SMK Negeri 1 Pangkalpiang

Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 10 Juni 2010

MODUL KEWIRAUSAHAAN 7

MODUL
KEWIRAUSAHAAN SMK
KIAT MENGEMBANGKAN SIKAP DAN PRILAKU
KERJA PRESTATIF
Penanggung Jawab :
Prof. Dr. H. Mohammad Ali, M.A
Pengembang dan Penelaah Model :
Dr. H. Ahman, M.Pd.
Drs. Ikaputera Waspada, M.M
Dra. Neti Budiwati, M.Si
Drs. Endang Supardi, M.Si
Drs. Ani Pinayani, M.M
Penulis :
Drs. Ikaputera Waspada, M.M
Bekerjasama dengan :
LEMBAGA PENELITIAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2004
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
7
Daftar Isi
ii
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………….
DATAR ISI ………………………………………………………………………….
BAB I. PENDAHULUAN …………………………………………………………
A. Deskripsi ……………………………………………………………………
B. Prasyarat …………………………………………………………………..
C. Petunjuk penggunaan modul ……………………………………….
1. Bagi siswa …………………………………………………………….
2. Bagi guru …………………………………………………………….
D. Tujuan akhir ………………………………………………………………
E. Kompentensi ……………………………………………………………..
F. Cek kemampuan ………………………………………………………..
i
ii
112
2223
34
BAB II. PEMBELAJARAN ..........................................................
A. PENTINGNYA BEKERJA PRESTATIF……………………………….
1. Pengertian perilaku bekerja prestatif………………………….
2. Tanamkan perilaku bekerja prestatif………………………….
3. Pentingnya bekerja prestatif……………………………………..
4. Merencanakan proses bekerja prestatif………………………
B. PERAN PERILAKU BELAJAR PRESTATIF………………………….
1. Prinsip dan ciri perilaku belajar………………………………….
2. Komponen perilaku belajar……………………………………….
C. MANFAATKAN SIKAP BEKERJA PRESTATIF…………………….
1. Penerapan kesempatan bekerja…………………………………
2. Kepercayaan dan keberanian bekerja…………………………
3. Ciri-ciri sikap bekerja baik...........................................
4. Motivasi dalam bekerja……………………………………………..
555
10
12
15
22
22
23
25
25
26
28
28
BAB III. EVALUASI....................................................................
A. Instrumen Penilaian.........................................................
B. Kunci Jawaban................................................................
31
31
31
Bab IV. PENUTUP......................................................................
Daftar Pustaka..........................................................................
38
39
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
1
MODUL
KIAT MENGEMBANGKAN
SIKAP DAN
PRILAKU KERJA PRESTATIF
IKAPUTERA WASPADA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Modul ini mengungkapkan aktualisasi sikap dan perilaku
kewirausahaan yang harus dimiliki agar selalu berpikiran maju. Hal
yang dimaksudkan adalah mengembangkan sikap dan perilaku maju.
Berkaitan dengan mengembangkan sikap dan perilaku maju adalah
sebuah keharusan yang tidak bisa dihindari. Sebab perilaku ingin maju
secara lahiriah dimiliki setiap orang. Pikiran maju adalah kerja keras
dan tidak cepat puas diri untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Pikiran maju adalah masa depan. Untuk meraih perilaku
kewirausahaan tersebut maka wirausaha harus mengembangkan sikap
dan prilaku prestatif (ingin selalu maju).
Siswa SMK yang memiliki kekhasan kompetensi tertentu dipersiapkan
sebagai tenaga praktek medium untuk memasuki dunia industri dan
teknologi, manajemen dan bisnis, serta mengembangkan
kesejahteraan sosial dan pariwisata masyarakat. Akhirnya siswa SMK
mampu ikut dalam kegiatan ekonomi secara luas. Untuk itu
pengenalan secara dini kepada siswa SMK tentang mengembangkan
dan mengenalkan kewirausahaan dalam dirinya melalui pengembangan
perilaku yang cepat puas dan ingin meraih terus maju serta tidak
7
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
2
mudah putus asa adalah mengejar tujuan-tujuan yang berhubungan
dengan kemampuan-kemampuan dan keterampilan-keterampilan yang
dimiliki.
B. Prasyarat
Modul ini diikuti setelah memahami modul sebelumnya dengan tingkat
keterukuran yang dipersyaratkan. Modul ini diikuti dengan pemahaman
bahwa identifikasi sikap dan perilaku ingin maju bagi wirausaha yang
memiliki kesadaran tinggi dari pembacanya. Hal ini ditandai dengan
memahami karakterisitik bentuk-bentuk identifikasi dari sikap dan
perilaku wirausaha. Tindakan ini dilakukan agar siswa mampu
mengembangkan sikap dan perilaku prestatif.
C. Petunjuk penggunaan modul
1. Bagi siswa :
a. Baca dengan cermat bagian pendahuluan modul ini dengan
memahami bagaimana mempelajari modul ini secara tepat dan
benar !
b. Pahami langkah-langkah belajar yang harus dilakukan siswa
dengan benar
c. Kelengkapan bantu yang harus dipersiapkan bila membaca modul
ini
d. Pahami keterukuran hasil yang dapat dilakukan siswa
e. Memiliki reward yang dapat ditunjukkan setelah mempelajari modul
ini
2. Bagi guru :
a. Baca dengan cermat maksud dan tujuan bagian pendahuluan
modul ini dengan memahami bagaimana mempelajari modul ini
dengan tepat dan benar
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
3
b. Memberikan bantuan bagi siswa dalam mempersiapkan membaca
modul ini
c. Membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dalam modul ini
d. Membantu siswa dalam menggunakan buku bantu tambahan
sebagai sumber belajar
e. Merencanakan tenaga ahli/pendamping yang membantu tugas guru
f. Memberikan bimbingan dalam menyelesaikan tugas yang
dibebankan pada siswa
g. Melakukan penilaian hasil kegiatan belajar sebagai proses
keberhasilan dan kemajuan siswa
D. Tujuan akhir
a. Hasil mempelajari modul ini siswa memahami dengan alat
keterukuran yang dimilki
b. Siswa dapat melakukan dalam kehidupan sehari-hari dalam
menjalankan bisnisnya
c. Siswa dapat melakukan dalam kehidupan secara luas
E. Kompentensi
Modul ini berkompetensi mengaktualisasikan sikap dan prilaku
kewirausahaan yang harus dimilki siswa sebagai bentuk ketercapaian
hasil proses kegiatan belajar yang dapat dikembangkan bagi seorang
wirausaha dan kehidupan di masyarakat. Sub kompetensi yang
diharapkan adalah mengidentifikasi sikap dan prilaku wirausaha secara
dini dan mampu dikembangkan pada diri sendiri.
F. Cek kemampuan
1. Apakah yang ada di pikiran anda tentang ingin maju (prestatif) ?
2. Sebutkan ciri-ciri seorang yang ingin maju ?
3. Mengapa wirausaha berusaha berpikiran dan mengembangkan
perilaku maju ?
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
4
4. Mengapa penting bagi wirausaha untuk berusaha dan secara terus
menerus berpikiran maju
G. Glosarium
1. ingin maju adalah kepercayaan dan prestasi tidak cepat puas diri.
Ingin maju adalah kerja keras dan tidak cepat puas diri dalam
meraih pikiran maju untuk meraih masa depan.
2. Efektif bekerja adalah suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan
tepat waktu, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
3. Efisien bekerja adalah perbandingan yang terbaik antara input dan
output, antara daya usaha dan hasil usaha, atau antara
pengeluaran dan pendapatan.
4. Prestatif artinya seorang wirausaha selalu berambisi ingin maju
(ambition drive).
5. Sikap dinamis adalah suatu kegiatan yang berkelanjutan untuk
mencapai hasil yang telah ditetapkan secara optimal.
6. Self awareness adalah sikap mawas diri dan memiliki
7. Couscience adalah mempertajam suara hati, supaya menjadi
manusia berkehendak baik seraya memunculkan keunikan serta
memiliki m isi dalam hidup
8. Independent Will adalah pandangan independen untuk bekal
bertindak dan kekuatan untuk mengambil manfaat hasil
9. Creative imagination adalah berpikir dan mengarah ke depan untuk
memecahkan masalah dengan imajinasi, khayalan, serta memiliki
dengan yang tepat.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
5
BAB II
KIAT MENGEMBANGKAN SIKAP DAN
PRILAKU KERJA PRESTATIF
A. Rencana Belajar
Dalam mempelajari modul ini dapat dilakukan dengan rincian kegiatan
sebagai berikut ini.
