SMK Negeri 1 Pangkalpiang

Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 10 Juni 2010

MODUL KEWIRAUSAHAAN 2

MODUL
KEWIRAUSAHAAN SMK
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN
BERKOMUNIKASI
Kode : A1.02 KWU
Penulis :
Dr. Edi Suryadi, M.Si
DIRKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2004
2
OLEH
EDI SURYADI, DR, MSi
LEMBAGA PENELITIAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2004
MODUL
02
MENGEMBANGKAN
KEMAMPUAN
BERKOMUNIKASI
i
KATA PENGANTAR
Dalam dua dasawarsa belakangan perkembangan teknologi begitu
hebatnya sehingga telah memberikan dampak yang menyentuh seluruh aspek
kehidupan manusia. Salah satu hal yang berkembang sangat pesat dan menjadi
pemicu dari perkembangan yang ada adalah komunikasi. Karena itu, tidak aneh
kalau akhir-akhir ini banyak orang yang tertarik unt uk mempelajari komunikasi.
Komunikasi memang merupakan suatu hal yang sangat fundamental bagi
kehidupan manusia. Dengan komunikasi kita membentuk saling pengertian,
menumbuhkan persahabatan, memelihara kasih sayang, mengembangkan karir.
Sebaliknya, dengan komunikasi kita juga dapat memupuk perpecahan,
menanamkan kebencian, dan menghambat kemajuan.
Penulis sangat yakin bahwa kualitas hidup kita, hubungan kita dengan
orang lain, bahkan peluang usaha dan karir kita, dapat ditingkatkan dengan
memahami dan memperbaiki cara-cara berkomunikasi kita. Penulis telah berusaha
menyusun modul ini secara sistematis dari tahap ke tahap menurut kajian ilmu
komunikasi, khususnya komunikasi antar manusia. Pembahasannya tidak hanya
bersifat teoritis, tetapi juga bersifat praktis. Harapannya tiada lain agar modul ini
mudah dipahami dan mudah dipraktekan, terutama oleh para siswa yang berminat
untuk mempelajarinya.
Akhirnya, saya berharap modul ini menjadi salah satu pengabdian saya
kepada Allah dan pelayanan saya kepada sesama khusunya kepada para siswa.
Bandung, Awal Desember 2004
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar…………………………………………………………….. i
Daftar Isi.……………………………………………………………………. ii
Peta Modul .................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Deskripsi 1
B . Prasyarat 2
C. Petunjuk Penggunaan Modul 2
D. Tujuan Akhir 3
E. Kompetensi 4
F. Cek Kemampuan 4
BAB II PEMBELAJARAN 6
A. Rencana Belajar Siswa 6
B. Kegiatan Belajar: 6
1. Kegiatan Belajar 1:
a. Tujuan Kegiatan Belajar 1
b. Uraian Materi 1: Mengapa Kita Berkomunikasi
1) Pentingnya Komunikasi
2) Pengertian dan Unsur-unsur Komunikasi
3) Ruang Lingkup Komunikasi
4) Karakteristik Utama Komunikasi Efektif
c. Rangkuman
6666
8
12
14
17
2. Kegiatan Belajar 2:
a. Tujuan Kegiatan Belajar 2:
b. Uraian Materi 2: Bagaimana Cara
Berkomunikasi Secara Efektif
1) Prinsip-prinsip Berkomunikasi Secara Efektif
2) Cara berkomunikasi
a) Kontak Mata
b) Sikap Tubuh
c) Pengaturan Nada Suara
d) Cara Bicara
e) Pengaturan Pernapasan
f) Gaya Komunikasi
c. Rangkuman
21
21
21
21
26
26
28
29
30
31
32
35
BAB III EVALUASI 37
A. Insrumen Penilaian 37
B. Petunjuk 37
C. Kunci Jawaban 37
BAB IV PENUTUP 39
A. Penentuan Nilai Evaluasi 39
i
B. Penentuan Tingkat Penguasaan 39
C. Umbapn Balik dan Tindak Lanjut 39
DAFTAR PUSTAKA 4 0
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
1
MODUL
KIAT MENGEMBANGKAN
KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI
EDI SURYADI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Deskripsi
odul ini berjudul KIAT MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN
BERKOMUNIKASI. Fokus kajiannya kepada bagaimana cara Anda
dapat berkomunikasi secara efektif, baik dalam kedudukannya sebagai
pribadi maupun sebagai profesional. Memiliki kemampuan berkomunikasi
secara efektif merupakan faktor yang sangat penting untuk menuju
kesuksesan. Tidak peduli seberapa berbakatnya seseorang, betapapun
unggulnya sebuah produk, atau seberapa kuatnya sebuah kasus hukum,
kesuksesan tidak akan pernah diperoleh tanpa penguasaan ketrampilan
komunikasi yang efektif. Apakah anda sedang mempersiapkan presentasi,
negosiasi bisnis, melatih tim bola basket, membangun sebuah teamwork,
bahkan menghadapi ujian akhir semester, maka efektifitas komunikasi
akan menentukan kesuksesan anda dalam kegiatan-kegiatan tersebut.
Kemampuan anda dalam mengirimkan pesan atau informasi dengan baik,
kemampuan menampilkan sikap dan perilaku yang baik, kemampuan atau
ketrampilan menggunakan berbagai media atau alat audio visual
merupakan bagian penting dalam melaksanakan komunikasi yang efektif.
Secara garis besar materi yang tercakup oleh modul ini meliputi
dua hal. Pertama, Mengapa kita berkomunikasi. Kedua, bagaimana cara
M
2
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
2
kita berkomunikasi. Dengan dua materi besar ini, Anda diharapkan tidak
hanya menguasai prinsip-prinsip dasar berkomunikasi, tetapi lebih dari
pada itu Anda diharapkan trampil mampu berkomunikasi secara efektif.
Sesuai dengan meteri yang dibahasnya, maka setelah mempelajari
materi modul ini, ada dua tujuan utama yang ingin dicapai. Pertama,
Anda memahmi prinsip-prinsip dasar dalam berkomunikasi. Kedua, Anda
trampil dalam berkomunikasi, khususnya berkomunikasi secara lisan.
Untuk mencapai kedua tujuan tadi modul ini dirancang sedemikian
rupa, dengan harapan Anda tidak akan menemui kesulitan untuk
memahami keseluruhan isi modul ini.
B. Prasyarat
Untuk mempelajari modul ini tidak ada prasyarat khusus. Artinya,
bila dikaitkan dengan modul-modul sebelumnya, modul ini dapat dipelajari
secara tersendiri. Tetapi untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal,
sebaiknya Anda telah memiliki wawasan tentang komuniksi secara umum.
C. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Untuk siswa
a. Bacalah modul dengan seksama. Beri tanda khusus untuk konsep atau
istilah yang belum dipahami dan carilah pengertian istilah-istilah yang
belum dipahami itu.
b. Diskusikan dengan teman atau dengan guru untuk hal-hal yang belum
dipahami.
c. Utuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi Anda, lakukan latihan
berkomunikasi dengan cara sebagai berikut:
1) Berlatih sendiri: berbicaralah kepada diri Anda sendiri di depan
cermin berkali- kali sampai kontak mata yang Anda lakukan terasa
dan terlihat secara wajar.
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
3
2) Berlatih di ruang kelas : Lakukanlah latihan bersama teman di
dalam kelas dengan bimbingan guru Anda
3) Rekamlah suara Anda berkali-kali sampai Anda terbiasa untuk
berbicara. Ingat hasil rekaman itu jangan dihapus, karena dapat
berguna untuk mengetahui kemajuan Anda.
4) Mintalah komentar-komentar teman-teman dan guru anda,
khususnya yang berkaitan dengan kelemahan Anda dalam
berkomunikasi.
f. Jawablah pertanyaan evaluasi belajar di Bab III. Cocokkan jawabannya
dengan kunci jawaban.
g. Tentukan tingkat penguasaan Anda terhadap materi modul ini, dan ikuti
petunjuk di Bab IV tentang tindak lanjut apa yang harus dilakukan
selanjutnya.
2. Untuk guru
(1) Baca modul dengan seksama.
(2) Untuk menambah wawasan, cari dan baca referensi yang relevan
dengan materi modul.
(3) Cari pengertian konsep-konsep yang dianggap belum jelas.
(4) Bantu siswa dalam memahami konsep yang belum jelas.
(5) Siapkan cassette dan tape recorder untuk melatih keterampilan
berkomunikasi siswa.
(6) Rekamlah latihan tersebut, kemudian dengarkan bersama-sama dan
berikanlah kesempatan kepada siswa lainnya untuk mengomentarinya
termasuk komentar Anda.
(7) Lakukan evaluasi pada siswa yang relevan dengan meteri modul.
(8) Catat dan informasikan hasil evaluasi tersebut kep ada siswa.
(9) Lakukan remedial untuk siswa yang dianggap belum mencapai syarat
kelulusan
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
4
D. Tujuan Akhir
1) Kinerja yang diharapkan
a) Siswa memahami prinsip-prinsi dasar berkomunikasi
b) Siswa trampil berkomunikasi secara efektif.
(2) Kriteria keberhasilan
Mampu dan trampil berkomunikasi lisan secara efektif.
(3) Kondisi yang diberikan
Mendengarkan kaset yang berisikan pidato Bapak Susilo Bambang
Yudoyono ketika berkampanye dalam pemilihan presiden, ceramah KH.
Zaenudin, MZ, atau kaset siapa saja yang dipandang memiliki
kemampuan berkomunikasi yang baik.
E. Kompetensi
1. Kompetensi: trampil berkomunikasi lisan secara efektif.
2. Sub kompetensi:
a. Trampil mengatur nada suara ketika berkomunikasi,
b. Trampil mengatur pernapasan ketika berkomunikasi,
c. Trampil memperlihatkan sikap tubuh ketika berkomunikasi
3. Kriteria unjuk kerja: mampu berkomunikasi secara efektif
dihadapan teman-teman dan gurunya.
F. Cek Kemampuan
a. Jelaskan secara singkat pengertian komunikasi antar manusia?
b. Sebutkan enam unsur utama terjadinya komunikasi?
c. Dilihat dari konteksnya, komunikasi dapat dikalsifikasikan kepada 7
jenis. Sebutkan satu persatu?
d. Jelaskan apa yang menjadi karakteristik utama dari komunikasi itu?
e. Komunikasi yang efektif dapat dibangun melalui lima hukum atau
prinsip utama. Sebutkan kelima prinsip tersebut?
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
5
f. Sebutkan tujuh hambatan berkomunikasi?
G. Glosarium
1. Proses komunikasi ada enam unsur penting yang terlibat, yaitu: (1)
Sumber informasi, (2) pesan, (3) media, (4) penerima pesan, (5)
umpan balik, dan (6) lingkungan.
2. Empathy, adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada
situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain.
3. Clarity, adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak
menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang
berlainan.
4. Gaya mengintruksi adalah gaya komunikasi yang dikembangkan oleh
komunikator melalui sikap, perbuatan dan ucapannya, yang cenderung
lebih banyak memberikan penjelasan, pengarahan secara spesifik.
5. Gaya mendelegasi adalah gaya komunikasi yang dikembangkan oleh
komunikator melalui sikap, perbuatan dan ucapannya yang cenderung
menempatkan dirinya pada posisi sebagai penerima pesan dan hanya
pada saat-saat tertentu saja sebagai penyampai pesan apabila
diperlukan.
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
6
BAB II
PEMBELAJARAN
A. Rencana Belajar Siswa
1. Mempelajari modul secara mandiri.
2. Mendiskusikan materi modul yang belum dipahami dengan guru.
3. Latihan berkomunikasi di dalam kelas
4. Mengikuti evaluasi belajar secara mandiri maupun yang diberikan guru.
B. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Belajar 1
a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 1
Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa memiliki kemampuan
untuk:
(1) Menjelaskan pentingnya komunikasi bagi kehidupan manusia
(2) Menjelaskan pengertian komunikasi antar manusia.
(3) Menjelaskan unsur-unsur komunikasi.
(4) Menjelaskan ruang lingkup komunikasi dilihat dilihat dari bidang, sifat,
tatanan, tujuan, fungsi, dan teknik komunikasi
(5) Menjelaskan karakteristik utama komunikasi.
b. Uraian Materi 1
MENGAPA KITA BERKOMUNIKASI
1) Pentingnya Komunikasi
MENGAPA KITA BERKOMUNIKASI? Pertanyaan ini merupakan
pertanyaan besar sekaligus menarik untuk dibicarakan. Dari sudut
pandang agama, kita mengetahui bahwa Tuhan-lah yang mengajarkan
kepada kita berkomunikasi melalui akal dan kemampuan berbahasa yang
dianugrahkan-Nya kepada kita. Kita patut bersyukur dibekali akal dan
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
7
kemampuan berbahasa sehingga kita dapat berkomunikasi. Tidak semua
orang dapat berkomunikasi. Tengoklah teman-teman yang ada disekeliling
Anda yang karena suatu hal tidak dapat berkomunikasi. Kalaupun Anda
dapat berkomunikasi, sudah mahirkah Anda berkomunikasi? Kenyataan
ketika berhadapan dengan guru atau Kepala Sekolah, Anda sering
kebingungan dan susah untuk bekomunikasi dengan-nya bukan?
Kita berkomunikasi pada dasarnya adalah untuk membangun dan
memlihara hubungan dengan orang lain. Dalam arti, komunikasi
merupakan instrumen dari interaksi sosial manusia yang berguna untuk
mengetahui dan memprediksi sikap orang lain, untuk mengetahui
keberadaan diri sendiri, untuk memperoleh pendidikan, untuk
kebahagiaan, untuk menghindari kesulitan, untuk mencapai apa yang
dicita-citakan termasuk karir kita.
Mari kita lihat dalam fenomena kehidupan manusia sekarang ini
dimana ada orang-orang tertentu yang seolah-olah dilahirkan untuk
menjadi orang yang sukses dalam hidupnya, baik sebagai pengusaha,
pendidik, doter, insinyur, ilmuwan, siswa dan lain sebagainya. Mereka
mudah bergaul, menjalin kerjasama sekalipun dengan orang baru
dikenalnya. Tetapi ada pula orang-orang yang justru mengalami hal yang
sebaliknya meski mereka tak henti-hentinya berusaha meraih kesuksesan
yang ingin diraihnya. Ambil contoh kasus Bapak Susilo Bambang
Yudoyono pada saat beliau berjuang untuk menjadi presiden. Anda tentu
masih ingat bagaimana beliau berusaha meyakinkan seluruh masayarakat
Indonesia baik yang berada di desa-desa terpencil maupun diperkotaan,
baik masyarakat terdidik maupun masyarakat yang kurang atau belum
terdidik. Kita juga masih ingat bagaimana cara beliau berkomunikasi mulai
dari cara bicaranya, isi pesan yang dikomunikasikan sampai dengan
bahasa isyarat yang ditampilkan dari gerakan tubuhnya. Kesan yang
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
8
muncul kemudian adalah enak didengar, enak dipandang, mudah diingat
dan mudah dipahami.
Kasus Bapak Susilo Bambang Yudoyono di atas, bukanlah satusatunya
yang dapat kita jadikan contoh. Masih banyak kasus lain misalnya
saja Presiden pertama kita Bapak Soekarno. Beliau terkenal sebagai orator
yang handal yang mampu menyihir pendengarnya. Zaenudin MZ yang
terkenal dengan sejuta umatnya ataupun Buya Hamka yang gaya
komunikasinya sangat menyejukan. Begitu juga dalam sejarah Amerika
Serikat ada Franklin D. Roosevelt Presiden Amerika Serikat yang terpilih
empat kali itu terkenal sebagai orator yang sangat mengagumkan.
Pidatonya yang berapi-api dan bergelora penuh kepastian. ”Tidak ada
yang perlu kita takuti, selain ketakutan itu sendiri” Demikian pidato
singkatnya yang berhasil menghilangkan segala kepanikan yang melanda
bangsanya dan mampu mempersatukan seluruh rakyatnya di bawah satu
tampuk kepemimpinan.
Dari kasus-kasus sebagaimana diuraikan dimuka, jelas komunikasi
merupakan salah satu keterampilan yang amat diperlukan dalam rangka
pengembangan diri kita baik secara personal maupun profesional. Apalagi
ditengah-tengah suasana masyarakat yang semakin kompleks, dimana
persaingan yang semakin tajam dalam memperoleh peluang usaha dan
meningkatkan karir. Bayangkan apa yang terjadi jika Anda tidak bisa
berkomunikasi.
Saya yakin anda punya keinginan untuk memiliki kemampuan
berkomunikasi secara efektif. Namun, sebelum itu Anda harus
mempelajari uraian berikut ini sebagai langkah awal untuk
mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif.
2) Pengertian dan Unsur-unsur Komunikasi
Mari kita mulai diskusi ini dengan memikirkan apa itu komunikasi?
Jawaban atas pertanyaan di atas tentu amat beraneka ragam. Karena itu,
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
9
kita ambil kesepakatan terlebih dahulu dalam mendefinisikan istilah
komunikasi. Perhatikian gambar berikut ini
Gambar 1 Peristiwa Komunikasi
Apakah gambar-gambar di atas merupakan suatu peristiwa
komunikasi? Ya tentu harimau mengaum, induk kelinci dan anaknya
bermain, komputer menyala, adalah peristiwa komunikasi? Ya tentu
gambar-gabar itu menunjukkan peristiwa komunikasi. Namun demikian,
peristiwa komunikasi seperti di atas bukan peristiwa komunikasi yang kita
maksudkan. Yang kita maksudkan tentu komunikasi antara manusia
(human communication) yakni peristiwa komunikasi yang dilakukan oleh
seseorang dengan orang lainnya.
Sejalan dengan itu, secara sederhana komunikasi dapat diartikan
sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan dari seseorang kepada
orang lainnya baik secara lisan maupun tulisan. Bagaimana Bapak
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
10
Budiman dalam kedudukannya sebagai guru menyampaikan materi
pelajaran dan menerima pendapat siswanya. Bagaimana Anwar dalam
kapasitasnya sebagai calon ketua OSIS berkampanye di depan massa
untuk mendapatkan dukungan dari siswa-siswa lainnya. Bagaimana Dimas
menulis sepucuk surat untuk menyatakan perasan cintanya kepada
Desi.Beggitu juga bagaimana Bapak Susilo Bambang Yudoyono, Bapak
Amin Rais, Ibu Megawati, dan calon-calon presiden lainnya merebut
simpatisan dengan menggunakan media komunikasi seperti surat kabar,
Radio, televisi. Bahkan para pengusaha menggunakan saluran komunikasi
seperti poster, leaflet, billboard dan lain sebagainya untuk merebut
pembeli.
Semua contoh-contoh terakhir sebagaimana dikemukakan di atas
adalah pengertian komunikasi yang kita maksudkan, dimana manusia
sebagai pelaku utamanya. Kalau diilustrasikan, maka pengertian
komunikasi itu dapat diperagakan sebagai berikut.
Gambar 2: Poses Komunikasi
LINGKUNGAN
SUMBER PESAN
UMPAN BALIK
MEDIA PENERIMA
LINGKUNGAN
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
11
Ada enam unsur penting yang terlibat dalam proses komunikasi,
yaitu: (1) Sumber informasi, (2) pesan, (3) media, (4) penerima pesan,
(5) umpan balik, dan (6) lingkungan.
Sumber pesan, sering disebut komunkator, sender, encoder
yaitu orang yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah
orang. Dalam komunikasi antar manusia sumber bisa terdiri atas satu
orang atau beberapa orang. Misalnya saja partai, kelompok atau
organisasi.
Pesan, atau dalam bahasa inggri disebut message merupakan
seperangkat lambang-lambang bermakna yang disampaikan oleh
komunikator kepada komunikan. Pesan ini bisa disampaikan oleh
komunikator dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi.
Isinya dapat berupa informasi, nasihat, hiburan, atau propaganda.
Media, atau disebut juga chanel yaitu saluran komunikasi tempat
berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan. Ada beberapa
pendapat yang muncul kepermukaan mengenai media komunikasi.
Misalnya saja ada yang berpendapat bahwa dalam konteks komunikasi
antar pribadi, panca indera dan udara dianggap sebagai media
komunikasi. Begitu juga dengan surat, telepon, telegram sering
digolongkan media komunikasi antar pribadi. Sedangkan televisi, radio,
surat kabar, majalah, film, komputer, video recording, audio casette dan
semacamnya sering digolongkan sebagai media komunikasi masa.
Penerima, sering disebut komunikan, receiver, audience,
khlayak, atau sasaran yaitu yang menerima pesan dari komunikator.
Penerima merupakan unsur penting dalam proses komunikasi, karena
dialah yang menjadi sasaran komunikasi. Karena itu, mengetahui,
memahami karakteristik penerima pesan merupakan salah satu faktor
kunci dalam berkomunikasi.
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
12
Umpan balik, disebut juga feed back atau pengaruh yaitu
seperangkat tanggapan atau rekasi pada komunikan setelah diterimanya
pesan. Umpan balik ini dapat berbentuk opini, pendapat, sikap, dan
perilaku sebagai akibat dari pesan yang diterimanya.
Lingkungan, disebut juga situasi adalah faktor-faktor tertentu
yang dapat mempengaruhi jalannya komunikasi. Lingkungan ini dapat
berbentuk lingkungan fisik (kondisi geografis), lingkungan sosial budaya
(bahasa, adat istiadat, status sosial), lingkungan psikologis (kondisi
kejiwaan, usia), dan dimensi waktu (musim) yang menunjukkan situasi
yang tepat untuk melakukan komunikasi.
Keenam unsur sebagaimana dikemukakan di atas menegaskan
faktor-faktor kunci dimana masing-masing unsur memiliki peranan penting
dan saling berkaitan satu sama lain dalam proses komunikasi. Dalam arti
lain, jika salah satu unsur di atas tidak berjalan dengan baik maka proses
komunikasi akan mengalami gangguan atau tidak akan efektif.
3) Ruang Lingkup Komunikasi
a) Bidang Komunikasi
Dimaksudkan sebagai bidang kehidupan manusia yang terkait
dengan komunikasi, diantaranya, yaitui:
(1) Komunikasi sosial (social communication)
(2) Komunikasi organisasional (organizational communication)
(3) Komunikasi bisnis (business communication)
(4) Komunikasi politik (political communication)
(5) Komunikasi internasional (international communication)
(6) Komunikasi antar budaya (intercultural communication)
(7) Komunikasi pembangunan (development Communication)
(8) Dan lain sebagainya
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
13
b) Sifat Komunikasi
(1) Komunikasi verbal (verbal communication):
(a) Komunikasi lisan (oral communication)
(b) Komunikasi tulisan (written communication)
(2) Komunikasi nonverbal (nonverbal communikation)
(a) Komunikasi kial (body/gestural communication)
(b) Komunikasi gambar (pictorial communication)
(c) Dan sebagainya
(3) Komunikasi tatap muka (face-to-face communication)
(4) Komunikasi bermedia (mediated communication)
c) Tatanan Komunikasi
Tatanan komunikasi dimaksud adalah proses komunikasi ditinjau
dari jumlah komunikan (satu atau lebih) yang terdiri atas:
(1) Komunikasi pribadi (personal communication)
(a) Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication)
(b) Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication)
(2) Komunikasi kelompok (group communication)
(a) Komunikasi kelompok kecil (small group communication)
(b) Komunikasi kelompok besar (large group communication)
(3) Komunikasi massa (mass communication)
(a) Komunikasi media massa cetak (printed mass media
communication)
(b) Komunikasi media massa elektronik (electronic mass media
communication)
d) Tujuan komunikasi
(a) Mengubah opini (to change the opinion)
(b) Mengubah sikap (to change the attitudde)
(c) Mengubah perilaku (to change the behavior)
(d) Mengubah masyarakat (to change the society)
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
14
e) Fungsi Komunikasi
(a) Menginformasikan (to inform)
(b) Mendidik (to educate)
(c) Menghibur (to entertain)
(d) Mempengaruhi (to influence)
f) Teknik Komunikasi
1. Komunikasi informatif (invormative communication)
2. Komunikasi persuasif (persuasive communication)
3. Komunikasi korsif (coersive communication)
4. Komunikasi instruktif (instructive communication)
a. Metode Komunikasi
(a) Jurnalisme (journalism)
(b) Hubungan masyarakat (public relations)
(c) Periklanan (advertising)
(d) Propaganda
(e) Perang urat syaraf (psychological warfare)
(f) Perpustakaan (library)
4) Karakteristik Utama Komunikasi yang Efektif
Sampai disini Anda telah memahami pentingnya komunikasi,
pengertian komunikasi beserta unsur-unsur utama yang terlibat dalam
proses komunikasi. Sepintas, definisi komunikasi itu sepertinya sangat
sederhana dan semua orang mampu melaksanakannya. Tetapi nanti dulu,
karena persoalan utama komunikasi bukan sekedar menyampaikan pesan
lalu kemudian persoalannya sudah selesai. Ada hal yang sangat mendasar,
yakni apakah pesan yang disampaiakan itu dimengerti oleh penerima
pesan sesuai dengan apa yang dimaksudkan penyampai pesan? Tentu ini
bukan persoalan mudah, faktanya berbagai peristiwa komunikasi baik
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
15
yang dilakukan oleh guru dengan siswanya, orang tua dengan anaknya,
manajer dengan bawahannya, suami dengan istrinya sekalipun sering
terjadi salah pengertian (miss understanding). Coba kita simak
percakapan sepasang remaja berikut ini:
Nah, coba simak percakapan antara Desi dan Dimas di atas,
bukankah komunikasi berlangsung terus bukan? Ya memang terjadi
peristiwa komunkasi antara Desi dan Dimas bahkan ketika kedua-duanya
diam seribu bahasa. Namun yang muncul kemudian tidak terjadi saling
pengertian, tidak terjadi kesamaan makna. Saling pengertian atau
kesamaan makna itulah yang disebut dengan karakteristik utama
komunikasi yang efektif. Dengan kata lain, suatu komukasi dikatakan
efektif jika diantara orang-orang yang terlibat dalam komunikasi terjadi
saling pengertian atau kesamaan makna. Hal ini sejalan dengan asal kata
komunikasi, yaitu communicatio (bahasa latin) yang bersumber dari
Dimas terlambat satu jam mengunjungi pacarnya di malam minggu. Desi
pacarnya sudah merasa bosan menunggu sambil merasa khawatir janganjangan
pacaranya itu berpaling ke wanita lain. Ketika pacarnya datang
terjadi dialogi sebagai berikut:
Desi : Pergi kemana saja kamu? Jam segini baru sampai
Dimas : Jangan cemberut begitu dong. Saya juga kesal
dengan motor sialan itu........
Desi : Motor lagi motor lagi jang menjadi kambing hitam.
Masa motor mogoknya setiap malam minggu. Tentu kamu ....
Dimas : Kau selalu begitu. Hilangkan pikiran busuk dari otakmu itu. Tau
tidak, aku ini capai dorong-dorong motor malah di......
Desi : Alaa, sudahlah kamu memang suka begitu. Akukan wajar kalau
khwatir. Malah dianggap punya pikiran busuk sama kamu.
Apa yang terjadi selanjutnya Desi terdiam sambil cemberut dan
mengarahkan pandangannya ketempat lain. Dimas juga tidak mau kalah ia
diam seribu bahasa dan tidak mau bertatap muka.
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
16
perkataan communis mengandung arti ”sama” atau ”membuat sama”.
Sama disini maksudnya ”sama makna” atau ”sama arti”
Adanya saling penegertian atau kesamaan makna dalam
berkomunikasi dapat diibaratkan sebagai dua buah lingkaran yang
bertindih satu sama lain (lingkaran hitam). Lingkaran hitam itu oleh
Wilbur Schramm salah seorang pakar komunikasi dinamakan field of
experience (bidang pengalaman, kerangka acuan) dan dipandang faktor
penting untuk terjadinya komunikasi. Dalam arti lain, bidang pengalaman
antara komunikator sama dengan komunikan, maka komunikasi akan
berlangsung efektif. Sebaliknya, jika bidang pengalaman komunikator
tidak sama dengan komunikan, maka akan timbul kesulitan untuk
terjadinya saling pengertian.
Gambar 3: Ktak kesamaan makna
Gambar di atas, mengilustrasikan bahwa jika lingkaran hitam atau
kerangka pengalaman (field of experience) semakin menyebar menutupi
lingkaran X dan Y yang akhirnya terbentuk suatu lingkaran yang sama,
maka makin besar pula peluang terciptanya saling pengertian atau
kesamaan makna diantara orang-orang yang terlibat dalam komunikasi.
Dengan kata lain komunikasi itu mengena (efektif). Sebaliknya jika
lingkaran hitam atau kerangka pengalaman (field of experience) semakin
mengecil dan menjauh apalagi sampai mengisolasi pada lingkarannya
masing-masing (lingkaran X dan Y), maka komunikasi akan gagal atau
X yY
X Y
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
17
dengan kata lain tidak efektif sebagaimana yang terjadi pada cerita Dimas
dan Desi di atas.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimana caranya
agar komunikasi kita itu efektif, sementara dilain pihak kerangka
pengalaman kita dengan orang yang diajak berkomunikasi belum tentu
sama atau relatif berbeda? Agar Anda dapat menemukan jawaban atas
pertanyaan tadi, Anda jangan berhenti disini tetapi lanjutkan pada
kegiatan belajar 2 berikut setelah rangkuman.
c. Rangkuman
1) Komunikasi adalah instrumen penting manusia baik dalam
kedudukannya sebagai pribadi maupun sebagai profesional. Sebagai
instrumen penting, komunikasi berperan dalam menentukan
keberhasilan dan kegagalan manusia dalam meraih cita-citanya.
2.) Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan dari
seseorang kepada orang lainnya dengan tujuan untuk mencapai
kesamaan makna atau saling pengertian antara orang-orang yang
terlibat dalam komunikasi.
3) Kesamaan makna atau saling pengertian dalam komunikasi akan
tercapai jika field of reference (panduan pengalaman, pengetahuan,
kerangka acuan) antara komunikator dan komunikan sama.
4) Ada enam unsur dasar yang terlibat dalam proses komunikasi, yaitu:
sumber pesan, pesan, media, penerima, umpan balik, dan lingkungan.
Kenam unsur itu saling barkatian satu sama lain yang pada gilirannya
akan berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi.
5) Dilihat dari konteksnya, komunikasi dapat diklasifikasikan pada
beberapa klasifikasi, yakni:
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
18
a) Bidang komunikasi, yang meliputi: komunikasi sosial, komunikasi
organisasional, komunikasi bisnis, komunikasi politik, komunikasi
internasional, komunikasi antar budaya, dan komunikasi pembangunan,
b) Sifat komunikasi, yang meliputi: komunikasi verbal (lisan dan tulisan),
komunikasi nonverbal (komunikasi kial, komunikasi gambar),
c) Tatanan komunikasi, yang meliputi: komunikasi pribadi (intrapribadi,
antarpribadi), komunikasi kelompok (kelompok kecil, kelompok besar),
komunikasi massa (media massa cetak, media massa elektronik),
d) Tujuan komunikasi, yaitu mengubah opini, sikap, perilaku, dan
masyarakat;
e) Fungsi komunikasi, yaitu meliputi: menginformasikan, mendidik,
menghibur, dan mempengaruhi;
f) Teknik komuikasi, yang meliputi: komunikasi informatif, persuasif,
koersif, dan instruktif; dan
g) Metode komunikasi, meliputi: jurnalisme, hubungan masyarakat,
periklanan, propaganda, perang urat syaraf, dan perpustakaan.
d. Tugas
Carilah dan berikan contoh 10 kegiatan yang berhubungan dengan
komunikasi.
e. Evaluasi
1) .Instrumen Penilaian
Untuk memantapkan penguasaan Anda terhadap keseluruhan
materi modul ini, berikut dikemukakan beberapa pertanyaan evaluasi..
Jawablah seluruh pertanyaan yang terdapat dalam instrumen penilaian ini.
Setelah seluruhnya dijawab, cocokkan jawaban Anda dengan kunci
jawabannya. Selanjutnya lihat Bab IV untuk tindak lanjut yang harus Anda
lakukan.
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
19
2). Petunjuk
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat, tepat
dan jelas.
1. Jelaskan apa fungsi komuniksai bagi kehidupan manusia?
2. Jelaskan secara singkat pengertian komunikasi antar manusia?
3. Sebutkan enam unsur utama terjadinya komunikasi?
4. Dilihat dari konteksnya, komunikasi dapat dikalsifikasikan kepada 7
jenis. Sebutkan satu persatu?
5. Komunikasi yang efektif dapat dibangun melalui lima hukum atau
prinsip utama. Sebutkan kelima prinsip tersebut?
3). Kinci Jawaban
1. Merupakan instrumen dari interaksi sosial manusia yang berguna
untuk mengetahui dan memprediksi sikap orang lain, untuk
mengetahui keberadaan diri sendiri, untuk memperoleh pendidikan,
untuk kebahagiaan, untuk menghindari kesulitan, untuk mencapai apa
yang dicita-citakan termasuk karir kita.
2. Komunikasi antar manusia diartikan sebagai proses pengiriman dan
penerimaan pesan dari seseorang kepada orang lainnya baik secara
lisan maupun tulisan.
3. Unsur-unsur utama terjadinya komunikasi meliputi:
a) Sumber pesan (komunikator, sender),
b) Pesan (message),
c) Media (chanel),
d) Penerima pesan (komunikan, receiver, audience),
e) Umpan balik (feed back),
f) Lingkungan (faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi
jalannya komunikasi).
4. Dilihat dari konteksnya, komunikasi dapat dikalsifikasikan kepada:
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
20
a) Bidang komunikasi
b) Sifat komunikasi
c) Tatanan komunikasi
d) Tujuan komunikasi
e) Fungsi komunikasi
f) Teknik komunikasi
g) Metode komunikasi
5. Lima hukum atau prinsip komunikasi terdiri atas:
a) Sikap menghargai (respect),
b) Menempatkan diri pada situasi komunikan (empathy),
c) Dapat didengar atau dimengerti dengan baik (audible),
d) Jelas dan tidak menimbulkan multi interpretasi (clarity),
e) Sikap rendah hati (hamble).
Kriteria penilaian
Cocokkalah hasil jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif 3 yang
ada di bagian belakang modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang
benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan anda terhadap materi modul 3.
Rumus :
Tingkat penguasaan = 100%
20
X
Jumlahjawabanbenar
×
Arti tingkat penguasaan yang dicapai :
90% - 100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = sedang
- 69% = kurang
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
21
Kalau mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas, Anda dapat
meneruskan dengan modul seloanjutnya. Tetapi bila tingkat penguasaan
masih di bawah 80% maka harus mengulangi kegiatan belajar modul 3.
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
22
2. Kegiatan Belajar 2
BAGAIMAN CARA BERKOMUNIKASI SECARA EFEKTIF
a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 2
1) Menjelaskan prinsip-prinsip berkomunikasi efektif
2) Menjelaskan bagaimana melakukan kontak mata ketika berkomunikasi
3) Menjelaskan bagaimana menggerakkan sikap tubuh ketika
berkomunikasi
4) Menjelaskan bagaimana pengaturan nada suara ketika berkomunikasi
5) Menjelaskan bagaimana cara berbicara ketika berkomunikasi
6) Menjelaskan bagaimana cara pengaturan pernafasan ketika
berkomunikasi
7) Mejelaskan gaya komunikasi yang efektif dalam berkomunikasi
b. Uraian Materi 2
1) Prinsip-Prinsip Berkomunikasi Secara Efektif
Dalam praktek berkomunikasi biasanya kita akan menemui
berbagai macam hambatan yang jika tidak dapat ditanggapi dan disikapi
secara tepat akan membuat proses komunikasi yang terjadi menjadi siasia.
Atau dengan kata lain komunikasi kita tidak efektif. Ada sejumlah
faktor yang dapat menimbulkan kendala dalam berkomunikasi, yaitu:
Pengaruh perbedaan status (status effects). Ini dapat terjadi jika
salah seorang memiliki status sosial yang lebih tinggi dalam jenjang hirarki
dibandingkan dengan yang lainnya.
Permasalahan semantik (semantic problems). Terjadi ketika orang
menggunakan kata-kata yang sama dengan cara berbeda, atau kata-kata
yang berbeda dengan cara yang sama. Tahukan Anda kata ”charge”
dalam bahasa inggris mempunyai lima belas (15) arti yang berbeda.
Permasalahan semantik juga muncul ketika orang menggunakan jargon_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
23
jargon atau bahasa yang terdapat di luar kamus orang lain dan
mengharapkan mereka memahaminya.
Penyimpangan persepsi (perceptual distortions). Dapat terjadi oleh
konsep atau pengenalan diri atau pemahaman yang buruk terhadap orang
lain
Perbedaanbudaya (cultural differences). Terjadi akibat dari
pengalaman lingkungan sosial dan keagamaan orang berbeda. Di
sebagian besar negara-negara di dunia, menganggukkan kepada
menandakan persetujuan, sedangkan menggelengkan kepala menandakan
ketidak setujuan. Namun tidak demikian halnya dibeberapa bagian India
justru ditemukan hal yang sebaliknya.
Gangguan yang bersifat fisik (physical distractons). Dapat terjadi
akibat dari ruangan dengan sistem kedap suara kurang memadai, suara
mesin tik diruangan lain, sistem penerangan yang buruk, gerakan tubuh
yang tanpa sadar sering dilakukan, dan lain sebagainya.
Pilihan saluran komunikasi yang buruk (poor choice of
communication channel). Dapat terjadi akibat kesalahan pemilihan media
komunkasi yang tidak tepat. Misalnya, meminta laporan keuangan secara
terperinci melalui telepon.
Tidak ada umpan balik (no feedback). Dapat terjadi akibat dari
komunikasi satu arah. Dalam situasi yang rumit, komuikasi dua arah
memungkinkan adanya timbal balik sehingga dapat membantu
komunikator dan komunikan untuk mengukur tingkat pemahaman masingmasing
terhadap pesan. Lebih dari itu, komunikasi dua arah dapat
menyingkap kesalah pahaman diantara mereka.
Secara teknis hambatan-hambatan komunikasi di atas, dapat
dijelaskan lebih lanjut berikut ini.:
g) Cara berkomunikasi tidak disesuaikan dengan tingkatan bahasa para
pendengarnya (komunikan). Seorang pedagang makanan yang hanya
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
24
lulusan SD akan kesulitan untuk mengerti pembicaraan seorang sarjana
teknik yang berbicara menggunakan istilah-istilah tekniknya.
h) Cara berkomunikasi tidak disesuaikan dengan keinginan arah
pembicaraan dari para pendengarnya. Sekelompok remaja SMA
tentunya wajar jika tidak tertarik pada pembicaraan mengenai
permasalahan bagaimana merawat dan mendidik balita yang
disampaikan seorang ibu rumah tangga.
i) Cara berkomunikasi kita tidak disesuaikan dengan tingkatan kelas sosial
para pendengar. Sekelompok petani didesa tentunya tidak mengerti
dan tidak tertarik pada pembicaraan tentang perdagangan saham,
valuta asing (valas) dari seorang sarjana ekonomi.
j) Tidak memahami latar belakang serta nilai-nilai yang dianut oleh para
pendengarnya.
Seorang ahli presentasipun akan sangat kesulitan menembus dan
merubah keyakinan seseorang atau sekelompok masyarakat yang
mengkonsumsi makanan pokok nasi menjadi gandum, kentang atau
lainnya.
Dengan demikian, dalam berkomunikasi Anda harus paham betul
bahwa bagaimana dan seperti apa sudut pandang komunikan terhadap
apa yang didengar, dilihat atau dimengerti itu sangat di bentuk oleh latar
belakang dan pengalaman pribadi komunikan. Inilah esensi utama dalam
berkomuniksi yang jika diuraikan lebih jauh tercermin dalam The 5
Inevitable Laws of Efffective Communication (lima hukum komunikasi
efektif) yang dikenal dengan REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity,
Humble).
Respect (sikap menghargai), Rasa hormat dan saling menghargai
merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang
lain. Anda harus ingat bahwa manusia ingin dihargai dan dianggap
penting. Bahkan, ketika Anda harus mengkritik atau memarahi sekalipun,
lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
25
seseorang. Suatu komunikasi yang dibangun atas dasar sikap saling
menghargai dan menghormati, akan membangun kerjasama diantara
orang-orang yang terlibat di dalamnya. Ingat ucapan Dale Carnegie dalam
bukunya How to Win Friends and Influence People, bahwa ”rahasia
terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan
dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan
tulus”. Mengapa demikian, karena prinsip paling dalam pada sifat dasar
manusia adalah kebutuhan untuk dihargai. Ini pula yang menjadi salah
satu rahasia manajer satu menit dalam buku Ken Blanchard dan Spencer
Johnson, The One Minute Manager.
Empathy, adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita
pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu
prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita
untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan
atau dimengerti oleh orang lain. Dengan memahami dan mendengar
orang lain terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan
kepercayaan yang kita perlukan dalam membangun kerjasama atau
sinergi dengan orang lain. Sikap empati akan memampukan kita untuk
dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan
memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Dalam ilmu
pemasaran (marketing) memahami perilaku konsumen (consumer’s
behavior) merupakan salah satu kuncinya. Dengan memahami perilaku
konsumen, maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan,
keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian
halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam
membangun mitra kerja dalam bisnis. Jadi sebelum Anda membangun
komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami
dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
26
akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan
dari penerima.
Audible, mengandung arti dapat didengar atau dimengerti dengan
baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun
mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan
yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Dalam
komunikasi bisnis, hukum ini mengacu pada kemampuan Anda untuk
menggunakan berbagai media atau delivery channel maupun
perlengkapan atau alat bantu audio visual lainnya yang akan membantu
Anda agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam
komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara
atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.
Clarity, adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak
menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan.
Kesalahan penafsiran dapat menimbulkan berbagai dampak yang tidak
diinginkana. Clarity juga dapat diartikan sebagai keterbukaan dan
transparansi. Tentu dalam berkomunikasi Anda perlu mengembangkan
sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga
dapat menimbulkan rasa percaya (trust) penerima pesan terhadap Anda
sebagai penyampai pesan. Tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling
curiga yang pada akhirnya akan menurunkan semangat dan antusiasme
dalam membangun kerjasama bisnis.
Humble, dapat diartikan sebagai sikap rendah hati (bukan rendah
diri). Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum yang pertama
yaitu membangun rasa menghargai orang yang diberi pesan. Dalam arti,
menghargai orang yang diberi pesan dapat dilakukan dengan
memperlihatkan sikap rendah hati Anda.
Inilah lima hukum berkomunikasi yang dapat Anda praktekan
dalam kehidupan sehari-hari baik sebagi pribadi maupun sebagai
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
27
profesional ketika Anda dalam menjalankan aktivitas bisnis. Perlu
dipahami kelima hukum bekomunikasi di atas tidak hanya diperlihatkan
melalui kata-kata saja, tetapi juga harus Anda tampilkan lewat sikap
tubuh Anda. Misalnya, pandangan pata, gerakan tangan, gerakan kepala,
dan sebagainya. Ucapan yang keluar dari mulut Anda bisa berbohong,
tetapi sikap tubuh Anda akan mencerminkan pikiran dan perasaan Anda
yang sebenarnya.
2) Cara Berkomunikasi
a) Kontak mata
Konon orang Arab sejak kecil sudah dididik untuk memperhatikan
mata ketika berkomnikasi.. Karena itu, para politikus Arab biasanya
senang memakai kaca mata sekalipun ada di dalam gedung. Tentu
alasannya mudah diduga, yakni mereka ingin menyembunyikan mata
mereka. Tentu kebiasaan orang Arab ini tidak perlu Anda ikuti, justru
sebaliknya mata Anda harus digunakan untuk mendukung pesan yang
ingin disampaikan agar lawan bicara semakin tahu dan paham apa yang
maksudkan. Misalnya saja ketika menyampaikan informasi yang
menggembirakan tunjukkanlah kegembiraan itu pada mata Anda. Begitu
juga ketika ingin menyampaikan perasaan simpati tunjukkan pula lewat
mata. Biasanya lawan bicara akan lebih percaya pada mata dari pada kata
kata. Sebaliknya jika mata dan ucapan yang Anda kemukakan tidak searti,
maka yang terjadi adalah gangguan komunikasi. Sebaliknya, melalui
kontak mata memungkinkan Anda dapat melihat dan membaca pikiran
orang yang diajak bicara dengan tepat. Sorot mata tidak pernah berdusta,
karena mata merupakan jendela hati.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dari mata Anda ketika
berkomunikasi sebagai berikut:
1) Pandangan mata harus tepat pada mata lawan bicara, kira-kira
sebesar bingkai kaca mata dan tidak boleh lebih dari itu, apalagi
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
28
sampai memandang bagian lain seperti dahi, bibir, leher dan lain
sebagainya,
2) Lama waktu memandang tidak boleh lebih dari lima detik, setelah itu
kita boleh mengalihkan pandangan kita ketempat lain secara wajar,
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari memandang mata
lawan bicara diantaranya yaitu:
(1) Lawan bicara akan memperhatikan dan mendengarkan apa yang
Anda sampaikan,
(2) Memudahkan lawan bicara untuk mengerti apa yang Anda sampaikan
secara tepat,
(3) Memudahkan untuk menyampaikan pesan Anda secara tepat,
(4) Memudahkan untuk segera mengetahui apakah lawan bicara kita
mengerti atau tidak
terhadap apa yang Anda sampaikan,
(5) Sorot mata Anda mampu berbicara lebih banyak dari pada sekedar
kata-kata yang
diucapkan.
Bagaimana halnya kalau kita berkomunikasi dengan sekelompok
orang ? Tentu kita harus bisa membuat setiap orang merasa bahwa hanya
dirinya sendirilah yang kita perhatikan. Bukan persoalan mudah, tapi bisa
kita lakukan caranya, yaitu:
(2) Untuk satu pendengar adakan kontak mata khusus dengan satu
kalimat utuh, begitu kalimat itu selesai beralihlah kepada pendengar
yang lainnya dengan kalimat yang utuh dan kontak mata yang khusus
pula,
(3) Setelah semuanya terperhatikan baru kembali lagi pada orang
pertama,
(4) Usahakan jangan sampai memperhatikan beberapa secara bersamaan
karena tidak akan menimbulkan kesan khusus. Begitulah seterusnya
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
29
satu demi satu secara bergantian sehingga setiap orang akan merasa
dianggap penting.
b) Sikap Tubuh Lainnya
Selain mata, gerakan tubuh lainnya seperti cara duduk, cara
menggerakkan jari-jari tangan, dan lain-lainnya juga menyiratkan apa
yang sedang Anda rasakan atau Anda pikirkan. Bahasa tubuh adalah
suatu istilah yang telah digunakan untuk mengekspresikan suatu bentuk
komunikasi yang tidak dapat diucapkan dengan kata-kata. Untuk
membaca sikap tubuh ketika berkomunikasi bukan merupakan hal yang
sulit, mengingat semua polanya bersifat universal. Boleh jadi, sikap tubuh
merupakan bahasa internasionalnya manusia.
Perhatikanlah dua orang yang terlibat dalam suatu komunikasi.
Biasanya mereka menggunakan gerakan isyarat, sikap tubuh, dan
berbagai teknik fisik lainnya untuk menguatkan dan menginterpretasikan
kata-kata mereka. Guru kita juga menggunakan bahasa tubuh, meskipun
kadang-kadang mereka tidak menyadarinya. Sikap tubuh dan posisi yang
dia gunakan ketika mengajar adalah salah satu bagian dari bahasa
tubuhnya. Seorang guru yang duduk dalam satu lingkaran bersama
dengan murid-muridnya menandakan suatu keinginan untuk berbagi dan
berdiskusi bersama-sama dengan murid-muridnya. Sebaliknya, seorang
guru yang berdiri di belakang meja, mengajar muridnya agar duduk dalam
barisan yang rapi mungkin akan dirasa sebagai orang yang ingin
memegang kendali.
Melalui ketrampilan menggunakan bahasa tubuh yang baik,
seorang komunikator yang trampil akan memodifikasi dan
mengembangkan bahasa tubuhnya dalam berkomunikasi. Seorang
komunikator yang trampil juga tidak hanya mengandalkan seutuhnya
kata-kata yang dia gunakan untuk berkomunikasi dengan pendengarnya,
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
30
tetapi ia juga harus dapat menggabungkan berbagai teknik untuk
menguatkan dan mendukung kata-kata yang diucapkan. Teknik ini lebih
memberikan penekanan dalam rasa daripada hanya sekedar
mendengarkan.
Jadi, bagaimana Anda menggerakkan tubuh akan memberikan
pengaruh yang penting bagi keberhasilan Anda dalam komunikasi. Yang
perlu diingat bahwa Anda harus menghindari gerakan-gerakan tubuh yang
tidak perlu, seperi:
1. Memegang kumis atau janggut karena akan membuat lawan bicara
jadi risih,
6. Mengetuk-ngetukan jari tangan,
7. Memutar-mutar cincin, mengepal dan membuka kepalan tangan
menandakan kita sedang resah,
8. Duduk bersandar di kursi, maju ke arah meja dan kepala menunduk
atau miring akan membuat lawan bicara merasa tidak dihormati.
Apalagi orang yang menjadi lawan berbicara kita lebih tua atau
jabatannya lebih tinggi dari pada kita. Semua yang disebutkan tadi
turut berpengaruh pada keberhasilan komunikasi kita.
9. Ketika berdiri, ujung kaki dan posisi tubuh berlawanan dengan lawan
bicara.
c) Pengaturan nada suara
Perubahan nada suara, penekanan yang diberikan pada kata-kata
tertentu, emosi yang dirasakan dan konteks dimana Anda berkomunikasi
dapat memberi pengaruh pada arti pentingnya pesan bagi lawan bicara.
Misalnya, Anda sudah punya kekasih yang sangat dicintai, kemudian
karena suatu hal Anda harus berpisah. Pada saat perpisahan Anda
mengatakan begini ”saya cinta kamu”. Coba bayangkan dan rasakan
ketika Anda mengucapkan kata-kata tersebut, disitu ada nada suara yagn
menyiratkan kesedihan dan penyesalan dalam nada suara Anda.
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
31
Kemudian anggaplah Anda sudah kembali lagi dan ketika Anda bertemu
lagi-lagi Anda berkata ”saya cinta kamu”. Meskipun kalimat yang Anda
ucapkan sama, tetapi disitu ada perubahan nada suara yang menyiratkan
kebahagiaan karena dapat bertemu lagi. Contoh lainnya, ketika seorang
pemuka agama mengatakan ”Tuhan adalah Maha Agung” dengan biasabiasa
saja (suara yang datar), maka para pendengarnya tidak akan dapat
menggabungkan makna yang sesungguhnya dari pesan itu. Karena itu,
ketika berkomunikasi aturlah nada suara bagaikan orang yang sedang
olah raga misalnya bulutangkis, kapan bola harus kita pukul jauh ke
belakang, kapan ke depan, dapan ke pinggir dan kapan mau menekan.
Apa yang terungkap dari uraian di atas bahwa perubahan nada
suara pada kalimat yang Anda ucapkan menjadi faktor yang saling
berhubungan dalam berkomunikasi. Bahkan mungkin perubahan nada
suara akan lebih menyampaikan pesan itu sendiri dari pada kata-kata
yang diucapkan. Artinya, kita harus paham betul bahwa berkomunikasi itu
tidak hanya sekedar menyampaikan apa yang kita katakan, tetapi
bagaimana kita menyampaikannya.
d) Cara Beribcara
Berbicara dengan suara yang jelas dihadapan orang lain apa lagi
jumlahnya banyak bagi orang yang kurang percaya diri atau demam
panggung biasanya sangat menyulitkan. Karena itu, buanglah perasaan
kurang percaya diri itu jauh-jauh sebelum mempengaruhi kita, bersikaplah
secara santai dan berbicaralah dengan keras (tidak berteriak). Ketika
berbicara juga jangan terlalu cepat, karena dapat menimbulkan kesalahan
dalam pengucapan. Salah satu kunci keberhasilah komunikasi adalah
kejelasan dalam berbicara. Meskipun Anda seorang yang pandai berorasi
namun kalau yang ingin Anda sampaikan tidak diterima persis sama
dengan yang dikehendaki maka Anda telah gagal dalam berkomunikasi.
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
32
Anda juga harus mengatur kecepatan bicara sedemikian rupa
sehingga tidak konstan, kecepatan yang bervariasi akan lebih enak
didengar. Jika pesan yang ingin Anda sampaikan cukup kompleks (rumit),
kurangilah kecepatan bicara Anda. Tetapi jika pesan itu biasa-biasa saja,
gunakanlah kecepatan yang lebih tinggi dari biasanya. Perlu diketahui
bahwa kecepatan rata-rata terbaik dalam berbicara adalah 130 sampai
dengan 165 kata per menit (kpm).
e) Mengatur pernapasan
Sewaktu bernapas, Anda dapat merasakan gerakan tulang rusuk
dan diafragma yang terletak di bawah paru-paru. Ketika menghirup udara,
tulang-tulang rusuk terasa naik dan diafragma Anda turun. Sebaliknya
ketika menghembuskannya, tulang-tulang rusuk turun dan diafragma naik
sehingga udara dapat terdorong keluar dari paru-paru. Keadaan ini terus
berulang-ulang tiada henti selama kita masih hidup. Pertanyaannya,
bagaimana mengatur pernapasan ketika berkomunikasi? Caranya adalah
sebagai berikut:
a. Ketika duduk ataupun berdiri upayakan tubuh kita dalam posisi tegak
(tidak kaku, tegang), bahu ke arah belakang tetapi dalam posisi yang
nyaman dan kepala lurus tetapi tidak seperti tentara yang sedang
berbaris,
b. Perut ditahan sedikit ke arah dalam dan manfaatkan diafragma secara
optimal untuk mendukung pengucapan,
c. Ambilah napas diakhir kalimat yang memungkinkan. Dalam arti tidak
selalu pada setiap akhir kalimat,
d. Ketika berkomunikasi sambil duduk upayakan jangan sambil bersilang
kaki,
e. Gunakan nada suara yang rendah dan enak didengar sebagai dasar
suara untuk berbicara,
f. Jangan menghirup udara (bernapas) dalam-dalam,
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
33
g. Jangan menegangkan bibir, lidah, dan rahang sehingga terasa kaku,
karena akan mengurangi kapasitas kita untuk menghasilkan kata-kata
yang jelas pengucapannya.
Dengan menerapkan lima hukum pokok komunikasi yang efektif
ini, maka kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal dan pada
gilirannya dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain yang
penuh dengan penghargaan (respect), karena inilah yang dapat
membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan
saling menguatkan dalam bisnis Anda.
f) Gaya Berkomunikasi
Kini Anda telah memahmi prinsip-prinsip dasar dalam
berkomunikasi, uraian berikutnya akan dibahas tentang gaya komunikasi.
Gaya komunikasi yang dimaksudkan disini adalah pola perilaku yang
ditampilkan oleh komunikator melalui sikap, perbuatan, dan ucapannya
ketika berkomunikasi dengan komunikan. Tentu Anda masih ingat uraian
terdahulu bahwa esensi utama bekomuniksi adalah terjadinya kesamaan
makna atau saling pengertian. Telah dikemukakan pula bahwa kesamaan
makna akan terjadi jika field of experience (bidang pengetahuan,
pengalaman, kerangka acuan) antara komunikator dan komunikan sama.
Tentu ini bukan persoalan mudah, mengingat Anda berkomunikasi tidak
hanya pada satu orang, melainkan kepada beberapa orang yang tentunya
bidang pengalaman atau kerangka rujukannya berbeda-beda. Tetapi Anda
tidak perlu khawatir, persoalan tersebut akan kita bahas berikut ini.
Gambar berikut ini akan menjelaskan bagaiama gaya yang harus
ditampilan oleh seorang komunikator ketika menghadapi komunikan agar
komunikasi yang terjadi dapat berlangsung secara efektif.
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
34
Gambar 3: Gaya Komunikasi
Gambar 3. di atas memperlihatkan hubungan antara gaya
komunikasi yang dikembangkan oleh komunikator dengan field of
reference komunikan. Gaya komunikasi komunikator dibagi ke dalam tiga
gaya, yakni mengintruksi, parisipasi dan mendelegasi. Sedangkan field of
reference komunikan diklasifikasikan kepada tiga klasifikasi juga, yaitu
tingkat rendah, sedang, dan tinggi. Asumsinya bahwa efektivitas
komunikasi dapat tercapai, apabila komunikator mampu menerapkan
gaya komunikasinya sesuai dengan fild of reference komunikan.
Gaya mengintruksi adalah gaya komunikasi yang dikembangkan
oleh komunikator melalui sikap, perbuatan dan ucapannya, yang
cenderung lebih banyak memberikan penjelasan, pengarahan secara
spesifik. Gaya ini akan memiliki tingkat kemungkinan yang paling efektif
GAYA KOMUNIKASI
KOMUNIKATOR
FIELD OF REFERENCE
KOMUNIKAN
TINGGI SEDANG RENDAH
TINGGI RENDAH
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
35
jika dihadapkan kepada komunikan yang memiliki bidang pengetahuan,
pengalaman dan kerangka acuannya rendah. Misalnya saja, ketika Anda
berbicara dengan seorang adik yang memang bidang pengetahuan,
pengalamannya lebih rendah dari pada Anda. Atau ketika Anda mau
memasarkan barang baru kepada konsumen yang harus lebih banyak
menyampaikan informasi.
Gaya partisipasi adalah gaya komunikasi yang dikembangkan oleh
komunikator melalui sikap, perbuatan dan ucapannya, yang cenderung
memberikan kesempatan kepada komunikan untuk ikut terlibat dalam
proses komunikasi. Keterlibatan komunikan tersebut tidak terbatas
sebagai penerima pesan, tetapi juga penyampai pesan. Oleh karena itu
siapa komunikator dan siapa komunikan sudah tidak tampak lagi karena
kedua-duanya berperan ganda. Gaya ini akan memiliki tingkat
kemungkinan yang paling efektif jika dihadapkan kepada komunikan yang
memiliki bidang pengatahuan, pengalaman dan kerangka rujukan sedang.
Misalnya, ketika berdiskusi dengan teman yang belum paham betul apa
yang baru saja diterangkan oleh guru Anda.
Gaya mendelegasi adalah gaya komunikasi yang dikembangkan
oleh komunikator melalui sikap, perbuatan dan ucapannya yang
cenderung menempatkan dirinya pada posisi sebagai penerima pesan dan
hanya pada saat-saat tertentu saja sebagai penyampai pesan apabila
diperlukan. Dalam kondisi seperti ini terjadi proses pertukaran peran,
komunikator berubah menjadi komunikan, demikian sebaliknya. Gaya ini
akan memiliki tingkat kemungkinan efektif jika dihadapkan kepada
komunikan yang memiliki bidang pengetahuan, pengalaman, dan
kerangka acuan tinggi. Misalnya, ketika Anda ingin mendapatkan
tanggpan tentang kualitas barang kita yang biasa dipakai konsumen setiap
hari.
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
36
Perlu dipahami bahwa dari ketiga gaya komunikasi yang kita
bicarakan di atas, secara teoritis tidak ada satupun gaya komunikasi yang
paling efektif di antara ketiganya. Efektif tidaknya suatu gaya komunikasi
itu bergantung kepada sejauhmana gaya tersebut sesuai dengan bidang
pengetahuan, pengalaman, dan kerangkan acuan komunikan. Dengan
demikian, Anda harus pandai menyesuaikan gaya komunikasi Anda
dengan lawan bicara Anda. Kapan gaya komunikasi Anda harus
mengintruksi, partisipasi, atau mendelegasi bergantung kepada bidang
pengetahuan, pengalaman, dan kerangkan acuan lawan bicara Anda
terhadap informasi yang akan disampaikan.
Dengan menerapkan gaya komunikasi yang sesuai dengan bidang
pengetahuan, pengalaman dan kerangka rujuakan komunikan, maka kita
dapat menjadi seorang komunikator yang handal dan pada gilirannya
dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain yang lebih baik.
Karena inilah yang dapat membangun hubungan jangka panjang yang
saling menguntungkan dan saling menguatkan dalam bisnis Anda.
c. Rangkuman
1) Ada tujuh hambatan utama yang dapat membuat komunikasi tidak
efektif. Ketujuh hambatan tersebut adalah: a) pengaruh perbedaan
status, b) permasalahan semantik, c) penyimpangan persepsi, d)
perbedaan budaya, e) gangguan yang bersifat fisik, f) pilihan saluran
komunikasi, dan g) tidak adanya umpan balik.
2) Terdapat Lima hukum atau prinsip yang yang harus diperhatikan agar
komunikasi berlangsung secara efektif. Kelima hukum tersebut,
meliputi sikap menghargai (respect), dapat menempatkan diri pada
situasi komunikan (empathy), dapat didengar atau dimengerti
dengan baik (audible), jelas dan tidak menimbulkan multi interpretasi
(clarity), dan sikap rendah hati (hamble).
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
37
3) Disamping prinsip-prinsip di atas, komunikasi kita akan semakin
efektif jika didukung oleh cara bicara, sikap tubuh (kontak mata, dan
sikap tubuh lainnya), perubahan nada suara, dan cara mengatur
pernapasan.
4) Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam melakukan kontak mata
ketika berkomunikasi pertama, pandangan mata harus tepat pada
mata lawan bicara, kira-kira sebesar bingkai kaca mata dan tidak
boleh lebih dari itu. Kedua, lama waktu memandang tidak boleh lebih
dari lima detik, setelah itu kita boleh mengalihkan pandangan kita
ketempat lain secara wajar.
5) Manfaat yang dapat diperoleh dari memandang mata lawan bicara
ketika berkomunikasi,diantaranya yaitu: pertama, lawan bicara akan
memperhatikan dan mendengarkan pesan yang disampaikan. Kedua,
memudahkan lawan bicara untuk mengerti pesan yang disampaikan
secara tepat. Ketiga, memudahkan untuk menyampaikan pesan
secara tepat. Keempat, memudahkan untuk segera mengetahui
apakah lawan bicara mengerti atau tidak terhadap pesan yang
disampaikan. Dan kelima, sorot mata mampu berbicara lebih banyak
dari pada sekedar kata-kata yang diucapkan.
6) Sikap tubuh kita akan menjadi hambatan dalam berkomunikasi, jika
ketika berkomunikasi memperlihatkan gerakan yang tidak perlu.
Misalnya, memegang kumis atau janggut, mengetuk-ngetukan jari
tangan, memutar-mutar cincin, mengepal dan membuka kepalan
tangan, duduk bersandar di kursi atau maju ke arah meja, kepala
menunduk atau miring, dan ketika berdiri, ujung kaki dan posisi
tubuh berlawanan dengan lawan bicara.
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
38
d. Tugas
Gambarkan dan pragakan bentuk-bentuk kegiatan-kegiatan
berkomunikasi.
e. Evaluasi
A. Instrumen Penilaian
Untuk memantapkan penguasaan Anda terhadap keseluruhan
materi modul ini, berikut dikemukakan beberapa pertanyaan evaluasi..
Jawablah seluruh pertanyaan yang terdapat dalam instrumen penilaian ini.
Setelah seluruhnya dijawab, cocokkan jawaban Anda dengan kunci
jawabannya. Selanjutnya lihat Bab IV untuk tindak lanjut yang harus Anda
lakukan.
B. Petunjuk
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat, tepat dan
jelas.
1. Sebutkan tujuh hambatan berkomunikasi ?
2. Apa manfaat memandang mata lawan bicara ketika berkomunikasi ?
3. Jelaskan apa yang dimaksud gaya komunikasi instruksi ?
4. Jelaskan apa yang dimaksud gaya komunikasi partisipasi ?
5. Jelaskan apa yang dimaksud gaya komunikasi mendelegasikan ?
C. Kinci Jawaban
1. Hambatan-hambatan dalam berkomunikasi
a. Pengaruh perbedaan status
b. Permasalahan semantik
c. Penyimpangan persepsi
d. Perbedaan budaya
e. Gangguan yang bersifat fisik
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
39
f. Pilihan saluran komunikasi
g. Tidak ada umpan balik
2. Alasan ketika berbicara harus memandang mata lawan, yaitu:
a. Lawan bicara akan memperhatikan dan mendengarkan pesan
yang disampaikan.
b. Memudahkan lawan bicara untuk mengerti pesan yang
disampaikan secara tepat.
c. Memudahkan untuk menyampaikan pesan secara tepat.
d. Memudahkan untuk segera mengetahui apakah lawan bicara
mengerti atau tidak terhadap pesan yang disampaikan.
e. Sorot mata mampu berbicara lebih banyak dari pada sekedar
kata-kata yang diucapkan.
3. Gaya mengintruksi adalah gaya komunikasi yang dikembangkan oleh
komunikator melalui sikap, perbuatan dan ucapannya, yang cenderung
lebih banyak memberikan penjelasan, pengarahan secara spesifik.
4. Gaya partisipasi adalah gaya komunikasi yang dikembangkan oleh
komunikator melalui sikap, perbuatan dan ucapannya, yang cenderung
memberikan kesempatan kepada komunikan untuk ikut terlibat dalam
proses komunikasi
5. Gaya mendelagasi adalah gaya komunikasi yang dikembangkan oleh
komunikator melalui sikap, perbuatan dan ucapannya yang cenderung
menempatkan dirinya pada posisi sebagai penerima pesan dan hanya
pada saat-saat tertentu saja sebagai penyampai pesan apabila
diperlukan
Kriteria penilaian
Cocokkalah hasil jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif 3 yang
ada di bagian belakang modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
40
benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan anda terhadap materi modul 3.
Rumus :
Tingkat penguasaan = 100%
20
X
Jumlahjawabanbenar
×
Arti tingkat penguasaan yang dicapai :
90% - 100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = sedang
- 69% = kurang
Kalau mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas, Anda dapat
meneruskan dengan modul seloanjutnya. Tetapi bila tingkat penguasaan
masih di bawah 80% maka harus mengulangi kegiatan belajar modul 3.
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
41
BAB III
PENUTUP
Memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif merupakan
faktor yang sangat penting untuk menuju kesuksesan. Tidak peduli
seberapa berbakatnya seseorang, betapapun unggulnya sebuah produk,
atau seberapa kuatnya sebuah kasus hukum, kesuksesan tidak akan
pernah diperoleh tanpa penguasaan ketrampilan komunikasi yang efektif.
Apakah anda sedang mempersiapkan presentasi, negosiasi bisnis, melatih
tim bola basket, membangun sebuah teamwork, bahkan menghadapi ujian
akhir semester, maka efektifitas komunikasi akan menentukan kesuksesan
anda dalam kegiatan-kegiatan tersebut.
Kemampuan anda dalam mengirimkan pesan atau informasi
dengan baik, kemampuan menampilkan sikap dan perilaku yang baik,
kemampuan atau ketrampilan menggunakan berbagai media atau alat
audio visual merupakan bagian penting dalam melaksanakan komunikasi
yang efektif.
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
42
DAFTAR PUSTAKA
A.G. Lunandi (1992). Komunikasi Mengena. Meningkatkan Efektivitas
Komunikasi Antar Yogyakarta. Pribadi. Kanisius,
Enrich, Eugane dan Hawes Gene, R. (2004). Speak For Success. Edisi
Bahasa Indoensia. Semarang. Dahara Prize.
Mulyana, Deddy (2000). Ilmu Komunikasi. Suatu Pengantar. Bandung.
Rosda.
Pace r. Wayne & Paules Don, F (1994). Komunikasi Organisasi. Edisi
Bahasa Indonesia. Bandung. PT. Rosda.
Panton, Fergus dan Ludlow Ron (2000). The Esserce of Effective
Communication. Edisi Bahasa Indonesia. Yogyakarta. Penerbit Andi
dan Pearson Education Asia Pte. Ltd.
Rakhmat, Jalaluddin (1991). Psikologi Komunikasi. Bandung. PT. Remaja
Rosdakarya.
Suryadi, Edi (1985). Pengaruh Komunikasi A nak Dengan Orang dan Guru
Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif. Tesis. Bandung. Unpad.
Uchjana Effendi, Onong (1993). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi.
Bandung. PT. Citra Aditya Bakti.
Tierney, Elizabeth (1998). 101 Cara Berkomunikasi Lebih Efektif. Edisi
Bahasa Indoensia. Jakarta PT. Elex Media Komputindo. Kelompok
Gramedia.
Yadin, Daniel, L. (1999). Creating Effective Marketing Communications.
Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta. Pt. Gramedia Pustaka Utama.
_______________________________________________________
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Modul 2
43
Modul 2, Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi
Daftar Fustaka ( hal. 37- 33 )
37
DAFTAR PUSTAKA
A.G. Lunandi (1992). Komunikasi Mengena. Meningkatkan Efektivitas
Komunikasi Antar Yogyakarta. Pribadi. Kanisius,
Enrich, Eugane dan Hawes Gene, R. (2004). Speak For Success. Edisi
Bahasa Indoensia. Semarang. Dahara Prize.
Mulyana, Deddy (2000). Ilmu Komunikasi. Suatu Pengantar. Bandung.
Rosda.
Pace r. Wayne & Paules Don, F (1994). Komunikasi Organisasi. Edisi
Bahasa Indonesia. Bandung. PT. Rosda.
Panton, Fergus dan Ludlow Ron (2000). The Esserce of Effective
Communication. Edisi Bahasa Indonesia. Yogyakarta. Penerbit
Andi dan Pearson Education Asia Pte. Ltd.
Rakhmat, Jalaluddin (1991). Psikologi Komunikasi. Bandung. PT. Remaja
Rosdakarya.
Suryadi, Edi (1985). Pengaruh Komunikasi Anak Dengan Orang dan
Guru Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif. Tesis. Bandung.
Unpad.
Uchjana Effendi, Onong (1993). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi.
Bandung. PT. Citra Aditya Bakti.
Tierney, Elizabeth (1998). 101 Cara Berkomunikasi Lebih Efektif. Edisi
Bahasa Indoensia. Jakarta PT. Elex Media Komputindo. Kelompok
Gramedia.
Yadin, Daniel, L. (1999). Creating Effective Marketing
Communications. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta. Pt. Gramedia
Pustaka Utama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar