengan perantara telepon
5. dengan melalui organisasi atau perkumpulan
6. dengan melalui pameran

d. Cara Menghadapi Pembeli atau Pelangan
1. Menciptakan suasana yang menyenagkan
o buatlah suasana persahabatan yang intim
o besarkan perasaan hati pembeli atau pelanggan agar merasa dirinya itu adalah pelanggan penting
o tanamlah kepercayaan pada dirinya sendiri agar ia menghayati ilham atau inspirasi atau pikiran
o berikan jalan untuk mempermudah pembeli dalam menentukan keputusan
2. mengadakan pendekatan kepada pembeli
o memberi salam
o menunggu sejenak
o pendekatan dagang
o menaruh perhatian

e. Mengatasi Keberatan Pembeli atau Pelanggan
o Penjual harus mengetahui lebih dahulu, berupa apa saja keberatan yang diajukan pembeli atau pelanggan. Misalnya dalam hal: harga, ukuran, model, motif, corak, kualitas dan sebagainya.
o Dengarkan baik-baik segala keberatan pelanggan yang diajukan dan jangan memotong pembicaraan calon pembeli atau pelanggan. Jauhkan diri dari pertengkaran, walaupun calon pembeli atau pelanggan mencela.
o Ulangi keberatan calon pembeli atau pelanggan itu secara perlahan-lahan, tetapi yakin bahwa keberatan itu dapat diatasi. Dalam hal ini penjual tidak perlu menyesali calon pembeli atau pelanggan. Buatlah calon pembeli atau pelanggan menjadi puas.

f. Tipe Pembeli atau Pelanggan
a. The deliberate customers, tipe pelanggan yang menghendaki fakta-fakta atau kadang-kadang advis tentang konstruksi dengan cara-cara penggunaan barang-barang yang akan dibelinya. Pertimbangkan setiap pembeliannya.
b. The undecided customers, tipe pembeli atau pelanggan yang tidak dapat memutuskan ukuran, warna dari barang yang dibeli.tugas penjual disini adalah mencoba menentukan apa sebenarnya yang dibutuhkannya. Arahkan dan Bantu agar pembeli atau pelanggan dapat memutuskan pembeliannya.
c. The know it all customers, tipe pembeli yang mengetahui segalanya, dialah yang bercerita kepada penjual, walaupun yang diceritakannya tidak seluruhnya benar. Jangan membantahnya., berilah keteranganyang tepat secara bijaksana dengan menempuh cara yang tidak langsung.
d. The decided customers, tipe pelanggan atau pembeli yang telah mengetahui dan memutuskan apa yang akan dibelinya dan penjual harus cepat melayani dan mengambilkan barangnya. Bial ada pertanyaan berilah keterangan yang bersifat khusus dan jangan memberikan keterangan yang bersoifat umum.
e. The I get discount customers, tipe pelanggan atau pembeli yang menghendaki potongan (diskon) harga dari barang-barang yang dibelinya.
f. The talkactive customers, tipe pelanggan yang senang mengobrol, tetapitidak mengarah kepada pembelian. Arahkanlah obrolanya supaya dia mau membeli
g. The silent timid customers, tipe pelanggan atau pembeli yang merasa canggung dan merasa takut kalau kekurangan pengetahuannya tentang sesuatu barang, diketahui penjual.
h. The decided but mistaken customers, tipe pelanggan atau pembeliyang mendatangi penjual tau took dengan suatu keputusan dalam pikirannya untuk membeli barang tertentu, akan tetapi menurut menjual pilihannya tidak sesuai dengan maksud penjualan. Dalam hal ini jangan berdebat, beritahu manfaat dari barang tersebut.

g. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan penjualan

1. jangan membicarakan soal agama dan politik ketika sedang melakukan pembiccaraan dagang.
2. jangan masuk kantor sambil menghisap rokok dan jangan coba menawarkan barang kepadanya.
3. jangan berjanji kepada calon pembeli atau pelanggan kalau memang sadar tidak dapat memenuhinya.
4. jangan mengobrol trelalu lama, sampai menjemukan orang yang mendengarkannya.
5. jangan mengetuk pintu terlalu keras swaktu ingin menemui calon pembeli atau pelanggan.
6. jangan menawarkan barnag-barang dalam keadaan pakaian kusut atau kotor dan tersusun rapi.
7. jangan memuji barang sendiri setinggi langit dan mencela barang saingan dihadapan pembeli
8. untuk barang yang mahal jangan sebut harganya dahulu sebelum mengemukakan kualitas barang. Dan untuk barang murah sebutlah harganya terlebih dahulu.
9. jangan mengirim barangn yang tidak sesuai, baik dalam hal kualitas maupun bentuknya dengan contoh yang diperlihatkan tanpa memberikan alasan-alasan yang meyakinkan.
10. jangan tidur terlampau jauh malam sehingga melupakan tugas dan kewajiban.


h. Dalam strategi bisnis dan kewirausahaan ada 3 usaha dalam rangka menguatkan nilai layanan,
Memperbaiki Nilai
Memperbaiki Nilai merupakan langkah di mana terkadang pelanggan dan budaya lingkungan terjadi perubahan, sehingga nilai yang kita sajikan beberapa waktu lalu perlu disesuaikan/diperbaiki, hal ini bertujuan untuk meningkatkan satu keistimewaan nilai yang lebih baik dari pesaing. Membangun kesan dan keistimewaan, karena ada dorongan faktor eksternal atau internal yang bergeser. Misal kecepatan dan kekompakan 4 tukang parkir dan kepekaan terhadap kemampuan menyopir/membawa kendaraan pengguna sangat terbantu, tidak justru malah grogi dengan aba-aba yang tidak jelas.
Memperluas Nilai
Memperluas adalah usaha untuk menambah manfaat bagi konsumen atau pengguna dari layanan yang ada secara umum atau layanan standar kita yang lama. Dalam kasus parkir adalah selain mendapatkan layanan parkir juga adanya perluasan layanan penyeberangan yang memotongkan arus jalan yang padat demi kemudahan penyeberangan kendaraan. Ada jaminan keamannan dan kenyamanan, walau parkir kendaraan awalnya cuma seperti nitip diawasinya motor/mobil.
Mengembangkan Nilai
Usaha dan upaya untuk menambah fasilitas yang tidak ada sebelumnnya. Dalm kasus tukang parkir ini adalah ucapan yang wajib dari tukang parkir: “Selamat jalan Bos, hati2″. Tentu pengguna parkir menjadi lebih merasa mendapatkan kepedulian dan perhatian.
Sudahkan anda membangun nilai dari usaha anda? Usaha/bisnis boleh masih tradisi0nal namun layanan profesional. Yang usaha MLM sekarang menjadi lebih peduli terhadap keadaaan ekonomi sang downlinenya. Yang usaha pabrik menjadi berpikir bahwa baju dari pabriknya harus selalu beraroma sejuk tidak berbau apek cirikhas pabrik. Yang usaha bakso mencoba menekankan unsur komunikasi dan persahabatan sehingga tukang bakso namun juga agen informasi yang positif, misal tahu lokasi pijat yang enak, berita pencurian agar pembeli bakso juga miningkatkan kewaspadaan. Tentukanlah langkah hebat dalam strategi bisnis anda
i. Pentingnya Mengenal pelanggan
Harapan terbesar yang mengarah win win solution dalam bidang web salah satunya adalah terpuaskannya pelanggan atas hasil pengerjaan web sekaligus terpuaskannya pembuat atau pengembang web termasuk kepuasan salary atau honor yang diterima. Titik temu dari 2 kepentingan tidak akan muncul kalo pengembang web tidak pernah memahami sejauh mana sebenernya harapan pelanggan dan pengetahuan pelanggan akan sebuah internet utamanya web.
Secara umum calon pelanggan atau pelanggan anda mempunyai pola pikir dan anggapan terhadap internet ada beberapa hal:
1. Internet sebagai media promosi yang murah dan efektif
2. Internet sebagai media pengiriman data dan surat-menyurat
3. Internet sebagai media pembayaran online
4. Internet sebagai toko virtual atau penjualan online
5. Internet sebagai pusat berita dan informasi palin aktual
6. Internet sebagai media prestisius mendukung eksistensi reputasi (artis, konsultan)
7. Internet sebagai media iklan yang persuasif
8. Internet sebagai media layanan khusus pelanggan dan support
9. Internet sebagai alat monitoring dan evaluasi organisasi/usaha jarak jauh
10. Internet sebagai media pembelajaran dan pendidikan
11. Internet sebagai forum diskusi, pergaulan, atau komunitas
12. Internet sebagai media pendukung akuntabilitas publik
Menghadapi beraneka ragam pemahaman masyarakat tersebut dapat dijadikan Studi Kelayakan Promosi sehingga penentuan alat atau media pendekatan ke konsumen tidak salah sasaran, biaya promosi minim dengan hasil yang optimal, karena kita mengetahui dengan siapa kita berhadapan di masyarakat yang maha luas. Pengusaha web pun dapat menentukan bahasa atau metode diplomasinya ke calon pelanggan atau pelanggan tetap
Selanjutnya sebagai manajer mungkin anda dapat menggunakan informasi-informasi tentang pelanggan anda untuk menentukan :
1. Proposal dan ketajaman dasar pemikiran proposal
2. Penentuan fitur website dan perangkat yang mendukungnya
3. Penentuan karakter desain selanjutnya didelegasikan kepada desainer
4. Program atau tools yang digunakan (HTML, ASP, PHP, JSP, MySQL, Oracle, Access, security system) karena semua itu dapat diketahu dari kesiapan dana dan siapa pengujung webnya kelak
5. Penentuan harga (pelanggan yang mempunyai harapan terlalu tinggi tentu aakan dikenakan tariff yang aman yaitu sedikit lebih tinggi)
6. Bentuk layanan eklusifnya selain layanan reguler
7. Penentuan lokasi server dan pilihan biaya pemeliharaan tahun-tahun mendatang. (Tentunya kalo ingin web di kenali dengan baik oleh Google maka Data Center jangan yang di IIX/Indonesia
Sehingga kalo suatu saat anda didatangi calon pelanggan yang ingin biaya minim dan ingin punya web yang mudah di Crawl+Spider Google tentunya pilih yang Server PHP di USA atau Inggris, setidaknya Hosting di Server Singapore. Jangan pake Server Windows dan di IIX/Indonesia
j. Seni menjual
Dalam tinjauan strategi marketing, semua orang bisa menjual, namun tidak semua orang mampu menjual semua barang dagangan atau produknya secara utuh. Karena memang dalam seni menjual atau teknik menjual, bahwa kesalahan umum salesman salesgirl, lebih berfokus terhadap kuantitas atau pemenuhan target.
Harapan besar seorang marketer atau salesman/girl mampu menjual setinggi-tingginya mencapai impiannya. Sedangkan tuntutan konsumen atau pelanggan berbeda, sehingga perlu menyamakan persepsi.
Secara filosofi seni menjual sebenernya bukan milik sekumpulan pebisnis, divisi marketing, salesman/girl dll. Seorang Inul Daratista adalah seorang penjual, dengan penampilannya di atas panggung. Seorang pengisi seminar, sedang berjualan dengan cara berfikir dan pengalamannya, tentu sang pengisi seminar juga berharap akan dipanggil kembali mengisi.
Berarti menjual dan seni menjual adalah milik banyak orang dan lapisan.
1. Jangan terlalu fokus pada produk anda saja, pikirkan juga kesesuain harga, manfaat, dampaknya terhadap setiap pelanggan agar waktu dan kesempatan menjadi efisien.
2. Kuasai produk-produk sejenis dari pesaing baik dari sisi kelebihan dan kelemahnnya, namun sisi kelemannya tidak untuk disebarluaskan, hanya untuk dapat masuk ke hati konsumen yang pernah memakai produk pesaing
3. Cobalah untuk membuka “strategi komunikasi” dua arah, komunikasi adalah jiwa dari fungsi-fungsi marketing dan penjualan namun hendaknya semangat mempengaruhi dan membujuk didahului dahulu dengan awalan untuk menunjukkan kedekatan dan keramahan kepada calon pembeli. Jangan pancing pemberontakan dari calon pembeli karena muncul paksaan dari anda.
4. Dalam seni menjual yang matang, penjual melakukan proses membujuk/merayu untuk membeli hanya ‘satu bagian’ dari misi sesungguhnya, yaitu membangun komunikasi untuk dapat lebih memberikan ruang promosi. Sehingga janganlah terpaku pada niatan untuk menyampaikan gempuran kata-kata penjualan saja, harus ada rangkaian kata promosi, persepsi, dan pembangunan reputasi.
5. Temukan secara perlahan bahwa kehadiran anda untuk menjual adalah bagian dari pengatasam masalah atau kebutuhan pelanggan. Sehingga ketika setelah terjadi kesepakatn jual beli jangan lupa bahwa anda perlu memberikan kedekatan baik sosial, kekeluargaan, dorongan/motivasi dll, walau hanya sekejab. Raih hatinya dahulu.
6. Pastikan adanya komunikasi jaminan atau garansi dalam setiap transaksi untuk menguatkan kepastian layanan paska transaksi, untuk meningkatkan rasa tenang dari calon pembeli. Tenang tidak kawatir, gelisah dan ragu.
Penjual yang hanya berpikir untuk melakukan penjualan dan lari dari kedekatan hati dengan pelanggan tanpa mampu masuk ke benak pelanggan maka akan menyulitkan diri untuk mengembangkan usaha/penjualan pada waktu mendatang.


k. Negosiasi
Untuk mencapai kesepakatan harga antara penjual dan pembeli tidak terlepas dari kegiatan tawar menara. Secara singkat negosiasi diartikan, sebagai perundingan antara dua belahpihak yang berkepentingan untuk mencapai kesepakatan.

a. Negosiasi atau perundingan terjadi karena beberapa sebab, diantaranya:
1. ada pihak yang berkepentingan
2. ada suatu masalah yang hars dirundingkan
3. ada keinginan untuk mencapai kesepakatan dalam membagi hak datau kewajiban di antara pihak yang berkepentingan
4. adanya usaha untuk menghindarkan persengketaan di masa yang akan dating atau menyelesaikan persengketaan yang telah terjadi
5. ada upaya menjaga kehormatan atau kedaulatan masing-masing pihak.
Pelaksanaan negosiasi, khususna dalam kegiatan jual beli ditunjukkan untuk memfasilitasi kehendak pembeli dan penjual, yaitu merundingkan masalah yang berkaitan dengan hak dan kewajiban pihak pembeli dan penjual.
Untuk mencapai satu kesepakatan memuaskan kedua belah pihak, maka ada baiknya kegiatan negosiasi dilandasi dengan akal sehat, niat yang baik, rasa tanggungjawab, kejujuran dan rasa saling menghormati.

b. Strategi Bernegosiasi secara umum
1. strategi menang-menang (win-win solution)
berorientasi pada kemenangan kedua belah pihak. Dengan melihat subtansi yang dinegosiasikand dengan menempatkan danmenjunjung tinggi hak dan kewajiban para pihak yang bernegosiasi, serta penyelesaian masalahnya didasari rasa manusiawi dan saling menghormati.
2. strategi menang-kalah (win-lose strategy)
untuk memperoleh kemenangan mutlak dengan mangalahkan orang lain. Strategi ini didasarkan pada keinginan untuk mengalahkan pihak lain denganmengambil sesuatu yang menguntungkan dirinya dan merugikan orang lain. Strategi ini hanya dapat menyelesaikan masalah sekali saja. Strategi ini sama sekali tidak dianjurkan, karena bukan menuntaskan masalah, melainkan sering kali justru menimbulkan konflik berkepanjangan.
3. strategi kalah-kalah (lose-lose strategy)
strategi yang dipilih seseorang karena didasari oleh perasaan untuk melampiaskan kemarahan dan cenderung tidak menggunakan akal pikiran yang sehat. Masing-masing pihak cenderung melakukan tindakan yang merugikan kedua belah pihak sehingga keduanya menjadi pihak yang kalah. Stratei ini tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah atau mencapai kesepakatan, melainkan sebaliknya, penggunaan strategi ini justru akan menambah masalah dan memperpanjang konflik.

c. Persyaratan atau kriteria yang harus dimilki seseorang yang ditunjuk untuk melakukan negosiasi, antara lain:
a. mempunyai wawasan yang luas dalam bidang yang akan dirundingkan.
b. mempunyai kemampuan berkomunikasi
c. mempunyai kemapuan mengungkapkan dan mengekpresikan subtansi permasalahan
d. mempunyai kepercayaan diri yang kuat, tidak berlebihan
e. sikap dan penampilan yang baik
f. mempunyai kepndaian dalam mengambil keputusan
g. selalu berpikir positif
h. pandai mengendalikan emosinya

d. Negosiasi dalam jual beli
Didalam jual beli pada umumnya materi yang diperbincangkan antara pihak penjual dangan pihak pembeli meliputi:
1. harga barang yang diperjual belikan
2. banyaknya barang yang diperjual belikan
3. waktu dan lamanya pengiriman
4. cara penngiriman dan alat transportasi yang digunakan
5. cara dan waktu pembayaran
6. cara mengajukan klaim bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, missalnya keterlambatan penyampaian barang, keterlambatanpembayaran, kerusakan barang, serta ketidakcocokan barang yang dipesan dengan barang yang diterima.
7. asuransi dan ongkos pengiriman
8. pembuatan surat kesepakatan atau perjanjian
penentuan jangka waktu berlakunya perjanjian

l. Saluran dan Jaringan Distribusi
Distribusi merupakan bagian dari kegiatan pemasaran yang meliputi penjualan, pembungkusan, pengepakan, pengangkutan, dan pengiklanan. Dengan adanya pendistribusian, transaksi bisnis dapat diselesaikan dengan lancer. Distribusi yang baik dan lancer akan mempengaruhi kelancaran proses produksi.

a. Pokok-pokok saluran distribusi
Perusahaan berhak memilih dan menetapkan penyaluran produknya melalui distributor (pedagang besar) yang dapat menyalurkan pada subdistributor (pedagang menengah) dan diteruskan lagi ke para pengecer (retailer), selanjutnya pengecer menjual lagi kepada konsumen akhir.

Pokok-pokok saluran distribusi yang dijalankan perusahaan di antaranya, adalah:
1. secara langsung
produk yang dihasilkan produsen disampaikan secara langsung ketangan konsumen akhir tanpa perantara.




2. secara semi langsung
produk yang dihasilkan perusahaan kepada konsumen melalui saluran milik produsen sendiri.









3. secara tidak langsung
Produk yang dihasilkan produsen disampaikan secara tidak langsung ke tanagan konsemen melainkan harus melalui lembaga-lembaga penyalur.





b. Alasan-alasan menggunakan saluran distribusi
1. jarak yang terlalu jauh antara produsen dan konsumen
karena jauhnya jarak tersebut untuk memenuhi semua kebutuhan konsumen akan barang dan jasa sangata diperlukan adanya saluran distribusi, sehingga barang dan jasa bias sampai pada konsumen dengan segera dan terus menerus tanpa membuat menunggu lama.
2. penghematan biaya dan waktu
biaya dan waktu yang diperlukan oleh produsenuntuk menyebarkan produknya ketangan konsumen dapat dihemat.
3. untuk pemenuhan kebutuhan konsumen
untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang muncul setiap saat.
4. produsen dapat berkonsentrasi dalam berproduksi
dengan memberikan wewenang pendistribusian, produsen dapata mengkonsentrasikan pada kegiatan memproduksi barang-barang, sehingga keduanya bias berjalan lancer.

c. Macam-macam saluran distribusi
1. distribusi insentif, diusahakan sebanyak mungkin agar dapat menjual produk sebanyak-banyaknya dan lebih mendekati konsumen sehingga lebih mudah mendapatkan barang. Contoh : barang convenience goods, misalnya gula, minyak goring, beras, sabun mandi, dan sebagainya.
2. distribusi selektif, ditentukan secara terbatas, hal ini disebabkan karena untuk menekan biaya penjualan. Produk yang dijual bukanlah sembarang produk merupakan produk yang harganya relatif mahal dan konsumennya adalah golongan tertentu. Contoh : barang consumen durable goods, yaitu produk pakai yang tahan lama dan memerlukan pemeliharaan khusus, misalnya mobil, motor, dan barang mewah.
3. distribusi ekslusif, diberikan kepada penyalur yang menjadi sales representative dari produsen. Penyalur ekslusif harus berwibawa dan berkepribadian baik karena diandalkan untuk menjadi wakil produsen. Untuk menjadi penyalur ini terlebih dahulu harus mendapat izin atau hak dari yang berwajib. Contoh, computer, phot kamera, kacamata, dan sebagainya.
Seni Menjual dan Teknik Promosi
Tujuan dasar program pejualan suatu perusahaan adalah
melakukan penjualan yang menguntungkan atas nama perusahaan.
Strategi dan rencana penjualan diimplementasikan untuk membantu
tercapainya tujuan penjualan, misalnya program periklanan dapat
diimplementasikan untuk membantu meningkatkan volume penjualan
produk atau jasa tertentu.
Teknik penjualan merupakan cara-cara atau kiat-kiat yang
dilakukan oleh penjual dalam rangka meraih konsumen.
Ada empat langkah dalam melakukan teknik penjualan, yaitu:
(1)Tentukan Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan
Untuk menentukan kebutuhan konsumen haruslah terlebih dahulu
diadakan semacam pengamatan atau penelitian sederhana terhadap
kebutuhan konsumen, misalnya barang atau jasa apa yang
dibutuhkan dan diinginkan konsumen? Berapa jumlahnya, siapa
yang membutuhkan dan kapan mereka memerlukan?
(2) Pilihlah Pasar sasaran Khusus
Ada tiga jenis pasar sasaran khusus, yaitu:
a) Pasar individual, adalah pasar yang memberikan layanan kepada
individu-individu tertentu untuk memenuhi kebutuhan secara
individual. Jenis pasar ini sangat cocok untuk perusahaan kecil
dan menengah.
b) Pasar khusus, yaitu pasar yang memberikan pelayanan khusus
untuk konsumen tertentu, misalnya petani, pegawai negeri,
pedagang dan sebagainya. Jenis pasar khusus sangat cocok
untuk perusahan kecil.
c) Pasar tersegmentasi, yaitu pasar yeng menyediakan pelayanan
bagi kelas konsumen tertentu, misalnya untuk pelanggan kelas
berpendapatan tinggi, kelas pelanggan berpendapatan sedang
dan kelas pelanggan berpendapatan rendah. Konsumen
dikelompokan berdasarkan geografis (desa, kota), demografis
(jenis kelaamin, usia, pendaptan, tingkat pendidikan) dan kelas
sosial (tingkat sosial, gaya hidup), serta faktor perilaku.
(3)Tetapkan Posisi Pasar
Setelah menentukan segmentasi pasar, perusahaan harus
menentukan “posisi’ yang ingin diduduki segmen tersebut.
Menetapkan posisi pasar ialah menyusun produk di tempat yang
lebih jelas, khas, sehingga menimbulkan hasrat terhadap produk
tersebut dalam pikiran konsumen daripada produk sejenis yang lain.
(4)Tempatkan Strategi Penjualan dalam Persaingan
Perusahaan harus lebih siap untuk melakukan bauran pemasaran
sebagai strategi dalam pengelolaan perusahaan. Bauran pemasaran
adalah kombinasi penawaran produk, penetapan harga, metode
promosi, dan sistem distribusi untuk menjangkau kelompok
konsumen tertentu.
(5)Pilih Strategi penjualan yang paling Tepat.
Memilih strategi dengan menempatkan keempat bauran pemasaran,
produk, harga, promosi, dan distribusi tadi.
2008 Perilaku Konsumen : Pendahuluan

Kuliah - Perilaku Konsumen



Apakah Perilaku Konsumen itu? Perilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengaturbarang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka. Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumberdayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.
Tentunya kita ingat dengan 5W+1H
Why : Mengapa mendapatkan barang/jasa tersebut ?
What : Berupa apa barang/jasa tersebut ?
Who : Siapa yang mendapatkan barang/jasa itu ?
When : Kapan bisa didapatkan barang/jasa tersebut ?
Where : Dimana barang/jasa tersebut bias didapatkan ?
How : Bagaimana barang/jasa tersebut didapatkan ?

Contohnya :
Si A, mahasiswa universitas swasta terkenal di Jakarta (Who) ingin membeli (How) Nokia E90 (What). Ia ingin membeli E90 karena HP teman-teman sepermainan si A canggih semua (Why). Ia berencana membelinya akhir minggu ini setelah mendapatkan uang saku dari orang tua (When) di pusat perdagangan HP di dekat kampusnya (Where).

Mempelajari 5W+1 H ini merupakan inti dari Perilaku Konsumen. Mungkin ada yang bisa memberi contoh lainnya
Trik & Solusi Hadapi Berbagai Tipe Pelanggan

Menjunjung tinggi slogan 'Klien adalah raja' sudah menjadi bagian dari pemikiran 'wajib' karyawan yang bekerja sebagai customer service atau customer care. Berikut trik para wanita yang bekerja di bagian customer service/customer care, dalam menghadapi tipe klien yang berbeda-beda. Siapa tahu bisa jadi inspirasi buat Anda yang berada di bagian yang sama!

Tipe pelanggan irasional

"Pernah satu kali saya harus berhadapan dengan pelanggan yang benar-benar mengesalkan. Dia mengeluhkan kalau fasilitas yang kita berikan tidak memuaskan dan bersifat 'menipu'. Menurutnya, seringkali dikatakan free service, tapi ternyata ia harus membayar karena telah menggunakan fasilitas yang ada. Padahal setelah kita minta ia mengirim bukti tagihannya, ternyata fasilitas yang digunakan bukan dari perusahaan kita," ungkap Dwi, 25, CC IT Company.

Solusi : Pelajari product knowledge yang dikeluarkan oleh perusahaan. Kejadian seperti ini sering terjadi karena si pelanggan tidak mendapatkan informasi yang cukup tentang produk atau pelayanan yang diberikan perusahaan. Semakin Anda mengetahui dengan lengkap informasi tentang produk yang Anda jual atau tawarkan, maka Anda semakin mempunyai kekuatan untuk memberikan argumentasi ke klien.

Tipe pelanggan pemarah

"Guest is always right! Biar dia marah-marah, tetap saja kita harus super sabar menghadapinya. Pernah suatu ketika, setelah pihak hotel minta maaf, tamu tersebut tetap marah-marah dan bilang kalau menginap disini adalah bad experience buat dia. Bagaimana dia mau mengerti, kalau dari awal sudah pasang muka tidak bersahabat!" ujar Fajar, 25, ex. Guest Service Officer sebuah Hotel Bintang 5.

Solusi : Ada sebuah peraturan tidak tertulis yang mengajarkan bahwa seorang Customer Service harus punya sifat super sabar. Biar bagaimana pun Anda harus menyadari bahwa dasar pekerjaan ini adalah akan menerima lebih banyak complain (keluhan) daripada salutation (ucapan terima kasih atau penghargaan). Tapi bukan berarti menjadi posisi yang tidak mengenakkan. Kalau Anda mau sadari, justru ujung tombak perusahaan ada pada posisi Anda. Terpenting pelajari filosofi customer care division tempat Anda bekerja dan bertindaklah seperti semboyan itu !

Tipe pelanggan bertele-tele

"Pelanggan sebenarnya tidak ada yang bermasalah kok, selama kita memberikan informasi yang jelas tentang produk yang kita tawarkan. Kalaupun ada, sebenarnya lebih kepada klien yang sering tidak fokus menanyakan sesuatu. Mau bertanya A, kok malah lari ke B, Kita jawab yang B, dia bilang bukan menanyakan hal tersebut. Pelanggan seperti ini kadang bikin kita bingung juga, sebenarnya maunya apa…," kata Lia, 29, yang telah bekerja 7 bulan di salah sebuah bank terkemuka di Jakarta.

Solusi : Kalau bertemu dengan klien yang seperti ini, satu hal yang harus Anda lakukan adalah berpanduan pada standarisasi jawaban komplain yang biasanya telah dibuat perusahaan. Jangan pernah menjawab hal-hal yang tidak ditanyakan. Fokus saja pada permasalahan yang ditanyakan oleh pelanggan dan jangan menjebakkan diri dengan pertanyaan yang tidak terkait. Apalagi dalam sehari bukan tidak mungkin, Anda harus melayani berpuluh-puluh keluhan kan…

Tipe pelanggan 'unrealistic expectations'

"Suatu hari ada seorang ekspatriat yang datang membeli alat elektronik di toko kami. Dari awal Saya sudah mengatakan kalau toko hanya menyediakan barang-barang second hand. Tapi dia terlanjur tertarik untuk membeli sebuah produk. Eh, keesokan harinya, dia malah komplain dan mengatakan barang yang dibeli ternyata ada cacatnya. Mana mungkin ada garansi, karena dari awal Saya sudah tegas mengatakannya! Dan dia tetap bersikeras uangnya harus dikembalikan…," tutur Irfan, 27, client service.

Solusi : Memang sulit menghadapi klien yang 'mimpi' mendapatkan 'sesuatu' ketika melakukan komplain. Solusi yang bisa dilakukan adalah jika kesalahan memang berasal dari perusahaan, memang mau tidak mau Anda harus memberikan complainmentary services sebagai pengganti kesalahan yang telah dilakukan. Tapi, kalau kesalahan memang bukan dari Anda atau perusahaan, sebaiknya jelaskan realita yang terjadi pada pelanggan. Kalau dia masih bersikeras, mungkin Anda harus membawa masalah ini ke atasan. Biar bagaimana pun klien yang seperti ini sulit untuk dibangunkan dari mimpinya!
Si A, mahasiswa universitas swasta terkenal di Jakarta (Who) ingin membeli (How) Nokia E90 (What). Ia ingin membeli E90 karena HP teman-teman sepermainan si A canggih semua (Why). Ia berencana membelinya akhir minggu ini setelah mendapatkan uang saku dari orang tua (When) di pusat perdagangan HP di dekat kampusnya (Where).

7 Tips Mempertahankan Konsumen
Penulis: Penulis tanpa daftar / Diterbitkan: 01 Agustus 2009 / 1 komentar / Artikel Bisnis / 1,734 views
Ada 2 hal yang tidak dapat dipisahkan dalam aktivitas usaha, yaitu penjual dan pembeli yang satu dengan yang lainnya saling berinteraksi. Apapun jenis usaha yang kita jalankan baik bidang jasa maupun perdagangan tidak terlepas dari dua unsur tadi.
Ada pepatah mengatakan bahwa konsumen adalah raja. Pepatah itu menurut saya masih relevan dengan kondisi sekarang atau bahkan bersifat universal. Penjual tidak akan bisa menjual kalau tidak ada konsumen, begitupun sebaliknya konsumen tidak akan dapat memenuhi segala keperluannya kalau tidak ada penjual.
Menurut saya upaya mempertahankan konsumen jauh lebih sulit daripada mendapatkan konsumen baru. Setiap kegiatan usaha setiap orang akan berlomba-lomba mempertahankan konsumen dengan berbagai cara agar si konsumen tidak pindah menjadi pelanggan lain. Perlakukan konsumen sebagai raja lebih banyak dirasakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Mari kita tengok bagaimana suatu bank, antara bank yang satu dengan bank yang lainnya berlomba-lomba memberikan pelayanan kepada nasabahnya dengan sebaik-baiknya. Mulai dengan dibukakan pintu masuk, ucapan selamat pagi pa.. bu, wajah petugas yang ramah penuh senyum sampai dengan hal-hal penawaran bantuan-bantuan lainnya. Kemudian kita tengok juga bagaimana perusahaan dealer mobil memberikan pelayanan, mulai dengan dibukakan pintu masuk dengan wajah yang ramah dari customer servis, diberikan berbagai penjelasan mengenai suatu produk yang ia jual, memberikan ucapan selamat sampai dengan diantarkannya kembali ke pintu keluar disaat si konsumen pulang. Trik-trik semacam itu mereka berupaya bagaimana merebut hati para customer untuk bisa menjadi mitra. Kalau mau bertahan hidup, itulah memang tuntutannya.
Saya mempunyai pengalaman yang barangkali bisa bermanfaat bagi anda bagaimana mempertahankan kostumer. Begini, saya mempunyai usaha kecil yang dijalankan dari rumah sejak awal tahun 2001 dibidang rental komputer dan jasa pengetikan yang kemudian saya kembangkan dengan menambah jenis usaha berupa warnet, kursus komputer dan service komputer. Usaha kecil kecilan saya ini masih bertahan hidup sampai sekarang karena saya menerapkan konsep yang sepele, “Memberikan Pelayanan Yang Terbaik Buat Konsumen”.
Bagi anda yang mempunyai kegiatan usaha yang sama seperti saya atau apapun usaha yang tengah anda jalankan, ada cara sederhana bagaimana mempertahankan kosumen agar selalu memberi uang kepada kita. Inilah tips untuk anda :
1. Sapalah konsumen dengan baik. Maksudnya adalah, ketika konsumen
dateng ke tempat kita, sambutlah dengan senyum, sedapat mungkin
ucapkan selamet pagi atau siang pa..bu. Point pertama sudah kita
dapatkan berupa kesan “ramah”.
2. Tanyakan apa keperluannya. Kita harus pro aktif menanyakan terlebih
dahulu apa keperluan konsumen dengan ucapan “ada yang perlu saya
bantu?”.
3. Berikan kualitas terbaik. Setiap produk yang kita berikan harus yang terbaik.
Jangan sekali-kali kita memberikan kepada konsumen asal asalan. Hal ini
akan menciptakan kesan buruk bagi pelanggan terhadap produk yang kita
jual.
4. Berikan harga yang wajar. Pada tingkat persaingan yang ketat harga suatu
produk atau layanan sangat menentukan. Untuk membeli sesuatu
konsumen biasanya memilih-milih tempat mana yang lebih murah. Berikan
mereka dengan harga yang wajar tapi tetap dibarengi kualitas yang baik,
basanya konsumen akan balik lagi ke tempat kita.
5. Tepati Janji. Upayakan setiap janji yang kita berikan kepada konsumen
untuk selalu ditepati. Jangan sekali-kali kita memberikan janji kepada
konsumen kalau memang kita tidak bisa memenuhinya. Hindari jangan
sampai konsumen bolak balik ke tempat kita hanya karena janji yang tidak
bisa kita tepati, waktu dan uang sudah mereka buang gara-gara janji kita
yang tidak tepat. Konsumen akan kecewa dan pindah ke tempat lain. Ujung-
ujungnya yang rugi kita sendiri, kehilangan konsumen.
6. Ciptakan kekeluargaan. Pada saat kita tengah memberikan pelayanan,
jangan cenderung terfokus pada hasil penjualan akhir saja. Maksud saya,
pada saat proses pemberian pelayanan berlangsung kita jangan bersikap
monoton. Libatkan mereka dalam suatu obrolan yang ringan-ringan,
misalnya menanyakan tempat tinggal atau bisa juga menanyakan tentang
keluarga mereka. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan hubungan.
7. Ciptakan ikatan psikologis. Hal ini dapat dilakukan apabila kita sudah bisa
menciptakan ikatan kekeluargaan dengan konsumen. Untuk menciptakan
ikatan bathin saya lakukan dengan cara memberikan ucapan pada
momen-monen tertentu, misalnya ucapan selamat ulang tahun, selamat
hari raya dan sebagainya. Cukup dengan cara kirim sms. Kiat ini cukup
ampuh karena konsumen merasa diperhatikan. Nah kalau ikatan bathin
sudah terbentuk sulit bagi konsumen untuk pindah ke tempat lain.
Tujuh tips itulah saya lakukan demi mempertahankan pelanggan. Konsep ini selalu dipertahankan karena saya mempunyai prinsip bahwa pelanggan adalah nyawa usaha saya. Sangat sederhana sekali tapi memang hasilnya cukup baik bagi usaha yang kecil ini bisa bertahan sampai dengan sekarang sekalipun diterpa krisis ekonomi. Nah bagaimana dengan anda?, barang kali punya pengalaman yang lebih bagus dari dari saya, mari kita berbagi pengalaman.
Semoga bermanfaat
Teknik Lobi dan Negosiasi
Posted on April 8, 2008 by Pakde sofa

Teknik Lobi dan Negosiasi
Komunikasi bisnis pada level komunikasi kelompok dan interpersonal dapat berlangsung dalam bentuk lobi dan negosiasi. Dua bentuk kegiatan komunikasi ini mewarnai kegiatan komunikasi bisnis yang dilakukan oleh para pelaku bisnis di mana saja untuk membela kepentingannya. Namun organisasi lembaga bisnis memiliki publiknya masing-masing yang berbeda juga kepentingannya maka lobi dan negosiasi menjadi penting
Lobi merupakan kegiatan yang berupaya agar segala sesuatu berjalan tidak melalui kekuasaan atau koersi melainkan melalui persuasi. Kegiatan lobi yang dilakukan perusahaan-perusahaan umumnya mempekerjakan para pelobi profesional atau juga mempekerjakan mantan pejabat pemerintahan Fungsi lobi adalah untuk melindungi kepentingan organisasi/lembaga bisnis dengan membuka komunikasi pada pihak pengambil keputusan. Ada 3 jenis lobi, yaitu sebagai berikut.
1. Lobi tradisional yang menggunakan pelobi untuk mendekati pengambil keputusan.
2. Lobi akar rumput, yang menggunakan masyarakat untuk mempengaruhi pengambil keputusan.
3. Lobi Political Action Committee, yakni komite yang dibentuk perusahaan-perusahaan besar agar wakilnya dapat duduk di parlemen atau pemerintah.
Sedangkan negosiasi adalah pembicaraan antara dua pihak atau lebih baik individual maupun kelompok untuk membahas usulan-usulan spesifik guna mencapai kesepakatan yang dapat diterima bersama. Fungsi negosiasi adalah untuk menyelesaikan konflik kepentingan dan permasalahan. Ada 4 jenis negosiasi berdasarkan pendekatan dan gayanya, yakni (1) berorientasi bargaining, (2) berorientasi kalah-kalah, (3) berorientasi kompromi, dan (4) berorientasi menang-menang/ kolaboratif.
Baik lobi maupun negosiasi merupakan kegiatan yang sangat membutuhkan keterampilan komunikasi. Keterampilan komunikasi tersebut mencakup mulai dari menulis, meneliti, mengilustrasikan sampai berbicara. Ini sejalan dengan apa yang dikatakan pakar komunikasi, apabila Anda ingin mengubah dunia maka Anda harus menguasai keterampilan berkomunikasi.
Teknik Lobi
Teknik melakukan lobi tidak lepas dari kegiatan lobi memberi informasi dan mempersuasi. Sebelum sampai pada persoalan teknis, kita membahas terlebih dulu 4 bentuk organisasi lobi. Keempat bentuk tersebut adalah (l) perhimpunan, (2) perusahaan perorangan, (3) yayasan, dan (4) koperasi. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Namun di Indonesia, kegiatan lobi belum terorganisasikan secara profesional, melainkan masih dilakukan oleh orang-per orang.
Tahapan lobi dimulai dari (1) pengumpulan fakta, (2) interpretasi terhadap langkah pemerintah, (3) interpretasi terhadap perusahaan, (4) membangun posisi, (5) melemparkan berita nasional, dan (6) mendukung kegiatan pemasaran. Dari dimensi hubungan manusiawi, teknik lobi tersebut adalah:
a. menganalisis iklim;
b. menentukan lawan dan kawan;
c. mengidentifikasi kelompok kecil yang akan menentukan iklim opini;
d. membentuk koalisi;
e. menetapkan tujuan;
f. menganalisis dan mendefinisikan penyebab kasus;
g. menganalisis berbagai macam segmen khalayak;
h. memperhitungkan media;
i. mengembangkan kasus;
j. menjaga fleksibilitas.
Secara lebih teknis langkah-langkah lobi dilakukan dengan (1) mengetahui motif-motif orang yang terlibat dalam lobi, (2) mewaspadai jebakan, (3) menetralisir sikap lawan, (4) memperbesar situasi media dan menyusun rancangan pendekatan media.
Teknik Negosiasi
Dalam menjalankan teknik negosiasi kita mengenal 4 pendekatan, yakni bargaining, kompromi, kalah menang dan menang merang. Namun yang paling ideal dalam kegiatan bisnis adalah negosiasi yang berorientasi pada situasi menang-menang”. Oleh karena selain berorientasi terhadap pemecahan masalah, juga berorientasi pada terpenuhinya kepuasan kedua belah pihak dan tercipta dan terpelihara hubungan jangka panjang yang harmonis. Dalam “menang-menang” pihak lain tidak dipandang sebagai lawan melainkan sebagai mitra bisnis.
Akan tetapi, tidak setiap situasi memungkinkan kita untuk melakukan negosiasi yang berorientasi pada situasi “menang-menang”. Ini terjadi manakala terjadi konflik kepentingan dengan pihak lain dan pihak lain berupaya menggunakan pendekatan negosiasi kalah-menang”. Selain itu, hubungan harmonis jangka panjang tidak diperhitungkan dan jika kita merasa cukup kuat untuk melakukan barganing.
Pilihan terhadap pendekatan dan gaya negosiasi bergantung pada situasi yang dapat dikelompokkan dalam 4 kategori:
1. kerja sama vs kompetisi;
2. kekuasaan vs kepercayaan;
3. distorsi komunikasi vs keterbukaan;
4. egois vs kepentingan bersama
10 Kekuatan Manusia
October 27, 2009 by admin
Filed under Andrew Ho

“He who stops being better stops being good. – Siapa yang tidak menjadi lebih baik berarti ia berhenti menjadi baik.” Oliver Cromwell, Politikus Inggris (1599-1658)

Tak cukup hanya menjadi baik, karena kita harus berusaha untuk selalu lebih baik dari sebelumnya. Terus belajar dan segera menjalankan langkah-langkah perbaikan adalah cara untuk selalu lebih baik. Belajar tak harus selalu dari bangku sekolah elit atau buku-buku mahal, melainkan belajar dari kehidupan sehari-hari, pengalaman diri sendiri maupun orang lain, dan lain sebagainya.
Saya senang belajar dari buku, entah buku kuno ataupun terbitan baru, karena dari sanalah saya memetik banyak pelajaran hidup berharga. Salah satu falsafah hidup yang memperluas wawasan hidup saya adalah catatan surat-surat, konon ditulis oleh Zhuge Liang (181-234) untuk anaknya. Zhuge Liang adalah seorang pakar perang dan kemiliteran ternama pada masa San Guo (Sam Kok) di jaman Tiongkok Purba.
Zhuge Liang alias Kong Ming gemar membaca, dan menguasai bermacam ilmu pengetahuan diantaranya ilmu geologi, sejarah, sampai strategi perang. Di usia 27 tahun ia diangkat Raja Shu (Liu Bei) sebagai penasehat kerajaan. Selama menjadi penasehat, Zhuge Liang pernah menulis sebuah surat kepada anaknya. Isi surat yang ditulis 1.800 tahun yang lalu itu sarat dengan dengan kebijakan yang tak lekang oleh waktu dan perubahan, diantaranya berisi tentang 10 kekuatan manusia, yaitu;
Kekuatan Keheningan
Keheningan membantu kita menenangkan diri untuk menjernihkan pikiran. Ia menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan introspeksi diri, mengevaluasi segala tindakan, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam belajar adalah keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup kita.
Kekuatan Hidup Hemat
Zhuge Liang memberikan petunjuk bahwa hidup bersahaja akan menyelamatkan diri kita agar tidak diperbudak oleh materi. Hidup sederhana menurut sang penasehat ini membentuk diri kita menjadi manusia yang lebih bermoral. Jangan terseret dalam pola hidup boros, sebab pola hidup boros suatu saat dapat mengubur kita kedalam tumpukan hutang dan puing-puing kehancuran.
Kekuatan Membuat Perencanaan
Dalam surat-surat itu Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Fail to plan means plan to fail – Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan yang baik, maka kita akan dapat menempatkan prioritas dengan baik pula. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang baik akan selalu membuat kita gagal menyelesaikan apapun yang kita kerjakan.
Kekuatan Belajar
Zhuge Liang dalam suratnya menyebutkan bahwa keheningan memaksimalkan pencapaian hasil dari tujuan belajar. Ia meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar kita tak pernah berhenti belajar sampai kapanpun. Sementara dalam proses pembelajaran, kerendahan hati akan sangat membantu kita menyerap dengan mudah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.
Kekuatan Nilai Tambah
Nasehatnya ini menekankan kita agar lebih banyak memberi, karena hal itu akan membuat kita lebih banyak menerima. Oleh sebab itu kita harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya kepada keluarga, kerabat, teman, konsumen, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Bila kita mampu memberikan sesuatu yang ekstra atau nilai tambah terhadap apa yang dibutuhkan orang lain, tentu saja mereka akan senang, merasa tersanjung dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang menguntungkan bagi Anda.
Kekuatan Kecepatan
Beliau menesehat anaknya agar tidak menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha kita mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menandaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan efisien waktu. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan memanajemen waktu. Jika perlu, satu hal dilakukan bersama-sama dengan tim agar lebih cepat terselesaikan, “Alone we can do so little; together we can do so much. – Sendiri kita menyelesaikan sedikit pekerjaan; bersama kita kerjakan sangat banyak pekerjaan,” kata Hellen Keller.
Kekuatan Karakter
Zhuge Liang menasehati anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Kehati-hatian dalam bersikap dapat membentuk sebuah karakter yang utuh. Dalam pepatah bangsa Tionghoa dikatakan, “Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh.”
Kekuatan Waktu
Dalam suratnya Zhuge Liang menginginkan anaknya menghargai waktu. Sebab waktu berlalu sangat cepat, tak jarang ikut mengikis semangat dan cita-cita kita. Oleh sebab itu manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifitas yang kurang bermanfaat.
Kekuatan Imaginasi
Zhuge Liang memberikan nasehat supaya kita berpikir jauh ke depan, agar kita tidak tertinggal oleh jaman yang terus berkembang. Imajinasi tentang masa depan dikatakannya lebih kuat dari pengetahuan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Albert Einstein, “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. – Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik realitas yang akan datang.”
Kekuatan Kesederhaan
Sang penasehat ini mencontohkan kekuatan kesederhanaan dalam setiap surat-suratnya yang singkat dan mudah dimengerti tetapi sarat tuntunan hidup positif. Tidak ada teori atau tuntunan hidup yang muluk-muluk, melainkan kebijaksanaan hidup yang sederhana. Begitupun jika kita ingin menghasilkan prestasi hidup yang luar biasa, tak perlu menggunakan teori yang rumit. Sekalipun tindakan atau langkah-langkah yang kita lakukan sederhana tetapi jika dilakukan dengan konsisten maka kita akan mudah meraih visi dan misi. “Success is the sum of small efforts, repeated day in and day out. – Sukses merupakan kumpulan dari tindakan-tindakan sederhana, diulang terus setiap hari.” Kata Robert Collier, penulis buku terlaris.
Itulah beberapa inti pesan dalam surat-surat Zhuge Liang, yang ditujukan untuk anaknya agar ia mampu berpikir, bersikap dan bertindak lebih baik dari hari ke hari. Kita dapat menyerap pemikirannya untuk menjadi yang terbaik. Jika kita berhasil melakukan yang terbaik artinya kita akan semakin dekat dengan kehidupan yang kita inginkan, kehidupan yang indah
Memprediksi Sukses
Berdasarkan HUKUM sebab-akibat, ditegaskan bahwa untuk setiap akibat –misal penghasilan yang tinggi– ada suatu penyebab yang jelas, mungkin juga ada beberapa. Jika Anda lakukan apa yang telah dilakukan mereka yang telah sukses, lama-kelamaan Anda akan dapatkan hasil yang sama seperti mereka.
Ada beberapa penyebab/alasan, untuk kesuksesan besar. Semakin sering Anda melatihnya, semakin mudah Anda kuasainya, semakin sedikit usaha untuk dapatkan hasil optimal. Berikut ini 3 kunci strategis bagi kesuksesan Anda. Yakni keputusan, tujuan, dan prioritas.
A. Lakukan yang Anda cintai. Cintai yang Anda lakukan!
Menjadi sempurna adalah keputusan. Setiap kali Anda putuskan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari sebelumnya, maka dengan serta merta segala sumber daya yang Anda perlukan untuk sukses mulai satu per satu bermunculan. Hal ini bermula dari kecintaan Anda untuk melakukan sesuatu, kesediaan hati Anda untuk menyelesaikan yang telah Anda mulai. Dan itu semua, membutuhkan dedikasi dan disiplin pribadi yang tinggi. Oleh karenanya pasti kita jumpai para pakar yang sukses, mereka senantiasa berorientasi pada tindakan. Jarang sekali terpikir untuk menunda aktivitas, sekecil apa pun itu. Karena bara api cinta melengkapi mereka dengan sumber daya yang hampir tak terbatas. Hanya karena mencintai-lah, kesukaran berubah menjadi kemudahan, jauhnya perjalanan dirasakan sebagai petualangan baru yang memperkaya pengalaman, ketidaktahuan laksana mata air yang terus menyemburkan rasa penasaran dalam menemukan kunci kebijaksanaan. Itu semua bisa terjadi, saat Anda mulai mencintai apa pun yang Anda kerjakan, dalam kecintaan yang penuh sebagai seorang hamba yang mengharapkan cintaNya. Bukankah aktivitas Anda adalah bukti dan sarana untuk mendapatkan cintaNya?
Sejak sekarang! Berhentilah menunda hingga segala sesuatunya sempurna. Sebagai gantinya, ambillah tindakan kecil agar Anda bisa sempurnakan apa yang Anda inginkan. Hal ini mempertegas bahwa hanya karena Anda berani memutuskan, maka Anda segera berlari dan ambil tindakan sekecil apa pun itu, untuk mulai menyempurnakan satu per satu kepingan impian Anda. Ingatlah bahwa kreativitas adalah menyiasati keterbatasan demi melampaui harapan semula. Mulailah dengan melakukan hal yang benar-benar Anda cintai, yang berasal dari panggilan hati Anda yang paling dalam. Mungkin, seringkali nurani Anda perintahkan kerjakan sesuatu, yang sebetulnya itu baik untuk Anda, dan pada saat yang bersamaan Anda-lah manusia pertama yang menolaknya. Anda menunda hal itu. Padahal, semakin Anda menunda kegiatan yang Anda cintai, semakin tersiksa Anda dengan hidup Anda sendiri.
Cara terdekat untuk menilai seberapa suka Anda dengan diri dan kehidupan Anda, adalah dengan bertanya pada diri sendiri mengenai “Seberapa cepat aku mengambil tindakan pertama untuk mulai mengerjakan apa yang kucintai?”, “Apa yang masih kupertahankan sampai saat ini, hingga aku bersedia menunda hal yang benar-benar kuidamkan untuk kuselesaikan?”, “Sampai kapan aku bersedia menerima -dengan sukarela- hasil yang kunikmati selama ini, sebagai akibat penundaanku?”, “Jika hari ini adalah hari terakhir dalam hidupku, apa yang harus pertama kali kukerjakan untuk membuktikan kecintaanku pada Sang Pencipta?”
Jujurlah dengan diri sendiri saat menjawab keempat pertanyaan sederhana di atas. Dengan mudahnya, Anda akan temukan salah satu jawaban dari “Hal terunik apakah dari diriku, sebuah aktivitas yang hanya aku yang bisa kerjakan itu, sebagai alasan keberadaanku?”
B. Tentukan apa yang benar-benar Anda inginkan.
Tentukan dengan jelas apa yang Anda inginkan dalam hidup. Buatlah tujuan dan tentukan apa yang harus Anda lakukan untuk mendapatkannya. Hanya 3% orang dewasa, yang pernah tuliskan tujuan hidupnya. Dan mereka adalah orang tersukses dan berpendapatan tinggi di bidangnya.
Rumus Tujuan
Pertama. Tentukan secara tepat apa yang Anda inginkan. Jika Anda ingin tingkatkan penghasilan Anda, sebutkan jumlah spesifik yang ingin Anda hasilkan.
Kedua. Tulislah. Sebuah tujuan yang tidak ditulis hanyalah angan-angan. Hal ini tidak mempunyai energi di belakangnya. Seperti tinta printer tanpa isi tinta.
Ketiga. Tentukan tenggat waktu untuk tujuan Anda. Pikiran alam bawah sadar Anda menyukai tenggat waktu. Yang dibutuhkan adalah ’sistem pendorong’ untuk aktifkan semua kekuatan.
Jika tujuan Anda cukup besaar, tentukan turunan tenggat waktu. Jika hal itu adalah tujuan untuk 10 tahun, tentukan tujuan untuk setiap tahun, dan kemudian untuk setiap bulan. Teruslah ukur kemajuan Anda menuju tujuan dan tenggat waktu Anda.
Keempat. Buatlah daftar semua yang mungkin bisa Anda lakukan untuk mencapai tujuan Anda. Saat Anda memikirkan aktivitas baru, tambahkan ke dalam daftar Anda. Lakukan hingga daftar Anda lengkap. Semakin banyak langkah yang Anda tulis dalam daftar Anda, Anda akan semakin terpacu untuk mencapai tujuan dan semakin termotivasi. Henry Ford berkata, ”Tujuan apa pun, sebesar apa pun, bisa dicapai jika Anda memecahnya menjadi langkah-langkah kecil.”
Kelima. Susunlah daftar Anda berdasarkan urutan dan prioritas. Saat Anda mengorganisir berdasarkan dengan urutan, Anda memutuskan apa yang harus diselesaikan sebelum selesaikan hal yang lain. Anda kemudian menentukan apa yang harus dilakukan pertama, kedua, dan sebagainya. Saat Anda mengorganisir berdasarkan prioritas, Anda menentukan hal terpenting dalam daftar Anda, dan kemudian hal terpenting kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya.
Setelah Anda punyai daftar langkah, mengorganisir berdasarkan urutan dan prioritas, Anda sekarang mempunyai sebuah rencana. Seseorang dengan tujuan dan rencana akan berlari di sekitar orang yang hanya mempunyai keinginan dan harapan.
Keenam. Lakukan sesuatu untuk tujuan Anda, apa pun itu. Alasan utama orang yang sukses luar biasa adalah karena mereka berorientasi tindakan. Alasan utama orang gagal adalah karena mereka tidak bertindak. Kegagalan biasanya selalu mempunyai alasan untuk menunda, sampai akhirnya energi dan keinginan mereka lenyap dan mereka kembali ke tempat semula.
Ketujuh. Lakukan sesuatu setiap hari yang mendekatkan Anda pada tujuan terpenting Anda, apa pun itu. Lakukan ini 365 hari per tahun. Kembangkan rasa disiplin untuk mencapai tujuan Anda setiap hari agar membuat Anda normal dan biasa seperti menghirup napas ke dalam dan menghembuskannya keluar.
Tentukan Langsung 10 Tujuan
Ambil selembar kertas, dan tulislah tujuan di atas halaman, dan tanggal hari ini. Lalu, tulislah sepuluh tujuan yang ingin Anda capai dalam jangka waktu 12 ke depan. Tulislah secepat mungkin. Latihan ini hanya akan menghabiskan 3 hingga 5 menit.
Setelah Anda punya daftar 10 tujuan, tanyakan pada diri Anda, “Tujuan manakah dalam daftar ini, seandainya ingin saya capai dalam 24 jam, akan menyebabkan dampak positif terbesar dalam hidup saya?”
[Jawaban dari pertanyaan ini akan menjadi alasan utama Anda. Inilah dasar pengaturan atau titik fokus dari kehidupan Anda. Pindahkan tujuan ini ke dalam kertas dan tulislah dengan jelas dan detail, buatlah terukur. Tentukan tenggat waktu kapan Anda ingin mencapainya. Buatlah daftar tindakan yang bisa Anda lakukan untuk mencapai tujuan itu. Organisir daftar ini berdasarkan urutan dan prioritas ke dalam sebuah rencana. Bertindaklah sesuai tujuan ini, dan kemudian lakukan sesuatu setiap hari hingga Anda mencapainya.]
Saat Anda bangun di pagi hari, pikirkan tujuan ini. Saat Anda bekerja, pikirkan tujuan ini. Diskusikan tujuan ini dengan orang-orang yang penting dalam hidup Anda. Di malam hari, sebelum Anda tidur, pikirkan tujuan ini dan bagaimana Anda akan terlihat saat Anda mencapainya. Terus-meneruslah visualisasikan tujuan Anda seolah-olah telah menjadi kenyataan. Berjanjilah sebelumnya bahwa Anda tidak akan pernah berhenti hingga Anda capai tujuan ini.
C. Gunakan waktu Anda dengan baik.
Waktu adalah anurah terbesar, titipan Allah yang tak mungkin kembali terulang bagi Anda. Waktu adalah wasit objektif, karena dengan mudahnya kita bisa temukan 2 pribadi yang hidup dalam usia yang sama, yang dipisahkan oleh bentangan prestasi yang jauh berbeda. Prestasi yang satu di atas rata-rata, melebihi prestasi yang lainnya. Lamanya usia hidup kita, tidak lebih penting dari penggunaan waktu kita secara produktif.
Waktu Anda adalah apa yang Anda miliki untuk bisa dijual. Waktulah aset utama Anda. Cara Anda menggunakan waktu Anda, menentukan standar hidup Anda. Putuskanlah untuk menggunakan waktu sebaik mungkin.
Mulai saat ini! Berfokuslah untuk aktivitas yang memberikan kontribusi tertinggi dalam kehidupan dan karier-profesional Anda. Mulailah setiap hari dengan sebuah daftar, dan waktu terbaik untuk membuat daftar pekerjaan adalah malam sebelumnya, setelah Anda selesaikan pekerjaan di hari itu. Tulislah setiap hal yang harus Anda selesaikan keesokan harinya. Jangan pernah bekerja tanpa daftar.
Tetapkan PRIORITAS setajam LASER
Prioritas adalah peta jalan menuju tercapainya tujuan. Prioritas menyajikan peta yang mengatur dan mengarahkan Anda pada tujuan. Saat prioritas Anda sangat jelas dan spesifik. Anda akan tahu apa yang harus difokuskan dan karenanya, Anda kenali apa yang harus mendapat perhatian, daya upaya, dan tindakan lanjut. Prioritas yang tepat, dikombinasikan dengan tindak lanjut yang tepat, akan memastikan bahwa hal-hal yang benar-benar penting tidak tersisih dari agenda kerja, di mana seringkali semua hal tampak penting dan mendesak (genting).
Prioritas yang tepat membantu Anda menghadapi tuntutan terus-menerus yang bisa membuat stres dan kebingungan arah. Prioritas ini membuat Anda mampu memberi kejelasan dan fokus untuk diri Anda sendiri dan bagi orang lain dalam organisasi Anda. Tanpa prioritas, orang cenderung melakukan semuanya, yang berarti mereka membuang waktu dan energi berharga untuk hal-hal yang tidak penting.
Anda menetapkan tujuan pada ketinggian lima puluh kaki, sedangkan prioritas ditetapkan dari lantai di mana kaki Anda berpijak. Prioritas diputuskan pada posisi dasar di mana Anda harus mempunyai kegigihan, sikap, dan kemauan yang tanpa batas untuk menyelidiki setiap detail yang kadang tak menentu, guna memikirkan serta mendefinisikan ulang tindakan yang terpenting dan konsekuensi tingkat kedua serta ketiga yang ditimbulkan.
Ada 4 kriteria dalam memilih prioritas: (1) Apa yang penting. (2) Apa yang mendesak. (3) Apa yang jangka panjang vs jangka pendek. (4) Apa yang realistis vs visioner.
Bila Anda tidak memilih salah satunya karena menginginkan semuanya, bisa dipastikan diri dan organisasi Anda akan kurang terfokus. Memiliki terlalu banyak prioritas sama buruknya dengan tidak memiliki prioritas. Prioritas yang salah sering merupakan akibat dari kurangnya informasi memadai, karena usaha sepintas untuk menghindari munculnya konflik, atau kegagalan memikirkan cara membenahi kerumitan dan memikirkan kemungkinan.
Prioritas menentukan bagaimana sumber daya dialokasikan, dan karenanya berpotensi menimbulkan perselisihan saat sumber daya yang sama saling diperebutkan di saat yang bersamaan. Sebagai seorang pemimpin (bisnis), Anda harus memiliki keberanian psikologis untuk menetapkan prioritas yang tepat dan mempunyai ketrampilan meyakinkan orang-orang dalam organisasi untuk melakukan perubahan yang diperlukan.
Sembari memastikan bahwa prioritas harus sangat jelas, spesifik, dan terutama bisa dilaksanakan, hal ini ternyata belum cukup. Sekalinya prioritas ditetapkan, Anda harus konsisten, Anda harus mengulanginya berkali-kali dan memonitornya untuk memastikan diri Anda dan orang di organisasi Anda memahaminya, meyakininya, dan bertindak tepat agar organisasi melaksanakannya serta tidak menyimpang dari jalan yang ditetapkan prioritas.
Tentukan prioritas harian secara JELAS
Pakar manajemen menjelaskan bahwa Anda bisa tingkatkan produktivitas hingga 25%, atau 2 jam lebih setiap hari, dengan merencanakan hari Anda sebelumnya. Daftar Anda menjadi kunci dari waktu Anda dan manajemen sistem kehidupan Anda.
Berikut ini latihan untuk mempermudah kita dalam menentukan prioritas.
Tanyakan pada diri Anda, ”Jika saya bisa lakukan satu hal dari daftar ini sebelum saya dinas keluar kota selama sebulan, yang mana yang bisa saya lakukan?” Apa pun jawaban Anda, lingkari jawaban itu. Lalu tanyakan pada diri Anda lagi, ”Jika saya bisa lakukan dua hal dari daftar ini sebelum saya dinas keluar kota selama sebulan, hal kedua mana yang bisa saya lakukan?” Lingkari jawaban itu. Lalu tanyakan pada diri Anda pertanyaan ini lagi.
Latihan ini mendorong Anda untuk berpikir tentang hal yang benar-benar penting, daripada apa yang harus dilakukan.
Pilihlah pekerjaan terpenting Anda
Tanyakan, ”Satu hal apa, jika saya lakukan dengan sempurna, akan memberikan dampak positif terbesar dalam pekerjaan saya?” Variasi lainnya, ”Apa yang bisa saya lakukan, dan hanya saya yang bisa melakukannya, yang jika saya lakukan dengan baik, akan membuat perbedaan yang luar biasa?” Dan, ”Apa pemanfaatan waktu saya yang terbaik saat ini?”
Fokus dan konsentrasi
Kunci terakhir dalam manajemen waktu setelah membuat daftar dan menentukan prioritas, adalah memulai pekerjaan yang paling penting, dan berkonsentrasi pada pekerjaan itu sampai selesai.
Penutup
Setiap keberhasilan adalah hak hidup kita. Setiap kesuksesan meninggalkan jejak penciptaannya. Pada akhirnya, kita bisa meniru langkah dan cara mereka yang telah sukses. Atau, bila tidak kita temukan, kita bisa membuat jalur baru dalam menciptakan kecemerlangan. Dan, ketiga kunci sukses yang paling mendasar telah Anda pelajari dan mulai praktekkan sejak saat ini. Yakni: keputusan, tujuan, dan prioritas. Dengan ketiganya, kita bisa memprediksi sukses kita, yang bisa tercapai dengan lebih sering melalui cara-cara yang lebih mudah, dan dalam waktu yang lebih pendek.
Semoga tulisan ini berguna. Ternyata menjadi lebih mudah bagi kita untuk dapatkan tujuan saat kita putuskan bahwa berhasil adalah hak hidup yang harus kita prioritaskan.
Selamat membaca, selamat beraktivitas!
Anda seorang Negosiator Ulung, bukan? (bagian 3-selesai)
Tulisan ini merupakan pembahasan terakhir tentang profil negosiator yang handal. Ketika Anda memulai sebuah pembelajaran, hendaknya Anda mendekatinya dari konsep diri ideal sang pemilik ketrampilan. Sebab, begitu Anda memahami dengan jelas sikap dirinya –yang terlihat dari bangunan konsep dirinya– seketika beragam pendekatan, teknik, dan ketrampilan yang menyelimuti sang pelaku menjadi lebih mudah Anda duplikasi.
Laksana maestro pembuat pedang, beliau selalu memulai prosesnya dari penciptaan gagang yang tepat. Dipilihnya jenis kayu/bahan lain berikut spesifikasi yang cocok bagi pedang yang dikehendaki. Selesainya pembuatan gagang pedang, sang empu melanjutkan pekerjaannya kembali dengan pembentukan bilah pedangnya.
Selama proses berjalan hingga selesainya, sang empu tidak khawatir jika saja dia terlukai oleh tajamnya bilah pedang. Karena sang empu telah memegang gagang yang tepat. Gagang yang membuat pedang mudah digunakan karena pas di tangan. Gagang yang menambah cantik penampilan pedang setelah selesainya. Dan gagang pedang yang meng-aman-kan sang pemegang dari marabahaya ketajaman bilah pedang. Lalu, apa jadinya jika kita memegang pedang tanpa keberadaan gagang? Tentu saja, sang empu akan mengakhiri pekerjaan pembuatan pedangnya setelah pedang menempati sarung pedang yang menambah daya tarik sang pedang.
Begitu pun dengan kita. Saya yakin, untuk menghasilkan kegemilangan yang lebih efektif adalah dengan menciptakan model bagi sebuah perubahan. Kita bisa menjadi model bagi orang lain, dan sebaliknya kita pun bisa me-model orang lain. Jim Rohn menginspirasikan filosofi ”Kita bisa mendapatkan lebih dari yang sekarang, dengan menjadi lebih dari kondisi kita saat ini.”
Terlalu sedikit waktu yang tersedia bagi kita untuk menemukan sendiri beragam prinsip dan panduan praktis dalam menciptakan kehebatan hidup. Selalu saja ada idola yang bisa kita tiru kehebatannya. Kita pasti bisa belajar banyak dari keberhasilan mereka, sama banyaknya juga dari kekeliruan mereka. Bila memang cita-cita kita menjadi hebat, besar, dan luas maka tirulah segera kehebatan mereka. Hilangkan perasaan iri dan sikap menyaingi, dan gantikan dengan ketulusan dan kegembiraan. Hanya jika kita suka akan sesuatu, kita jadi lebih mudah dan jauh lebih bergembira dalam meniru sesuatu itu. Dan ketulusan adalah jaminan atas keberkahan peniruan kita.
Namun, ketika sifat iri menyusup dalam diri secara tiba-tiba tertutuplah jawaban atas pertanyaan … ”Hal baik apa yang bisa saya pelajari/tiru dari orang itu?” Sikap persaingan yang tidak sehat membuat kita merasa tertekan atas pencapaian prestasi orang lain. Kita merasa tidak rela ketika melihat keberhasilan orang lain. Lalu, kita tersedot dalam spiral energi menurun yang menyedot energi dan produktivitas.
Seolah-olah pencapaian besar apa pun yang kita raih, kita nilai tidak berharga (kurang berharga) di hadapan prestasi orang lain. Padahal setiap kita memiliki kemampuan unik dalam menunaikan Legenda Pribadi-nya, yang oleh karenanya dunia menjadi lebih indah karena kehadiran kita.
Menjadi sebuah kehormatan bila kita mampu meniru jalan-jalan naik orang-orang yang telah menggoreskan tinta emas sejarah manusia.
Dan sebaliknya, efek terburuk karena merasa tersaingi yang tidak sehat menimbulkan keengganan untuk belajar dari orang lain. Ketika kita enggan belajar, kita pun berhenti bertumbuh. Seperti air yang tergenang, berhenti mengalir, maka segera kemudian semua potensi baiknya menghilang. Kejernihan, kesegaran, dan keindahan air mancur mendadak lenyap digantikan oleh kegelapan, bau amis dan keburukan genangan air.
Maka dengan mudah kita pahami bahwa untuk menciptakan negosiasi yang efektif maka kita harus menjadi negosiator yang handal, yaitu dengan:
Bersedia Mengambil Resiko
Resiko selalu bersembunyi dalam setiap langkah hidup. Kapal di pelabuhan memang aman dari keganasan terjangan ombak, tapi pasti bukan untuk itu ia dibuat. Setiap hari kita selalu menghadapi resiko. Namun secara perlahan-lahan kita mulai belajar untuk menghadapinya, lalu mengelolanya. Ketika kita keluar dari rumah kita dan berkendara ke jalan raya, selalu tersedia peluang terjadinya kecelakaan. Hanya karena telah terbiasa, kita seolah-olah mengecilkan arti resiko tadi. Padahal, resiko kecelakaan tetap ada. Toh hingga hari ini, masih saja kita mendengar dan melihat berita kecelakaan terjadi di jalan raya.
Yang lebih menarik adalah saat kita bisa memahami bahwa mekanisme internal tubuh kita memang telah di-set-up untuk memberikan jaminan terhadap keselamatan kita. Alasan itulah yang lebih tepat dalam menjelaskan penyebab munculnya ketakutan dan kekhawatiran. Terutama ketika kita memulai pertemuan dalam negosiasi atau apa pun yang menantang zona nyaman kita.
Secara tiba-tiba tubuh kita mengirimkan alarm tanda waspada. Jantung kita berdetak lebih cepat, sebagai jawaban untuk mensuplai kebutuhan lebih terhadap oksigen. Keringat dingin pun mengucur, dan pada sebagian orang tanda-tanda fisik yang lain biasanya turut menyertai ’kondisi transisi’ ini. Mungkin Anda juga pernah mengalami salah satunya. Perut mulas, ingin buang air kecil –tapi ndak ada yang dikeluarkan (???), wajah memucat, jari-jemari bergetar, bibir sedikit bergetar, pening, otot leher terasa lebih kaku, pundak terasa lebih berat, napas tidak teratur/tersengal-sengal, dsb.
Dengan melakukan yang justru kita takuti, kita lalu belajar melebarkan zona nyaman kita. Secara perlahan, kita makin mentoleransi beberapa hal kecil yang tidak se-baik perkiraan awal kita. Kita makin menyadari karena resiko-lah, hidup kita makin berwarna. Karena resiko baru-lah, kita berpeluang melakukan kesalahan dan masih berpeluang untuk melakukan yang benar pada kesempatan selanjutnya. Kita pun lebih mudah mengerti bahwa ”Setiap keslahan merupakan kesempatan belajar untuk menjadi lebih baik.”
Maka, mulailah mengambil resiko dalam negosiasi kecil harian Anda. Bernegosiasilah dengan seseorang yang Anda pikir bersedia untuk mematikan rokoknya, ketika Anda merasa terganggu karena hal itu. Atau, mintalah seorang juru parkir untuk berlaku lebih jujur dengan meminta karcis padanya dan setelahnya ucapkan ”Terima kasih ya Pak.” Atau, ajaklah bicara pihak-pihak yang pernah melukai perasaan Anda –dan katakan pula padanya rasa terima kasih Anda. Karena kesediaan mereka-lah Anda menjadi pribadi baru yang lebih merdeka. Anda merasa terbebaskan dari dendam masa lalu Anda, dan karenanya pula Anda akan merasa lebih ringan untuk menyelesaikan resiko lebih besar yang telah menanti Anda.
Berdamailah dengan masa lalu kita, dengan menyelesaikan ’negosiasi kecil’ yang mungkin masih tertunda. Anda mungkin akan merasakan ketegangan dan keguncangan emosional saat mulai mengerjakannya. Tetapi, segera setelah menyelesaikan hal-hal kecil yang penting itu, kelegaan dan ketenangan akan merayap perlahan untuk kemudian menyelimuti keseharian hidup Anda. Dan saya berharap agar kita bisa menikmati masa depan kita karena telah mengerjakan hal-hal yang kita anggap beresiko di masa lalu.
Sebaliknya, kita akan menyesali semua resiko yang tidak kita ambil, semua kesempatan yang tidak kita raih, dan semua ketakutan yang tidak kita hadapi. Saya perlu untuk mengingatkan diri saya bahwa selalu ada kebebasan di sisi lain ketakutan. Karena pada akhirnya, resiko terbesar dalam hidup terjadi ketika kita tidak mengambil resiko yang terukur.
Bersedia Meninggalkan Transaksi
Sebelum memutuskan untuk melanjutkan transaksi, sangat baik jika Anda mempertimbangkan ulang posisi Anda dan lawan bicara dalam proses negosiasi itu. Bersikaplah tegas dalam memegang prinsip, dalam bersikap yang benar. Apa pun kondisi yang terjadi, kita harus tetap tampil dan berpikir yang terbaik dalam mengambil sebuah keputusan. Ketika negosiasi mulai berujung pada ketidaksepakatan yang beraromakan konflik, penting bagi Anda untuk mengurai kembali konsesi (kesepakatan bersama) yang telah terjadi sebelumnya. Bahkan, meski konsesi-konsesi yang diambil itu kecil. Dengannya, Anda bisa ajak lawan bicara meninjau ulang berbagai kesamaan yang telah Anda hasilkan bersama.
Ketika pada akhirnya, Anda harus tetap bersikap tegas dalam membela posisi dan keuntungan maksimal yang bisa diperoleh kedua pihak, ternyata Anda berhadapan dengan kehendak yang berlainan dari negosiator yang lain. Inilah saatnya Anda putuskan untuk SELESAI. Katakan saja Anda berhenti, dan dengan santun tinggalkanlah transaksi. Sampai di situ, Anda akan menjadi pribadi yang lebih tegas bagi diri Anda sendiri, bagi posisi dan nilai-nilai pribadi Anda, bagi pihak yang Anda wakili, serta bagi negosiator yang berhadapan dengan Anda –ia akan lebih menghargai setiap kali kesempatan bernegosiasi dengan Anda, karena ia sudah ketahui profil ketegasan Anda. Tegaslah untuk apa yang menjadi kewajiban Anda dalam menjalankan negosiasi yang saling menguntungkan. Tegaslah dalam hak Anda untuk menerima hasil yang memuaskan. Berhentilah menempatkan diri dalam posisi terdesak dan keharusan untuk selalu menutup sebuah transaksi, karena hal itu justru mendorong Anda harus menerima setiap butir transaksi. Yang seringkali tidak memuaskan.
Pada dasarnya, saat bernegosiasi, hanya ada dua posisi yang kita ambil. Yakni sebagai pembeli, atau sebagai penjual. Keuntungan berposisi sebagai pembeli adalah Anda bisa memilih layanan yang beragam dari berbagai penjual yang lain, dengan beragam konsekuensi pastinya (mis: harga, layanan purna jual, dsb). Dengan ketahui hal ini, Anda jadi terbebas dari keharusan untuk menutup transaksi hanya dari satu jenis penjual saja. Anda tentu memiliki pilihan yang lain, bukan? Nah, sebagai penjual Anda pun juga berhak memilih jenis pelanggan sepereti apa yang hendak Anda layani. Sebagai penjual, pasti Anda sudah bisa bayangkan tipe seperti apa (calon) pembeli ideal Anda. Dengannya, Anda pun merasa lebih bebas untuk memilih dan melayani jenis pelanggan tertentu. Sebab, setiap produk pasti memiliki pembelinya masing-masing. Hanya saja, kapan tepatnya terjadi transaksi antara pembeli (ideal) dengan layanan yang tepat? Keahlian negosiasi Anda-lah yang menjadi jembatan solusinya.
Sampai saat ini, saya tidak sarankan Anda harus selalu pergi meninggalkan setiap transaksi. Bukan begitu. Tapi begini!
Saat Anda tidak pertimbangkan sama sekali OPSI untuk pergi meninggalkan negosiasi, Anda akan cenderung mengalah pada pihak lain untuk melakukan transaksi. Tetapi, ketika Anda ketahui dan sadari ada OPSI LAIN, negosiator lain akan merasakan ketegasan dalam diri Anda. Kesediaan (keberanian) Anda untuk pergi meninggalkan transaksi adalah salah satu peluang tawar-menawar terbesar yang Anda kuasai.
Berorientasi pada Pemecahan Masalah
Kita belajar lebih banyak dari kegagalan kita ketimbang keberhasilan kita. Ketika kita berhasil lebih mudah bagi kita untuk segera berpuas diri, menyombongkan kemampuan, dan sebagai akibat terdekatnya, lebih mudah bagi kita tergelincir karena kesuksesan dibandingkan karena kegagalan.
Ketika gagal, kita merasa lebih waspada terhadap peluang-peluang baru. Kita berlatih lebih keras dan lebih intens untuk memperbaiki kinerja kita. Kita kemudian mencari cara-cara lebih mutakhir yang lebih efektif dalam mengatasi masalah kita. Dan pada akhirnya, hanya karena kita pernah gagal kita jadi lebih mudah menghargai keberhasilan.
Prinsip yang sama berlaku pula pada negosiasi. Bayangkan bila kita bertemu dengan seseorang yang selalu berorientasi pada solusi. Pasti kita bergembira dan merasa beruntung bisa menemui orang seperti ini.
Buku sakU LATihan tindaKAN
(BULATKAN)
Sejak sekarang Anda akan terbiasa menggunakan buku saku latihan tindakan. BULATKAN. Sebuah istilah yang saya gunakan untuk merangkum pengertian dan panduan praktis yang lebih memudahkan kita dalam melatih tindakan sebagai hasil pembelajaran kita. Biasakanlah untuk mengubah hasil pembelajaran kita ke dalam tindakan, sebab dengan itulah pengetahuan kita terbukti hasilnya.
Tantangan kita dalam memperbagus karakter sambil terus meningkatkan kompetensi negosiasi akan lebih mudah terjawab dengan…
1. Cari, pilih, dan duplikasi-lah karakter seorang negosiator ulung.
2. Awali setiap negosiasi Anda dengan kesadaran negosiasi. Latihlah ketegasan Anda dalam kehidupan sehari-hari dengan mengungkapkan perasaan Anda tanpa perasaan terluka maupun melukai perasaan orang lain.
3. Jadikan orang lain menyukai Anda karena kelihaian mendengarkan. Pertajam kemampuan Anda dalam mendengarkan dengan kesediaan untuk lebih banyak diam dan –seperti seorang detektif– galilah keinginan dan kebutuhan pihak lain dengan memperhatikan pesan verbal dan non-verbal mereka.
4. Negosiator yang lebih sabar, lebih mudah memegang kendali negosiasi, seiring meningkatnya kecemasan dan keharusan dalam memutuskan transaksi. Jadikanlah diri Anda lebih sabar di dalam dan di luar ruang negosiasi!
5. Selalu ada pendekatan baru yang lebih efektif dalam setiap negosiasi. Maka temukanlah! Luweslah dalam berhubungan dengan orang lain, dan Anda akan terkejut ketika menyadari betapa hebatnya efek fleksibilitas dalam merekatkan Anda dan orang lain. Ternyata, cara termudah untuk mengalahkan lawan adalah dengan menjadikannya kawan.
6. Nikmatilah proses negosiasi Anda dengan membayangkan keuntungan jangka panjang dari hubungan positif kedua belah pihak. Bertanyalah pada diri Anda, ”Hal positif apa yang bisa aku tambahkan, supaya negosiasi ini berjalan harmonis bagi kedua pihak?”
7. Pancangkan pandangan Anda pada gambaran besar negosiasi, berupa kepuasan bersama atas tercapainya tujuan kedua belah pihak.
8. Beranilah untuk mengambil resiko di setiap aspek hidup Anda, termasuk ketika bernegosiasi. Ijinkan diri Anda untuk melebarkan zona nyaman, untuk keluar menuju arah dan tempat yang baru –yang mungkin; asing dan aneh– yang mungkin belum pernah terbayangkan sebelumnya.
9. Tinggalkan saja situasi negosiasi begitu Anda merasa telah keluar jalur dari arah negosiasi yang benar.
10. Solusi, solusi, dan solusi. Semakin mahir Anda menemukan akar masalah dalam setiap negosiasi, semakin mudah bagi Anda menemukan solusinya. Maka, semakin terbukti-lah Anda sebagai seorang negosiator yang ulung.
11. Lebih dari apa pun, lakukanlah poin-poin di atas. Bernegosiasilah! Praktikkan-lah jurus-jurus ampuh yang telah Anda pelajari.
Dalam tulisan ini telah saya tegaskan ulang pentingnya menjadi seorang negosiator yang ulung. Anda bisa menutup transaksi negosiasi dengan lebih baik untuk lebih banyak lagi kesempatan di masa depan, dengan menjadi negosiator yang lebih efektif.
Anda bisa pelajari kembali 11 rahasia kepribadian dan keahlian tersebut, yang telah saya rangkumkan menjadi BULATKAN. Ke-11 hal ini bisa segera Anda serap, miliki, dan tampilkan di setiap kesempatan.
Semoga tulisan sederhana ini berguna. Dan, selamat bernegosiasi ya!
Rio Purboyo
0858.1531.1207
Tentukan Tujuan (hidup) Anda!
Tujuan Konkrit
Salah satu pemicu minat terbesar saya dalam mempelajari dan menerapkan NLP adalah bahwa ia mengajak kita untuk membentuk setiap tujuan yang kita kehendaki di setiap konteksnya, berbasiskan pada bukti-bukti indrawi.
Semisal, seorang teman saya yang berkomitmen untuk menjadi penulis perihal produktivitas dan pengembangan diri berbasiskan kekuatan pribadi, menerapkan salah satu latihan yang saat ini menjadi kebiasaan otomatis beliau. Latihan sederhana yang beliau lakukan adalah menempatkan dirinya dalam kondisi yang paling berdaya. Sambil dia membayangkan dirinya melihat dengan matanya sendiri, betapa dalamnya ia hanyut dalam kondisi yang sangat flow, dia menuliskan satu per satu kalimat dan kemudian menyusunnya menjadi artikel yang siap dibaca, lalu mengedit di beberapa bagian artikel sehingga pembaca lebih mudah mencerna dan mengambil tindakan lanjut dari membaca ratusan artikelnya itu. Bahkan, tak jarang dengan kemampuannya mendesain pesan dalam bentuk gambar, keahlian yang terus diasah sejak 10 tahun yang lalu ini, menjadikan blog pribadinya –terutama di bagian donlot gambar gratis– menjadi favorit pengunjungnya. (silakan kunjungi akhmadGuntar.com)
Ternyata semakin banyak peserta pelatihan yang saya temui di beragam kesempatan, yang ketika berbagi kisah suksesnya pernah melakukan kegiatan mudah ini. Memberikan segala detail bukti indrawi terhadap impian mereka. Hanya mungkin bedanya, ada yang sudah membiasakan diri dengan hal ini dan ada yang belum. Dan ketika seseorang mendapati dirinya berada di sebuah kondisi yang selaras dengan tujuannya, entah bagaimana ceritanya, ia berada dalam kondisi yang baginya tidak baru. Seolah-olah ia pernah berada dalam kondisi itu sebelumnya. Beragam pengalaman yang ia desain dalam dirinya sebelum itu, kini ia dapati dalam kepingan nyata yang melingkupi dirinya. Tidak 100% memang, tetapi mirip. Bahkan bagi beberapa orang sangat mirip, hampir mustahil dibedakan antara yang pernah diimpikan dengan yang sekarang dilakukan. Karena itulah, mereka lebih sering mendapatkan tujuan baik yang mereka inginkan. Saya juga mengalaminya. Dengan demikian peluangnya tentu juga terbuka sama lebarnya buat Anda, bukan? Kecuali Anda tetap merasa nyaman dengan keadaan Anda yang sekarang, dan berhenti inginkan hidup yang lebih baik.
Sambil meneruskan rasa penasaran saya. Kok bisa terjadi hal itu? Bagaimana mungkin bukti-bukti imajiner indrawi bisa menyelinap masuk dalam kehidupan nyata? Lha kok bisa, semakin rutin melatih diri lebih peka terhadap perubahan bukti-bukti indrawi –sebagai sinyal selaras/tidaknya tindakan dengan tujuan hidup– semakin sering menjumpai kesempatan tak terduga sebagai gerbang pembuka keberhasilan?
Entah, saya juga tidak tahu! Toh, meski tidak saya ketahui alasannya kenapa. Itu tidak membuat saya surut untuk terus menuliskan tujuan hidup yang lebih menantang, dengan menempelkan berbagai bukti-bukti indrawi. Bahkan, ketika Anda menikmati tulisan ini, beberapa hari yang lalu saya telah rasakan diri ini dalam kondisi yang sama. Bangun lebih awal di pagi hari, keluar rumah untuk tunaikan kebutuhan pribadi sebagai hamba Allah, lalu pulang dan mengetikkan kalimat-kalimat sederhana ini. Awalnya bukan untuk Anda, tapi untuk pemberdaya pribadi saja. Lalu terpikirkan, ”Jika saya dapatkan manfaat dari menuliskan pengalaman kecil ini, bagaimana jika ada teman di luar rumah yang juga bisa dapatkan hal yang sama? Jadi, mengapa tidak berbagi tulisan buat Anda? Ya, tho?”
Ketika membagikan 6 strategi elegan melekatkan gagasan ke sesama, dalam format bedah buku Made to Stick beberapa pekan yang lalu, barulah kemudian saya disadarkan betapa nyambungnya saran di atas dengan proses melekatnya gagasan di hati dan pikiran manusia, kita; Anda dan saya. Di bagian konkrit, kita bisa temukan lebih jauh penjelasan dari rasa penasaran saya tadi. Jangan terburu-buru untuk ingin tahu. Simpan sebentar rasa penasaran Anda, dan biarkan membesar seiring membaca tulisan ini. Anda akan temukan jawabannya, sebentar lagi.
Kekuatan Konkrit
Apa yang membuat sesuatu menjadi ’konkrit’? Jika Anda dapat meneliti sesuatu dengan indra Anda, berarti itu konkrit. Bahasa yang konkrit membantu orang, terutama yang belum berpengalaman, untuk pahami konsep-konsep baru. Saran buat trainer, guru, dan pembicara, jika Anda mulai mengajarkan sebuah gagasan di sebuah ruangan yang dipenuhi orang, dan Anda tidak yakin apa yang mereka ketahui, bahasa yang konkret adalah satu-satunya bahasa yang aman.
Gagasan konkrit lebih mudah diingat. Eksperimen tentang ingatan manusia telah membuktikan bahwa kita lebih baik dalam mengingat kata benda konkrit dan mudah dibayangkan. Latihan di bawah ini membantu Anda menguji gagasan ini. Sekelompok kalimat berikut akan meminta Anda mengingat berbagai gagasan. Gunakan 5 sampai 10 detik untuk memikirkan masing-masing, jangan cepat-cepat berpindah dari gagasan itu. Anda akan melihat bahwa mengingat kembali hal-hal yang berbeda itu terasa beda.
1. Ingatlah ibukota Irian Jaya
2. Ingatlah kelima warna balon dalam lagu ”Balonku Ada Lima”
3. Ingatlah rumah saat Anda menghabiskan sebagian besar masa kecil Anda
4. Ingatlah definisi ’patriotisme’
5. Ingatlah definisi ’nasi pecel’
Dari kesemua latihan itu, setiap perintah untuk mengingat di atas menggunakan kegiatan mental yang berbeda. Saat mengingat ibukota Irian Jaya, ini adalah latihan yang abstrak. Kecuali jika Anda pernah singgah atau tinggal di Papua. Yang berlawanan, ketika Anda berpikir tentang 5 warna balon dalam ’Balonku Ada Lima’. Anda mungkin mendengar seseorang menyanyikannya, kata per kata, hingga mudah bagi Anda mengingatnya sambil bernyanyi lagu itu. Ingatan tentang rumah masa kecil Anda dapat membangkitkan sejumlah besar ingatan, berbasiskan indrawi. Bau, penglihatan, suara. Anda bahkan mungkin merasakan diri Anda sendiri berlari, keluar masuk rumah Anda, atau mengingat di mana orang tua Anda biasa membaca koran.
Definisi ’patriotisme’ mungkin sedikit lebih sulit untuk dimunculkan. Anda tentu saja memiliki pengertian tentang apa makna ’patriotisme’, tetapi tidak memiliki definisi yang sudah dirumuskan dan mudah diingat seperti Anda mengeluarkan ingatan tentang ’nasi pecel’. Saat ingat ’nasi pecel’, dengan segera membangkitkan ingatan rasa-bumbu adonan kacang goreng dicampur dengan bawang putih yang berwarna coklat, ditemani nasi putih punel/empuk, ditaburkan di atas sayuran yang hijau-ranum-dan tentunya masih segar- semisal kacang pendek, bayam, kembang turi, kecambah, dibarengi lauk-pauk sesuai selera Anda. Dan yang paling khas adalah rempeyek-nya. Bahkan, ada di antara peserta pelatihan kami, ada yang langsung teringat kursi dan meja di mana terakhir kalinya ia menyantap nasi pecel di warung langganannya. Luar biasa!
Jika ada di antara Anda yang sedang berpuasa sunnah di bulan Sya’ban kali ini, mohon dilanjutkan puasa Anda. Saya tidak sedang memprovokasi pikiran Anda, dengan sejumlah ingatan menyegarkan. Anggap saja sebagai pendamping, menjelang berbuka puasa.
Gagasan yang melekat secara alamiah adalah yang penuh dengan kata konkrit dan -seringkali- gambar. Pasti akan lebih mudah ingat, saat semakin banyak indra yang terlibat. Ingatan kita bekerja laksana Velcro. Bagi Anda yang belum tahu apa itu namanya Velcro, datangi penjahit atau toko perlengkapan konveksi, dan bertanyalah di sana. Dan Anda akan temukan Velcro. Bagi Anda yang lebih dulu tahu, jika Anda perhatikan kedua sisi dari bahan Velcro, Anda akan lihat bahwa sisi yang satu tertutup dengan ribuan kait yang sangat kecil dan sisi yang lain tertutup ribuan gulungan yang sangat kecil. Saat Anda menekan kedua sisi bersamaan, sejumlah besar kait tertangkap di dalam gulungan itu, dan itulah yang menyebabkan Velcro menempel.
Mirip dengan itu, otak Anda menjadi tuan rumah bagi gulungan-gulungan dalam jumlah yang luar biasa. Semakin banyak kait yang dimiliki oleh sebuah ide, semakin baik ide itu melekat pada ingatan. Rumah masa kecil Anda dan nasi pecel memiliki kait yang sangat banyak jumlahnya di dalam otak Anda.
Seorang guru yang hebat memiliki keahlian khusus untuk melipatgandakan jumlah kait dalam gagasan tertentu. Kisah nyata berikut ini, diambil dari pengalaman Jane Elliot, guru SD di Iowa. Ia merancang sebuah pesan yang sangat kuat –dengan memanfaatkan begitu banyak aspek emosi dan ingatan yang berbeda– sehingga, dua puluh tahun setelahnya, para muridnya masih dapat mengingat dengan jelas.
Mata Cokelat, Mata Biru
Martin Luther King, Jr dibunuh pada 4 April 1968. Esoknya, Jane Elliot, guru SD di Iowa mendapati dirinya berusaha menjelaskan kematian King kepada para muridnya. Kelas 3 SD. Di kota kecil Riceville, Iowa, semua penduduknya berkulit putih, para murid kenal dengan King tetapi tidak dapat memahami siapa yang inginkan kematian King, atau mengapa.
Elliot berkata, ”Saya tahu sekarang saatnya untuk menangani hal ini secara konkrit, karena kita telah berbicara tentang diskriminasi sejak hari pertama sekolah. Tetapi, penembakan Martin Luther King, salah seorang yang dipilih menjadi ’Pahlawan Bulan Ini’ dua bulan sebelumnya, tidak dapat dijelaskan kepada anak-anak kelas tiga yang masih kecil di Riceville, Iowa.”
Esoknya, ia datang ke sekolah dengan sebuah rencana. Ia bermaksud membuat prasangka itu menjadi jelas bagi para muridnya. Di awal kelas, ia membagi para murid menjadi dua kelompok. Anak-anak bermata cokelat dan satunya yang bermata biru. Ia kemudian membuat pengumuman yang mengejutkan: ”Anak-anak bermata cokelat lebih unggul dari anak-anak bermata biru. Mereka orang-orang yang lebih baik di ruangan ini.” Kelompok-kelompok itu lalu dipisahkan: Anak-anak bermata biru dipaksa untuk duduk di belakang kelas. Anak-anak bermata cokelat diberitahu bahwa mereka lebih pintar. Mereka diberi waktu tambahan pada jam istirahat. Anak-anak bermata biru harus mengenakan kalung khusus, sehingga semua orang akan mengetahui warna mata mereka dari jauh. Kedua kelompok itu tidak diijinkan bergabung pada jam istirahat.
Elliot sangat terkejut dengan betapa cepatnya kelas berubah. ”Saya melihat anak-anak itu menjadi anak-anak kelas tiga yang tidak menyenangkan, jabat, dan melakukan diskriminasi… keadaan itu mengerikan,” ujarnya. ”Persahabatan nampaknya hilang dengan seketika, pada waktu anak-anak bermata cokelat mengejek anak-anak bermata biru yang sebelumnya adalah teman mereka. Seorang siswa bermata cokelat bertanya kepada Elliot bagaimana ia dapat menjadi guru ‘jika Anda mendapatkan mereka bermata biru.’”
Pada permulaan kelas keesokan harinya, Elliot berjalan masuk dan mengumumkan bahwa ia telah berbuat salah. Sebenarnya anak-anak bermata cokelat yang lebih rendah kedudukannya. Pembalikan nasib ini diterima dengan seketika. Teriakan kegembiraan terdengar nyaring dari anak-anak bermata biru sewaktu mereka berlarian untuk memasangkan kalung mereka pada teman-teman mereka yang bermata cokelat, yang lebih rendah.
Di hari ketika mereka berada di kelompok yang lebih rendah kedudukannya, para murid menggambarkan diri mereka sendiri sebagai sedih, buruk, bodoh, dan hina. ”Ketika kami di bawah,” kata seorang anak laki-laki, suaranya jadi parau, ”rasanya seperti segala sesuatu yang buruk sedang menimpa kami.” Ketika mereka di atas, para murid merasa bergembira, baik, dan pintar.
Yang lebih mencengangkan, performa mereka pada tugas-tugas akademis berubah. Salah satu latihan dalam pelajaran membaca adalah satu set kartu bunyi bahasa yang harus dibaca secepat mungkin oleh anak-anak itu. Di hari pertama, ketika anak-anak bermata biru berada di bawah, mereka membutuhkan waktu 5,5 menit. Di hari kedua, ketika mereka berada di atas, mereka memerlukan waktu 2,5 menit. ”Mengapa kalian tidak bisa membaca secepat ini kemarin?” tanya Elliot. Seorang anak bermata biru menjawab, ”Kami mengenakan kalung itu…” Seorang yang lain menyela, ”Kami tidak bisa berhenti berpikir tentang kalung itu.”
Simulasi Elliot membuat prasangka menjadi konkrit, bahkan sangat konkrit. Simulasi itu juga berdampak tahan lama terhadap kehidupan para muridnya. Studi yang dilakukan sepuluh dan dua puluh tahun kemudian menunjukkan, betapa para murid Elliot secara signifikan tidak terlalu berprasangka dibandingkan rekan-rekan mereka yang tidak menjalani latihan itu.
Para murid masih mengingat simulasi itu dengan sangat jelas. 15 tahun kemudian, mereka mengadakan reuni yang disiarkan serial oleh PBS Frontline mengungkapkan betapa dalamnya hal itu telah menggerakkan mereka.
Ray Hansen, yang ingat bagaimana pemahamannya berubah dari satu hari ke hari selanjutnya, berkata ”Itu adalah salah satu pengalaman pembelajaran yang paling mendalam yang pernah saya jalani.” Sue Giner Rollan berkata, ”Prasangka harus diselesaikan ketika masih muda atau hal itu akan menguasai Anda sepanjang usia Anda. Kadang-kadang saya dapati diri saya (melakukan diskriminasi), menghentikan diri saya sendiri, berpikir kembali ke waktu saya di kelas tiga, dan mengingat bagaimana rasanya direndahkan.”
Jane Elliot memasukkan beragam kait ke dalam gagasan tentang prasangka. Ia mengubah prasangka menjadi pengalaman. Pikirkan tentang ’kait-kait’ yang terlibat.
1. Penglihatan tentang seorang teman yang mencemooh Anda.
2. Sentuhan sebuah kalung di leher Anda.
3. Perasaan putus asa karena merasa berkedudukan lebih rendah.
4. Kejutan yang Anda rasakan setiap kali Anda memperhatikan warna mata Anda di cermin.
Pengalaman ini memasukkan begitu banyak kait ke dalam ingatan para siswa, sehingga, puluhan tahun kemudian, pengalaman itu tidak dapat dilupakan.
Baik Anda menjadi guru bagi diri sendiri, atau juga bagi orang lain. Dengan cara yang sama, Anda juga bisa berdayakan diri Anda dengan beragam kait (anchor) indrawi. Semakin spesifik kait indrawi Anda, semakin nyata ia membantu Anda lebih berdaya. Dengannya, semoga Anda lebih sering dapati diri Anda dengan lebih mudah dapatkan tujuan hidup Anda secara lebih cepat.
Semoga tulisan sederhana ini berguna.
Selamat membuat tujuan hidup yang lebih multi indrawi!
“Jelasnya impian membuat menariknya perjalanan.
Membuat jauhnya jadi dekat, mengubah lelahnya jadi gembira.
Mengubah susahnya jadi penggelora jiwa.”
“Tapi entah kenapa, ada orang yang enggan berimpian yang jelas-jelas indah, yang menawan hatinya. Adakah dia lupa, bahwa impian adalah sebentuk perencanaan, sebuah proposal hidup.
Segenggam impian adalah sekepalan harapan.
Sebentuk kebergantungan jiwa kepada Sang Penguasa Alam Semesta. Allah swt.”
Enam Rahasia Pemimpin Besar

Dalam sejarah pertumbuhan bangsa-bangsa, agama-agama, organisasi-organisasi, perusahaan-perusahaan di dunia sejak dari dahulu hingga sekarang selalu saja kita dapat menemukan peran para pemimpin dalam menakhodai perubahan-perubahan besar.Perubahan-perubahan besar itu bisa dilakukan karena umumnya para pemimpin itu memiliki kualitas-kualitas kepemimpinan sebagai berikut:
Pertama: Keberanian yang tak Tergoyahkan.
Perubahan-perubahan besar biasanya menghadapkan sang pemimpin dan orang-orangnya dengan situasi baru yang belum pasti, tidak menjamin keamanan, penuh resiko, dan berpotensi menghantam kelanggengan hidup sang pemimpin dan orang-orangnya. Akan tetapi biasanya sang pemimpin bisa melihat dan menyikapi situasi itu dengan kualitas keberaniannya sebagai dampak dan kekuatan kemauannya dia tetap saja mau menghadapi situasi itu dengan penuh keberanian tetapi pada saat yang bersamaan amat memperhitungkan dan menyadari resikonya. Dalam keadaan seperti itu orang-orang dalam sebuah organisasi atau ilustitusi merasa menemukan alasan untuk terus bekerja bersama pemimpinnya, dan energi keberaniannya sang pemimpin menularkan rasa percaya diri.
Kedua: Pengendalian Diri yang Utama
Pemimpin adalah yang selalu menanggung beban tanggung jawab paling besar dalam institusi yang dipimpinnya. Dan memang secara normal selalu menimbulkan goncangan kepribadiannya terutama pada aspek emosional dan spiritual. Tetapi pemimpin yang arif amat menyadari bahwa apapun yang terjadi pada dirinya dengan segera akan menular pada orang-orangnya. Maka ia akan memilih untuk mengendalikan diri dengan baik, agar yang memulai dan idenya adalah selalu hal-hal yang positif dan insruktif.
Sebagai manusia yang tidak sempurna ia bisa saja sedih, kecewa, jengkel, marah, dendam, iri, sombong dan sebagainya. Akan tetapi begitu semua sikap negatif mulai merasuk kedalam dirinya, ia akan mengendalikannya sampai pada tingkat belia justru bisa menampilkan sifat-sifat sebaliknya.
Ketiga: Rasa Keadilan yang Diterima Oleh Semua Pihak
Penibahan dalam kehidupan manusia adalah pekerjaan besar, rumit, kompleks dan selalu melibatka banyak manusia dengan segala latar belakar dan potensinya.
Ada banyak hal, gagasan, dan strategi yang tertampng dalam perubahan itu. Ada banyak keberhasilan yang dicapai. Tetapi juga pasti ada banyak kegagalan yang dialami. Ada banyak situasi dimana sang pemimpin harus bisa mengambil keputusan dari tindakan yang dapat menciptakan spirit penemaan dari semua orang-orangnya ini tak mudah. Tetapi pemimpin yang berhasil selalu bisa menampilkan kualitas keadilannya yang dapat diterima semua pihak.
Keempat: Keputusan Pasti
Sukses ditingkat personal maupun ditingkat komunal sesungguhnya merupakan dampak dari ribuan keputusan yang diambil dan di eksekusi oleh sang pemimpin, memang selalu tersedia banyak pilihan pemikiran, kebijakan dan tindakan yang dimiliki oleh pemimpin. Akan tetapi ketidak ragu-raguannya dalam memilih sebuah pemikiran, kebijakan dan kendala untuk diputuskan secara pasti bagi orang-orangnya memberi suasana kejelasan arah dalam bertindak dan menghindarkan orang-orangnya dari kekacauan dalam berpikir dan bekerja.
Kelima: Melakukan Lebih Banyak dari yang Dibayar
Pemimpin adalah orang yang memiliki daya tarik untuk diikuti oleh orang-orangnya, yang pertama adalah pribadi yang memiliki semua kualifikasi yang memang memberikan kelayakan baginya untuk memimpin dan orang-orangnya merasa punya alasan untuk mengikuti sang pemimpin dalam kualifikasi itu.
Yang kedua, karena ia melakukan lebih banyak dari yang dibayar, karena alasan kedua inilah yang nampak begitu istimewa dan oleh karenanya begitu menyedot rasa ingin mengikuti.
Keenam: Kepribadian yang Menyenangkan
Apa yang membuat sebuah perubahan besar dalam sejarah bisa terjadi? Karena kekuatan yang menggerakkannya. Kenapa begitu kuat? Karena berasal dari kombinasi tenaga sang pemimpin dan pengikutnya yang begitu terpadu. Keterpaduan itu buah dari ikatan yang menawan dari dahaga jiwa para pengikut terhadap sosok figur dambaan, dan kepribadian yang menyenangkan sang pemimpin dalam pergaulan bersama orang-orangnya
Bagaimana Mencapai Hasil Hasil Lebih Besar Lagi
Setiap orang selalu saja memiliki naluri dan obsesi ingin meraih hasil hasil yang lebih besar dari waktu ke waktu .Tetapi tidak semua orang tahu bagaimana memulainya dengan tepat dan akurat . Akan tetapi waktulah yang akan menyadarkannya untuk melakukan hal hal berikut ini – begitu juga anada - sehingga bisa mencapai hasil hasil yang lebih besar .
1.Ubah Keyakinan dan Pikiran Anda yang Membatasi tentang Sukses
Semua bermula pada diri anda sendiri.Keyakinan anda terhadap sukses tidaknya diri anda sendiri dimasa depan amat mempengaruhi bagaimnan anda berpikir dan bertindak . Begitu anda yakin bahwa diri anda akan jauh lebih sukses dimasa depan , maka pikiran akan mencari cara bagaimana mewujudkan hal itu.Dan biasanya secara fisik anda akan bekerja seperti keyakinan dan arah pikiran anda.
Tetapi bagaimana memulai mengubah keyakinan sukses anda yang membatasi ? :
Anda dapat melakukannya dengan hal hal berikut :
a.Kenanglah lagi bagaimana dahulu anda berhasil meraih sukses demi sukses dalam kehidupan anda .
b.Ketahui lebih banyak cerita sukses orang orang disekitar anda.Cerita sukses mereka tentu beda dengan cerita sukses anda , baik dalam titik tolaknya , liku likunya , kualitas dan itensitas kejadiannya , kejutan kejutan yang terjadi sepanjang perjalannya .Dengan fakta ini adan tentu sudah selayaknya bercermin dan belajar dari cerita sukses mereka itu.Ini akan menambah bobot keyakinan anda
c.Telaahlah sejarah para Pendidik dan Pembimbing Besar kemanusiaan yakni para Nabi dan Rasul bagaimana mereka berhasil mengatasi persoalan persoaln yang mustahil diatsi menurut kalkulasi rasional .
2.Naikkan Standart Kerja Anda .
Semua kemampuan , kompetensi , prosedur kerja , serta target keja harus anda naikkan standartnya begitu anda menginkan hasil asil yang lebih besar.Ini karena anda tidak bisa bekerja dengan standart lama .Sebab hasilnya pasti sama dengan hasil sebelumnya. Anda membutuhkan standart baru dalam hal :
a.ilmu
jika anda bekerja dengan jumlah dan kualitas ilmu seperti saat saat sebelumnya dipastikan anda tidak akan banyak mampu memahami peluang peluang baru yang menjadi pintu masuk bagi terbuka dan tercapainya hasil hasil baru.
b.kompetensi
anda bisa melihat sendiri , sekarang ini begitu banyak kita menemukan sarana komunikasi , transportasi , edukasi dan lainnya dibuat untuk lebih memudahkan manusia dalam bekerja sehinga menjadi lebih efektif , efisien dan produktif.Tentu anda sangat butuh meningkatkan kemampuan kompetensi anda dalam menggnakan sarana sarana itu
c.budaya kerja
Baik secara personal maupun secara struktural siapapun yang lebih berhasil selalu memperlihatkan budaya kerja yang jauh lebih unggul dari yang lainnya. Disiplin waktu , focus , kerapian , kecepatan , ketepatan , kreatifitas dan inovasi kehandalan , kebiasaan selalu belajar , kerja sama adalah budaya kerja yang harus anda naikkan standartnya jika anda secara pribadi sudah memilikinya .
d.moralitas social
anda tidak bisa sukses besar jika anda selalu bekerja sendiri. Akan tetapi jika anda bekerja dengan orang lain , maka anda membutuh ikatan kerja yang menggairahkan dan menggerahkan bagi orang orang disekitar anda agar mereka tetap mau bekerja bersama anda.Ikatan yang saya maksud adalah moralitas and dalam bekerja .Kita sering menyebutnya dengan kecerdasan emosional. Anda harus bisa secara tulus meningkatkan empati , rasa hormat anda kepada sesama , keterbukaan untuk secara lapang dada mengakui kesalahan kesalahan anda , kepedulian untuk memberikan dukugan kepada orang orang anda dalam bekerja serta kebesaran jiwa untuk menoleransi setiap kesalahan yang dibuat orang orang anda karena masih dalam tahap mencoba dan belajar .
e.Jaringan kerja
Tidak bisa dibantah bahwa sukses manusia diabad ini adalah cerita sukses tentang jaringan .Anda harus semakin mendayagunakan kekuatan jaringan ini .
3.Ubah Strategi Kerja .
Strategi berfungsi memberi arah bertindak bagi anda dengan lebih terencana , terfokus , efisien , efektif dan produktif. Dalam strategi anda akan diajak berpikir jauh kedepan , dan diminta menentukan langkah langkah penting apa yang harus diambil pada periode waktu tertentu , dan seberapa besar sumber daya yang harus anda alokasikan secara benar .Anda juga akan dituntut bisa mendahulukan pekerjaan yang lebih penting ketimbang pekerjaan yang sekedar penting . Denga begitu anda bisa meraih hasil hasil yag anda inginkan lebih efektif ( artinya sesuai dengan jenis keberhasilan yang anda inginkan ), lebih efisien ( artinya lebih menghemat sumber daya dalam proses meraihnya ) , dan lebih produktif ( artinya lebih banyak yang dihasilkan dari waktu ke waktu sesuai dengan standart yang anda inginkan .
Akan tetapi anda harus berani melihat apakah strategi anda yang lama telah memperlihatkan itu semua .Jika tidak anda tidak boleh mengulanginya sekali lagi ..Anda harus menggantinya dengan strategi kerja baru
Kebiasaan Unggul 12 :Beranilah Menghadapi Resiko
Jika kegagalan akan memerangkap anda untuk tidak mau bangkit , maka ketakutan terhadap resiko masa yang akan datang akan membuat anda tidak mau maju merintis prestasi kedepan.Dua hal ini harus anda waspadai.
Mungkin saja anda sudah dengan baik melepaskan diri dari trauma kegagalan , tetapi belum tentu anda segera mau meristis jalan sukses kedepan .Ada beberapa tindakan berikut yang harus anda lakukan untuk mengatasi ketakutan terhadap resiko gagal pada waktu waktu kedepan :
Pertama : Belajarlah dari sejumlah kesuksesan anda dimasa lalu .Anda akan menemukan kenytaan bahwa semua sukses yang anda capai itu tadinya anda mulai dengan rasa ragu bahkan juga dengan rasa khawatir jangan jangan sukses itu tidak akan berhasil anda raih.Tetapi faktanya anda berhasil bukan ?
Kedua :Jangan diam saja saat kekhawatiran akan kegagalan itu merasuki pikiran dan perasaan anda.Ambillah tindakan tindakan kecil -dengan panduan ide ide kreatif anda sendiri-untuk merealisir cita cita anda selangkah demi selangkah , lalu secara bertahap perbesar tindakan tindakan anda itu baik kuatitas maupun kualitasnya.Anda akan menghadapi keyataan baru dimana kekhawatian anda terhadap kegagalan dimasa yang akan datang tidak akan terbukti.Sekali lagi ambil tindakan .Bergeraklah ! .Jangan hanya diam .
Ketiga :Sambil anda mengambil tindakan tindakan kecil yang saya sebut diatas , sertaiah dengan aktifitas mempelajari perjalanan hidup orang orang yang sukses dalam berbagai bidang kehidupan .Belajar lah dari mereka bagaimana mereka mengatasi berbagai ketakutan ketakutan yang berlebihan terhadap masa depan .
Keempat:Hadapilah segala kekhawatiran anda itu dengan selalu mendekat , meminta dan memohon pertolongan dari-Nya , Allah SWT Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu dalam kehidupan ini
Langkah-langkah bernegosiasi
1. Persiapan
Langkah pertama dalam melakukan negosiasi adalah langkah persiapan.
Persiapan yang baik merupakan fondasi yang kokoh bagi negosiasi yang
akan kita lakukan. Hal tersebut akan memberikan rasa percaya diri yang
kita butuhkan dalam melakukan negosiasi. Yang pertama harus kita lakukan
dalam langkah persiapan adalah menentukan secara jelas apa yang ingin kita
capai dalam negosiasi. Tujuan ini harus jelas dan terukur, sehingga kita bisa
membangun ruang untuk bernegosiasi. Tanpa tujuan yang terukur, kita tidak
memiliki pegangan untuk melakukan tawar-menawar atau berkompromi dengan
pihak lainnya.
Hal kedua dalam persiapan negosiasi adalah kesiapan mental kita.
Usahakan kita dalam kondisi relaks dan tidak tegang. Cara yang paling
mudah adalah dengan melakukan relaksasi. Bagi kita yang menguasai teknik
pemrograman kembali bawah sadar (subconscious reprogramming) kita dapat
melakukan latihan negosiasi dalam pikiran bawah sadar kita, sehingga setelah
melakukannya berkali-kali secara mental, kita menjadi lebih siap dan percaya
diri.
2. Pembukaan
Mengawali sebuah negosiasi tidaklah semudah yang kita bayangkan. Kita
harus mampu menciptakan atmosfi r atau suasana yang tepat sebelum proses
negosiasi dimulai. Untuk mengawali sebuah negosiasi dengan baik dan benar,
kita perlu memiliki rasa percaya diri, ketenangan, dan kejelasan dari tujuan
kita melakukan negosiasi. ada tiga sikap yang perlu kita kembangkan dalam
mengawali negosiasi yaitu: pleasant (menyenangkan), assertive (tegas, tidak
plin-plan), dan fi rm (teguh dalam pendirian). Senyum juga salah satu hal yang
kita perlukan dalam mengawali sebuah negosiasi, sehingga hal tersebut akan
memberikan perasaan nyaman dan terbuka bagi kedua pihak. berikut ada
beberapa tahapan dalam mengawali sebuah negosiasi:
a. Jangan memegang apa pun di tangan kanan Anda ketika memasuki
ruangan negosiasi;
b. Ulurkan tangan untuk berjabat tangan terlebih dulu;
c. Jabat tangan dengan tegas dan singkat;
d. Berikan senyum dan katakan sesuatu yang pas untuk mengawali
pembicaraan. Selanjutnya dalam pembicaraan awal, mulailah dengan
membangun common ground, yaitu sesuatu yang menjadi kesamaan antar
kedua pihak yang dapat dijadikan dasar untuk membangun rasa percaya.
Meski demikian harus tetap diingat bahwa pada dasarnya selain memiliki
beberapa persamaan, kedua pihak memiliki beberapa perbedaan.
3. Negosiasi Dalam Jual-Beli Barang
Dalam negosiasi jual beli, pihak penjual dan pembeli mempunyai hak dan
kewajiban tertentu. Pihak pembeli mempunyai hak menerima barang yang
dibelinya dan berkewajiban untuk membayar secar tepat jumlah dan waktu.
Sebaliknya penjual mempunyai hak menerima pembayaran dan berkewajiban
menyerahkan barang yang dijual secara tepat jumlah dan waktu. Jadi dalam
kisaran itulah substansi perundingan yang harus dilakukan oleh kedua belah
pihak.
Khusus dalam kegiatan jual beli, pelaksanaan negosiasi ditijukan untuk
memfasilitasi kehendak pembeli dan penjual, yaitu merundingkan masalahmasalah
yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban pihak penjual dan
pembeli, baik yang bersifat satu kali transaksi maupun untuk transaksi yang
berulang-ulang (terus-menerus). Biasnya negosiasi jual- beli antara pihak
penjual dan pihak pembeli, pembicaraaannya berkisar pada:
a. Jenis barang yang akan dibeli atau dijual;
b. Kwalitaas dari jenis barang yang akan dibeli atau dijual;
c. Jumlah barang yang akan dibeli atau dijual;
d. Ketetapan harga barang yang akan dibeli atau dijual;
e. Saat atau waktu penyerahan barang (tanggal, bulan, tahun penyerahan);
f. Kemana barang diangkut/dikirim dan syarat pengirimannya;
g. Cara pembayaran (tunai, kredit) dengan potongan harga atau tanpa
potongan harga.
4. Strategi dan Teknik Negosiasi
Negosiasi meliputi mempersiapkan rencana strategis sebelum dimulainya
negosiasi dan mengambil keputusan taktis yang baik selain negosiasi. Strategi
negosiasi dapat diartikan sebagai suatu komitmen untuk suatu pendekatan
menyeluruh yang memiliki peluang besar untuk mencapai tujuan negosiator.
Ada 3 (tiga) strategi negosiasi yang dapat dikembangkan yaitu:
a. Win-win strategy (strategi menang-menang)
Yaitu pendekatan bernegosiasi yang ditujukan kepada kemenangan kedua
belah pihak, dengan prinsip “meminta tanpa menekan dan memberi tanpa
desakan”, cara perundingan ini adalah menyelesaikan masalah yang
didasari rasa saling menghormati, menghindari konfl ik.
b. Win-lose strategy (strategi menang kalah), yaitu suatu strategi negosiasi
untuk memperoleh kemenangan mutlak, strategi ini berdasarkan kepada
keinginan untuk mengalahkan dan merugikan orang lain.Strategi ini sering
menimbul kan permasalahan. Oleh karena itu setrategi ini dianggap strategi
licik.
c. Lose-lose Strategy (Strategi kalah-kalah),
Strategi ini sangat merugikan kedua belah pihak karena masing-masing
hanya melampiaskan emosinya yang tidak rasional. Strategi ini tidak akan
menyelesaikan masalah tetapi memperpanjang konfl ik, karena itu strategi
ini dianjurkan untuk tidak dipergunakan

1 komentar:

  1. Maaf saya mau bertanya, referensi tulisan diatas didapat dari buku apa saja ya? khususnya mengenai referensi "teknik AIDAS".
    Bisa tolong kirim jawabannya ke email saya: silviana.vie@gmail.com
    Terimakasih banyak atas bantuannya. Semoga Allah senantiasa membalas kebaikan anda. Amin

    BalasHapus