KEGIATAN WAKTU/TAHAP
TEMPAT
KEGIATAN
TANDA
Mengkaji Mandiri 3 x 45 menit Di Sekolah
Berdiskusi 2 x 45 menit Di Sekolah
Latihan dan simulasi 2 x 45 menit Di Sekolah
Pengamatan
lapangan
3 x 45 menit Dunia Usaha
B. Kegiatan Belajar 1.
a. Tujuan Pembelajaran 1
Siswa memiliki kemampuan untuk berpikiran ingin terus maju (prestatif)
dalam bekerja
b. Uraian materi 1
A. PENTINGNYA BEKERJA PRESTATIF.
1. Pengertian perilaku bekerja prestatif
Keinginan semua orang untuk terus maju dan berprestasi tidak
dapat dihindari. Seorang wirausaha harus berbuat dan bekerja prestatif.
Prestatif itu apa? Prestatif artinya seorang wirausaha selalu berambisi
ingin maju (ambition drive). Di sini seorang wirausaha memiliki komitmen
tinggi terhadap pekerjaannya atau tugasnya dan setiap saat pikirannya
tidak lepas dari bisnisnya. Seorang wirausaha yang ingin berhasil di dalam
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
6
usahanya janganlah loyo, pasrah diri, tidak mau berjuang, tetapi harus
bersemangat tinggi, berjuang dan berambisi ingin maju dengan komitmen
tinggi terhadap pekerjaannya.
Dengan berbuat dan bekerja prestatif terhadap bisnisnya,
wirausaha tersebut akan berhasil di dalam kegiatan usahanya. Berbuat
dan bekerja secara prestatif merupakan modal dasar untuk keberhasilan
seorang wirausaha. Seorang wirausaha yang berhasil selalu menempuh
saat-saat di mana ia harus bekerja keras, membanting tulang dalam
merintis bisnisnya. Seorang wirausaha yang mempunyai semangat tinggi,
mau berjuang untuk kemajuan bisnisnya. Seorang wirausaha yang
mempunyai semangat tinggi, mau berjuang untuk maju berbisnis. Ia yang
berbuat dan bekerja secara prestatif dan selalu gigih dalam menghadapi
pekerjaan serta tantangan yang dihadapinya biasanya selalu berhasil di
dalam usahanya.
Apapun jenis pekerjaan yang dilakukan, profesi apapun yang
dijalankan, seorang wirausaha harus mampu melihat ke depan dan
berjuang untuk mencapai keberhasilan dalam bisnisnya. Wirausaha yang
bekerja secara prestatif, kegemeranannya atau kegila-gilaannya pada
pekerjaan usahanya.
Menurut Zimmerer, karakteristik wirausaha yang berhasil karena
bekerja secara prestatif adalah sebagai berikut.
a. Memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya atau pekerjaannya. Boleh
dikata setiap saat pikirannya tidak lepas dari perusahaannya.
b. Mau bertanggungjawab. Apa saja tindakan yang ia lakukan selalu
diikuti dengan rasa penuh tanggung jawab.
c. Keinginan bertanggungjawab ini, erat hubungannya dengan
mempertahankan internal locus of control yaitu minat kewirausahaan
dalam dirinya.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
7
d. Peluang untuk mencapai obsesi. Seorang wirausaha harus mempunyai
obsesi untuk mencapai prestasi tinggi dan bisa diciptakannya.
e. Toleransi untuk mencapai resiko kebimbangan dan ketidakpastian
f. Yakin pada dirinya
g. Kreatif dan fleksibel
h. Ingin memperoleh balikan dengan segera. Dia mempunyai keinginan
yang kuat untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman guna
memperbaiki penampilannya.
i. Enerjik seorang wirausaha lebih baik dibandingkan rata-rata orang lain.
j. Motivasi untuk lebih unggul. Seorang wirausaha mempunyai motivasi
untuk bekerja lebih tinggi dan lebih unggul dari apa yang sudah
dikerjakan.
k. Berorientasi ke masa depan
l. Mau belajar dari kegagalan. Seorang wirausaha tidak takut gagal, dia
memusatkan perhatiannya pada kesuksesannya di masa depan dan
menggunakan kegagalannya ini sebagai guru yang berharga.
m. Kemampuan memimpin. Seorang wirausaha harus mampu menjadi
pemimpin yang baik dalam memimpin sumber daya non manusia dan
harus dikelola sebaik-baiknya.
Murpy and Peck (1980) menggambarkan ada delapan jalan menuju
wirausaha yang berhasil untuk maju yaitu sebagai berikut.
a. Kemauan bekerja keras
b. Bekerja sama dengan pihak lain
c. Penampilan yang baik
d. Keyakinan diri
e. Pandai membuat keputusan
f. Mau menambah ilmu pengetahuan
g. Ambisi untuk maju
h. Pandai berkomunikasi
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
8
Stephen Covey, dalam bukunya First Thing’s First, mengungkapkan
empat sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju yaitu:
a. Self awareness adalah sikap mawas diri dan memiliki
b. Couscience adalah mempertajam suara hati, supaya menjadi manusia
berkehendak baik seraya memunculkan keunikan serta memiliki misi
dalam hidup
c. Independent Will adalah pandangan independen untuk bekal bertindak
dan kekuatan untuk mengambil manfaat hasil
d. Creative imagination adalah berpikir dan mengarah ke depan untuk
memecahkan masalah dengan imajinasi, khayalan, serta memiliki
dengan yang tepat.
Dengan berbuat dan bekerja prestatif terhadap bisnisnya,
wirausaha tersebut akan berhasil di dalam kegiatan usahanya. Untuk
menjadi wirausaha yang berhasil, harus memiliki ciri-ciri karakteristik
prestatif sebagai berikut :
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
9
Ciri-ciri Karakteristik Prestatif Dan Sifat-sifat Profil Wirausaha
1. Percaya diri ? Keyakinan
? Ketidaktergantungan
? Individualistik
? Optimisme
2. Berorientasi pada dan hasil ? Kebutuhan akan prestasi
? Berorientasi pada laba
? Ketekunan dan ketabahan
? Kerja keras
? Mempunyai dorongan kuat
3. Pengambilan resiko ? Energi dan inisiatif
? Kemampuan mengambil resiko
? Suka pada tantangan
4. Kepemimpinan ? Bertingkah laku sebagai
pemimpin
? Dapat bergaul dengan orang lain
? Menanggapi saran-saran dan
kritik
5. Keorisinilan ? Inovatif, kreatif, dan fleksibel
? Punya banyak sumber
? Serba bisa
? Mengetahui banyak
6. Berorientasi kemasa depan ? Pandangan ke masa depan
? Perseptif
Jika karakteristik prestatif seorang wirausaha diterapkan di dalam
bisnis maka :
a. Ia memiliki tekad kuat berusaha tetapi bukan karena terpaksa;
b. Ia mawas diri dan bertekad bulat untuk berusaha maju, setelah
menerima umpan balik;
c. Ia berpikir ada kemungkinan gagal, tetapi ia tidak gentar;
d. Ia ingin maju atau mandiri, walaupun berisiko tinggi;
e. Ia berpikir positif, karena ingin berkreatif.
Setelah mengenali karakteristik prestatif dan kompetensinya,
akhirnya seorang wirausaha akan menentukan hal-hal berikut.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
10
a. Apakah perlu kita berwirausaha ?
b. Apakah berwirausaha menunggu petunjuk ?
c. Apakah berwirausahaakan menunggu inspirasi ?
d. Apakah berwirausaha datangnya modal?
e. Apakah berwirausaha menunggu teman-teman ?
f. Kapan akan memulai berwirausaha?
g. Apakah berwirausaha harus melakukan survei terlebih dahulu ?
Di bawah ini ada beberapa falsafah bekerja prestatif para
wirausaha yang perlu dihayati.
a. Hidup harus banyak belajar tentang dirinya sendiri.
b. Kegagalan usaha harus diterima sebagai pengalaman
c. Kekuatan berusaha datang dari tindakannya sendiri.
d. Resiko kegagalan selalu ada,
e. Wirausaha harus menerima dan bertanggungjawab
f. Ada keberhasilan berusaha, setelah kegagalan
g. Wirausaha yang menghindari resiko rendah
h. Menjauhi resiko tinggi karena ingin berhasil
i. Harta terbesar bersikap positif di dalam usaha.
j. Prestasi ditentukan oleh sikap dan tindakan wirausaha sendiri.
k. Kerjarlah kemampuan dan keterampilan yang dimiliki
l. Terimalah apa adanya dan kurangilah kelemahan-kelemahannya.
Memiliki sikap
dan perilaku
kerja prestatif
mendorong
meraih masa
depan
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
11
2. Tanamkan perilaku bekerja prestatif.
Sebelum menguraikan lebih jauh mengenai pembinaan dalam
bekerja prestatif, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui tentang
efektifitas bekerja dan efisiensi bekerja. Wirausaha yang bekerja prestatif
harus memiliki efektifitas bekerja dan efisiensi bekerja, wirausaha harus
bekerja terukur, terencana dan terkendali dalam setiap tindakan hasilnya.
Efektifitas bekerja adalah suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan
tepat waktu, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Dengan
perkataan lain, efektifitas bekerja adalah sampai tingkat apakah tujuan itu
sudah dicapai dalam arti kualitas dan kuantitas. Setiap orang memiliki
kemampuan mengatur semua kegiatannya tanpa ada keterbatasan. Dan
seorang wirausaha memiliki kemampuan mengatur kegiatan dengan
terencana dan terukur dengan tingkah hasil tertentu.
Efisien bekerja adalah perbandingan yang terbaik antara input dan
output, antara daya usaha dan hasil usaha, atau antara pengeluaran dan
pendapatan. Dengan perkataan lain, efisien bekerja adalah segala sesuatu
yang dikerjakan dengan berdaya guna atau segala sesuatunya dapat
diselesaikan dengan tepat, cepat, hemat dan berhasil guna.
a. Tepat; artinya bekerja mencapai sasaran sesuai dengan yang
diinginkan atau semua yang dicita-citakan tercapai.
b. Cepat; artinya mengatur waktu dengan tepat pada tingkat tertentu.
Bila pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat atau tepat pada waktu
yang ditetapkan
c. Hemat; artinya dengan biaya yang tertentu tanpa adanya pemborosan
dalam bidang pekerjaan apapun yang menghasilkan pada tingkat
tertentu pula
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
12
d. Berhasil guna; artinya segala sesuatu sampai pada tujuan pekerjaan
yang dimaksud tanpa mengalami hambatan-hambatan, sehingga
meraih prestasi tertentu.
Ingatlah bahwa menetapkan tujuan, menentukan prioritas, dan
menetapkan batas waktu untuk mencapai setiap sasaran merupakan
kegiatan-kegiatan produktif dan efektif. Bahwa setiap sasaran merupakan
kegiatan produktif dan efektif harus diikuti dengan keberhasilan yang
dicapai. Sebab keberhasilan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh
kemampuan perusahaan memasarkan produknya, sehingga mampu
mempersiapkan, memahami, medukung dan memenuhi kebutuhan pasar
sasaran. Dorongan mengembangkan sumber-sumber yang dimiliki sebuah
organisasi untuk memenuhi kebutuhan agar kemajuan dapat dinikmati.
Di dalam bekerja, para wirausaha harus berorientasi pada tujuan,
dalam arti harus mempunyai tujuan jangka pendek dan jangka panjang.
Mereka harus menangani pekerjaan-pekerjaannya yang paling utama atau
paling penting dan meninggalkan pekerjaan yang kurang penting. Adapun
pentingnya bekerja prestatif merupakan sesuatu yang perlu disumbangkan
dalam rangka usaha bersama, tanpa adanya pemborosan waktu, biaya,
tenaga dan sebagainya.
Para wirausaha yang melaksanakan kegiatan dalam bidang usaha
bisnis, memerlukan usaha kerja keras secara prestatif, efektif, dan efisien.
Dalam menanamkan kerja keras itu, tersembunyi rasa kepuasan batin
yang tidak dapat dinikmati oleh profesi lainnya. Para wirausaha selalu
mengutamakan prestasi dahulu, baru kemudian prestise, bukan sebaliknya.
Menanamkan kerja secara prestatif, dapat menggerakkan motivasi untuk
bekerja dengan sungguh-sungguh.
Orang-orang yang berhasil dalam bisnis adalah yang mau bekeja
keras, tahan menderita, dan mau berjuang untuk memperbaiki nasibnya.
Adapun perencanaan perilaku bekerja prestatif sebagai berikut:
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
13
a. Masa inkubasi
Kapanpun mengembangkan diri harus disesuaikan dengan bisnis yang
cocok. Ide-ide dapat dikembangkan dan direncanakan dengan baik,
sehingga perencanaan dapat dikembangkan dengan baik pula.
b. Analisis sumber perencanaan
Bila bekerja dilakukan dengan baik dengan menganalisis kekuatan,
kelemahan, peluang, dan ancaman. Artinya bekerja telah
mengandung bahan-bahan yang sangat penting untuk perencanaan
bekerja secara prestatif.
c. Sasaran jelas, realitis dan menggairahkan
Bekerja agar sesuai sasaran perlu direnungkan, dibayangkan, dan
diidamkan semenarik mungkin, sehingga dapat menggairahkan
semangat bekerja dan dapat dilakukan sesuai yang diharapkan.
d. Hasil yang terukur
Bekerja dengan sasaran perlu direnungkan, dibayangkan, dan diidamkan
seefektif mungkin, sehingga dapat mendorong niat pelaku untuk bekerja
dengan efisien.
3. Pentingnya bekerja prestatif.
Wirausaha berpikiran ingin maju berusaha mencari informasi yang
sebanyak-banyaknya. Mereka tidak ingin ketinggalan informasi sekecil
apapun bentuknya ingin selalu dimiliki. Banyak cara yang dapat ditempuh
untuk mengembangkan diri wirausaha agar mampu berpikiran maju. Salah
satu yang dapat dikembangkan yaitu latihan yang terus menerus.
a. Beberapa pendapat para ahli tentang kepentingan dan
manfaat latihan
Dengan adanya latihan, karyawan akan berkembang lebih cepat
dan bekerja lebih prestatif. Dengan adanya latihan, berarti wirausaha yang
bersangkutan akan memperoleh karyawan yang ahli dan trampil dalam
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
14
melaksanakan pekerjaannya. Dengan adanya latihan, berarti akan
menjamin tersedianya tenaga kerja yang mempunyai keahlian khusus,
mempunyai keterampilan dan dapat mempergunakan pikirannya secara
prestatif.
Di bawah ini dikemukakan beberapa pendapat para ahli tentang
kepentingan dan manfaat latihan
1) D. Yoder : a) Untuk stabilitas pegawai
b) Untuk memperbaiki cara bekerja
2) D. Latenier : Pegawai lebih berkembang, lebih
cetakan dan lebih baik.
3) J. Tiffen : a) Pegawai akan melaksanakan tugas
lebih baik
b) Cara bekerja lebih baik
4) F.W. Taylor a) Memilih karyawan terbaik
b) Melaksanakan pekerjaan lebih baik
Pentingnya menanamkan bekerja prestatif melalui latihan adalah:
1) Menghargai cita-cita dan masa depan;
2) Meningkatkan kemampuan bekerja secara prestatif;
3) Mengurangi pengawasan dalam bekerja;
4) Terus menerus menambah ilmu pengetahuan;
5) Mengembangkan rasa kesetiakawanan;
6) Mengembangkan sikap yang positif;
7) Mengembangkan kemampuan berprakarsa;
8) Mengembangkan daya kreativitas;
9) Efektif dan efisien dalam bekerja.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
15
b. Metode latihan
Metode latihan yang dijalankan wirausaha adalah sebagai berikut :
1) Untuk latihan induksi
? Kuliah
? Magang
? Perjalanan dinas
? Menghadirkan dosen tamu (Ahli)
2) Untuk latihan tugas
? Belajar sambil bekerja
? Sistem magang
? Mengikuti pelajaran di luar perusahaan
Latihan kewirausahaan merupakan bentuk tindakan korektif yang
diperlukan untuk dapat mencapai nilai sehingga mungkin terjadi
perubahan tertentu, namun mengandung resiko tertentu pula. Latihan
kewirausahaan merupakan salah satu aspek yang perlu ditangani secara
berencana dan berkelanjutan. Adanya latihan dalam berwirausaha,
diharapkan dapat meningkatkan kepribadian, pengetahuan dan
kemampuan, sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan
baik. Setiap wirausaha yang menyelenggarakan latihan kewirausahaan,
selain harus berdasarkan pada suatu rencana, juga harus menentukan
tujuan yang ingin dicapai. Termasuk juga meminimal resiko yang dihadapi.
Menilai suatu latihan sangat penting untuk mengetahui, apakah
latihan yang dilaksanakan perusahaan itu baik atau tidak, kena sasaran
atau tidak, dan lain sebagainya. Apakah cara melaksanakan latihan itu
efektif dan efisien atau tidak, hanya dapat diketahui jika telah diadakan
penilaian terhadap latihan tersebut.
Pembinaan efektivitas dan efisiensi kerja ke arah pengaturan secara
maksimal, yaitu dengan memberikan latihan kerja yang baik, maupun
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
16
dalam rangka tugasnya untuk perkembangan technical skill dan
managerial skill. Prinsip pembinaan bekerja prestatif, efektif, dan efisien
merupakan kunci ke arah kemajuan organisasi. Sebab efektivitas dan
efisiensi kerja harus dicapai dalam rangka pencapaian tujuan. Untuk
mencapai efektivitas dan efisiensi kerja yang baik, dibutuhkan teknik
penggerakan dan motivasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Wirausaha harus melakukan pengembangan cara berpikir maju.
Salah satu yang dapat dilakukan adalah pengendalian usaha yang efektif
dan efisien, yaitu dengan menentukan standar kerja, menilai prestasi kerja
dan mengendalikannya.
? Prestasi bisnis ditentukan sikap dan tindakan wirausaha.
? Efektivitas dan efisiensi wirausaha ditentukan hasil-hasil yang dicapai.
? Wirausaha harus mampu melihat setiap aspek dari sebuah persoalan
dan memahami secara keseluruhan.
? Rancangan yang ekonomis diperlukan oleh perilaku wirausaha
4. Merencanakan proses bekerja prestatif.
Pada umumnya terdapat dua macam kegiatan dalam
merencanakan proses kerja prestatif, yakni sebagai berikut.
a. Pemanfaatan kegiatan-kegiatan wirausaha, seperti menggunakan
waktu, seleksi penerimaan tenaga kerja, dan peralatan kerja.
b. Aspek bisnis dari kegiatan wirausaha, seperti menyiapkan laporan
keuangan bulanan, monitor, merevisi anggaran, mengelola arus
produksi, serta memasarkan produk dan jasa.
c. Pengendalian faktor-faktor eksternal wirausaha, seperti kebijakankebijakan
pemerintah, kondisi ekonomi, iklim usaha
Adapun proses kerja prestatif yang berkaitan dengan bidang-bidang
berikut ini.
a. Keahlian dan keterampilan
1) Bidang-bidang keahlian yang dimiliki para wirausaha
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
17
a) Keahlian dalam bidang teknologi
Keahlian wirausaha dalam bidang teknologi dapat menimbulkan hal
berikut :
1. Meningkatkan kesejahteraan
2. Menimbulkan masalah-masalah baru, antara lain :
? masalah sosial; seperti kemiskinan, kejahatan,
ketertinggalan daerah tertentu
? masalah konsumen baru
? persaingan penguasaan teknologi.
b) Perkembangan perekonomian
Keahlian wirausaha dalam perkembangan perekonomian dapat
menimbulkan hal-hal berikut.
1. Persaingan bisnis
2. Timbul bisnis baru
3. Kebangkrutan
4. Mencari pasar baru
5. Produksi yang terus meningkat
Wirausaha yang mempunyai keahlian merupakan bekal bisnis
melalui pendidikan formal tertentu. Dari klasifikasi jelas bahwa diantara
para wirausaha akan terdapat dan memiliki keahlian khusus.
Masalah-masalah keahlian, sampai sekarang dikejar orang dalam
berbagai sekolah atau pendidikan. Adapun keahlian pokok yang
perlu dimiliki oleh seorang wirausaha atau siapa saja adalah :
1. Keahlian pengendalian keuangan;
2. keahlian mengenai risiko persaingan;
3. keahlian mengurus usaha atau manajemen usaha;
4. keahlian menawarkan produk (salesmanship); dan
5. Keahlian menjaga hubungan dengan pelanggan.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
18
Lima keahlian pokok inilah yang sesungguhnya merupakan keahlian
utama yang diperlukan oleh setiap wirausaha. Setelah menikmati
pendidikan dan latihan, dalam keahlian pokok maupun keahlian tambahan,
maka dalam praktek kehidupan usaha atau bisnis lambat laun cenderung
akan menambah keahlian. Wirausaha berusaha meraih masa depan
dengan baik, agar lingkungan bisnis yang terbentuk mampu
mengembangkan keberlanjutan bisnisnya.
2) Jenis-jenis keterampilan yang harus dimiliki oleh para
wirausaha
Keterampilan yang harus dimiliki para wirausaha, diantaranya:
a) Akuntansi dan perpajakan;
b) Pengetahuan survai pemetaan
c) Mengetik;
d) Bahasa local dan asing;
e) Pengetahuan tentang gambar bangunan
f) Pengetahuan asuransi;
g) Pengetahuan perpajakan dan hukum;
h) Pengetahuan tentang elektronik dan computer;
i) Pengetahuan perbankan;
j) Pengetahuan tentang pariwisata
k) Pengetahuan dan pengembangan cenderamata
l) Ketrampilan dalam bidang seni tari, seni suara dan seni lukis/patung
m) Teknik dan organisasi bisnis;
n) Pengetahuan tentang jasa boga dan busana
o) Impor dan ekspor dalam bisnis
p) Teknik dan pengetahuan menembok dan plester.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
19
b. Menggunakan waktu
Kemampuan menggunakan waktu dengan tepat, efektif, efisien,
dan menguntungkan, merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan
para wirausaha. Dengan adanya waktu, segala sesuatu dapat terjadi,
tetapi tanpa waktu maka tidak ada sesuatu yang akan terjadi. Atas dasar
itu, gunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya. Agar para wirausaha dapat
menggunakan waktu dengan efektif dan efisien, dibawah ini dibuat
beberapa pertanyaan yang harus dijawab.
1) Apakah telah mengadakan pembagian waktu menurut yang
semestinya?
2) Apakah pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan tepat obyek dan
tepat waktu?
3) Untuk apa waktu-waktu yang akan datang digunakan?
4) Apakah telah menggunakan waktu yang ada?
5) Apakah telah membuang waktu dengan sia-sia?
6) Berapa lama waktu yang digunakan untuk hal-hal yang tidak
bermanfaat?
7) Bagaimana harus membagi waktu agar bermanfaat?
Waktu yang kita terima, bukanlah untuk dihabiskan begitu saja
atau bukan untuk dihambur-hamburkan, tetapi untuk dimanfaatkan.
Berikut adalah landasan pokok konsepsi atau gagasan bekerja secara
prestatif, efektif, dan efisien.
1) Kesadaran memanfaatkan waktu yang benar jangan ditunggu sampai
hari esok.
2) Kemampuan menabung waktu unuk masa depan adalah menggunakan
waktu yang ada sekarang secara efektif dan efisien.
3) Kuasai dan aturlah waktu yang ada secara efektif dan efisien.
Para wirausaha harus dapat memanfaatkan waktu yang relatif
pendek itu. Kemampuan berpikir dan bekerja, hanya akan bermanfaat
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
20
apabila para wirausaha dapat memanfaatkan waktu untuk menghasilkan
sesuatu. Para wirausaha dapat memandang waktu sebagai berikut.
1) Waktu adalah organisasi keseluruhan dari aktivitas kegiatan usaha
untuk mencapai sesuatu tujuan. Waktu merupakan landasan pokok
untuk membuat konsep-konsep dan gagasan-gagasan dalam
organisasi bisnis.
2) Waktu adalah sesuatu kekuasaan yang dimiliki sekarang, dan akan
menentukan kejadian-kejadian pada masa yang akan datang.
Menguasai waktu sekarang, akan menentukan tujuan usaha
selanjutnya. Para wirausaha yang dapat memanfaatkan waktu
sekarang, tanpa bermalas-malasan, akan sukses di dalam bisnisnya.
3) Waktu adalah ukuran untuk menentukan berapa lama harus bekerja
hingga menghasilkan sesuatu.
4) Waktu adalah nilai uang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat
dinilai dengan uang.
Berikut ini adalah beberapa petunjuk untuk menggunakan dan
mendayagunakan waktu secara efektif dan efisien.
1) Buatlah perencanaan usaha atau bisnis dan kegiatan-kegiatan untuk
mencapai tujuan. Perencanaan usaha ini hendaknya memperhatikan
hal-hal sebagai berikut:
a) Merancang jenis-jenis usaha atau bisnis untuk mengisi hidup
sekiranya dapat menolong kearah tercapainya tujuan.
b) Menentukan prioritas-prioritas usaha atau bisnis dan kegiatan yang
dianggap penting untuk didahulukan realisasinya. Buatlah
perencanaan uasaha atau bisnis serta kegiatan-kegiatan saat
sekarang dan kegiatan-kegiatan jangka pendek, jangka menengah,
dan jangka panjang.
c) Merenungkan keberhasilan-keberhasilan yang pernah dialami, serta
faktor-faktor yang menyebabkan keberhasilan dalam bisnis.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
21
d) Merenungi kegagalan-kegagalan yang pernah diderita, serta faktorfaktor
yang menyebabkan kegagalan dalam bisnis.
e) Merenungi kegagalan-kegagalan dalam pribadi, serta cara-cara
mengatasi kelemahan-kelemahan itu, dengan kekuatan sendiri di
dalam menjalankan bisnis.
2) Biasakanlah untuk membagi dan menepati waktu dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam hal ini, akan efektif dan efisien apabila dapat
menyusun jadwal kegiatan baik harian, mingguan, maupun bulanan.
3) Sadarilah bahwa waktu sangat berharga untuk mengisi kehidupan
dengan berkarya dan berprestasi. Pemborosan waktu akan membahas
kemajuan untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi dalam bisnisnya.
4) Renungkanlah hal-hal yang menjadi tujuan dalam hidup. Setelah itu,
coba rumuskan tujuan ini secara operasional dengan mempertimbangkan
kondisi-kondisi yang memperlancar dan menghambat
tercapainya tujuan perusahaan.
5) Janganlah suka menunda-nunda pekerjaan. Hal ini akan menjadi
kebiasaan yang terbuang, apalagi menghadapi pekerjaan berat.
6) Kenalilah kondisi penyesuaian diri terhadap waktu. Ada waktu-waktu
tertentu yang kurang cocok bagi fisik dan psikis untuk mengerjakan
sesuatu tugas dan waktu-waktu tertentu yang sangat baik bagi kondisi
fisik dan psikis.
7) Melatih kedisiplinan di dalam setiap melaksanakan kegiatan yang telah
dijadwalkan. Usahakanlah tugas dan kegiatan yang sedang dihadapi
dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
8) Untuk memperkuat disiplin, usahakanlah membiasakan diri untuk
bekerja dengan konsentrasi penuh. Untuk itu, carilah tempat bekerja
yang tenang, bebas dari berbagai gangguan konsentrasi.
9) Manfaatkanlah waktu-waktu senggang untuk kegiatan-kegiatan yang
berguna bagi hidup ini, baik untuk belajar, untuk bisnis, untk
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
22
memperkaya pengalaman maupun untuk mengerjakan kegiatan
lainnya.
10)Bekerjalah di dalam batas-batas kemampuan fisik dan psikis. Seorang
wirausaha tidak memaksakan diri untuk bekerja, sehingga disamping
dapat merusak fisik dan psikis, juga akan mengurangi efektivitas dan
efisiensi pekerjaan. Oleh karena itu, selingan merupakan sesuatu yang
penting untuk mengurangi ketegangan otak dan kelelahan.
11)Manfaatkanlah jam waktu makan sebaik-baiknya. Dengan adanya
waktu jam makan bersama, akan mendapatkan kesempatan berharga
untuk menjalin hubungan kekeluargaan, dapat bertukar pikiran, serta
dapat merancang kegiatan-kegiatan yang efektif dan bagi kepentingan
bisnis.
12)Sedapat mungkin hindarilah kesalahan-kesalahan di dalam
melaksanakan tugas karena kesalahan memerlukan perbaikan dan
pengerjaan ulang, sehingga akan membuang waktu. Oleh karena itu,
bekerjalah secara efektif dan efisien dengan berorientasi pada tujuan
bisnis..
? Waktu akan terus berlalu dan tidak mungkin akan kembali. Waktu
merupakan daya kekuatan yang dinikmati dan harus kita kuasai
(Atedja)
? Waktu itu tidak bisa ditabung, semakin sore semakin kehilangan
waktu. Kunci menggunakan waktu secara efektif dan efisien adalah
melalui manajemen yang lebih baik.
? Dalam waktu yang terbatas, kita harus dapat menghabiskan
sesuatu yang berharga. Dalam waktu yang pendek itu pula kita
akan menerima kerugian.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
23
c. Rangkuman
Keinginan semua orang untuk terus maju dan berprestasi tidak
dapat dihindari. Seorang wirausaha harus berbuat dan bekerja prestatif.
Prestatif itu apa? Prestatif artinya seorang wirausaha selalu berambisi
ingin maju (ambition drive). Di sini seorang wirausaha memiliki komitmen
tinggi terhadap pekerjaannya atau tugasnya dan setiap saat pikirannya
tidak lepas dari bisnisnya.
Seorang wirausaha yang ingin berhasil di dalam usahanya
janganlah loyo, pasrah diri, tidak mau berjuang, tetapi harus bersemangat
tinggi, berjuang dan berambisi ingin maju dengan komitmen tinggi
terhadap pekerjaannya. Wirausaha harus melakukan pengembangan cara
berpikir maju. Salah satu yang dapat dilakukan adalah pengendalian
usaha yang efektif dan efisien, yaitu dengan menentukan standar kerja,
menilai prestasi kerja dan mengendalikannya.
d. Tugas
Buatlah matriks rencana-rencana masa depan dan cara meraih masa
depan
e. Evaluasi
A. Instrumen Penilaian
1. Jelaskan makna perilaku bekerja prestatif bagi wirausaha ?
2. Jelaskan maksud dari pernyataan keinginan maju dalam bekerja sangat
dipengaruhi oleh berbagia aspek kompetensi wirausaha itu sendiri ?
3. Uraiakan karakteristik wirausaha yang berhasil karena bekerja secara
prestatif menurut Zimmerer ?
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
24
B. Kunci Jawaban
1. Keinginan semua orang untuk terus maju dan berprestasi tidak
dapat dihindari. Seorang wirausaha harus berbuat dan bekerja prestatif.
Prestatif itu apa? Prestatif artinya seorang wirausaha selalu berambisi
ingin maju (ambition drive). Di sini seorang wirausaha memiliki komitmen
tinggi terhadap pekerjaannya atau tugasnya dan setiap saat pikirannya
tidak lepas dari bisnisnya. Seorang wirausaha yang ingin berhasil di dalam
usahanya janganlah loyo, pasrah diri, tidak mau berjuang, tetapi harus
bersemangat tinggi dan berjuang berambisi ingin maju dengan komitmen
tinggi terhadap pekerjaannya.
Dengan berbuat dan bekerja prestatif terhadap bisnisnya wirausaha
tersebut akan berhasil di dalam kegiatan usahanya. Berbuat dan bekerja
secara prestatif adalah merupakan modal dasar untuk keberhasilan
seorang wirausaha. Seorang wirausaha yang berhasil selalu menempuh
saat-saat ia harus bekerja keras, membanting tulang dalam merintis
bisnisnya. Seorang wirausaha yang mempunyai semangat tinggi, mau
berjuang untuk maju bisnisnya. Seorang wirausaha yang mempunyai
semangat tinggi, mau berjuang untuk maju berbisnis. Ia yang berbuat dan
bekerja secara prestatif selalu gigih dalam menghadapi pekerjaannya dan
tantangan, biasanya selalu berhasil di dalam usahanya.
2. Wirausaha yang ingin maju pasti bekerjanya efektif dan efisien. Sebab
pikiran ingin maju dibutuhkan kreativitas dari wirausaha itu sendiri. Jadi
efektif dan efisien bekerja mendorong terdapat pada wirausaha yang
sering berada dalam kelompok kerjanya untuk terus berprestasi.
Keinginan maju dalam bekerja, sangat dipengaruhi oleh berbagia aspek
kompetensi wirausaha itu sendiri. Kompetensi wirausaha tergantung
dalam kategori berikut ini :
a. Dilligence (kerajinan, kerja keras)
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
25
b. Dedication (pengabdian)
c. Integrity (keutuhan, watak)
d. Responsiblenness (rasa tanggungjawab)
e. Carefullness (kehati-hatian)
f. Versatility (keserbabisaan)
g. Innovativeness (daya pembaharuan)
h. Cooperativeness (semangat kerjasama)
i. Eageerness to learn besides skill fulness (hasrat besar untuk belajar
dan kemahiran).
3. Menurut Zimmerer, karakteristik wirausaha yang berhasil karena
bekerja secara prestatif sebagai berikut :
a. Memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya atau pekerjaannya. Boleh
dikata setiap saat pikirannya tidak lepas dari perusahaannya.
b. Mau bertanggungjawab. Apa saja tindakan yang ia lakukan selalu
diikuti dengan rasa penuh tanggung jawab.
c. Keinginan bertanggungjawab ini, erat hubungannya dengan
mempertahankan internal locus of control yaitu minat kewirausahaan
dalam dirinya.
d. Peluang untuk mencapai obsesi. Seorang wirausaha harus mempunyai
obsesi untuk mencapai prestasi tinggi dan bisa diciptakannya.
e. Toleransi untuk mencapai resiko kebimbangan dan ketidakpastian
f. Yakin pada dirinya
g. Kreatif dan fleksibel
h. Ingin memperoleh balikan dengan segera. Dia mempunyai keinginan
yang kuat untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman guna
memperbaiki penampilannya.
i. Enerjik seorang wirausaha lebih baik dibandingkan rata-rata orang lain.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
26
j. Motivasi untuk lebih unggul. Seorang wirausaha mempunyai motivasi
untuk bekerja lebih tinggi dan lebih unggul dari apa yang sudah
dikerjakan.
k. Berorientasi ke masa depan
l. Mau belajar dari kegagalan. Seorang wirausaha tidak takut gagal, dia
memusatkan perhatiannya pada kesuksesannya di masa depan dan
menggunakan kegagalannya ini sebagai guru yang berharga.
m. Kemampuan memimpin. Seorang wirausaha harus mampu menjadi
pemimpin yang baik dalam memimpin sumber daya non manusia dan
harus dikelola sebaik-baiknya.
Kriteria Penilaian
Cocokkan hasil jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif 7 yang
ada di bagian belakang modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang
benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan anda terhadap materi modul 7.
Rumus :
Jumlah jawaban yang benar
Tingkat penguasaan : x 100%
100
Arti tingkat penguasaan yang dicapai :
90% - 100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = sedang
- 69% = kurang
Kalau mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas, Anda dapat
meneruskan dengan modul selanjutnya. Tetapi bila tingkat penguasaan
masih di bawah 80% maka harus mengulangi kegiatan belajar modul 7.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
27
B. Kegiatan Belajar 2.
a. Tujuan pembelajaran 2
Siswa dapat memahami dan mengembangkan perilaku belajar yang
positif agar mampu selalu memiliki kemampuan berkerja prestatif
b. Uraian materi 2
A. PERAN PERILAKU BELAJAR PRESTATIF.
2. Prinsip dan ciri perilaku belajar
Pada dasarnya penerapan proses belajar sulit digeneralisir karena
sifat untuk masing-masing individu calon wirausaha berbeda. Namun
Siverman (1970) telah membuat prinsip-prinsip umum yang sangat
berguna, diantaranya sebagai berikut.
a. Proses perilaku belajar sangat efektif dan efisien bila diperkuat dengan
respon yang benar.
b. Terdapat banyak macam perilaku belajar yang kesemuanya
memerlukan proses belajar dan latihan berbeda.
c. Proses perilaku belajar akan efektif dan efisien bila dimengerti, dan
kurang berhasil jika dilakukan dengan menghafal.
d. Persepsi belajar ditentukan oleh seberapa baik dan seberapa banyak
dapat diserap.
e. Pelajar, belajar apa yang dikerjakan
f. Orang dapat belajar lebih efektif dan efisien, bila mereka mengetahui
batas-batas kemampuannya.
g. Frekuensi respon yang diperkuat, ditentukan oleh seberapa baik
respon itu dapat dipelajari.
h. Kondisi motivasional dapat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi,
serta pemberian hadiah dapat memajukan peranan penting dalam
menampilkan perilaku belajar.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
28
i. Praktek dalam berbagai bidang usaha atau bisnis akan mendorong
terciptanya penerapan proses perilaku belajar secara efektif dan efisien.
Kewirausahaan adalah suatu profesi yang merupakan gabungan
atau interaksi antara pengetahuan dan kiat. Jika demikian, sistem
pendidikan wirausaha seharusnya tidak dapat memperkuat pengetahun
dan kiat, tetapi dapat mempersatukan kedua elemen ini hingga menjadi
dasar yang kuat untuk mengambil keputusan. Sehubungan dengan itu,
sebaiknya dibangun enam azas pembelajaran yang dapat diterapkan
dalam perilaku belajar prestatif, sebagai berikut.
a. Belajar teori bagi profesi kewirausahaan.
b. Mengembangkan kompetensi wirausaha.
c. Mengembangkan perilaku belajar dari kejadian di bidang bisnis.
d. Penerapan perilaku belajar melalui pembuatan sesuatu.
e. Penempatan standar-standar baku pada bentuk-bentuk perilaku
wirausaha sukses
f. Adanya motivasion training ke dalam program pendidikan
kewirausahaan.
3. Komponen perilaku belajar
Agar dapat efektif membelajarkan diri, sehingga dapat berkembang
secara dinamis, kreatif, efektif, dan efisien maka harus ditanamkan
pemikiran beberpa komponen perilaku belajar, sebagai berikut :
a. Pengajaran unit
Dari pengajaran unit, diperoleh perilaku belajar prestatif
diantaranya :
1) Belajar mengenal diri sendiri
2) Belajar mengenal bisnisnya dengan baik
3) Belajar membuat perencanaan bisnis;
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
29
4) Belajar mengembangkan diri pribadi secara efektif dan efisien;
5) Belajar memecahkan suatu permasalahan dalam berwirausaha;
6) Belajar magang di berbagai bisnis;
7) Belajar secara ilmiah dalam berwirausaha;
8) Belajar bekerja di berbagai bisnis;
9) Belajar mengembangkan sikap mental berwirausaha;
10)Belajar bekerja sama dengan wirausaha;
11)Belajar mengenal lingkungannya.
b. Bersikap dinamis
Ukuran sikap dinamis sulit untuk diungkapkan. Secara sederhana
sikap dinamis adalah banyak cara untuk menghasilkan progresi. Tapi sikap
dinamis adalah suatu kegiatan yang berkelanjutan untuk mencapai hasil
yang telah ditetapkan. Bersikap dinamis sangat penting untuk penerapan
perilaku belajar yang tadinya pasif dan statis menjadi terbuka. Begitu pula
dinamis terhadap inovasi, kreasi, dan melatih kepekaan hidup melalui
berwirausaha. Wirausaha akan berkembang dengan baik bila diikuti
dengan sikap yang tidak mudah putus asa dan selalu mencari solusi yang
terbaik bagi keberlanjutan bisnisnya.
c. Aktivitas belajar
Agar belajar lebih aktif, efektif dan efisien maka aktivitas belajar
hendaknya meliputi mendengarkan, menulis, menilai, berhitung, berbicara,
menyimpulkan, mengorganisir, menganalisis, dan menarik kesimpulan
belajar berwirausaha.
d. Pembicaraan sistem bimbingan belajar
Sistem bimbingan belajar wirausaha secara klasikal mengandung
kelemahan, yaitu kurangnya perhatian dan pelayanan terhadap perbedaan
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
30
individu, serta perkembangan pribadi yang dinamis, kreatif, inovatif,
efektif, dan efisien. Agar mereka aktif dalam melaksanakan perilaku
belajar efektif dan efisien, harus ditanamkan dan dikembangkan kondisi,
serta adanya kesempatan untuk memberikan bimbingan belajar secara
individual sebagai berikut.
? Belajar dan bekerja merupakan salah satu cara untuk mencapai citacita
? Kesediaan dan kemauan belajar adalah sikap mental yang merasa
dirinya kurang dan haus akan pengetahuan
? Manusia tidak saja sebagai sumber daya, tetapi juga sebagai sumber
tenaga teknologi dan tenaga wirausaha (Atesuna).
Kemauan dan kesediaan untuk belajar efektif dan efisien
merupakan ciri khas orang yang akan selalu mendapatkan kemajuan.
Suatu pengertian, pengetahuan atau keterampilan, tidak hanya terbatas
diperoleh dari sekolah saja, di luar sekolah justru mempunyai arti lebih
besar.
B. MANFAATKAN SIKAP BEKERJA PRESTATIF.
1. Penerapan kesempatan bekerja
Penerapan kesempatan bekerja merupakan kebutuhan yang tetap
mendesak. Oleh karenanya, diperlukan berbagai kebijaksanaan yang
menyeluruh, seperti pendidikan keterampilan, pendidikan kegiatan kerja,
pembangunan industri, pembangunan prasarana, pemilihan teknologi, dan
lain sebagainya. Di samping itu, usaha-usaha untuk memperluas
kesempatan bekerja, perlu dituangkan dalam program-program kerja yang
nyata sehingga mampu menghasilkan prestasi yang bermanfaat dan
efisien.
Keterampilan dan keahlian wirausaha perlu ditingkatkan, sehingga
pengalihan usaha atau bisnis swasta asing dapat beralih ke tangan para
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
31
wirausaha swasta Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, sangat
diperlukan semangat kerja yang tinggi prestatif. Agar dapat mencapai
tujuan sikap bekerja prestatif para wirausaha diharapkan :
a. Aktif dan kreatif serta berpikir kritis. Di sini harus menciptakan sikap
bekerja prestatif, sehingga memiliki dan mengembangkan daya cipta
yang positif.
b. Kebiasaan mencari kerja harus diubah dengan menciptakan pekerjaan
yaitu selalu sibuk dan menerapkan perilaku bekerja prestatif dalam
setiap kesempatan yang ada.
c. Kebiasaan menunggu harus diubah dengan memberikan pelayanan
prima, agar prestasi kerja secara terus menerus dicapai
2. Kepercayaan dan keberanian bekerja
Menerapkan perilaku bekerja prestatif perlu dikembangkan dalam
berbagai bidang atau bidang tertentu yang menjurus pada efektivitas
usaha atau bisnis. Menanamkan perilaku bekerja prestatif perlu diterapkan
dan ditingkatkan dengan jalan :
a. Pengembangan diri dalam komitmen;
b. Pembinaan dan pengembangan kerja;
c. Bimbingan penyuluhan dan pengawasan bekerja;
d. Memotivasi pekerja mau bekerja aktif, kreatif dan inovatif.
Untuk menerapkan pekerjaan tersebut, para wirausaha harus
memiliki keberanian, kepercayaan, kesempatan dan keyakinan terhadap
diri sendiri, diantaranya :
a. Percaya dan yakin pada kecerdasan sendiri;
b. Percaya dan yakin pada kecakapan yang diperoleh dari hasil
pendidikan, kursus, latihan, dan pengalaman dalam bekerja;
c. Percaya dan yakin akan bisa bekerja secara kreatif dan inovatif;
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
32
d. Percaya dan yakin pada kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan
dengan baik.
? Percaya pada diri sendiri adalah utama untuk bekerja efektif dan
efisien
? Percaya dan hidup pada tujuan hidup merupakan modal dasar
untuk hidup berani dan mulai di dalam bekerja
? Percaya setiap orang pasti akan berusaha untuk mengurangi sifat
ketergantungan kepada orang lain.
Untuk mengurangi ketergantungan tadi maka semangat dan sikap
bekerja yang prestatif perlu diterapkan agar mampu menghasilkan
kerja yang efektif dan efisien. Modal tersebut harus pula disertai
keyakinan, kemauan dan keberanian yang sekaligus merupakan
kepribadian yang harus dimiliki untuk menjalankan sikap bekerja yang
produktif, yaitu :
a. Mau bekerja keras;
b. Hilangkan kebodohan;
c. Hilangkan kemiskinan;
d. Hilangkan kemalasan;
e. Inginkan kesejahteraan yang baik.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
33
3. Ciri-ciri sikap bekerja baik
Wirausaha yang ingin maju pasti akan bekerja secara efektif dan
efisien. Pikiran ingin maju membutuhkan kreativitas dari wirausaha itu
sendiri. Jadi, efektifitas dan efisiensi bekerja mendorong terdapat pada
wirausaha yang sering berada dalam kelompok kerjanya untuk terus
berprestasi. Keinginan maju dalam bekerja, sangat dipengaruhi oleh
berbagia aspek kompetensi wirausaha itu sendiri.
Kompetensi wirausaha tergantung dalam kategori berikut ini :
a. Dilligence (kerajinan, kerja keras)
b. Dedication (pengabdian)
c. Integrity (keutuhan, watak)
d. Responsiblenness (rasa tanggungjawab)
e. Carefullness (kehati-hatian)
f. Versatility (keserbabisaan)
g. Innovativeness (daya pembaharuan)
h. Cooperativeness (semangat kerjasama)
Menerapkan
bekerja prestatif
pada jenis
pekerjaan
apapun, harus
mampu bekerja
keras, memiliki
keberanian dan
komitmen tinggi
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
34
i. Eageerness to learn besides skill fulness (hasrat besar untuk belajar
dan kemahiran).
Oleh karena itu wirausaha yang berpikiran ingin maju selalu memegang
komitmen. Sebab bagimana mungkin wirausaha bekerja tanpa memiliki
komitmen. Kalau kondisi tersebut dapat dicapai maka pekerjaan kita akan
efektif dan efisien, sehingga pikiran-pikiran ingin maju dalam
mengembangkan bisnis dapat berjalan dengan baik. Semua itu kembali
kepada kompetensi wirausaha itu sendiri dalam menjalankan bisnisnya.
4. Motivasi dalam bekerja
Secara klasikal, seorang memandang, bekerja itu sebagai sarana
untuk mendapatkan kebutuhan. Akan tetapi, dalam pandangan yang maju,
bekerja itu tidaklah sekedar untuk sarana, melainkan ada dimensi-dimensi
lain yang perlu dipikirkan. Salah satu dimensi itu adalah yang
menganggap bahwa bekerja itu, justru sebagai suatu kebutuhan. Untuk
mencapai bekerja prestatif, efektif, dan efisien, di samping adanya
kesiapan mental, dan fisik, juga harus didukung oleh lingkungan.
Suasana bekerja yang harmonis dan hubungan sosial yang baik,
diantara orang-orang dalam proses bekerja, harus diterapkan secara
efektif dan efisien. Ada seorang wirausaha yang telah memahami hakikat
karyawan, akan tetapi dalam prakteknya masih belum mampu
menggerakkan anak buahnya untuk bekerja lebih efektif dan efisien.
Mengapa itu bisa terjadi? Masalah utama yang menjadi penyebabnya
adalah wirausaha tersebut belum mampu menerapkan motivasi kepada
anggotanya. Menumbuhkan dan menerapkan motivasi adalah suatu
tindakan yang sangat penting.
Untuk memperdalam tentang motivasi di dalam bekerja, hendaknya
seorang wirausaha memahami hal-hal yang berhubungan dengan masalah
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
35
kebutuhan hidup. Adapun kebutuhan-kebutuhan para pekerja yang
berhubungan dengan masalah motivasi antara lain sebagai berikut.
a. Kebutuhan fisiologis misalnya makan, minum, istirahat, tidur, dan lain
sebagainya.
b. Kebutuhan akan rasa aman, bebas dari ancaman fisik dan psikis.
c. Kebutuhan akan penghargaan (penghargaan akan kemampuan,
kompetensi, dan percaya diri).
d. Kebutuhan untuk aktualisasi diri (mengembangkan potensi-potensinya
semaksimal mungkin).
Teori kebutuhan tersebut pertama kali dikemukakan oleh Abraham
H. Maslow (1954), dan biasanya dikenal dengan nama teori hirarki
kebutuhan A.H. Maslow.
? Bekerja yang dilakukan secara efektif dan efisien akan dirasakan lebih
nikmat dan lebih menyenangkan, ketimbang yang memandang bekerja
itu sebagai beban.
? Semangat bekerja adalah salah satu sifat kejiwaan yang sangat erat
hubungannya dengan faktor kepuasan kerja, kegairahan kerja, dan
keinginan mempertinggi hasil kerja.
? Pada dasarnya kepuasan kerja itu menumbuhkan semangat kerja baru,
sehingga dapat meningkatkan produktivitas dalam bekerja.
Menurut Herzberg, orang yang menyukai pekerjaannya akan
mendapatkan kepuasan tersendiri. Sebaliknya, pekerjaan yang kurang
disenangi, akan mengurangi rasa kepuasan. Dengan adanya motivasi,
akan mendorong orang untuk lebih prestatif, sehingga mampu
menghasilkan kerja yang produktif.
Orientasi bekerja akan meningkat sesuai dengan tingkat usaha dan
motivasinya. Seorang wirausaha diharapkan dapat belajar dan bekerja
dengan cepat untuk mendapatkan hasil prestasi yang diinginkan.
Pengetahuan terhadap hasil kerja, akan membantu mengetahui metode
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
36
kerja mana yang tidak efektif dan metode kerja mana yang efektif. Tiada
sesuatu yang lebih bermanfaat dan lebih bernilai di dunia ini, apabila tidak
didahului oleh kegagalan-kegagalan di dalam usaha. Setiap kegagalan
usaha, serta kesulitan yang amat besar membawa benih manfaat yang
setimpal atau yang lebih besar.
c. Rangkuman
Keinginan semua orang untuk terus maju dan berprestasi tidak
dapat dihindari. Seorang wirausaha harus berbuat dan bekerja prestatif.
Pada dasarnya penerapan proses belajar sulit digeneralisir karena sifat
untuk masing-masing individu calon wirausaha berbeda. Namun Siverman
(1970) telah membuat prinsip-prinsip umum yang sangat berguna.
Wirausaha harus melakukan pengembangan cara berpikir maju.
Salah satu yang dapat dilakukan adalah pengendalian usaha yang efektif
dan efisien, yaitu dengan menentukan standar kerja, menilai prestasi kerja
dan mengendalikannya.
Kewirausahaan adalah suatu profesi yang merupakan gabungan atau
interaksi antara pengetahuan dan kiat. Jika demikian, sistem pendidikan
wirausaha seharusnya tidak dapat memperkuat pengetahun dan kiat,
tetapi dapat mempersatukan kedua elemen ini hingga menjadi dasar yang
kuat untuk mengambil keputusan. Sehubungan dengan itu, sebaiknya
dibangun enam azas pembelajaran yang dapat diterapkan dalam perilaku
belajar prestatif, sebagai berikut.
a. Belajar teori bagi profesi kewirausahaan.
b. Mengembangkan kompetensi wirausaha.
c. Mengembangkan perilaku belajar dari kejadian di bidang
bisnis.
d. Penerapan perilaku belajar melalui pembuatan sesuatu.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
37
e. Penempatan standar-standar baku pada bentuk-bentuk
perilaku wirausaha sukses
f. Adanya motivasion training ke dalam program pendidikan
kewirausahaan.
d. Tugas
Buatlah rencana kegiatan belajar dan praktek yang dipandang mampu
meraih keuntungan di masa depan
e. Evaluasi
A. Instrumen Penilaian
1. Uraikan wirausaha berhasil yang memiliki ciri-ciri karakteristik
prestatif ?
2. Jelaskan komponen-komponen pemikiran perilaku belajar yang
mengarahkan pada kemampuan membelajarkan diri secara
efektif?
B. Kunci Jawaban
1. Untuk menjadi wirausaha yang berhasil harus memiliki ciri-ciri
karakteristik prestatif sebagai berikut:
Ciri-ciri Karakteristik Prestatif
Dan Sifat-sifat Profil Wirausaha
1. Percaya diri ? Keyakinan
? Ketidaktergantungan
? Individualistik
? Optimisme
2. Berorientasi pada dan hasil ? Kebutuhan akan prestasi
? Berorientasi pada laba
? Ketekunan dan ketabahan
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
38
? Kerja keras
? Mempunyai dorongan kuat
3. Pengambilan resiko ? Energi dan inisiatif
? Kemampuan mengambil resiko
? Suka pada tantangan
4. Kepemimpinan ? Bertingkah laku sebagai
pemimpin
? Dapat bergaul dengan orang lain
? Menanggapi saran-saran dan
kritik
5. Keorisinilan ? Inovatif, kreatif, dan fleksibel
? Punya banyak sumber
? Serba bisa
? Mengetahui banyak
6. Berorientasi kemasa depan ? Pandangan ke masa depan
? Perseptif
2. Agar dapat efektif membelajarkan diri, sehingga dapat berkembang
secara dinamis, kreatif, efektif, dan efisien maka harus ditanamkan
pemikiran beberapa komponen perilaku belajar, sebagai berikut :
a. Pengajaran unit
Dari pengajaran unit, diperoleh perilaku belajar prestatif
diantaranya :
? Belajar mengenal diri sendiri
? Belajar mengenal bisnisnya dengan baik
? Belajar membuat perencanaan bisnis;
? Belajar mengembangkan diri pribadi secara efektif dan efisien;
? Belajar memecahkan suatu permasalahan dalam berwirausaha;
? Belajar magang di berbagai bisnis;
? Belajar secara ilmiah dalam berwirausaha;
? Belajar bekerja di berbagai bisnis;
? Belajar mengembangkan sikap mental berwirausaha;
? Belajar bekerja sama dengan wirausaha;
? Belajar mengenal lingkungannya.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
39
b. Bersikap dinamis
Ukuran sikap dinamis sulit untuk diungkapkan. Bahasa sederhana
sikap dinamis adalah banyak cara untuk menghasilkan progresif.Tapi sikap
dinamis adalah suatu kegiatan yang berkelanjutan untuk mencapai hasil
yang telah ditetapkan. Bersikap dinamis sangat penting untuk penerapan
perilaku belajar yang tadinya pasif dan statis menjadi terbuka. Begitu pula
dinamis terhadap inovasi, kreasi, dan melatih kepekaan hidup melalui
berwirausaha. Wirausaha berkembangkan dengan baik harus diikuti
dengan sikap yang tidak mudah putus asa, selalu mencari solusi yang
terbagi bagi keberlanjutan bisnisnya.
c. Aktivitas belajar
Agar lebih aktif belajar efektif dan efisien maka aktivitas belajar
hendaknya meliputi mendengarkan, menulis, menilai, berhitung, berbicara,
menyimpulkan, mengorganisir, menganalisis, dan menarik kesimpulan
belajar berwirausaha.
d. Pembicaraan sistem bimbingan belajar
Sistem bimbingan belajar wirausaha secara klasikal mengandung
kelemahan, yaitu kurangnya perhatian dan pelayanan terhadap perbedaan
individu, serta perkembangan pribadi yang dinamis, kreatif, inovatif,
efektif, dan efisien. Agar mereka aktif dalam melaksanakan perilaku
belajar efektif dan efisien, harus ditanamkan dan dikembangkan kondisi,
serta adanya kesempatan untuk memberikan bimbingan belajar secara
individual.
1) Belajar dan bekerja merupakan salah satu cara untuk mencapai citacita
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
40
2) Kesediaan dan kemauan belajar adalah sikap mental yang merasa
dirinya kurang dan haus akan pengetahuan
3) Manusia tidak saja sebagai sumber daya, tetapi juga sebagai sumber
tenaga teknologi dan tenaga wirausaha.
Kemauan dan kesediaan belajar efektif dan efisien merupakan ciri
khas orang yang akan selalu mendapatkan kemajuan. Suatu pengertian,
pengetahuan atau keterampilan, tidak hanya terbatas diperoleh dari
sekolah saja, di luar sekolah justru mempunyai arti lebih besar.
Kriteria Penilaian
Cocokkan hasil jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif 7 yang
ada di bagian belakang modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang
benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan anda terhadap materi modul 7.
Rumus :
Jumlah jawaban yang benar
Tingkat penguasaan : x 100%
100
Arti tingkat penguasaan yang dicapai :
90% - 100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = sedang
- 69% = kurang
Kalau mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas, Anda dapat
meneruskan dengan modul selanjutnya. Tetapi bila tingkat penguasaan
masih di bawah 80% maka harus mengulangi kegiatan belajar modul 7.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
41
BAB III
PENUTUP
Modul ini mengungkapkan aktualisasi sikap dan perilaku
kewirausahaan yang harus dimiliki agar selalu berpikiran maju. Hal yang
dimaksudkan adalah mengembangkan sikap dan perilaku maju yang
didasarkan pada rasa percaya diri dan sikap positif. Hal-hal
mengembangkan sikap ingin selalu maju adalah sebuah keharusan yang
tidak bisa dihindari bagi wirausaha. Sebab ingin maju adalah kepercayaan
dan prestasi tidak cepat puas diri. Ingin maju adalah kerja keras dan tidak
cepat puas diri dalam meraih pikiran maju untuk meraih masa depan.
Untuk meraih perilaku kewirausahaan tersebut maka wirausaha harus
mengembangkan sikap dan prilaku prestatif (ingin selalu maju).
Untuk itu Pengenalan dan pemahaman secara dini kepada siswa SMK
dalam mengembangkan dan mengenalkan kewirausahaan dalam dirinya
melalui pengembangan perilaku yang tidak cepat puas dan ingin meraih
terus maju serta tidak mudah putus asa adalah mengejar tujuan-tujuan
yang berhubungan dengan kemampuan-kemampuan dan keterampilanketerampilan
yang dimiliki.
Modul 7, Kiat Mengembangkan Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif
42
DAFTAR PUSTAKA
Bygrave, William D., 1996, The Portable MBA; Entrepreneurship,
terjm. Dyah Ratna Permatasari, Binarupa Aksara, Jakarta
Meredith, Geoffrey G., Et. Al., 2000, Kewirausahaan; Teori dan
Praktek, terjm. Andre Asparsayogi, Pustaka Binaman
Pressindo, Jakarta
Suryana,2003, Kewirausahaan,; Pedoman praktis, Kiat dan Proses
Menuju Sukses, Salemba Empat, Bandung
Joe Setyawan, 1994, Strategi efektif berwirausaha; mencakup studi
kelayakan usaha, Gramedia, Jakarta
M. Tohar, 2000, Membuka Usaha Kecil, Kanisius, Jakarta
Ating Tedjasutisna, 2004, Memahami kewirausahaan, SMK; untuk
semua bidang keahlian, Armico, Bandung
Rusman Hakim, 1998, Kiat sukses berwiraswasta; mengatasi krisis
etika dan krisis motivasi, Gramedia, Jakarta
M.J.Morris, 1995, Usaha kecil yang berhasil; bagaimana
mempersiapkannya, Arcan, Jakarta
Kusmini Adiputro, Umi Nur Rochjati, Setyo Ferry Wibowo, 2001,
Kewirausahaan untuk tingkat 1 SMK, Yudhistira,
Jakarta
Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz, 2002, Kewirausahaan;
suatu pendekatan kontemporer, UPP AMP YKPN,
Yogyakarta
Kusmini Adiputro, Umi Nur Rochjati, Setyo Ferry Wibowo, 2001,
Kewirausahaan untuk tingkat 3 SMK, Yudhistira,
Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar