SMK Negeri 1 Pangkalpiang

Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 10 Juni 2010

MODUL KEWIRAUSAHAAN 15

MODUL
KEWIRAUSAHAAN SMK
KIAT MEMBANGUN KERJASAMA DALAM
BERUSAHA
Kode : B2.15.KWU
Penulis :
Dra. Neti Budiwati, MSi.
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN
MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2004
15
i
KATA PENGANTAR
Dalam modul 14 ini akan diuraikan beberapa hal yang berhubungan dengan Kiat
membangun kerjasama dalam berusaha. Dalam merencanakan kerjasama
dengan rekan bisnis kita, langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang
wirausaha adalah menganalisis peluang usaha atau potensi pasar berdasarkan
jenis produk/jasa, minat, dan daya beli konsumen. Wirausaha harus dapat
memanfaatkan peluang dan potensi pasar supaya dapat menjual
produk/jasanya. Untuk mencari rekan kerjasama agar kita dalam mengelola
bisnis nanti kita tidak menemui kendala yang berarti sampai menuju kiat
wirausaha yang sukses.
Bandung, Nopember 2004
Penyusun,
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………… i
DAFTAR ISI ………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………… 1
A.Deskripsi ………………………………………………… 1
B. Prasyarat ………………………………………………… 2
C. Petunjuk Penggunaan Modul ………………………………………………… 2
D. Tujuan Akhir ………………………………………………… 3
E. Kompetensi ………………………………………………… 5
F. Cek Kemampuan ………………………………………………… 5
BAB II PEMBELAJARAN ………………………………………………… 6
A.Rencana Belajar Siswa ………………………………………………… 6
B. Kegiatan Belajar ………………………………………………… 6
C. Rangkuman ………………………………………………… 17
BAB III EVALUASI ………………………………………………… 39
A. Instrumen Penilaian ………………………………………………… 39
B. Kunci Jawaban ………………………………………………… 39
BAB IV PENUTUP ………………………………………………… 41
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………… 42
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 1
MODUL
KIAT MEMBANGUN
KERJASAMA
DALAM BERUSAHA
NETI BUDIWATI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Modul tentang cara “Kiat membangun kerja sama dalam berusaha” ini
membahas mengenai berbagai permasalahan yang terkait dangan aspekaspek
yang harus diperhatikan oleh seorang wirausaha atau calon
wirausaha dalam menjalin kerja sama usaha, mulai dari konsep tentang
kerjasama, proses pengembangan kerjasama hingga manfaat kerjasama,
dan kiat-kiat menjalin kerja sama usaha. Secara rinci modul ini akan
membahas mengenai:
1. Pengertian, maksud, dan tujuan kerjasama;
2. Macam-macam kerja sama;
3. Proses pengembangan kerja sama;
4. Aspek-aspek dalam membangun kerja sama;
- Etika bisnis dalam kerja sama
- Pedoman kerja sama yang efektif dan efisien
- Dua hal penting yang harus diperhatikan dalam kerjasama
5. Manfaat kerja sama; dan
6. Menyusun proyek kerjas ama usaha.
Pembahasan materi dalam modul ini untuk membantu Anda dalam
memahami pengetahuan praktis tentang apa dan mengapa kerja sama
14
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 2
serta bagaimana membangun kerja sama usaha, yaitu menjelaskan
mengenai aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam membangun kerja
sama usaha. Dengan kerja sama yang harmonis, maka usaha akan
berjalan lancar sehingga tujuan usaha dapat tercapai.
Melalui materi yang diuraikan dalam modul ini diharapkan
bermanfaat bagi Anda calon wirausaha maupun bagi para wirausaha
dalam merancang kerjasama usaha karena mencari partner kerjasama
yang saling menguntungkan bukan hal yang mudah. Bila seorang
wirausaha sukses menjalin kerjasama usaha, maka ia akan meraih sukses.
Bukan hanya bagi dirinya, melainkan pula bagi orang/pihak lain.
B. Prasyarat
Untuk dapat memahami materi modul ini, Anda terlebih dahulu
sebaiknya memahami dan menguasai materi sebelumnya tentang:
1. Kiat mengembangkan sikap jujur dan disiplin;
2. Kiat mengembangkan kreatifitas dan inovatif;
3. Kiat mengambil keputusan; dan
4. Memilih bentuk usaha.
C. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Bagi Peserta Didik / Siswa
1) Sebelum Anda membaca dan memahami uraian materi, diharapkan
Anda membaca dan memahami terlebih dahulu prasyarat dan
tujuan memperlajari modul ini.
2) Sebaiknya Anda mencoba untuk menjawab terlebih dahulu soal
“cek kemampuan” pada bagian F Bab I ini.
3) Setelah Anda paham prasyarat dan tujuannya, usahakan untuk
membaca isi modul secara berurutan, jangan melompat-lompat.
Karena uraian materi sudah disusun sesuai dengan urutannya,
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 3
sehingga sebelum Anda benar-benar menguasai suatu materi, Anda
jangan dulu melanjutkan untuk memahami materi berikutnya.
4) Apabila Anda menemukan kesulitan dalam memahaminya, Anda
dapat mendiskusikannya dengan teman atau bertanya kepada
guru/pembimbing.
5) Untuk membantu Anda, sebaiknya sediakan alat tulis, seperti buku
notes, pulpen, dan stabilo untuk mencatat atau memberi tanda
bagian-bagian materi yang dianggap penting atau sulit.
2. Bagi Guru/Pembimbing
1) Guru/pembimbing sebaiknya menempatkan siswa/peserta didik
sebagai subyek ajar dan guru/pembimbing sebagai pendamping atau
fasilitator.
2) Berikan kesempatan kepada siswa/peserta didik untuk memahami
materi secara sendiri-sendiri dulu, tanpa harus dijelaskan terlebih
dahulu oleh guru. Dalam hal ini, guru/pembimbing hanya
mengarahkan dan memberi petunjuk.
3) Guru/pembimbing memberi kesempatan kepada siswa/peserta didik
untuk bertanya atau menjelaskan mengenai materi yang telah
dipelajarinya.
4) Guru/pembimbing dapat membentuk kelompok kerja atau kelompok
bermain peran, untuk membantu siswa/peserta didik dalam memahami
materi.
5) Jawaban siswa tentang soal-soal latihan untuk menguji penguasaan
kompetensi, sebaiknya diperiksa, diberi komentar/dinilai oleh
guru/pembimbing, dan dikembalikan ke siswa/peserta didik.
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 4
D. Tujuan Akhir
Setelah menyelesaikan kegiatan belajar pada modul ini, diharapkan
siswa/peserta didik:
a. Menguasai Indikator Kinerja:
1. Bersikap cermat dalam membangun kerja sama usaha
2. Mendeskripsikan arti, maksud, dan tujuan kerja sama
3. Mendeskripsikan proses pengembangan kerja sama
4. Mengidentifikasikan aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam
membangun kerja sama usaha.
5. Membedakan macam-macam kerja sama
6. Mengidentifikasikan manfaat kerja sama usaha
1. Menyusun proyek kerja sama usaha
b. Kriteria Kinerja
Pencapaian keberhasilan indikator kinerja ditunjukkan dengan:
1. Siswa bersikap dan bertindak cermat dalam membangun kerja
sama usaha
2. Siswa memiliki pengetahuan mengenai macam-macam kerja sama,
proses membangun kerja sama, aspek-aspek yang harus
diperhatikan dalam kerja sama usaha, dan manfaat kerja sama
usaha.
3. Siswa memiliki keterampilan menjalin kerja sama usaha dengan
berbagai mitra.
c. Kondisi/Variabel yang Diperlukan
Untuk mencapai indikator dari kegiatan belajar dalam modul ini, maka
peserta pelatihan/siswa diharuskan melakukan kegiatan:
1. Berdiskusi mengenai kerja sama usaha beserta aspek-aspeknya.
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 5
2. Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan penyusunan
rencana kerja sama usaha
3. Mengamati kegiatan wiruasaha/perusahaan dalam melakukan kerja
sama usaha dengan melakukan observasi ke salah seorang wirausaha
atau perusahaan secara berkelompok.
4. Berdiskusi dalam kelompok kerja masing-masing mengenai pembuatan
rancangan kerja sama usaha.
E. Kompetensi
1. Kompetensi:
Merencanakan pengelolaan usaha kecil
2. Subkompetensi:
Menganalisis aspek-aspek pengelolaan usaha
3. Kriteria Unjuk Kerja:
Pengelolaan usaha dianalisis berdasarkan aspek produksi
4. Ruang Lingkup Kompetensi:
a. Membangun kerja sama usaha
b. Aspek-aspek dalam membangun kerja sama usaha
F. Cek Kemampuan
Untuk mengecek kemampuan Anda, sebelum Anda mempelajari
materi modul ini, Anda diharuskan untuk menjawab pertanyaan/soal di
bawah ini terlebih dahulu:
1. Pernahkah Anda melakukan kerja sama? Kalau pernah melakukan
kerja sama, yang bagaimanakah yang pernah Anda lakukan?
2. Samakah proses kerja sama usaha dengan kerja sama nonUsaha ? Apa
alasannya?
3. Aspek atau faktor apa sajakah yang harus diperhatikan agar kerja
sama berjalan efektif dan efisien?
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 6
4. Menurut Anda, adakah manfaat dari kerja sama? Kalau ada, coba
kemukakan manfaat dari kerjasama
G. Glosarium
1. Win win solution, yaitu saling menguntungkan kedua pihak
2. Komitmen, yaitu kesepakatan. Dalam kerjasama, berarti semua
pihak mentaati kesepakatan yang telah dibuat bersama.
3. Track record, yaitu catatan prestasi atau perjalanan hidup atau
karier seseorang (bisa positif atau negatif)
4. Personality atau kepribadian seseorang: menunjukkan kualitas yang
dimiliki oleh seseorang atau sekelompok komunitas tertentu
5. Integritas adalah sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan
yang utuh dari seseorang, sehingga dapat memancarkan
kewibawaan.
6. Insentif, yaitu imbalan atau penghargaan atas sesuatu yang telah
dilakukan.
7. Personality, yaitu kepribadian seseorang yang menunjukkan
kualitas yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok komunitas
tertentu
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 7
BAB II PEMBELAJARAN
A. Rencana Belajar Siswa
Agar siswa/peserta didik yang mempelajari modul ini memiliki arah
belajar yang tepat, maka siswa harus memiliki rencana belajar yang
dirancang bersama guru dan disusun seperti tabel berikut:
No Jenis Kegiatan W a k t u Tempat Keterangan
Paraf
guru
1
2
3
4
5
Membaca dan
memahami
kegiatan
belajar I
Diskusi materi
KB I
Membaca dan
memahami
kegiatan
belajar II
Diskusi materi
KB II
Melakukan
observasi ke
perusahaan
2 X 45 menit
2 X 45 menit
2 X 45 menit
2 X 45 menit
3 X 45 menit
Di rumah
Di sekolah
Di rumah
Di sekolah
Di
lapangan:
perusahaan
B. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Belajar 1
MEMBANGUN KERJA SAMA USAHA
a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 1
Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini diharapkan Anda dapat:
1) Mendeskripsikan mengenai arti, maksud, dan tujuan kerjasama;
2) Membedakan macam-macam bentuk kerja sama usaha;
3) Bersikap cermat dan kreatif dalam menjalin kerja sama usaha; dan
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 8
4) Mengidentifikasikan proses kerja sama usaha.
b. Uraian materi 1
1. Pengertian, Maksud, dan Tujuan Kerja sama Usaha
a) Pengertian Kerja sama
Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat dipisahkan dari
komunitasnya dan setiap orang di dunia ini tidak ada yang dapat berdiri
sendiri melakukan segala aktivitas untuk memenuhi kebutuhannya, tanpa
bantuan orang lain. Secara alamiah, manusia melakukan interaksi dengan
lingkungannya, baik sesama manusia maupun dengan makhluk hidup
lainnya. Begitupun Anda, dalam aktivitas usahanya setiap orang selalu
membutuhkan kehadiran dan peran orang lain. Tidak seorang pengusaha
atau wirausaha yang sukses karena hasil kerja atau usahanya sendiri.
Karena dalam kesuksesan usahanya, pasti ada peran orang atau pihak
lain. Oleh karena itu, salah satu kunci sukses usaha adalah sukses dalam
kerja sama usaha.
Kerja sama pada intinya menunjukkan adanya kesepakatan antara
dua orang atau lebih yang saling menguntungkan, sebagaimana dua
pengertian kerja sama di bawah ini:
1. Moh. Jafar Hafsah menyebut kerja sama ini dengan istilah “kemitraan”,
yang artinya adalah “suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua
pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih
keuntungan bersama dengan prisip saling membutuhkan dan saling
membesarkan.”
2. H. Kusnadi mengartikan kerja sama sebagai “dua orang atau lebih
untuk melakukan aktivitas bersama yang dilakukan secara terpadu
yang diarahkan kepada suatu target atau tujuan tertentu.”
Dari pengertian kerjasama di atas, maka ada beberapa aspek yang
terkandung dalam kerja sama, yaitu:
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 9
1) Dua orang atau lebih, artinya kerja sama akan ada kalau ada minimal
dua orang/pihak yang melakukan kesepakatan. Oleh karena itu, sukses
tidaknya kerjasama tersebut ditentukan oleh peran dari kedua orang
atau kedua pihak yang bekerja sama tersebut.
2) Aktivitas, menunjukkan bahwa kerja sama tersebut terjadi karena
adanya aktivitas yang dikehendaki bersama, sebagai alat untuk
mencapai tujuan dan ini membutuhkan strategi (bisnis/usaha).
3) Tujuan/target, merupakan aspek yang menjadi sasaran dari kerjasama
usaha tersebut, biasanya adalah keuntungan baik secara finansial
maupun nonfinansial yang dirasakan atau diterima oleh kedua pihak.
4) Jangka waktu tertentu, menunjukkan bahwa kerja sama tersebut
dibatasi oleh waktu, artinya ada kesepakan kedua pihak kapan
kerjasama itu berakhir. Dalam hal ini, tentu saja setelah tujuan atau
target yang dikehendaki telah tercapai.
b) Maksud dan Tujuan Kerja Sama
Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa masing-masing
memiliki kelebihan dan kekurangan, yang berbeda antara manusia yang
satu dengan manusia yang lain. Manusia tidak ada yang sempurna,
karenanya manusia selalu membutuhkan kehadiran orang lain. Sebagai
seorang wirausaha dalam kegiatan usaha memerlukan kerjasama usaha
dengan pihak lain, dan dalam memilih mitra kerjasama tentu memilih
mitra yang memiliki kelebihan atas kekurangan yang dimiliki diri sendiri,
serta memberi manfaat baik bagi diri sendiri maupun mitra kerja sama.
Dengan demikian, kerja sama tidak didorong oleh kepentingan sepihak
saja, melainkan harus dilandasi oleh kesepakatan yang membawa
kemaslahatan kedua pihak.
Dari pengertian kerjasama dan dari uraian di atas, maka dapat
dipahami apa sebenarnya maksud dari diadakannya kerja sama usaha.
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 10
Moh. Jafar Hafsah (2000) mengatakan bahwa “pada dasarnya maksud
dan tujuan dari kemitraan (kerja sama) adalah win win solution.
Maksudnya adalah bahwa dalam kerja sama harus menimbulkan
kesadaran dan saling menguntungkan kedua pihak. Tentu saja, saling
menguntungkan bukan berarti bahwa kedua pihak yang bekerja sama
tersebut harus memiliki kekuatan dan kemampuan yang sama serta
memperoleh keuntungan yang sama besar. Akan tetapi, kedua pihak
memberi kontribusi atau peran yang sesuai dengan kekuatan dan potensi
masing-masing pihak, sehingga keuntungan atau kerugian yang dicapai
atau diderita kedua pihak bersifat proporsional, artinya sesuai dengan
peran dan kekuatan masing-masing.
Sebagai contoh, Si A dan si B melakukan kesepakatan kerjasama. A
memiliki sejumlah uang yang dapat dipakai untuk modal suatu usaha,
namun A kurang menguasai manajemen usaha. Sementara B tidak
memiliki uang, namun memiliki keahlian dalam pengelolaan usaha. Dalam
hal ini, kekuatan dan peran dari A dan B tidak sama, namun mereka
sepakat untuk melakukan kerja sama usaha dan menyepakati pula
pembagian keuntungan yang bakal diperoleh, misalnya dengan
pembagian 60 % untuk A dan 40 % untuk B, serta kesepakatankesepakatan
lain.
Dari ilustrasi contoh di atas, jelas bahwa dalam kerja sama, antara
pihak yang bekerja sama tidak harus memiliki kekuatan yang sama besar,
namun yang lebih utama adalah motivasi yang jelas dari kerja sama
tersebut. Oleh karena itu, kesuksesan kerja sama tidak akan dicapai kalau
hanya satu pihak saja yang berperan, sedangkan pihak lain hanya
menuntut hasil. Oleh karena itu, sebelum kesepakatan kerja sama
ditandatangani, harus jelas dulu apa saja yang disepakati beserta aturan
mainnya dan sanksi-sanksi, bila salah satu pihak ingkar janji dari kerja
sama. Jadi dalam kerja sama usaha harus dimunculkan rasa kesadaran
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 11
“memiliki” (sense of belonging), sehingga melahirkan rasa bertanggung
jawab (sense of reponsibility) atas apa yang telah disepakati dalam kerja
sama.
Kerja sama usaha baik dalam skala usaha kecil maupun skala besar
pada akhirnya tidak hanya sekedar memberi keuntungan pada pihak yang
bekerja sama, tetapi pula akan berdampak pada pihak-pihak lain atau
masyarakat secara umum. Konkeritnya, kerja sama usaha diarahkan untuk
mencapai tujuan sebagai berikut:
A. Tujuan Secara Mikro:
1) Meningkatkan pendapatan dan skala usaha pihak yang bekerja
sama.
2) Meningkatkan perolehan nilai tambah bagi pihak yang bekerja
sama.
B. Tujuan Secara Makro:
1) Meningkatkan pemerataan dan pemberdayaan masyarakat serta
pelaku usaha.
2) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan negara
3) Memperluas kesempatan kerja
4) Meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.
Tujuan-tujuan di atas akan dapat dicapai, bila kerja sama tersebut
berjalan “langgeng” karena tidak jarang terjadi kesepakatan kerjasama
berakhir tanpa tujuan dikarenakan perpecahan atau perselisihan pihakpihak
yang bekerja sama. Kelanggengan kerja sama yang hanya dapat
dicapai, bila kedua pihak komitmen atau mentaati kesepakatankesepakatan
yang telah dibuat bersama.
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 12
2. Macam-macam Kerja sama
Kerja sama yang terjadi dapat dilihat dari hubungannya dengan
konsentrasi aktivitas manusia dalam masyarakat, yaitu terdiri dari:
a) Kerja sama ekonomi, yaitu kerja sama yang disebabkan oleh karena
adanya perebutan sumber daya ekonomi dari pihak yang bekerja
sama. Contoh: Forum kerjasama ekonomi untuk kawasan Asia Pasifik
dalam wadah kerjasama APEC (Asia Pacific Economic Cooperation)
b) Kerja sama politik, yaitu kerja sama yang dipicu oleh adanya
persamaan dan perbedaan kepentingan politik dari pihak yang bekerja
sama. Contoh: Kerjasama negara-negara Asia Tenggara dalam wadah
organisasi ASEAN (Association of South East Asian Nations)
c) Kerja sama sosial, yaitu kerja sama yang disebabkan karena adanya
persamaan dan perbedaan kepentingan sosial dari pihak yang bekerja
sama. Contoh: ECOSOC (Economic and Social Council), yaitu Dewan
Ekonomi dan Sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
Negara-negara di dunia anggota PBB.
Kerjasama
yang baik
akan
memberikan
hasil yang
memmuaskan
bagi semua
pihak
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 13
d) Kerja sama pertahanan, yaitu kerja sama yang dipicu oleh adanya
perebutan hegemoni dari pihak yang bekerja sama.
Contoh: Kerjasama pertahanan negara-negara Atlantik Utara dalam
wadah organisasi NATO
e) Kerja sama antar umat beragama, yaitu kerja sama yang dipicu oleh
adanya sentimen agama.
Contoh: Kerjasama negara-negara Islam dalam wadah OKI.
Dari macam-macam kerja sama dalam hubungannya dengan
aktivitas manusia dalam masyarakat di atas, maka kerja sama ekonomi
yang lebih khusus lagi kerja sama usaha merupakan fokus yang dibahas
dalam modul ini. Dalam kerja sama ekonomi atau kerja sama usaha,
dapat dilihat macam-macam bentuk kerja sama, antara lain:
a) Dilihat dari posisi pelaku yang bekerja sama, maka kerja sama dapat
dibedakan atas:
1) Kerja sama vertikal, yaitu bentuk kerja sama yang menunjukkan
kerja sama antara beberapa perusahaan/wirausaha yang memiliki
tahap atau tingkatan kegiatan usaha/produksi yang berurutan, dari
tahap paling awal sampai tahap produksi akhir.
Contoh:
Kerja sama antara perusahaan-perusahaan yang tergabung
dalam usaha yang menghasilkan produk tas dari bahan jerami.
Kerja sama yang terjadi adalah antara para pengumpul jerami,
pemilik pabrik tas, para penyalur serta para pengecer produk tas
tersebut. Yang bila digambarkan tahap kegiatan produksi tersebut
tampak sebagai berikut:
Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV
Pengumpul Pabrik Penyalur/ Pengecer
Jerami Tas Agen
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 14
2) Kerja sama horizontal, yaitu bentuk kerja sama dari sejumlah
perusahaan/wirausaha yang memiliki kegiatan usaha atau yang
menghasilkan produk sejenis.
Contoh: Kerja sama antara perusahaan-perusahaan yang
menghasilkan produk tas.
b) Dilihat dari hubungan dengan tujuan organisasi/badan usaha, kerja
sama dapat dibedakan atas:
1) Kerja sama fungsional, yaitu bentuk kerja sama berbagai badan
usaha dalam suatu bidang atau fungsi tertentu, misalnya kerja
sama antara perusahaan dalam hal pembelian atau pengadaan
bahan baku, kerja sama dalam penelitian dan pengembangan,
kerja sama dalam pendidikan dan pelatihan, kerja sama dalam
promosi dan penjualan, serta kerja sama fungsi lainnya.
2) Kerja sama disfungsional: kartel, yaitu kerja sama dari kelompok
perusahaan yang sama, yang dilakukan berdasarkan persetujuan
pembatasan persaingan pada pasar penjualan, untuk sama-sama
memperoleh kedudukan yang lebih kokoh pada pasar penjualan.
Kartel juga menunjukkan hubungan kerja sama secara horizontal.
3. Proses Pengembangan Kerja Sama
Pernahkah Anda membayangkan bahwa suatu saat Anda memiliki
suatu usaha atau perusahaan dan Anda membutuhkan kehadiran orang
atau pihak lain untuk diajak bekerja sama mengelola usaha Anda? Atau
pernahkah Anda membayangkan suatu saat ada teman lama yang
mengajak Anda untuk membantu usahanya atau mengajak bekerja sama
mengelola suatu usaha? Andai saja yang terbayangkan oleh Anda adalah
keadaan yang pertama, siapakah yang akan Anda ajak untuk bekerja
sama, kemudian apa yang Anda persiapkan untuk kerja sama tersebut?
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 15
Sedangkan, andai saja yang terbayangkan oleh Anda adalah Anda diajak
kerja sama usaha oleh teman Anda, siapakah Anda, apakah Anda akan
langsung menerima ajakan atau tawaran kerja sama tersebut?
Untuk menjawab dua kemungkinan di atas, tentu tidak dapat
dijawab begitu saja atau seketika. Karena memutuskan untuk mengajak
orang lain bekerja sama atau memutuskan untuk bergabung dengan
orang lain yang mengajak bekerja sama, sama-sama membutuhkan
pertimbangan yang matang. Hal ini sebagaimana yang diuraikan pada
bagian sebelumnya bahwa kerjasama pada dasarnya, memiliki maksud
dan tujuan “win-win solution” atau saling menguntungkan kedua pihak.
Oleh karena itu, memutuskan seketika tanpa pertimbangan yang matang
dikhawatirkan akan menimbulkan kekecewaan pada pihak yang bekerja
sama.
Sebelum memutuskan siapa atau pihak mana yang akan diajak
bekerja sama atau dijadikan mitra usaha, maka perlu diperhatikan
rangkaian proses pengembangan kerja sama agar dari kerja sama
Menjelaskan program
dan prospek
kerjasama usaha
kepada calon mitra
merupakan salah satu
proses yang harus
dilakukan seorang
wirausaha
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 16
tersebut memperoleh hasil yang optimal. Moh. Jafar Hafsah (2000),
menjelaskan rangkaian urutan proses kerja sama tersebut sebagai berikut:
1) Memulai membangun hubungan dengan calon mitra.
Hal ini dimaksudkan agar kita dapat mengenal pihak atau orang
yang akan dijadikan calon mitra dengan baik dan tepat. Jangan sampai
kita salah memilih, yang kata peribahasa ibarat “membeli kucing dalam
karung”. Artinya, jangan sampai kita memilih calon mitra yang tidak
ketahui karakternya, kebiasaannya, track recordnya, latar
belakangnya, dan sebagainya.
Untuk mendapatkan informasi yang lengkap mengenai calon mitra
ini membutuhkan waktu yang lama dan perlu peran pihak lain yang
dapat membantu kita memberi informasi mengenai calon mitra kita.
2) Mengerti kondisi bisnis pihak yang bermitra atau bekerja sama.
Apabila calon mitra kita adalah orang yang telah punya
pengalamam berbisnis, maka kita harus mengetahui bagaimana
kemampuan manajemennya, teknologinya, sumber daya manusianya
dan sumber daya finansialnya. Sedangkan, bila calon mitra kita adalah
orang yang tidak atau belum memiliki pengalaman usaha, maka kita
pun patut untuk mengetahui keahlian atau keterampilan serta modal
apa yang dimilikinya, sehingga kita layak mempertimbangkannya
sebagai calon mitra usaha kita.
Hal di atas penting, karena kerja sama usaha merupakan
kesepakatan yang harus dijalankan bersama dan menjadi tanggung
jawab bersama sesuai dengan potensi atau kemampuan masingmasing
yang diberikan dalam kerja sama tersebut. Bila kita melihat
bahwa calon mitra kita tidak memiliki kemampuan atau potensi
sebagaimana yang kita harapkan, maka kita dapat mencari calon mitra
lainnya. Namun, bila kita melihat calon mitra tersebut telah memenuhi
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 17
persyaratan yang kita inginkan, maka kita dapat memutuskan bahwa
inilah calon mitra kita yang tepat.
3) Mengembangkan strategi dan mengenal detail bisnis.
Bila telah ditetapkan calon mitra, maka langkah selanjutnya adalah
bagaimana mengembangkan strategi usaha. Hal ini dapat dilakukan
dengan cara membagi tugas dengan pihak yang bermitra sesuai
dengan informasi dan kemampuan yang dimiliki masing-masing.
Dengan strategi dan mengenal detail bisnis yang tepat, maka kita akan
dapat mengembangkan usaha secara tepat pula, sehingga akan
mendatangkan keuntungan kedua pihak (win-win solution).
4) Mengembangkan program.
Pengembangan program merupakan langkah yang dilakukan setelah
mengembangkan stategi bisnis dan merupakan rencana taktis yang
akan dilaksanakan. Hal ini kemudian perlu diinformasikan kepada
semua pihak yang akan terlibat dalam kerja sama tersebut, sehingga
semua pihak siap untuk melaksanakannya.
5) Memulai pelaksanaan.
Setelah semua siap, barulah usaha dalam bentuk kerja sama atau
kemitraan tersebut dilaksanakan. Dalam awal pelaksanaan perlu dicek
kesiapan-kesiapan serta memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang
akan terjadi.
6) Memonitoring dan mengevaluasi perkembangan
Selama proses pelaksanaan perlu ada monitoring, sehingga dapat di
evaluasi kekurangan-kekurangan atau hambatan-hambatan yang
dihadapi. Dengan melakukan monitoring dan evaluasi, maka
selanjutnya dapat dilakukan penyesuaian atau perbaikan-perbaikan
sebagaimana yang diperlukan.
Bila digambarkan urutan proses membangun kerja sama tampak di
bawah ini:
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 18
1
Membangun Hubungan
Baik dengan calon mitra
2
Mengerti kondisi
calon mitra
3
Mengembangkan strategi
dan detail bisnis
4
Pengembangan
Program
5
Pelaksanaan
Kerjasama
6
Gambar: Urutan proses membangun kerja sama
Monitoring &
Evaluasi
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 19
C. Rangkuman 1
1. Kerja sama pada intinya menunjukkan adanya kesepakatan antara dua
orang atau lebih yang saling menguntungkan
2. Aspek yang terkandung dalam pengertian kerja sama, yaitu: a) Dua
orang atau lebih; b) Aktivitas; c) Tujuan/target, dan d) jangka waktu
tertentu.
3. Kerja sama usaha merupakan salah satu dari macam-macam kerja
sama yang ada di masyarakat. Bentuk dari kerja sama usaha ini dapat
bersifat vertikal maupun horizontal dan dalam bentuk kerjasama
fungsional dan disfungsional.
4. Kerja sama usaha diarahkan untuk mencapai tujuan sebagai berikut
baik secara mikro maupun makro. Tujuan kerja sama Secara Mikro
adalah untuk: a) Meningkatkan pendapatan dan skala usaha pihak
yang bekerja sama; b) Meningkatkan perolehan nilai tambah bagi
pihak yang bekerja sama. Sedangkan, tujuan secara makro adalah
untuk:
a) Meningkatkan pemerataan dan pemberdayaan masyarakat dan
pelaku usaha;
b) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan Negara;
c) Memperluas kesempatan kerja; dan
d) Meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.
5. Urutan proses membangun kerjasama, yaitu:
1) Memulai membangun hubungan dengan calon mitra;
2) Mengerti kondisi bisnis pihak yang diajak berkerjasama;
3) Mengembangkan strategi dan mengenal detail bisnis;
4) Mengembangkan program;
5) Pelaksanaan; dan
6) Montoring dan evaluasi
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 20
d. Tugas
1. Buat oleh Anda dan kelompok kerja (maksimal 5 orang) suatu surat
perjanjian kerjasama usaha !
2. Cari dalam media massa surat kabar, mengenai perjanjian
kerjasama usaha yang dilakukan berbagai perusahaan, instansi
atau lembaga. Buat klipingnya dan beri komentar.
e. Evaluasi
1) Instrumen Penilaian
Untuk melihat penguasaan kompetensi Anda, jawablah pertanyaanpertanyaan
berikut
1. Jelaskan mengapa dalam usaha diperlukan kerja sama ! (20)
2. Jelaskan mengapa kerja sama pada hakekatnya adalah tercapainya
“win-win solution” ? (25)
3. Kemukakan perbedaan antara kerjasama vertikal dengan kerjasama
horizontal ! (15)
4. Jelaskan mengapa yang menjadi tujuan kerja sama secara Mikro
adalah untuk: a) Meningkatkan pendapatan dan skala usaha pihak
yang bekerja sama; b) Meningkatkan perolehan nilai tambah bagi
pihak yang bekerja sama.! (20)
5. Apakah suatu usaha tanpa kerjasama dengan pihak lain tidak akan
berhasil ? Jelaskan ! (20)
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 21
2) Kunci jawaban
1. Secara alamiah manusia selalu berinteraksi dengan lingkungannya,
baik sesama manusia maupun dengan makhluk hidup lainnya.
Begitupula dalam aktivitas usahanya, setiap orang selalu
membutuhkan kehadiran dan peran orang lain, hal ini dikarenakan
setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Begitupula bagi mereka yang berkecimpung dalam usaha,
untuk mengembangkan usahanya diperlukan kerja sama dengan
pihak lain, agar dapat saling menutupi kekurangan atau kelemahan
yang ada.
2. Maksudnya adalah bahwa dalam kerja sama harus menimbulkan
kesadaran dan saling menguntungkan kedua pihak. Tentu saja,
saling menguntungkan bukan berarti bahwa kedua pihak yang
bekerja sama tersebut harus memiliki kekuatan dan kemampuan
yang sama serta memperoleh keuntungan yang sama besar. Akan
tetapi, kedua pihak memberi kontribusi atau peran yang sesuai
dengan kekuatan dan potensi masing-masing pihak, sehingga
keuntungan atau kerugian yang dicapai atau diderita kedua pihak
bersifat proporsional, artinya sesuai dengan peran dan kekuatan
masing-masing.
3. Kerja sama vertikal, yaitu bentuk kerja sama yang menunjukkan
kerja sama antara beberapa perusahaan/wirausaha yang memiliki
tahap atau tingkatan kegiatan usaha/produksi yang berurutan, dari
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 22
tahap paling awal sampai tahap produksi akhir, sedangkan Kerja
sama horizontal, yaitu bentuk kerja sama dari sejumlah
perusahaan/wirausaha yang memiliki kegiatan usaha atau yang
menghasilkan produk sejenis. Jadi yang membedakan keduanya
adalah dalam arah hubungan kerjasamanya.
4. Karena tujuan secara mikro menunjukkan tujuan untuk
kepentingan kedalam perusahaan yang berkerjasama, yang
diharapkan nantinya perusahaan/pihak yang berkerjasama tersebut
terus maju dan berkembang.
5. Tentu saja tidak, akan tetapi setiap perusahaan/seorang wirausaha
tidak akan terelepas dari hubungan dengan pihak lain. Bila
dirasakan tidak memerlukan kerjasama, tentu tidak harus
melakukan kerjasama. Tetapi bila dirasakan untuk maju dan
berkembang memerlukan kerjasama dengan pihak lain, maka
kerjsama menjadi kebutuhan dan perlu dilakukan.
3) Kriteria Penilaian
Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban. Hitunglah jawaban
Anda yang benar. Angka dalam kurung yang ada di belakang setiap
nomor menunjukkan skor nilai tiap nomor, yang kalau dijumlahkan skor
keseluruhannya adalah 100.
Selanjutnya, gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar modul ini.
Jumlah jawaban Anda yang benar
Tingkat penguasaan = X 100 %
100
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 23
Arti tingkat pemahaman Anda:
90 % - 100 % = amat baik dan sangat berhasil
80 % - 89 % = baik dan berhasil
70 % - 79 % = kurang berhasil
? 69 % = tidak berhasil
Tingkat kelulusan bisa dicapai bila Anda bisa menjawan minimal 80
% dari soal-soal di atas. Kurang dari standar di atas Anda dinyatakan
tidak lulus dan dapat melanjutkan pada kegiatan belajar 2.
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 24
2. Kegiatan Belajar 2
ASPEK-ASPEK DALAM MEMBANGUN KERJA SAMA
a. Tujuan Pembelajaran 2
Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini diharapkan Anda dapat:
1) Mengidentifikasi aspek-aspek dalam membangun kerja sama;
2) Mengidentifikasi manfaat kerja sama; dan
3) Menyusun proyek kerja sama usaha
b. Uraian Materi 2
1. Aspek-aspek yang Harus Diperhatikan Dalam Membangun
Kerja Sama
Kerja sama usaha bukan kerja sama yang bersifat instant atau sekali
jadi, melainkan melalui proses panjang yang harus dipertimbangkan
secara matang dengan memperhatikan berbagai aspek atau faktor.
1) Etika Bisnis Dalam Kerja Sama
Seorang wirausaha dengan segala kelebihan dan kekurangannya
memerlukan kerja sama dengan pihak lain, yang pada gilirannya tercapai
Win-win Solution. Kerja sama yang baik akan tercipta, bila kerjasama
tersebut dilandasi nilai-nilai kerja sama yang disepakati bersama. Salah
satu yang harus diperhatikan dalam masalah kerja sama usaha ini adalah
“Etika Bisnis dalam Bekerja sama”.
John L. Mariotti (1993) mengungkapkan ada 6 dasar etika bisnis
yang harus diperhatikan, yaitu:
a) Karakter, integritas, dan kejujuran
Setiap orang pada hakekatnya memiliki karakter yang berbeda
antara yang satu dengan yang lain, sehingga karakter menunjukkan
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 25
personality atau kepribadian seseorang yang menunjukkan kualitas
yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok komunitas tertentu.
Seorang yang memiliki karakter yang baik, biasanya memiliki
integritas diri yang tinggi. Jadi, yang dimaksud dengan integritas
adalah sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh,
sehingga dapat memancarkan kewibawaan. Oleh karena itu, seseorang
yang berintegritas tinggi biasanya memiliki kejujuran lebih dari mereka
yang integritas dirinya kurang. Dengan demikian, kejujuran
menunjukkan ketulusan hati dan sikap dasar yang dimiliki setiap
manusia.
Sudah seharusnya seorang wirausaha memilih mitra kerja yang
selain jujur juga potensial. Ia juga memiliki karakter dan integritas
yang tinggi. Karakter, integritas, dan kejujuran merupakan tiga hal
yang saling terkait atau merupakan satu kesatuan yang membentuk
“pribadi tangguh”. Wachyu Suparyanto (2004) dalam bukunya yang
berjudul “Petunjuk Untuk Memulai Berwirausaha” mengatakan “Mitra
kerja yang sempurna adalah yang mempunyai kemampuan dalam
berbagai hal melebihi kemampuan kita serta jujur karena jika
kemampuannya sangat tinggi, tapi tidak jujur dia akan membohongi
kita atau dengan kata lain pagar makan tanaman. Di sisi lain jika mitra
kita jujur tetapi kemampuannya rendah, dia akan membuat kita lelah.”
Untuk memahami etika pertama ini, coba Anda ingat dan buka
kembali modul 3 tentang Kiat Membangun Sikap Jujur dan Disiplin.
b) Kepercayaan.
Kepercayaan adalah keyakinan atau anggapan bahwa sesuatu yang
dipercaya itu benar atau nyata. Kepercayaan merupakan modal dalam
berbisnis yang tidak muncul begitu saja atau dadakan, kepercayaan
lahir dan dibangun dari pengalaman. Oleh karena itu, kepercayaan
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 26
dimunculkan dari proses yang mungkin dalam waktu singkat, bahkan
bisa pula dalam waktu yang lama.
Seorang wirausaha yang akan berkerja sama dengan pihak atau
orang lain akan memilih mitra yang ia percaya, yang telah melalui
proses uji kelayakan sebagai mitra. Proses pengujian ini dapat
dilakukan baik melalui pengamatan maupun membaca track record
calon mitra, baik secara langsung maupun melalui pihak lain yang
dipercaya. Sudah selayaknya mitra yang diajak berkerja sama adalah
orang atau pihak yang benar-benar dapat dipercaya, karena sekali
salah memilih mitra maka akan sulit membangun kembali
kepercayaan.
c) Komunikasi yang terbuka.
Dikarenakan kerja sama didasarkan atas kepentingan kedua pihak,
maka dalam kerja sama usaha harus ada komunikasi yang terbuka
antara keduanya. Komunikasi kedua pihak penting, mengingat dalam
usaha atau bisnis memerlukan banyak informasi untuk menunjang
kepentingan usaha. Pertukaran informasi dan diskusi kedua pihak
mengenai usaha bersama yang dijalankan tidak mungkin terjadi jika
salah satu pihak menutup diri atau kurang terbuka. Oleh karena itu,
komunikasi yang terbuka merupakan salah satu dasar bermitra yang
harus dibangun.
Untuk memahami masalah komunikasi ini, coba Anda ingat dan
buka kembali modul 2 tentang Kiat mengembangkan Kemampuan
Berkomunikasi.
d) A d i l
Telah diungkapkan pada uraian terdahulu bahwa maksud dan
tujuan dari kerja sama adalah “Win-win Solution”, yang bermakna
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 27
bahwa dalam kerja sama harus ada keadilan di antara kedua pihak.
Artinya bahwa bila usaha yang dijalankan mengalami kerugian, maka
bukan hanya salah satu pihak saja yang harus menanggung kerugian
tersebut, melainkan harus ditanggung bersama. Begitu pula
sebaliknya, bila mendapatkan keuntungan, keduanya pun memperoleh
keuntungan. Besarnya kerugian dan keuntungan bagian masingmasing
ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama pada awal
kontrak kerja sama ditandatangani, yang biasanya didasarkan pada
sumbangan masing-masing pihak dalam kerja sama tersebut.
Dengan demikian, adil menunjukkan sikap tidak berat sebelah atau
menguntungkan/merugikan pihak lain. Adil memang mudah untuk
diucapkan, namun berat untuk dilaksanakan oleh manusia karena
hanya Allah yang maha adil.
e) Keinginan pribadi dari pihak yang bermitra.
Seorang wirausaha yang melakukan kerjasama usaha dengan pihak
lain memiliki motivasi tertentu, yang dibentuk oleh keinginan-keinginan
tertentu yang akan diraihnya dari kerja sama tersebut. Dapat
dikatakan bahwa hampir tidak ada kerja sama yang tidak didasari
keinginan-keinginan tertentu dari pihak yang bermitra tersebut.
Keinginan-keinginan dari kedua pihak dapat keinginan yang bersifat
ekonomi, seperti keinginan untuk lebih maju dan berkembang,
keinginan memperluas pasar dan sebagainya, maupun keinginan
nonekonomi, seperti peningkatkan kemampuan dan pengalaman serta
pergaulan usaha yang lebih luas. Keinginan-keinginan tersebut akan
menjadi penggerak atau motivator uantuk menjalankan kerja sama
secara harmonis.
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 28
f) Keseimbangan antara insentif dan resiko.
Sebagaimana dalam aspek “adil’ yang diuraikan sebelumnya, aspek
keseimbangan antara insentif dan resiko dapat pula bermakna adil.
Artinya, dalam berbisnis, pasti akan ada resiko yang harus dipikul
masing-masing pihak dan ada insentif yang diterima masing-masing
sebagai hasil atau dampak dari resiko yang ditanggung tersebut.
Keseimbangan antara insentif dan resiko senantiasa ada selama
kerja sama usaha tersebut ada dan kedua pihak sepakat untuk tetap
mempertahankannya. Bila salah satu pihak sudah tidak sanggup untuk
menjalankan resiko, maka otomatis insentif berupa keuntungan pun
tidak akan diraihnya dan tentu saja ini akan menganggu kontinuitas
kerja sama usaha.
2) Pedoman Kerja sama yang Efektif dan Efisien
Uraian di atas diketahui bahwa tujuan kerjasama secara mikro,
adalah untuk: a) Meningkatkan pendapatan dan skala usaha pihak yang
berkerja sama dan b) Meningkatkan perolehan nilai tambah bagi pihak
Sebelum memutuskan
untukbermitra, setiap
calon mitra usaha akan
membaca dan menilai
program dan prospek
rencana kerjasama
yang diajukan.
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 29
yang berkerja sama. Tujuan ini tidak akan tercapai, bila kerja sama yang
terjalin tidak berjalan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu diperlukan
pedoman bagi setiap wirausaha atau siapa pun yang akan melakukan
kerja sama.
H. Kusnadi (2003) dalam bukunya “Masalah, Kerja sama, Konflik,
dan Kinerja” menguraikan bahwa dalam membangun kerja sama yang
efektif dan efisien terdapat beberapa pedoman yang harus dipatuhi, yaitu:
a) Kesadaran diri.
Kedua pihak yang bermitra harus menyadari bahwa kerja sama
yang dibangun tidak akan mencapai tujuan bila hanya dijalankan oleh
seseorang, melainkan harus disadari bahwa kerja sama tersebut
merupakan tanggung jawab bersama untuk mencapai tujuan bersama.
1) Memahami konsep persamaan dan perbedaan manusia.
Harus disadari bahwa setiap manusia memiliki perbedaan yang
ditandai dari kekurangan, kelebihan, dan potensi masing-masing.
Perbedaan inilah yang justru menjadi pendorong untuk melakukan
kerja sama.
2) Adanya tujuan dan target yang jelas.
Hal ini penting dan ditetapkan secara jelas serta disepakati
secara bersama, sehingga akan mempermudah untuk
mencapainya.
3) Adanya ilmu dan teknologi yang relevan
Ilmu dan teknologi merupakan faktor yang membantu proses
kerja sama berjalan secara baik dan berhasil. Oleh karena itu
tanpa kedua aspek tersebut kerja sama usaha belum tentu akan
mendatangkan kesuksesan. Hal ini mengingat kemajuan zaman
yang ditandai dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang
demikian cepat, sehingga menuntut para wirausaha yang untuk
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 30
memilki dan menyesuaikan diri dengan ilmu dan teknologi yang
relevan dengan usahanya.
4) Serius, santai, dan tidak tegang.
Ketiga hal ini akan menjadikan kerja sama yang dibina menjadi
sesuatu yang menyenangkan. Dengan kondisi demikian, maka
kerjasama diharapkan dapat dijalankan dengan baik dan berhasil
karena dapat melahirkan cara berpikir yang jernih dan rasional.
5) Komunikasi yang baik.
Hal ini telah diuraikan pada salah satu point dari etika bisnis
dalam kerjasama. Yang pada intinya, komunikasi yang baik akan
menciptakan kondisi kerja yang kondusif untuk tercapainya tujuan
atau target kerjasama.
6) Dukungan yang menyeluruh.
Seorang Wirausaha tidak berdiri sendiri, ia dibantu oleh pihak
lain khususnya yang secara struktural memiliki ikatan dalam
organisasi usaha yang dipimpinnya. Oleh karena itu, kerja sama
usaha yang dijalan harus melibatkan pula seluruh pihak yang ada
atau dengan perkataan lain kerja sama tersebut harus mendapat
dukungan secara menyeluruh. Dengan dukungan tersebut, maka
target yang ingin dicapai dari kerjasama dapat dengan mudah
diraih.
7) Adanya perhatian.
Perhatian di sini dalam konteks yang luas, yaitu baik dari
sesama kalangan usaha, pihak keluarga maupun pemerintah dan
pihak terkait. Kerja sama akan tercipta dengan baik bila ada
perhatian dari semua pihak.
8) Adanya kewajaran.
Kerja sama tidak dapat dipaksakan dan menyeluruh karena
tidak semua hal memerlukan kerja sama. Dalam kerja sama usaha,
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 31
masing-masing pihak memberi kontribusi yang wajar sesuai dengan
potensi dan kapasitas masing-masing pihak.
9) Adanya keterbukaan.
Hal ini hampir mirip dengan masalah komunikasi yang baik.
Keterbukaan merupakan kunci dari komunikasi yang baik, karena
tanpa keterbukaan komunikasi menjadi terhambat. Oleh karena itu,
agar kerja sama dapat berjalan dengan baik diperlukan
keterbukaan dari semua pihak.
10) Dapat meramalkan masa depan.
Kerja sama bukan hanya untuk kepentingan saat ini dan sesaat,
melainkan untuk jangka waktu panjang dan jauh ke depan. Kerja
sama yang baik diperlukan agar dapat meramalkan kondisi usaha
yang akan dihadapi pada masa depan, seperti dapat mengetahui
keadaan pesaing, kondisi ekonomi, serta kemungkinan perluasan
pasar.
11) Adanya kompetensi.
Kerja sama selalu diarahkan untuk mencapai sasaran tertentu.
Kerja sama tidak dilaksanakan tanpa arah, karena tanpa arah, atau
kompetensi tertentu, maka kerja sama akan menjadi sia-sia.
12) Adanya keeratan semua pihak yang terlibat dalam kerja sama.
Semua pihak yang terlibat dalam ikatan kerja sama usaha
merupakan satu tim kerja (team work) yang harus berkerja secara
sinergi atau saling menunjang dan melengkapi sebagai satu
kesatuan. Hal ini perlu karena tidak mungkin kerja sama hanya
dijalankan oleh salah satu pihak atau seorang diri.
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 32
3) Dua Hal Penting yang Harus Diperhatikan Dalam Kerja sama
Pietra Saroja (2004) dalam bukunya yang berjudul “Langkah Awal
Menjadi Entrepreneur Sukses”, mengatakan bahwa dalam kerja sama ada
dua hal penting yang harus diperhatikan, yaitu:
a) Pemilihan rekan bisnis yang tepat.
Sebagaimana dalam uraian sebelumnya, bahwa kepercayaan
diperlukan dalam kerja sama. Namun, kepercayaan dihasilkan dari
proses yang panjang. Memilih rekan bisnis tidak dapat dilakukan
secara sembarangan karena mitra bisnis haruslah yang dapat
dipercaya. Kesalahan dalam memilih rekan bisnis akan berakibat fatal
karena akan mengancam hubungan harmonis kedua pihak.
Agar tidak salah dalam memilih mitra yang akan diajak kerja sama,
maka harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) Jangan jadikan uang sebagai pertimbangan utama.
Modal dari kerja sama tidak semata-mata masalah uang, uang
hanyalah salah satu aspek dari kerjasama. Oleh karena itu, untuk
membangun kerja sama yang baik jangan menjadikan uang
sebagai satu-satunya faktor atau aspek yang harus
dipertimbangkan, karena sebagaimana pada uraian sebelumnya
ada motivasi ekonomi dan nonekonomi yang mendorong kerja
sama.
2) Kenali calon rekan bisnis Anda.
Pihak yang diajak berkerja sama dapat berasal dari berbagai
kalangan yang mungkin sekali kita belum mengetahui asal usulnya
serta perjalanan kariernya dalam berbisnis (track record). Untuk
menjalin kerja sama yang baik, jangan memilih rekan bisnis hanya
melihat dari kulitnya saja, kenalilah dia kalau dapat sampai ke
tulang sumsumnya atau keadaan yang sebenarnya. Semua ini
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 33
diperlukan, agar kita tidak kecewa dikemudian hari yang akan
menghancurkan usaha kita.
3) Lakukan pendekatan-pendekatan di luar bisnis.
Agar dapat mengenal calon mitra yang akan diajak kerja sama
lakukan pendekatan-pendekatan, yang tidak harus dalam konteks
bisnis. Lakukan pendekatan di luar bisnis, misalnya pada acara
syukuran calon mitra, hari ulang tahunnya atau pada acara
moment-moment penting yang kebetulan dapat bertemu.
4) Minta penilaian dari orang yang bisa dipercaya.
Sebelum memutuskan siapa yang akan di ajak berkerja sama,
cobalah untuk meminta pendapat atau penilaian orang lain
mengenai calon mitra kita. Orang yang diminta menilai haruslah
orang berkompeten dan dapat dipercaya yang dapat menilai secara
obyektif, bisa saja orang tersebut adalah konsumen, tenaga
lapangan, pesaing atau lembaga terkait. Penilaian sendiri biasanya
bersifat subyektif karena dipengaruhi faktor-faktor yang bersifat
emosional. Padukan penilaian Anda dan penilaian dari pihak yang
diminta untuk menilai, sehingga diperoleh kesimpulan yang akurat
mengenai calon mitra yang akan di ajak kerja sama.
b) Adanya Perjanjian yang Berkekuatan Hukum.
Pada awal uraian modul ini dikemukakan bahwa kerja sama
sebaiknya disepakati dalam suatu “kontrak kerja sama”. Kontrak kerja
sama yang memuat tentang berbagai hal yang disepakati sebaiknya
dibuat secara tertulis. Hal ini dimaksudkan bila terjadi sesuatu,
misalnya pengingkaran kesepakatan oleh salah satu pihak, maka ada
bukti yang kuat untuk menuntut. Akan tetapi, lebih baik lagi bila
perjanjian kesepakatan yang dibuat memiliki kekuatan hukum.
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 34
Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan dalam membuat
perjanjian yang berkekuatan hukum, yaitu:
1) Buat perjanjian hitam di atas putih.
Perjanjian yang hanya dilakukan secara lisan tidak memiliki
kekuatan hukum dan dalam waktu yang singkat sudah dapat
dilupakan atau berubah. Oleh karena itu, perjanjian secara tertulis
akan lebih menjamin dan mengikat kedua pihak. Untuk
memperkuat secara hukum, maka perjanjian dibuat di atas kertas
segel atau bermaterai.
Sebelum perjanjian ditandatangani kedua pihak, maka kedua
pihak harus terlebih dahulu membaca dengan seksama isi dari
perjanjian tersebut. Setelah semua setuju atau sudah direvisi (bila
sebelumnya ada sesuatu yang kurang atau tidak disepakati), maka
barulah kedua pihak menandatanganinya. Masing-masing pihak
yang bermitra harus memiliki salinan dari perjanjian tertulis
tersebut.
2) Carilah saksi dalam penandatangan perjanjian.
Perjanjian hendaknya dibuat dengan disaksikan oleh
beberapa orang atau pihak sebagai saksi, sebaiknya ada saksi yang
mewakili kedua pihak yang mengikat perjanjian kerja sama. Agar isi
perjanjian mengikat kedua pihak dan kedua pihak tersebut
berusaha semaksimal mungkin untuk mentaati isi perjanjian, maka
perjanjian tersebut harus ditandatangani pula para saksi. Saksi
inilah yang nanti akan bicara seandainya ada salah satu pihak yang
mengingkari isi perjanjian.
3) Materaikan perjanjian.
Sebagaimana uraian sebelumnya, agar perjanjian yang
dibuat memiliki kekuatan hukum harus dibuat di atas kertas segel
atau bermaterai.
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 35
4) Pergi ke notaris.
Agar lebih memiliki kekuatan hukum, maka perjanjian
sebaiknya dilakukan di depan notaris. Selain memberi kekuatan
hukum, notaris dapat pula berperan sebagai saksi.
5) Jangan lanjutkan kerja sama bila ada pihak yang tidak mau
menandatangani.
Kerja sama baru dapat dikatakan terjadi apabila pihak-pihak
terkait, khususnya kedua pihak yang bermitra telah menandatangi
surat perjanjian. Bila ada salah satu pihak tidak mau
menandatangi, berarti perjanjian kerja sama tersebut tidak dapat
dilanjutkan.
2. Manfaat Kerja Sama
Sebagaimana diuraikan pada kegiatan belajar 1, bahwa salah satu
aspek dari kerja sama adalah target atau tujuan yang akan di capai.
Melihat hal ini, maka sudah jelas bahwa dengan adanya kerja sama
diharapkan diperoleh manfaat dari pihak-pihak yang bekerja sama
tersebut. Manfaat kerja sama dilihat dari target tersebut adalah baik
bersifat finansial maupun nonfinansial.
Bila ditanya 1 + 1 pasti Anda akan menjawab 2, tetapi dalam konsep
kerja sama atau kemitraan, 1 + 1 harus lebih besar dari 2 ( 1 + 1 > 2).
Mengapa demikian ?
Sudah diuraikan pada kegiatan belajar 1 sebelumnya bahwa pihakpihak
yang bekerja sama masing-masing memiliki kelebihan dan
kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, keduanya berusaha
menutupi kekurangan masing-masing dengan kelebihan yang dimiliki oleh
pihak lain atau pihak yang bermitra. Dengan demikian, diharapkan hasil
yang dicapai dari kerja sama usaha harus lebih baik atau lebih besar
dibandingkan jika dikelola sendiri tanpa kerja sama dengan pihak lain. Jika
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 36
hasil yang diperoleh dari kerja sama tidak lebih baik bila seandainya tanpa
kerjasama, berarti kerja sama tersebut gagal.
H. Kusnadi (2003) mengatakan bahwa berdasarkan penelitian kerja
sama mempunyai beberapa manfaat, yaitu sebagai berikut:
a) Kerja sama mendorong persaingan di dalam pencapaian tujuan dan
peningkatan produktivitas.
b) Kerja sama mendorong berbagai upaya individu agar dapat bekerja
lebih produktif, efektif, dan efisien.
c) Kerja sama mendorong terciptanya sinergi sehingga biaya
operasionalisasi akan menjadi semakin rendah yang menyebabkan
kemampuan bersaing meningkat.
d) Kerja sama mendorong terciptanya hubungan yang harmonis
antarpihak terkait serta meningkatkan rasa kesetiakawanan.
e) Kerja sama menciptakan praktek yang sehat serta meningkatkan
semangat kelompok.
f) Kerja sama mendorong ikut serta memiliki situasi dan keadaan yang
terjadi dilingkungannya, sehingga secara otomatis akan ikut menjaga
dan melestarikan situasi dan kondisi yang telah baik.
Moh. Jafar Hafsah (2000) melihat manfaat kerjasama, antara lain
dibedakan atas:
1) Manfaat produktivitas
Anda masih ingat mengenai produktivitas kan, bagaimana rumusnya ?
Produktivitas adalah suatu model ekonomi yang diperolah dari
membagi output dengan input.
Produktivitas = output : input
Dengan formulasi di atas dan sesuai dengan rumus 1 + 1 > 2
sebelumnya, maka produktivitas dikatakan meningkat bila dengan
input yang tetap diperoleh output yang semakin besar .
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 37
Selain itu, produktivitas yang tinggi dapat diperoleh dengan cara
mengurangi penggunaan input (dengan syarat tidak mengurangi
kualitas), sehingga dengan output yang tetap dengan penggunaan
input yang sedikit menunjukkan adanya peningkatan produktivitas.
2) Manfaat efisiensi
Manfaat efisiensi dapat diartikan sebagai dicapainya cara kerja yang
hemat, tidak terjadi pemborosan, dan menunjukkan keadaan
menguntungkan, baik dilihat dari segi waktu, tenaga maupun biaya.
Ini dapat dicapai karena dalam kerja sama mengikat pihak-pihak yang
bekerja sama untuk mentaati segala kesepakatan, serta terjadi
spesialisasi tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki masing-masing.
Contoh:
Ada dua perusahaan atau dua wirausaha yang bekerja sama (mis. A
dan B). Perusahaan atau wirausaha A memiliki kelebihan dalam modal
berupa teknologi dan sarana produksi, namun tidak memiliki tenaga
kerja yang cukup. Sedangkan, perusahaan atau wirausaha B memiliki
tenaga kerja, namun kurang memiliki sarana produksi (modal) yang
cukup. Oleh karena itu, dengan menggabungkan dua kelebihan dari
perusahaan A dan B tersebut akan dapat dicapai penghematan tenaga
maupun sarana produksi yang merupakan kekurangan atau kelemahan
yang dimiliki kedua perusahaan. Tanpa kerja sama, maka perusahaan
A tidak dapat mengoptimalkan modalnya karena tidak ada tenaga
kerja yang mengoperasikannya dan perusahaan B tidak dapat
mempekerjakan tenaga kerjanya karena tidak adanya modal dan
sarana produksi.
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 38
3) Manfaat jaminan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.
Sebagai akibat adanya manfaat produktivitas dan efisiensi, maka
dengan kerja sama akan dicapai pula manfaat kualitas, kuantitas, dan
kontinuitas. Dengan adanya penggabungan dua potensi dan kekuatan
untuk menutupi kelemahan dari masing-masing pihak yang bekerja
sama (bermitra), maka akan dihasilkan tingkat produktivitas yang
tinggi dan efisiensi serta efektivitas. Produktivitas menunjukkan
manfaat kuantitas dan efisiensi serta efektivitas menunjukkan manfaat
kualitas. Dengan kualitas dan kuantitas yang dapat diterima oleh
pasar, maka akan dapat menjamin kontinuitas usaha.
4) Manfaat dalam risiko
Sebagaimana diuraikan pada kegiatan belajar 1, Kerja sama pada
intinya menunjukkan adanya kesepakatan antara dua orang atau lebih
yang saling menguntungkan dan kedua pihak memberi kontribusi atau
peran yang sesuai dengan kekuatan dan potensi masing-masing pihak,
sehingga keuntungan atau kerugian yang dicapai atau diderita kedua
pihak bersifat proporsional, artinya sesuai dengan peran dan kekuatan
masing-masing. Hal ini menggambarkan bahwa dalam kerja sama, ada
rasa senasib sepenanggungan antara pihak yang bermitra. Dalam hal
ini risiko yang dihadapi termasuk resiko menderita kerugian dalam
pengelolaan usaha ditanggung bersama antara pihak yang bermitra,
sehingga resiko yang ditanggung masing-masing pihak menjadi
berkurang.
3. Menyusun Proyek Kerja Sama Usaha
Sebagaimana diuraikan sebelumnya bahwa kerja sama usaha
bukan merupakan proyek yang bersifat instant, melainkan melalui proses
yang panjang. Hal ini membawa konsekuensi bahwa setiap wirausaha
atau siapa pun yang akan melakukan kerja sama usaha harus benar-benar
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 39
memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai aspek atau faktor yang
mempengaruhi berhasil tidaknya proyek kerja sama, seperti
memperhatikan etika bisnis pada umumnya, serta pedoman kerja sama
yang efektif dan efisien.
Urutan proses kerja sama yang diuraikan pada kegiatan belajar 1
sangat berguna bagi para wirausaha yang akan mengadakan kerja sama
usaha, yaitu sebagai pedoman dalam menyusun proyek atau program
kerja sama usaha. Dikarenakan kerjasama sudah menjadi kebutuhan
mutlak bagi perusahaan dan bagi mereka yang terjun dalam dunia usaha,
maka wirausaha atau perusahaan yang akan melakukan kerja sama usaha
perlu terlebih dahulu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
1) Apakah Anda akan membuka usaha dengan cara bekerja sama dengan
pihak lain ( Ya / tidak ) ?
Alasannya:
a. ……………………………………………………………………………………………….
b. ………………………………………………………………………………………………
c. ………………………………………………………………………………………………
2) Apakah Anda bersedia melakukan kerja sama dengan pihak lain yang
meminta Anda untuk menjadi mitranya ( ya / tidak ) ?
Alasannya:
a. ………………………………………………………………………………………………
b. ………………………………………………………………………………………………
c. ………………………………………………………………………………………………
3) Potensi dan kemampuan apakah yang dimiliki oleh Anda atau
perusahaan Anda saat ini ?
a. ………………………………………………………………………………………………
b. ………………………………………………………………………………………………
c. ………………………………………………………………………………………………
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 40
4) Kelemahan atau kekurangan apa yang dimiliki Anda atau perusahaan
Anda saat ini, sehingga Anda memerlukan kerja sama dengan pihak
lain ?
a. ………………………………………………………………………………………………
b. ………………………………………………………………………………………………
c. ………………………………………………………………………………………………
5) Buatlah daftar pihak-pihak yang akan Anda pertimbangkan untuk
dijadikan mitra kerja sama !
a. ………………………………………………………………………………………………
b. ………………………………………………………………………………………………
c. ………………………………………………………………………………………………
6) Kemukakan alasan-alasan mengapa Anda memilih pihak-pihak tersebut
(No. 5) untuk bekerja sama usaha dengan Anda ?
a. ………………………………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………..
7) Sudahkah Anda membicarakan rencana kerja sama usaha ini dengan
staf Anda atau pihak-pihak yang mendukung Anda ( sudah / belum ) ?
8) Kemukakan respon atau tanggapan dari staf Anda tersebut (no 7) !
a. ………………………………………………………………………………………………
b. ………………………………………………………………………………………………
c. ………………………………………………………………………………………………
9) Jika seandainya rencana kerja sama tersebut tidak mendapat
dukungan dari staf Anda, maka yang akan Anda lakukan ?
a. ………………………………………………………………………………………………
b. ………………………………………………………………………………………………
c. ………………………………………………………………………………………………
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 41
10) Sudahkan Anda mempersiapkan keperluan administratif dari rencana
kerja sama tersebut ?
a. Membuat perjanjian hitam di atas putih atau tertulis ? (sudah /
belum )
b. Mempersiapkan materai bila perjanjian tidak ditulis di atas kertas
segel ? ( sudah / belum )
c. Menunjuk orang/pihak yang akan dijadikan sebagai saksi dalam
penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut ? (sudah/ belum )
d. Notaris yang akan mengesahkan perjanjian kerjasama usaha
tersebut ? (sudah / belum )
11)Bentuk kerja sama yang bagaimanakah yang Anda inginkan ?
……………………………………………………………………………………………………
denganalasan:
……………………………………………………………………………………...............
…………………………………………………………………………………………………..
Pertanyaan-pertanyaan di atas harus perlu dijawab terlebih dahulu,
sehingga Anda dapat memutuskan bahwa Anda betul-betul siap untuk
menjalankan proyek kerja sama usaha dengan pihak lain. Namun, tentu
saja semua jawaban atas pertanyaan di atas harus pula dikomunikasikan
dengan pihak yang akan diajak bekerja sama (khususnya untuk
pertanyaan no. 6, 10, dan 11). Karena pertanyaan tersebut memerlukan
jawaban yang tidak seluruh jawabannya ada pada diri Anda.
Yang perlu diingat dalam menentukan bentuk kerja sama adalah perlu
diperhatikan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing bentuk kerja
sama. Selain itu, apakah bentuk usaha tersebut cocok dengan jenis usaha
dan potensi serta kelemahan yang dimiliki usaha Anda.
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 42
C. Rangkuman 1
1. Ada 6 dasar etika bisnis yang harus diperhatikan, yaitu: a) Karakter,
integritas, dan kejujuran; b) Kepercayaan; c) Komunikasi yang
terbuka; d ) Adil; e) Keinginan pribadi dari pihak yang bermitra; dan e)
Keseimbangan antara insentif dan risiko.
2. Dalam kerja sama ada dua hal penting yang harus diperhatikan, yaitu:
a. Pemilihan rekan bisnis yang tepat.
b. Adanya Perjanjian yang Berkekuatan Hukum
3. H. Kusnadi (2003) mengatakan bahwa berdasarkan penelitian kerja
sama mempunyai beberapa manfaat, yaitu sebagai berikut:
a) Kerja sama mendorong persaingan di dalam pencapaian tujuan dan
peningkatan produktivitas;
b) Kerja sama mendorong berbagai upaya individu agar dapat bekerja
lebih produktif, efektif, dan efisien;
c) Kerja sama mendorong terciptanya sinergi, sehingga biaya
operasionalisasi akan menjadi semakin rendah yang menyebabkan
kemampuan bersaing meningkat;
d) Kerja sama mendorong terciptanya hubungan yang harmonis
antarpihak terkait, serta meningkatkan rasa kesetiakawanan;
e) Kerja sama menciptakan praktek yang sehat, serta meningkatkan
semangat kelompok; dan
f) Kerja sama mendorong ikut serta memiliki situasi dan keadaan
yang terjadi dilingkungannya, sehingga secara otomatis akan ikut
menjaga dan melestarikan situasi dan kondisi yang telah baik.
4. Kerja sama memiliki manfaat, antara lain: manfaat produktivitas,
manfaat efisiensi, manfaat kualitas, kuantitas, dan kontinuitas
produksi, serta manfaat risiko.
5. Bagi setiap wirausaha yang akan melakukan kerja sama perlu
menyusun proyek kerja sama yang akan dijalankannya, yaitu dengan
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 43
terlebih dahulu melakukan persiapan-persiapan administratif, finansial
maupun sosial. Wirausaha perlu menjawab berbagai pertanyaan yang
ada kaitannya dengan persiapan menyusun proyek kerja sama
tersebut.
e. Tugas
Seandainya Anda memiliki suatu usaha dan akan melakukan kerjasama
dengan pihak lain, maka carilah 3 orang teman Anda untuk dijadikan
sebagai calon mitra usaha Anda. Coba Anda isi daftar pertanyaan di
atas (pada point menyusun proyek kerjasama di atas) untuk ketiga
calon mitra Anda tersebut ! Mana yang paling memungkinkan untuk
dijadikan mitra usaha ? Analisis dari jawaban ketiganya.
e. Evaluasi
1) Instrumen Penilaian
Untuk melihat penguasaan kompetensi Anda, jawablah pertanyaanpertanyaan
berikut
1. Aspek atau faktor apa sajakah yang harus diperhatikan agar kerja
sama berjalan efektif dan efisien ? (20)
2. Jelaskan mengapa dalam kerja sama diperlukan perjanjian yang
berkekuatan hukum ! (20)
3. Kemukakan manfaat dari kerja sama ! (15)
4. “Diharapkan hasil yang dicapai dari kerja sama usaha harus lebih
baik atau lebih besar dibandingkan jika dikelola sendiri tanpa kerja
sama dengan pihak lain. Jika hasil yang diperoleh dari kerja sama
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 44
tidak lebih baik bila seandainya tanpa kerjasama, berarti kerja
sama tersebut gagal”.
Coba jelaskan pernyataan di atas! (25)
5. Jelaskan formulasi dalam konsep kerjasama berikut: 1 + 1 > 2 !
(20)
A. Kunci Jawaban
1. Aspek yang harus diperhatikan dalam bekerja sama antara lain : Etika
bisnis dalam kerja sama; Efektivitas dan Efisiensi kerjasama serta
bentuk kerja sama.
2. Karena kerja sama mengikat minimal dua orang/pihak dalam suatu
“kontrak kerja sama”. Kontrak kerja sama yang memuat tentang
berbagai hal yang disepakati sebaiknya dibuat secara tertulis dan
memenuhi syarat hukum ( di atas kertas segel atau bermaterai serta
disyahkan oleh notaris). Hal ini dimaksudkan apabila terjadi sesuatu,
misalnya pengingkaran kesepakatan oleh salah satu pihak, maka ada
bukti yang kuat untuk menuntut.
3. Kerja sama memiliki manfaat baik secara ekonomis maupun ekonomis,
yang dijabarkan ke dalam 4 manfaat, yaitu: Manfaat produktivitas;
Manfaat efisiensi; Manfaat kualitas, kuantitas, dan kontinuitas
produksi; serta manfaat resiko.
4. Maksudnya adalah bahwa melalui kerjasama
C. Kriteria Penilaian
Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban soal evaluasi pada
bagian A Bab III ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar. Angka dalam
kurung yang ada di belakang setiap nomor menunjukkan skor nilai tiap
nomor, yang kalau dijumlahkan skor keseluruhannya adalah 100.
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 45
Selanjutnya gunakan rumus dibawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar modul ini.
Jumlah jawaban Anda yang benar
Tingkat penguasaan = X 100 %
100
Arti tingkat pemahaman Anda:
90 % - 100 % = amat baik dan sangat berhasil
80 % - 89 % = baik dan berhasil
70 % - 79 % = kurang berhasil
? 69 % = tidak berhasil
Tingkat kelulusan bisa dicapai, bila Anda bisa menjawanb minimal 80 %
dari soal-soal di atas. Kurang dari standar di atas Anda dinyatakan tidak
lulus.
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 46
BAB III
PENUTUP
Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80 % ke atas, berarti
Anda sudah bagus dan berhasil. Anda boleh mengajukan ujian sertifikasi !
Anda dapat meneruskan pada modul 15. Tetapi, bila penguasaan Anda
masih dibawah 80 %, Anda belum berhasil dan berarti Anda harus
mengulangi mempelajari kegiatan belajar pada modul ini, terutama bagian
yang belum Anda kuasai untuk mengajukan uji sertifikasi.
Modul 14. Neti budiwati Kiat Membangun Kerjasama dalam berusaha 47
DAFTAR PUSTAKA
? Kusuma, Hendra. (2001). Manajemen Produksi, Perencanaan. dan
Pengendalian Produksi. Yogyakarta: ANDI.
? Kusnadi, H. (2003). Masalah, Kerjasama, Konflik, dan Kinerja.
Malang: Taroda.
? Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz (2002), Kewirausahaan,
Suatu Pendekatan Kontemporer, UPP AMP YKPN Yogyakarta.
? Mohammad jafar Hafsah (2000), Kemitraan Usaha, Kosepsi dan
Strategi, Pustakan Sinar harapan Jakarta.
? Pietra Sarosa (2004), Kiat Praktis Membuka Usaha - Langkah Awal
Menjadi Entrepreneur Sukses, PT Elekmedia Komputindo Jakarta.
? Soesarsono Wijanti (2000), Pengantar Kewiraswastaan , Sinar Baru
Algensindo, Bogor.
? Wachyu Suparyanto, (2004), Petunjuk untuk memulai
Berwirausaha, Afabeta Bandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar